Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 27: Sebuah Peringatan


__ADS_3

Di Rumah, Elena masih menunggu kedatangan Tristan, tentu saja setelah menyelesaikan teleponnya dengan Keisya, Elena jadi tahu betul tentang siapa Kanaya sebenarnya. Ya, Kanaya ternyata dari Keluarga Kaya Raya, dia sebenarnya seorang wanita yang memiliki karir dan latar belakang yang sangat bagus.


Ya, tidak ada yang Kanaya tidak miliki, banyak Pria yang selalu dekat dengan Kanaya, salah satunya teman lama Kanaya yang baru saja pulang dari luar negeri. Keisya cerita, bagaimana Kanaya bersikap centil pada teman lamanya itu. Ini juga adalah sebuah informasi baru untuk Elena.


Dan lagi, kata Keisya sebenanya Kanaya sudah di jodohkan oleh Kakeknya, walaupun Keisya belum tahu dengan siapa itu namun pembicaraan ini sudah dibicarakan dengan ayahnya juga sebelumnya soal perjodohan Kanaya, dan dalam waktu dekat seseorang yang sudah dipilih oleh kakeknya ini akan diperkenalkan ke dalam keluarga.


Hal-hal ini membuat Elena jadi penasaran, apakah Tristan tahu jika Kanaya ternyata sudah di jodohkan?


Semakin Elena mempelajari soal Kanaya, Elena semakin tidak mengerti hubungannya dengan Tristan. di depan umum 2 orang itu terlihat seperti musuh Namun ternyata di belakang layar 2 orang itu memiliki hubungan semacam itu.


Ketika Elena melamun, ponsel miliknya segera berbunyi yang merupakan pesan dari Tristan yang mengabarkan bahwa dia sudah menemukan buah yang Elena inginkan, dan akan segera pulang dalam waktu dekat. Elena benar-benar merasa sangat senang ketika mendengar itu benar-benar menantikan kedatangan Tristan bahkan sempat menyambut kedatangan Tristan.


Namun, Elena segera ditunjukkan oleh adegan yang tidak pernah dia kira. Ya, ada seorang wanita yang saat ini merangkul mesra Tristan, Elena jelas tahu siapa itu, itu adalah Kanaya, selingkuh Tristan.


Kanaya tentu saja menyapa Elena dengan sopan,


"Selamat Malam, Elena. Ah, aku pikir karena sudah tidak ada lagi yang perlu disembunyikan antara Hubunganku dan Tristan, Tentu saja aku bisa datang kesini untuk berkunjung,"


Elena yang mendengar kata-kata penuh keramahan itu wajahnya menjadi cukup pucat, dari pada membalas kata-kata Kanaya, Elena segera bertanya pada Tristan.

__ADS_1


"Mas Tristan! Apa-apaan kamu membawa Wanita Murahan ini Ke Rumah Kita?"


Tristan yang mendengar tentang bagaimana Elena menyinggung Kanaya, jelas merasa tidak senang.


"Jaga bicaramu, Elena! Jangan mengatakan hal-hal semacam itu soal Kanaya! Dan lagi, seperti yang Kanaya bilang, sudah tidak ada lagi yang perlu disembunyikan antara hubungan kami berdua, jadi tidak masalah membawanya kesini, ini adalah Rumahku, bukan Rumah Kita!"


Kata-kata itu, dikatakan dengan begitu dingin. Elena menjadi marah dan merasa Tristan sangat tidak masuk akal.


"Mas Triatan...aku tidak mengira kamu benar-benar bisa begitu tega terhadapku seperti ini,"


Kanaya melihat bagaimana Elena terlihat sedih itu, hanya merasa Elena terlalu mendramatisir suasana, Kanaya mengagap dari awal semua ini jelas salah Elena, jika dia tidak masuk ke dalam hubungan antara dirinya dan Tristan tidak perlu semua kekacauan ini terjadi.


Elena yang mendengar itu segera memiliki ekspresi yang buruk, teringat kejadian malam itu yang sebenarnya di buat oleh Keluarganya agar dirinya bisa menjadi Menantu Keluarga Norris, Elena juga merasa tidak berdaya.


"Tidak, aku merasa kalian berdua sungguh tidak masuk akal dan tidak tahu malu!"


Kanaya menjadi lelah melihat bagaimana Elena marah-marah lalu segera memberikan buah Delima yang dibawanya.


"Sudahlah, ini Buah Delima yang kamu cari? Bukankah daripada kamu menjadi emosi sebaiknya kamu tenang, dan makan buah itu, Aku dan Tristan sudah repot-repot mencarikan buah ini khusus untukmu," kata Kanaya dengan ekpersi tenang.

__ADS_1


Elena yang mendengar itu, jelas merasa marah, dirinya tidak mengira Tristan bersama Kanaya selama ini?


"Kalian... Apa-apaan itu! Mas Tristan setidaknya demi anak kita, Aku hanya ingin kamu untuk sedikit peduli padanya, namun tidak aku kira kamu malah memanfaatkan kesempatan itu untuk berduaan dengan selingkuhanmu!"


"Astaga, Elena jika kamu marah-marah bukankah itu tidak baik dengan calon bayimu? Tidakkah kamu tenang saja?" Kata Kanaya lagi.


"Itu benar, Elena. Seharusnya kamu sudah mengerti ini dari awal, kamu tidak perlu memperhatikan hubungan antara Aku dan Kanaya, kamu cukup menjadi Ibu yang baik, dan melahirkan anak itu, sisanya Aku akan mengurusnya,"


"Yang Tristan katakan benar, semua hanya akan mudah jika kamu menurut, jika memang kamu merasa bersalah atas kejadian malam itu, tidakkah setidaknya kamu tidak membuat posisi kami menjadi sulit?"


Elena tidak tahu harus berkata apa, namun tetap saja dia masih kesal. Dia benar-benar benci bagaimana Kanaya ada disana, terlebih dia mendapatkan dukungan penuh dari Tristan.


"Kanaya! Setidaknya sebagai wanita tidakkah kamu malu? Tristan akan menjadi seorang Ayah dari anak yang Aku kandung, setidaknya kamu harus tahu betapa susahnya seorang anak tanpa Ayahnya, harusnya kamu yang merelakan Tristan! Apakah kamu tidak punya hati?"


"Cukup Elena! Tolong jangan katakan apa-apa lagi!"


"Kalau begitu usir wanita itu sekarang dari Rumah Kita!"


Kanaya lalu segera melepaskan rangkulannya pada Tristan dan segera mendekat kearah Elena, sambil menyerahkan buah Delima di kantong plastik, sambil berbisik,

__ADS_1


"Jadi, Elena apakah kamu menghawatirkan calon anakmu nanti? Tenang saja, Aku dan Tristan pasti akan merawatnya dengan baik nanti setelah kamu melahirkannya, kamu tidak usah khawatir, anak tidak akan pernah kehilangan cinta dari Ayahnya, Aku hanya datang kesini, untuk memberikanmu peringatan. Sudah jelas, Tristan ada di pihak siapa? Aku juga hanya ingin kamu tidak kesulitan, bukankan lebih mudah untukmu jika merelakan Tristan saja? Dari pada mengejar cinta orang yang menjadi milik orang lain?"


__ADS_2