Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 33: Berpura-pura (part 2)


__ADS_3

Kanaya yang tiba-tiba terlibat pertengkaran antara dua bersaudara itu tiba-tiba menjadi pusing. Hal-hal ternyata lebih rumit dan merepotkan daripada yang dirinya kira.


"Kalian berdua tolong apa-apaan sih jangan seperti ini!"


Kanaya lalu menatap kearah Azka yang sepertinya mencoba untuk memberikan kode soal hal-hal yang dikatakan sebelumnya tentang mereka yang berpura-pura berkencan. Ya, setelah semua hal-hal itu adalah cara paling mudah untuk membatalkan perjodohan.


Kanaya tahu, ini adalah saat yang tepat gak ingin mencoba melakukan rencana itu tapi apakah benar tidak apa-apa?


"Kanaya! Kamu itu calon tunangan ku sudah jangan dekat-dekat dengannya!"


Kanaya yang mendengar suara dari alvaro itu jelas menjadi kesal apa-apaan pria itu!


Senaknya saja menganggap dirinya miliknya?


Padahal mereka berdua tidak memiliki hubungan apapun, terlebih pria sial itu berani sekali menghasilkan keknya agar pertunangan mereka segera dipercepat.


Jika semakin dipikirkan Alvaro adalah sumber dari masalah itu, bahkan jika dirinya memenangkan project dan memiliki alasan mungkin pria itu akan mencoba untuk membujuk Kakeknya lagi. Ya, masalahnya jelas ada di pria sialan itu.


Kanaya sudah memikirkan segalanya lagipula hal hal ini hanya untuk sementara pula, Kanaya yakin Tristan akan mengerti. Lagipula dirinya cukup mengerti tentang masalah yang dihadapi Tristan, cukup bertahan bahkan setelah mendapatkan julukan sebagai simpanan nya. Harusnya Tristan juga mengerti tentang posisinya saat ini.


Kanaya akhirnya membuat keputusan dan berkata,


"Alvaro! Aku itu bukan milikmu! Yang dikatakan Kakakmu benar aku dan Kak Azka sebenarnya adalah sepasang kekasih!"

__ADS_1


Ada ekpersi terkejut di wajah Alvaro, namun kata-kata karena yaitu malah membuatnya semakin emosi dia segera menarik Kanaya, lalu segera mendatangi Azka dan sekali lagi memukul kakaknya itu.


"Kak Azka!! kamu berani sekali memiliki hubungan dengan calon tunangan ku apa-apaan itu dasar penghianat!"


Akhirnya, terjadilah pertengkaran dan perkelahian yang tidak bisa dihindari, Azka tentu saja mencoba membela diri dari adiknya yang mencoba untuk mencelakakan nya itu dan memukuli nya.


Hal-hal disana benar-benar membuat heboh dan membuat keributan di restoran itu. Sampai membuat beberapa pengunjung kesana dan tertarik.


Mereka mulai bergosip disana, tentang bagaimana ada dua orang pria yang saat ini tengah merupakan salah satu gadis.


"Astaga, di perebutkan oleh Dua Pria tampan semacam itu? Ini membuatku sedikit iri," kata salah satu pengunjung wanita di sana yang bergosip dengan temannya.


Ketika keributan terjadi, ada beberapa orang juga yang menjadi tertarik dan datang ke sana, ya dua orang wanita yang baru saja berniat makan di restoran itu.


"Kanaya? Itu Kak Azka dan Kak Alvaro?"


Wanita yang ada di sampingnya juga segera menunjukkan ekspresi terkejut.


"Keisya? Kamu kenal dengan orang-orang yang berkelahi itu?"


"Tentu saja aku tahu, Elena! Itu adalah Kak Azka dan Kak Alvaro! Aku sebelumnya pernah bercerita padamu bukan tentang kakak diriku yang dijodohkan itu? Kamu lihat pria yang mengenakan baju Jas hitam! Dia adalah seseorang yang seharusnya dijodohkan dengan Kakaku! Namun apa-apa itu, Kak Azka sekarang malah bertengkar dengan adiknya gara-gara wanita murahan itu?"


Elena tentu saja menjadi sangat kaget ketika menggelar hal hal itu terutama setelah mendengarkan juga gosip dari beberapa orang di restoran tentang bagaimana dua pria itu tengah merebutkan seorang gadis.

__ADS_1


Astaga, Elena tidak tahu jika Kanaya itu gadis yang cukup populer.


Namun hal-hal segera menjadi mengejutkan ketika Kanaya yang mencoba menghentikan keduanya itu segera menampar pipi Alvero.


"Cukup Alvaro! Kak Azka adalah orang yang aku cintai jadi kamu diam saja dan terimalah jika perjodohan Kita batal!"


Hal-hal yang barusan Elena dengar adalah sesuatu yang tidak terduga.


####


Di tempat lainnya, saat ini Tristan sedang menatap kearah ponselnya di ekspresi sedikit bimbing. Dia saat ini masih berada di kantornya sebenarnya tidak benar-benar memiliki urusan atau lembur.


"Hah, sejujurnya aku tidak tahu bagaimana untuk bertemu Kanaya... Apakah tidak apa-apa untuk menolak ajakan nya sore ini? Atau aku mengajaknya bertemu saja? Ini masih belum terlambat jika aku menelepon nya bukan?"


Tristan masih terlihat ragu-ragu sambil menatap kearah ponselnya. Dia mulai memikirkan lagi tentang apa yang sebaiknya dia lakukan. Sejujurnya dia sangat merindukan kekasihnya itu.


Karena sudah seminggu lebih mereka tidak bertemu bahkan tidak mendengar suara Kanaya. Tristan tiba-tiba merasa tidak sanggup untuk menelan kerinduan yang ada di hatinya itu melebihi rasa kesalahannya.


"Baik sebaiknya aku menelepon nya dan mengajaknya bertemu,"


Dia segera mencoba memanggil nomor Kanaya, namun sayangnya panggilan itu tidak segera diangkat. Ekpersi Tristan menjadi cukup burung karena dirinya tahu setidaknya gadis itu sore ini mengagur?


Lalu kenapa teleponnya tidak diangkat?

__ADS_1


__ADS_2