Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 47: Tidak Enak


__ADS_3

Pada akhirnya, Tristan tidak bisa begitu lama di luar kota untuk menemani Kanaya. Jadi, setelah tiga hari disana, Tristan akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Aku sebenarnya tidak tega meninggalkan kamu di sini sendirian," kata Tristan sambil memeluk Kekasihnya itu.


"Tidak apa-apa, aku benar-benar baik-baik saja, tidak perlu terlalu khawatir oke?"


"Tapi bagaimana jika kamu nanti sakit lagi?"


Kanaya yang gemas dengan tingkah Kekasihnya itu segera mencubit pipi Tristan.


"Tidak perlu khawatir aku baik-baik saja, Aku bisa menjaga diriku sendiri, seharusnya aku yang khawatir, Bagaimana jika hatimu malah tergoda oleh Istrimu itu?"


"Ayolah Kana, Aku tidak akan pernah bergoda oleh siapapun karena di hatiku hanya ada kamu,"


"Kamu selalu pintar mengatakan kata-kata yang begitu manis,"


"Hmm, Karena Aku sangat menyukai Kana,"


"Baik-baik, Sekarang pergilah atau nanti kamu akan ketinggalan pesawat,"


Tristan yang mendengar kata-kata itu segera menunjukkan wajah cemberut.


"Aku benar-benar tidak ingin pergi,"


"Ayolah, Kamu pergilah saja, kamu tah Masih mengurus manajemen baru setelah perusahaan menjadi atas namamu,"


"Hah, kamu benar, mulai sekarang akan ada begitu banyak hal yang harus aku urus,"


"Tentu saja,"


Keduanya lalu mulai berpelukan lagi, seolah benar-benar tidak ingin saling melepaskan. Lalu segera berciuman, sampai akhirnya walaupun tidak iklas, Tristan melepaskan ciumannya dan pergi menuju ruang tunggu Bandara.


"Sampai jumpa lagi, Kana,"


"Ya, ya, sampai jumpa lagi,"

__ADS_1


####


Itu adalah larut malam ketika Tristan kembali ke kotanya, namun dia tidak pulang ke rumah melainkan kembali ke apartemennya. Dia sudah memutuskan untuk mencoba menjaga jarak dengan Elena.


Dia tahu, Elena mungkin seseorang yang cukup baik namun Tristan berniat, untuk tidak dekat dengannya demi menjaga perasaan Kanaya nantinya. Tristan masih tidak sanggup untuk memikirkan berpisah dengan Kanaya.


Ketika Tristan sudah selesai beberes di Apartemennya, Tristan mendapatkan sebuah pesan dari Elena.


'Mas Tristan, kapan kamu kembali dari luar kota?'


Tristan yang mendapatkan pesan itu bingung harus membalas apa, jadi dia memilih untuk mengabaikan pesan itu. Meletakan ponselnya, lalu mulai berbaring di tempat tidur.


Dia tidak boleh terus seperti ini, ada dalam kebingungan, fokusnya hanya satu yaitu Kanaya nya, membangun ulang perusahaan agar stabil hingga rencana mereka menikah setelah bercerai dengan Elena, dia tidak boleh lembek.


Malam itu, Tristan tidak bisa tidur karena terus memikirkan begitu banyak hal, sampai di pagi hari dia pergi ke kantor, dalam kondisi buruk. Hal yang membuat dia terkejut adalah melihat Elena Pergi ke kantor saat jam makan siang, Elena tahu hal-hal itu dari sekretarisnya.


"Elena, lain kali jika kamu datang kamu harus bilang padaku,"


"Aku sudah mengirimkan pesan padamu namun kamu tidak membalasnya,"


"Ponselku sepertinya baterainya habis aku lupa belum mengisinya,"


"Ah pantes aja kamu tidak bisa dihubungi,"


"Lalu Kenapa kamu datang?"


"Tristan, Apakah kamu lupa jika hari ini adalah jadwal Check up ku?"


Tristan lalu segera terdiam dan memikirkan hal-hal ini segera melihat kalender yang ada di mejanya dan benar saja ini memang jadwal Check up Elena.


"Apakah hari ini?"


"Ya, Aku dengar kamu tidak memiliki jadwal siang ini itulah kenapa aku datang ke kantormu, kamu akan mengantarkanku kan?"


"Tentu saja,"

__ADS_1


Tristan merasa tidak memiliki pilihan dan hanya mengikuti. Namun dia menjadi heran melihat wanita yang ada di sampingnya itu terlihat sangat bersemangat.


"Kenapa kamu begitu bersemangat?"


"Apakah kamu lupa? Hari ini, kata Dokter Mungkin kita bisa tahu jenis kelamin calon anak kita,"


"Owh? Benarkah? Sungguh?"


Tentu saja Tristan terkejut, sejujurnya dia juga memiliki sedikit rasa penasaran Apakah bayi itu nanti adalah laki-laki atau perempuan?


Lebih baik jika itu laki-laki dan akan mirip dengannya, jika itu adalah perempuan itu pasti mirip dengan Ibunya, Kanaya pasti akan merasa tidak nyaman setelahnya.


Tristan juga menyadari ini dalam semua perencanaan hidupnya, selalu ada Kanaya disana, keberadaan kekasihnya itu begitu penting dalam hidupnya, seolah semua pertimbangan selalu berhubungan dengan Kanaya.


Jika Kanaya, ternyata sudah memasuki hatinya lebih dari yang dia kira, rasa sayangnya begitu besar.


"Ya, Aku benar-benar tidak sabar ingin tahu,"


Tristan memilih untuk Tidak berkomentar dan berbicara terlalu banyak, tidak baik Jika terlalu memberikan harapan atau membuat Elena salah paham, Tristan mencoba bersikap sedikit dingin.


Namun begitu masuk ke dalam ruang perawatan, dan tahu tentang jenis kelamin calon bayinya, segera rasa hangat memasuki hati Tristan.


"Anak ini nanti laki-laki?" Tanyanya pada Dokter.


"Benar sekali, ini laki-laki, Anda bisa melihat hasil USG ini,"


Tristan menatap foto di tangannya, ada perasaan hangat disana.


Elena yang mendengar itu juga bersemangat, dia tersenyum lalu berkata,


"Ya, anak kita nanti laki-laki, apakah itu akan mirip kamu? Hmm, pasti nanti akan sangat menyenangkan untuk merawatnya bersama-bersama, dan mengajaknya bermain,"


Tristan yang mendengar itu tiba-tiba di liputi rasa bersalah. Dia segera melepaskan tangan Elena.


Dia sudah memutuskan untuk tidak seperti ini tapi kenapa?

__ADS_1


__ADS_2