
Kanaya yang baru saja mendengar kata-kata dari Alvaro itu, jelas saja menjadi sangat kaget. Bagaimana bisa mereka berdua sudah akan langsung bertunangan?
Apa-apaan Kakeknya itu?
Bisa-bisanya mengambil keputusan secara sepihak seperti itu pertama menjodohkan dirinya lalu sekarang berniat langsung merencanakan bertunangan tanpa memberitahu dirinya?
Kanaya benar-benar menjadi marah.
"Kamu jangan berbicara omong kosong lagi di depanku!"
"Kanaya, aku hanya mengatakan Yang sejujurnya bahwa pertunangan kita akan segera diadakan tanya saja kakekmu, paling paling sebentar lagi akan diadakan sebuah pertemuan untuk membahas pertunangan kita,"
Suara ringan dan santai dari ujung telepon itu malah membuat Kanaya menjadi semakin tidak senang. Tunggu, bukankah dirinya sudah meminta bantuan Kak Azka?
"Tidak kamu pasti bohong! Keluargamu pasti akan membatalkan acara ini bukan?"
Terdengar suara tawa dari balik telepon membuat Kanaya menjadi memiliki firasat buruk.
"Apakah kamu yang bilang pada Kak Azka untuk membatalkan perjodohan itu dan bilang pada keluargaku? Sayangnya daripada memiliki efek yang baik untukmu, itu malah memberikan efek dimana acara perjodohan dan pertunangan kita malah akan dipercepat,"
Mendengar kata-kata itu Kanaya segera menjadi Diam tidak tahu lagi harus berkata apa, dirinya tidak pernah berpikir jika rencana pertunangan ini benar-benar akan dilakukan bagaimana ini?
Tidak, saat ini setidaknya dirinya masih bisa mengulur waktu, mari ulur waktu sebanyak-banyaknya, misalnya saja agar ini bisa ditunda tahun depan?
Apakah ada semacam projek atau sesuatu yang bisa membuatnya sibuk selama beberapa bulan ke depan?
Owh, benar jika dirinya mendapatkan project besar di kota sebelah itu jelas dirinya akan memiliki alasan untuk setidaknya mengulur waktu sebanyak-banyaknya. Ya, Kanaya sudah mulai memikirkan solusi dalam kepalanya tentang apa yang harus dirinya lakukan ke depannya.
Namun masih ada masalah lagi yang belum diselesaikan, yaitu untuk memberitahu Tristan. Awalnya, Kanaya merasa tidak perlu segera mengatakan hal-hal ini karena perjodohan itu akan segera dibatalkan. Namun karena sudah seperti ini, mungkin dirinya akan mencoba mencari waktu yang tepat?
Tapi Kanaya tidak ingin membuat Tristan cemas.
"Jangan bermimpi kamu!! Jangan harap kamu bisa bertunangan denganku, ya!"
__ADS_1
"Wow, Kanaya, kenapa kamu begitu menolakku? Apa yang kurang dariku?"
"Kurang Ajar!!"
Setelah mengatakan itu Kanaya ya segera mematikan teleponnya, berkat telepon tidak terduga itu rasa kesepian yang sebelumnya dirasakan sudah menghilang. Kanaya segera memutuskan untuk pergi dari sana dan segera menuju ke apartemennya untuk beristirahat, rasanya sangat lelah seharian.
Namun ketika Kanaya tiba di apartemen yang sepi, di mana tidak ada kehidupan di sana, Kanaya tiba-tiba sedih.Terutama setelah melihat Rumah Tristan yang memiliki suasana hangat dimana Tristan akan di sambut oleh Elena Istrinya itu. Beberapa rasa takut di mana mungkin orang yang dicintainya itu akan sedikit berpaling karena beberapa kehangatan membuat hati Kanaya sekali lagi sakit.
"Kapan ya, Aku bisa tinggal dengan Tristan?"
Kanaya memutuskan untuk tidak lagi terlalu memikirkannya dan malah membuat hatinya sedih hari ini dirinya harus membuat segera lebih banyak istirahat karena masih ada banyak hal yang harus dilakukan besok. Bertemu dengan kakeknya mengurus project dan semua hal-hal yang melelahkan.
####
Di tempat lainnya, Tristan sendiri baru saja selesai mandi dan berniat beristirahat di kamarnya, namun tiba-tiba merasakan perutnya sedikit lapar jadi dia memutuskan untuk ke dapur dan mengambil beberapa camilan yang ada dikulkas.
Sayangnya, Tristan malah bertemu Elena yang sedang makan buah Delima tadi disana, ekpresi Tristan segera menjadi buruk. Tristan jelas mencoba untuk mengabaikan wanita itu dan segera membuka ke arah kulkas mencari beberapa cemilan yang dicarinya. Namun ternyata tidak ada apa-apa di kulkas yang bisa langsung dimakan.
"Mas Tristan, tumben kamu ke dapur malam-malam? Apakah kamu lapar?" kata Elena dengan ramah.
"Sebenarnya aku sudah menghabiskan kue-kue yang ada di kulkas dan belum sempat untuk membelinya lagi itu karena kemarin aku benar-benar tidak mood makan hal-hal yang lain kecuali kue-kue yang ada di kulkas, aku benar-benar minta maaf,"
Tristan lalu ingat, memang sejak beberapa hari lalu, Tristan melihat Elena akan muntah-muntah setiap kali ada makanan di depannya dan begitu kesulitan untuk makan sesuatu, hal itu karena dia hamil muda, Tristan tiba-tiba merasa tidak enak ketika memikirkannya.
Tidak, dirinya tidak bisa bersimpati!!
"Sudahlah, aku tidak lapar lagi pula,"
Namun sayangnya, perut Tristan berkata lain, menjadi keroncongan, membuat Tristan menjadi malu.
"Mari makan buah delima ini, lagi pula ini terlalu banyak tidak mungkin aku bisa menghabiskan semua ini,"
Tristan lalu menatap ke arah meja yang memang ada banyak buah delima sepertinya ini masih 3 kilo yang di beli. Apakah Kanaya tidak jadi membawa beberapa pulang?
__ADS_1
Kanaya bilang ingin makan beberapa juga. Mungkin tadi karena dia buru-buru.
"Tidak perlu repot-repot," kata Tristan mencoba menolak, lalu mulai mencari Pop mie di almari dan untungnya ada.
Elena yang di tolak itu tidak menyerah, dan tidak membiarkan Tristan pergi kekamarnya.
"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu," kata Elena.
"Aku sedang tidak ingin berbicara denganmu," kata Tristan dengan malas, benar-benar segera ingin kembali ke kamarnya setelah mengisi air panas pada cup pop mie.
Elena mungkin sudah menebak kata-kata itu dan segera berkata,
"Tapi, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang penting soal Kanaya,"
Ekpresi Tristan segera berubah.
"Jika kamu masih membahas soal kenapa aku membawanya ke sini aku lebih memilih kamu tidak perlu untuk mengatakannya lagi aku benar-benar muak,"
"Bukan seperti itu, sebenarnya aku memiliki informasi penting tentang dia,"
"Apa? Kamu berani-berani untuk mencari tahu dan menyelidiki tentang informasi Kanaya?" kata Tristan marah.
"Buka seperti itu! Aku hanya secara tidak sengaja mendapatkan informasi soal ini karena aku berteman dengan Saudara Kanaya, yah Aku tidak sengaja dengar jika Kanaya kabarnya sudah di jodohkan dan akan segera Bertunangan, Aku Hanya penasaran Apakah kamu tahu soal ini?"
Tristan yang mendengar itu jelas saja menjadi terdiam karena dia tidak tahu apa-apa soal ini. Menjadi begitu kaget ketika mendengar kabar ini.
Kanaya di jodohkan?
Kenapa Kanaya tidak pernah cerita?
"Jadi kamu tidak tahu?" tanya Elena lagi, melihat ekspresi pucat dari wajah suaminya itu, yang jelas-jelas menunjukkan ekspresi keterkejutan ketika mendengar berita itu.
Jelas, Kanaya sepertinya memang menyembunyikan hal-hal soal perjodohannya itu dari Tristan.
__ADS_1
Hah, ini benar-benar cukup bagus.