Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 11: Tidak Suka


__ADS_3

Dan benar saja, ketika Tristan sampai di lantai paling atas, menatap ke arah dekat dinding pembatas ada seorang gadis yang sangat dikenalnya, Kanaya. Hal pertama yang Tristan lakukan adalah memberikan pelukan dari belakang pada Kanaya.


"Aku pikir kamu tidak mengingatku,"


Kanaya mengatakan itu dengan nada yang cukup dingin jelas menunjukkan kemarahannya.


"Jangan bicara omong kosong tentu saja aku tidak akan pernah melupakanmu, aku benar-benar minta maaf tentang kejadian tadi aku juga tidak tahu kenapa Elena sampai datang,"


Kanaya yang mendengar itu tetap diam mungkin karena dia sudah memperhitungkan tentang jawaban yang akan dirinya dapatkan dari Tristan.


Nyatanya, hati Tristan saat ini masih miliknya.


Namun sampai kapan?


"Kana?"


Kanaya tetap diam, lalu segera memberikan sebuah ciuman pada Pria yang memeluknya itu.


Tristan terkejut dengan tindakan tiba-tiba namun tidak menolak dan melanjutkan ciuman mereka.


Ciuman yang Kanaya berikan cukup agresif, seolah benar-benar ingin memberikan tanda bahwa pria yang memeluknya ini benar-benar hanya miliknya.


Dua orang itu lalu mulai saling berhadapan, dan kembali menikmati ciuman mereka.


Sampai kemudian, Kanaya menyadari ada sesuatu di tangan Tristan ketika Kanaya hendak mengegam tangan itu.


Ciuman itupun segera dilepaskan, dengan Kanaya mendorong Tristan menjauh.

__ADS_1


Tristan jelas merasa tidak mengerti dengan tindakan tiba-tiba itu, apalagi ekpresi Kanaya kembali menunjukkan ekspresi cemberut.


Apa yang salah dengan Kanaya lagi?


Namun Tristan jelas tidak bertanya hanya mencoba mencari tahu hal apa yang membuat mood gadis itu kembali buruk.


Sampai Tristan menyadari jika di tangannya masih ada sebuah tas yang berisi kotak bekal dari Elena.


Ah benar, Kanaya pasti marah.


Namun, Tristan memiliki alasan kenapa membawa bekal itu sampai ke sini.


"Kamu marah karena ini bukan?" kata Tristan sambil menunjukkan kotak bekal yang ada di tangannya.


"Jika kamu tahu kenapa kamu perlu bertanya? Sangat senang di masakan oleh seseorang seperti itu?"


"Kamu salah paham akan sesuatu, Aku menerima ini agar Elena cepat pergi dan tidak menggangguku, dan Aku masih membawa bekal ini karena..."


Tristan memotong omongannya lalu segera berjalan ke dekat tempat sampah di sana, dia lalu membuka kotak bekal itu, bahkan tanpa perlu melihat apa yang ada di dalamnya sudah segera memasukkan isinya ke dalam tong sampah, lalu membuang juga kotak beserta Tas-tasnya.


"Aku pikir ini bisa membuatmu senang dengan membuangnya tepat di depanmu seperti ini?" kata Tristan sambil tersenyum, seolah-olah benar-benar memahami tentang kebiasaan hal yang gadis di depannya itu sukai.


Kanaya tentu saja cukup terkejut dengan tindakan tiba-tiba itu, lalu segera tertawa,


"Hmm, sepertinya kamu memang orang yang paling mengerti aku,"


Tristan lalu segera berjalan kearah Kanaya, dan mengegam tangan Kanaya.

__ADS_1


"Tentu saja, Aku mengerti tentang gadis yang paling aku cintai,"


"Tapi Aku benar-benar tidak suka dengan Elena itu, lihatlah cara dia mencoba merayu dan mengambil hatimu,"


"Kana, percayalah apapun yang dia lakukan, ini tidak akan merubah hatiku,"


"Baiklah, Aku percaya padamu, aku hanya mengingatkanmu untuk hati-hati padanya, apapun makanan dan minuman yang dia berikan jangan pernah diterima, mana tahu ada obat-obatan aneh di sana,"


Tristan yang mendengar itu jelas mengerti, bagaimanapun juga semua ini dimulai karena dirinya tidak waspada sehingga terlibat dalam kekacauan ini.


"Tentu saja aku akan lebih waspada di masa depan,"


Dua orang itu pada akhirnya menikmati makan siang bersama sambil melepaskan kerinduan lagi pula sudah seminggu juga mereka berdua tidak bertemu.


####


Malam itu, hal-hal terjadi sesuai keinginan Kanaya, setelah Kanaya menerima pesan dari Tristan bahwa dia akan tinggal di kantor lagi.


Hanya, tiba-tiba, Kanaya mendapatkan telepon dari Kakeknya, yang memintanya untuk makan malam di Rumah Keluarga Besar.


Tidak ada hal baik jika harus kesana, namun Kakeknya bilang dia ingin berbicara dengan dirinya hal penting.


Kanaya berpikir setidaknya tidak membuat masalah?


Sampai sebuah kejutan menanti Kanaya, saat tiba-tiba Kakeknya berbicara,


"Kanaya, Aku sudah mengatur sebuah perjodohan untukmu, minggu depan datanglah ke Restoran Y,"

__ADS_1


__ADS_2