Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 32: Berpura-pura


__ADS_3

Kanaya jelas merasa cukup terkejut setelah mendengar ide dari Azka itu, tentang bagaimana mereka berdua bisa berpura-pura untuk berkencan agar bisa membatalkan pertunangan ini. Sebenarnya hal-hal itu cukup bisa diperhitungkan.


Namun apakah tidak apa-apa?


Sebenarnya, Kanaya merasa tidak nyaman dengan ide-ide terutama takut nantinya Tristan akan marah. Ya, Tristan saja tidak senang Bagaimana dirinya dekat dengan teman masa kecilnya yang ada di depannya itu bagaimana dirinya nanti menjelaskan tentang acara kencan pura-pura itu padanya?


Lagi pula dirinya sudah memiliki rencana soal pergi keluar kota untuk menunda sementara. namun sebenarnya ide dari pria yang ada di hadapannya itu benar-benar patut diperhitungkan.


Lagipula, Azka adalah temannya dan mereka teman yang cukup baik seharusnya tidak apa-apa jika hanya berpura-pura berkencan?


Ini tidak seperti mereka berkencan sungguhan pula.


Azka yang melihat gadis yang ada di depannya itu terdiam cukup lama segera berkata lagi,


"Kanaya, aku hanya menyarankan ini karena benar-benar ingin membantumu jika kamu tidak suka juga tidak apa-apa Mari coba temukan cara lainnya,"


Kanaya melihat senyuman tulus dari pria yang ada di hadapannya itu menjadi sedikit bingung tentang keputusan apa yang akan dirinya buat.


"Itu... aku rasa aku belum bisa memutuskannya sekarang ide ini masih terlalu tiba-tiba,"


"Baiklah, aku mengerti apa maksudmu aku juga hanya menemukan ide ini secara tiba-tiba, kamu selalu memiliki banyak waktu untuk mempertimbangkan ideku ini,"


"Baik, Terimakasih atas pengertiannya,"


Dua orang itu segera terdiam dan ketika menu datang dua-duanya mulai menikmati makan siang mereka.


"Sepertinya kamu tidak berubah masih menyukai makanan yang pedas," kata-kata menatap gadis yang ada di hadapannya itu yang benar-benar memilih menu yang terlihat pedas.


Kanaya yang mendengar itu segera tersenyum dan berkata lagi,


"Apakah kamu masih tidak menyukai pedas?"

__ADS_1


"Aku sekarang bisa memakannya,"


Kanaya yang mendengar kata-kata itu segera tertawa lalu mengambil salah satu potongan ayam pedas di piringnya, dan mencoba menyiapkannya pada Azka,


"Kalau begitu kenapa kamu tidak mencobanya? Apakah kamu berani atau tidak memakan hal-hal pedas sekarang?"


Kata-kata itu penuh dengan kata-kata godaan dan lelucon.


Azka tentu saja menjadi sangat kaget ketika gadis yang ada di depannya itu mencoba menyapi dirinya seolah jantungnya tiba-tiba berdebar-debar, melihat bagaimana gadis yang ada di hadapannya sangat tidak suka benar-benar bersikap seperti itu di hadapan seorang pria.


Bahkan walaupun mereka teman masa kecil....


"Apa? Kamu pasti masih tidak berani makan makanan pedas? Apakah kamu tidak ingat umurmu?"


Azka akhirnya, mulai menerima suapan dari Kanaya, namun tentu saja makanan pedas yang digigit pinnya benar-benar membakar lidahnya.


Kanaya yang melihat bagaimana pria yang ada di hadapannya itu kepedesan tiba-tiba tertawa dengan senang cukup lucu melihat dia masih tidak menyukai pedas bahkan di umurnya sekarang.


"Astaga, Kak Azka masih begitu lucu, katanya kamu doyan pedas sekarang?"


Kanaya yang mendengar itu merasa itu adalah sebuah tantangan jadi dia sekali lagi mencoba menyikapi Azka.


Dua orang itu, terlihat sangat akrab satu sama lain, dan menikmati hari itu dengan senang hati.


Sayangnya, mereka berdua tidak menduga jika ada seseorang yang menatap mereka. Ya, ada seorang Pria yang kebetulan melewati ruangan pribadi tempat itu dan melihat adegan itu dari jendela kecil dan ekpersi kemarahan segera muncul di wajahnya jadi dia tanpa segan-segan segera memasuki restoran itu.


Ya, alasan dia tertarik untuk mengintip ruangan itu karena sebelumnya melihat ada gadis familiar masuk kesana, dia awalnya memiliki urusan dan bertemu crayon di sekitar tempat ini jadi belum sempat mengecek atau menyapa gadis itu, ini saat ketika mau mengajaknya dia malah melihat adegan-adegan yang tidak terduga.


Jadi dengan kesal, dia segera memasuki ruangan itu dengan marah.


"Apa-apaan kalian berdua bertemu di ruangan tiba di seperti ini?" kata Pria itu dengan penuh emosi yang benar-benar terlihat di wajahnya.

__ADS_1


Tatapan Kanaya dan Azka yang awalnya santai dan tengah menikmati makan malam itu jelas saja memiliki ekspresi buruk dan segera menatap kearah pintu di mana di sana ada adik Azka yaitu Alvaro, yang juga merupakan orang yang dijodohkan dengan Kanaya. Ekpersi Kanaya jelas sangat buruk ketika menatap orang itu sebuah masalah yang membuat segalanya menjadi rumit. Tidak pernah mengira jika orang itu, tiba-tiba muncul di sini.


"Apa-apaan kamu! Alvaro! memang apa hubungannya ini denganmu ini terserah aku untuk bertemu dengan siapapun!" kata Kanaya dengan marah.


Alvaro yang marah segera mengegam tangan Kanaya, dan menarik kanaya keluar dari ruangan itu.


"Apa-apaan sih kamu! Lepaskan aku!"


Mereka sudah ada di luar ruangan pribadi sekarang.


"Kamu itu calon tunangan ku kenapa kamu malah berani berani nya bersama dengan Kakakku?"


Azka yang ada di dalam jelas aja tidak membiarkan keributan yang ada di luar segera menyusul mereka keluar ruangan itu.


"Alvaro! Kenapa kamu datang datang membuat keributan!"


Alvaro yang mungkin menjadi begitu marah melihat bagaimana dua orang itu tadi terlihat sangat mesra dan akrab itu segera memukul Kakaknya itu.


Azka yang tiba-tiba kena pukul itu memegangi pipinya yang sakit.


"Kamu sekarang sangat berani padaku bukan! Aku ini bagaimanapun masih lah kakakmu!"


Kanaya yang melihat itu segera mencoba membantu Azka yang dipukul oleh adiknya.


"Itu benar, kamu itu apa-apa sih Alvaro? Kenapa kamu malah memukul kakakmu sendiri?"


Alvaro yang melihat bagaimana karena yang malah membilang kakaknya itu menjadi semakin marah.


"Kanaya! kamu itu benar-benar sangat tidak tahu malu sekarang kamu itu calon tunangan ku kenapa kamu malah bermesraan dengan Kakakku? Dan Kak Azka! harusnya kakak juga tahu gak aku dan kanaya sudah dijodohkan kenapa kakak masih dekat-dekat dengannya segala? Jawab Aku!"


Mungkin Azka menjadi emosi dengan kata-kata adiknya itu segera mulai mengatakan omong kosong, dan menarik Kanaya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Kanaya Sebenarnya adalah Kekasihku, kami aja yang memang belum mempublikasikan hubungan kami, namun kamu datang dan tiba-tiba saja ingin dijodohkan dengan Kanaya? Alvaro, kamu itu harusnya sadar bahwa karena ya dari awal tidak menyukai perjodohan itu bukan?"


"Omong kosong! Lepaskan Kanaya! Kanaya adalah milikku!" Kata Alvaro mulai sekali lagi menggenggam tangan Kanaya mencoba menarik gadis itu ke pelukannya. Jelas, Azka tidak ingin menyerah dan mencoba mempertahankan Kanaya agar tetap ada di sisinya.


__ADS_2