Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 35: Jarak antara Kita (Part 1)


__ADS_3

Malam itu, Kanaya yang baru saja tiba di apartemennya segera menatap ke arah ponselnya yang ada beberapa telepon dari Kekasihnya. Kanaya sebelumnya benar-benar cukup sibuk dengan urusan-urusan merepotkan sebelumnya, membuat dia lupa untuk mengecek ponselnya dan baru sekarang untuk mengeceknya.


Segera, Kanaya membalas pesan itu untuk menanyakan kenapa kekasihnya itu tiba-tiba menelepon, Kanaya pikir Tristan hanya merindukannya?


Ya, mungkin nanti setelah dirinya membalas pesan pria itu akan segera kembali meneleponnya seperti biasanya. Kanaya jelas saja segera mengirikan balasan pesan itu, berharap dirinya segera ditelepon balik.


Namun akhirnya, ketika Kanaya menunggu, pesan itu tidak juga dibalas, apalagi telepon balik, tidak ada sama sekali tanda-tandanya. Kanaya sendiri, sejak kejadian sebelumnya, merasa kepalanya sangat pusing jadi terlalu malas untuk menatap ke arah telepon terlalu lama.


Belakangan, Kanaya menjadi sering lembur dengan hal-hal di kantor yang benar-benar menguras tenaga dan pikirannya. Kepalanya kadang-kadang akan sering sakit dan pusing tiba-tiba seperti ini tanpa gejala apa-apa. Kanaya pikir, apakah ini tumpukan karena dirinya terlalu sibuk dan terlalu banyak lembur?


Kepala Kanaya rasanya menjadi semakin sakit, dan berdenyut, hingga akhirnya dia segera mengambil keputusan untuk berbaring. Mana tahu, dia malah ketiduran pada akhirnya, dan tidak lagi menunggu telepon atau balasan dari Kekasihnya itu.


####


Hari segera berlalu, ini adalah pagi yang baru, ketika Kanaya mulai membuka matanya, dia cukup kaget karena begitu bangun jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih.


"Astaga, aku sepertinya kesiangan,"


Namun Kanaya masih merasakan rasa nyeri berdenyut di kepalanya yang tidak kunjung hilang, badannya juga benar-benar terasa tidak nyaman. Kanaya pikir dirinya mungkin menjadi sakit karena terlalu banyak lembur?

__ADS_1


Kanaya akhirnya mulai bangun dari tempat tidur, mengambil segelas susu yang ada di kulkas, lalu membuat bubur instan untuk sarapan, dia jelas ingin segera sarapan agar bisa meminum obat sakit kepala yang sudah dibelinya sebelumnya.


Ya, ini toh bukan pertama kali seperti ini, jadi Kanaya menyetok obat di rumahnya jika jika kejadian seperti ini terjadi. Dan benar saja, setelah minum obat dan rasa sakit kepalanya sedikit mereda, ya walaupun tidak benar-benar hilang ini masih mending daripada sebelumnya.


Ketika Kanaya hendak mandi, Kanaya akhirnya ingat sesuatu bahwa semalam dirinya sedang menunggu telepon dari kekasihnya. Kanaya buru-buru untuk segera mengambil ponselnya, memeriksa apakah ada pesan balasan atau telepon ketika dirinya ketiduran semalam. Kanaya ingin segera meminta maaf dan menelepon balik kekasihnya itu.


Namun mana tahu, jika ternyata tidak ada pesan apapun di ponselnya. Kanaya merasa Tristan tidak biasanya seperti ini. Namun jika dipikirkan lagi, ada kalanya Tristan seperti ini, ini diantara waktu Tristan yang akan menikah dengan Elena itu, dia sempat bertingkah dan bersikap aneh sebelumnya.


Jadi ketika memikirkan, bahwa Tristan belakangan ini sedikit bersikap aneh kepadanya Kanaya tiba-tiba memiliki firasat tidak nyaman di hatinya. Tristan lebih jarang menghubungkannya belakangan, Kanaya sadar jika Tristan juga sibuk, begitu pula dengan dirinya namun tetap saja Kanaya, merasa Tristan bersikap lebih dingin padanya.


Apakah ada sesuatu terjadi?


Apakah Tristan mulai menyembunyikan sesuatu lagi Dari dirinya?


Jangan bilang belakangan ini Tristan pulang ke rumahnya yang ada di ujung kota itu?


Kanaya yang memiliki begitu banyak pikiran negatif itu jelas segera mengirimkan pesan, menanyakan keberadaan pria itu ada di mana. Namun Kanaya menunggu balasan, sayangnya pesan itu tidak juga kunjung dibalas seberapapun lama Kanaya yang menunggu, bahkan sampai Kanaya selesai mandi dan kembali menatap ponselnya tidak ada lagi balasan.


Mungkin karena rasa kesal, Kanaya segera menelepon nomor kekasihnya itu, namun hal-hal terduga terjadi ketika ada seorang wanita yang mengangkat telepon itu.

__ADS_1


'Hallo? Dengan siapa ini?'


Kanaya tentu saja mengenali suara wanita itu. Kanaya jelas lebih memilih langsung mematikan telepon itu, karena sedang tidak ingin marah-marah ataupun berdebat dengan wanita yang ada di ujung telepon yang paling-paling hanya ingin memprovokasi atau memanas-manasi dirinya. Kanaya tidak tahu kenapa telepon itu bisa berada di tangan Elena, namun ada hal pasti yang jelas sekarang.


Tristan pasti ada di Rumahnya bersama Elena atau Apakah Elena diam-diam mengabil ponsel Tristan?


Tidak, Tristan memiliki dua ponsel bahkan walaupun salah satu ponselnya diambil pria itu pasti akan segera menghubunginya untuk memberitahukan soal ponsel yang hilang, karena ada banyak rahasia di ponsel itu jadi tentu saja harus hati-hati. Kanaya sendiri, memiliki dua ponsel juga dan bahkan di ponsel yang hanya berisi nomor Tristan itu, ada berbagai nama samaran lain yang dia simpan di ponsel itu.


Tidak ada satupun foto tentang mereka berdua.


Kanaya yang memikirkan ini tiba-tiba merasa cukup sedih, untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan mereka berdua bahkan tidak pernah berfoto bersama.


Dan sekarang seolah-olah, hubungan mereka tidak memiliki bukti nyata, dan Tristan menikah dengan wanita lain...


Kanaya tiba-tiba diliputi rasa sedih memikirkan bahwa pria yang dicintainya itu saat ini bersama dengan wanita lain. Dia mulai bertanya-tanya apakah dua orang itu menghabiskan waktu bersama?


Atau sebenarnya ada sesuatu hal yang terjadi antara kedua orang itu tanpa dirinya tahu?


Apakah Tristan lagi-lagi berbohong pada dirinya?

__ADS_1


Wajar untuk Kanaya, menjadi paranoid dan curiga, karena dirinya pernah dibohongi sekali oleh pria itu, bahkan walaupun itu hanya sebuah kecelakaan dan jebakan namun Tristan tidak pernah bercerita apapun padanya dan berbohong sampai di hari pernikahannya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut pria itu secara langsung untuk mengakui kesalahannya sebelum dirinya tahu tentang hal-hal yang dia sembunyikan.


Mungkin karena mereka berdua, sangat pandai menyimpan rahasia dan terbiasa berbohong, kebohongan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Kanaya segera memilih untuk melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur dan meninggalkan ponsel itu. Hari ini masih ada banyak hal juga yang harus dirinya pikirka dari pada Tristan, Ini masih masalah dengan Azka yang akan berpura-pura sebagai kekasihnya karena sudah seperti ini dirinya harus mulai berbicara pada Kakeknya bukan?


__ADS_2