
Ini sudah satu Minggu sejak, Kanaya mulai benar-benar sibuk mengurusi calon proyek baru yang akan dia kerjakan. Dan setelah selama seminggu ini dia benar-benar fokus dan bahkan lembur di kantor Akhirnya hari Tender Proyek tiba.
Kanaya hari itu begitu bersemangat sekali untuk mengikuti Tender, dan setelah begitu banyak persiapan, untungnya dia berhasil memenangkan project itu sesuai rencana.
Mungkin karena Kanaya merasa begitu bersemangat dan sangat senang setelah mendengar bahwa dirinya menang dia segera menelepon Tristan. Namun panggilannya tidak segera dijawab.
Kanaya lalu mulai menatap ke arah jam tangan ini seharusnya jam istirahat?
Kenapa Tristan tidak mengangkatnya?
Kanaya Akhirnya ingat sudah seminggu ini dirinya jarang menghubungi pria itu apalagi menelepon dirinya hanya kadang-kadang mengucapkan selamat malam hanya berbasa-basi sedikit, tidak benar-benar ada percakapan di antara mereka apalagi saling menelepon ataupun bertemu.
Ya, mau bagaimana lagi?
Kanaya benar-benar begitu lelah untuk memikirkan projek yang harus didapatkan ini, begitu sampai di apartemen dia hanya langsung tertidur dan hanya sempat mengirimkan pesan Selamat malam seolah sudah tidak memiliki energi untuk lebih banyak berbicara.
Kanaya yakin, Tristan segera mengerti. Sambil menunggu balasan pesan Tristan, Kanaya mulai menatap lagi ke arah ponselnya yang satunya dan melihat beberapa pesan yang sempat dia lewatkan.
"Eh? Kak Azka mengirimkan pesan?"
Ya, dipesan itu mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Kanaya, juga soal dia yang minta maaf karena pada akhirnya tidak bisa meyakinkan orang tuanya Untuk membatalkan Perjodohan itu. Dan Azka mengajak Kanaya bertemu untuk membahas soal itu lebih lanjut.
Kanaya lalu menatap ke arah jadwalnya Karena sekarang dirinya menganggur, mungkin tidak apa-apa bertemu siang ini atau sore ini?
Namun lihat, nanti Tristan membalas pesannya. Sangat bagus, tidak lama setelah itu, ada balasan dari Tristan, yang mengatakan dia tidak bisa bertemu sore nanti.
__ADS_1
Ekpersi Kanaya segera menjadi buruk, padahal dirinya ingin membagikan kabar bahagia ini dengan pria itu namun sekarang dia yang sibuk?
Ya, Kanaya pada akhirnya tidak bisa mengeluh, karena di usia ini, dua-duanya jelas sibuk dengan urusan masing-masing apalagi ini saat-saat yang penting baik untuk dirinya ataupun untuk kekasihnya itu.
"Yah, apapun itu,semoga saja urusan Tristan segera beres,"
Kanaya lalu segera membalas pesan Tristan,
'Tentu saja, lain kali kamu memiliki waktu luang mari kita bertemu, aku sekarang akhirnya memiliki beberapa waktu luang, Aku benar-benar sangat merindukanmu sayang,'
Balasan untuk pesan itu tidak segera datang. Kanaya merasa itu aneh, namun Dia mengira mungkin kekasihnya itu saat ini sedang rapat atau sesuatu yang penting?
Baik, Kanaya tidak mempermasalahkannya dan segera memilih untuk membalas pesan lain. Karena jelas jika Tristan tidak akan bertemu dengan dirinya sore ini jadi sore ini dirinya memiliki jadwal kosong.
'Mari bertemu, Kak Azka Sore ini, itu jika kakak tidak sibuk,'
'Tentu saja, aku juga memiliki Waktu Nanti sore Mari bertemu Restoran di Jalan Y,'
Setelah membuat janji, Kanaya kembali menata ponsel yang satunya di mana Di sana hanya ada satu nomor. Kali ini pesannya baru saja mendapatkan balasan.
'Aku juga merindukanmu, Kana,'
Namun entah kenapa, ketika Kanaya membaca pesan itu dirinya melihat ada sedikit kekurangan emosi di dalam pesan itu. Biasanya, Tristan akan mengirimkan pesan dengan sedikit lebih hangat dan menambahkan beberapa emoticon love atau sesuatu seperti itu?
Kanaya tidak mau terlalu memikirkannya dan segera melanjutkan aktivitasnya siang itu. Sampai akhirnya waktu berlalu dengan sekejap, dan untuk sekian lama akhirnya dia pulang lebih awal dari biasanya.
__ADS_1
Namun Tentu saja dia tidak segera pulang hanya langsung menuju ke tempat di mana dia janjian dengan temannya itu. Kanaya menjadi cukup terkejut Bagaimana restoran yang dirinya datangi itu terlihat cukup mewah, bukan hanya restoran santai biasa.
Apalagi, Azka sepertinya memesan ruangan pribadi Apakah pembicaraan kali ini benar-benar sangat penting?
Ketika Kanaya memasuki ruangan itu ternyata orang yang ingin ditemuinya sudah ada di sana.
"Apakah Kak Azka sudah menunggu lama?"
"Tidak aku juga baru saja tiba,"
Setelah berbasa basi ringan, dan Kanaya mulai duduk dan memesan menu, sambil menunggu makanan datang dua orang itu mulai melanjutkan pembicaraan pokok dan alasan mereka berdua bertemu.
"Kanaya, aku sekali lagi minta maaf karena bukannya malah menyelesaikan masalahmu hanya malah menambah masalahmu,"
"Tidak apa-apa, Kak, Aku Pasti Bisa untuk mencoba menggagalkan Perjodohan itu,"
"Namun Kanaya, Apakah itu tidak apa-apa? Soalnya ini menyangkut kakekmu Bukan dia biasanya cukup sulit untuk hal-hal ini setelah diputuskan,"
"Itu benar aku benar-benar tidak bisa membantah perintah kakek, sejujurnya aku bingung mulai membuat alasan apa Untuk membatalkan Perjodohan ini,"
Kanaya Tentu saja tidak bisa mengatakan Yang sejujurnya Jika dia sudah memiliki kekasih.
"Kanaya, Sebenarnya aku memiliki sebuah ide bagus hal-hal yang mungkin bisa menyelesaikan semua ini,"
"Apa itu, Kak?"
__ADS_1
"Bagaimana, jika kita berpura-pura berkencan saja? Jika kita melakukannya mungkin perjodohanmu dengan adikku akan dibatalkan, dan Perjodohan antara keluarga kita mungkin bisa diteruskan diantara kita, tentu saja ini hanya sebuah akting dan pura-pura? Aku hanya ingin membantumu Setelah semua,"