Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 23: Orang Menyebalkan


__ADS_3

"Baik, Terimakasih atas Kerjasamanya, saya senang bisa bekerja sama dengan Perusahaan kalian, semoga kedepannya kerjasama Kita akan berjalan dengan baik," kata Kanaya pada salah satu Klaien Perusahaan, kebetulan hari itu Kanaya sedang meeting di luar dengan Klaien, mengurus masalah kontrak.


Ya, kali ini Kanaya berhasil mendapatkan Klaien dari sebuah Perusahaan Baru, mengingat beberapa klien lama memutuskan untuk berhenti kontrak yang hal ini membuat Kanaya dalam masalah. Namun untungnya sekarang semuanya berjalan dengan cukup baik.


Untuk mendapatkan klien-klien ini jelas menjadi sesuatu yang cukup sulit, Kanaya musti bekerja ekstra dan lembur dengan para bawahannya, membuat presentasi yang bagus, yang kira-kira bisa memuaskan hati kalian sehingga para kalian mau bekerja sama dengan perusahaannya.


"Ya, Kami juga senang bisa bekerja sama dengan Bu Kanaya, sebagai Perwakilan, Calestia Group,"


Setelah beberapa percakapan ringan, dan berjabat tangan, Klaien segera pergi dari tempat itu dan akhirnya Kanaya bisa bernafas lega.


"Selamat Nona Kanaya, syukurlah semuanya berjalan dengan baik," kata Asisten Kanaya yang saat ini sedang membereskan berkas-berkas yang ada di meja.


"Ya, kita akhirnya mendapatkan klien tambahan namun aku rasa ini masih kurang mengingat ada beberapa klaein yang sebelumnya sempat membatalkan kontrak dengan perusahaan kita ini benar-benar menjadi hal yang masalah,"


"Dengan Nona Kanaya di Tim ini dan sebagai pemimpin Kami, Kami yakin akan mendapatkan lebih banyak klien karena kemampuan Nona Kanaya sangat baik,"


"Kamu itu paling bisa memuji orang, baiklah kalian kembali dulu saja ke kantor Aku nanti akan menyusul,"


"Apakah anda masih memiki urusan?"


"Aku hanya ingin sedikit merilekskan pikiranku sedikit terasa pusing,"


"Tentu,"

__ADS_1


Dengan itu, para bawahan Kanaya segera pergi dari Restoran itu, meninggalkan Kanaya sendirian. Ya, Kanaya ingin bersantai sebentar mungkin karena dia benar-benar sangat lelah, mulai memesan beberapa camilan ringan disana.


Pertama, Kanaya membuka ponselnya, untuk mengirimkan pesan pada Tristan, menanyakan kapan dia pulang.


Cukup lama Kanaya menunggu, namun tidak segera pesan miliknya di balas. Ekpersi Kanaya segera menjadi buruk, hanya berpikir apakah Tristan begitu sibuk?


Perasaan, Kanaya pikir Tristan belakagan tidak memiliki begitu banyak pekerjaan yang menggantung seperti dirinya?


Kanaya terlalu malas untuk memikirkannya, jadi hanya menikmati camilan yang ada di depannya. Sampai kemudian, ada seseorang dengan wajah familiar yang kebetulan melewati meja Kanaya menyapanya.


"Wow, tidak mengira akan bertemu dengan Nona Muda dari Keluarga Calestia disini,"


Ekspresi Kanaya menjadi buruk ketika mendengar suara itu, namun mencoba untuk menormalkan ekpresinya.


"Selamat Sore Tuan Muda Norris, sangat kebetulan bertemu disini,"


"Jangan panggil begitu, kamu tahu bukan jika Tuan Muda Keluarga Norris tidak hanya Aku saja,"


"Aku rasa kita tidak ada di tempat untuk bisa memanggil nama satu sama lain," kata Kanaya dengan dingin.


"Kamu masih dingin seperti biasanya Tidak berubah sama sekali, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Kata Daniel lalu mulai duduk di kursi kosong di depan Kanaya.


"Aku rasa tidak, Aku tidak mengijinkan mu duduk disitu,"

__ADS_1


"Jangan terlalu pelit, Nona Kanaya, aku hanya duduk di sini sambil menunggu seseorang,"


"Aku melihat masih banyak kursi kosong kenapa harus menunggu di sini?"


Daniel lalu tersenyum kearah Kanaya dan berkata,


"Bukankah terlalu membosankan jika aku duduk sendirian?"


"Aku bukanlah orang yang ingin menghabiskan waktu berbicara denganmu,"


"Namun buktinya kamu berbicara denganku sekarang,"


Kanaya terdiam, karena tidak bisa membalas kata-kata itu sepertinya memang berbicara dengan Tuan Muda di depannya itu terlalu menyebalkan. Kanaya tidak mengerti kenapa dia menjadi sok akrab setiap kali mereka bertemu. Kanaya jelas tidak suka, apalagi tatapan yang di berikan Daniel, sangat menggangu.


Bagaimana cara membicarakannya?


Seolah ada maksud-maksud tersembunyi dibalik tatapan-tatapan itu atau tentang bagaimana Pria itu menatap dirinya, dan ketika tidak ada orang di sekitar, dia akan mulai menyapa dan mengatakan banyak hal omong kosong semacam ini.


Kanaya jelas tidak menanggapinya karena tahu, Pria di depannya licik, jelas Kanaya tahu dari Tristan.


"Kalau begitu aku saja yang pergi," kata Kanaya segera berdiri dari tempat duduknya dan benar-benar berniat pergi dari sana, namun tangan Kanaya segera di pegang oleh Daniel.


"Kenapa buru-buru? Aku kira kamu sedang menunggu seseorang juga?"

__ADS_1


Kanaya segera menepis tangan itu dengan kesal.


"Lepaskan, itu jelas bukan urusanmu,"


__ADS_2