Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 37: Rencana Kanaya


__ADS_3

lagi itu karena ia segera pergi berangkat ke kantornya masih ada beberapa meeting, untuk rencana proyek sebelumnya. Awalnya, pembicaraan itu berjalan dengan cukup baik, sampai Keisya sepupu Kanaya, yang kebetulan berada di ruangan itu dan ikut rapat, mulai membuat masalah.


"Tunggu, Proyek ini berada di luar kota bukan? Apakah ini benar-benar bagus untuk melakukan proyek di daerah yang cukup jauh seperti itu? Apakah ini benar-benar investasi menjanjikan apalagi cukup jauh dengan pesat kota,"


"Project ini jelas menjanjikan kamu tidak perlu khawatir kakek sendiri yang udah merekomendasikan project ini,"


Keisya sepertinya dia tidak menyerah.


"Tapi, tidakkah rincian biaya yang dibutuhkan terlalu tinggi?"


"Semuanya sudah cocok dengan Klaien, kamu tidak usah khawatir, lagipula yang akan mengatur dan mengurus polsek ini adalah aku jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk memperdulikan nya bukankah kamu memiliki project sendiri yang harus kamu lakukan? Bagaimana dengan perkembangan proyekmu itu? Aku dengar itu bahkan belum juga selesai sampai sekarang, padahal sudah lewat dari rencana awal,"


"Aku akan mengurus hal hal itu jelas itu akan selesai dalam waktu dekat,"


Keisya yang mulai di singgung tentang project nya yang berantakan itu segera menjadi kertas dan memilih untuk tidak mengatakan apa-apa lagi dalam rapat itu.


Kanaya yang merasa semuanya sudah beres segera membereskan barang-barang nya dan berniat kembali ke ruangannya.


"Kanaya, tunggu dulu Kakek bicara denganmu setelah ini, segera pergi ke ruangan ku," kata Kakek Kanaya tiba-tiba.


Kanaya yang tiba-tiba dipanggil itu jelas merasa cukup cermas tentang apa yang akan dibicarakan Kakeknya, apakah ini masalah tentang pertunangan nya?


Atau Kakeknya udah tahu masalah tentang Kak Azka yang menjadi Kekasihnya?


Ya walaupun itu hanya pura-pura sama sepertinya hal-hal itu seharusnya sudah menyebar.


Alvaro jelas bukan tipe orang yang hanya akan diam diam saja setelah mendengar kabar yang begitu heboh itu.


Tapi bukankah itu malah tidak menguntungkan jika mengumbar dengan antara dirinya dan Azka?


"Baik Kakek, aku akan ke ruangan Kakek nanti,"


Kanaya segera keluar dari ruangan itu duyung membawa barang-barangnya menuju ruangannya, ya dokumen-dokumen untuk proyek itu. Setelah membereskan hal hal itu di mejanya dia segera berjalan menuju ke ruangan kakeknya.


Dan benar saja, dugaan Kanaya kurang lebih benar tentang hal-hal apa yang ingin dibahas oleh Kakeknya.


"Kanaya, kamu ingin pergi ke Luar Kota?"


"Ya, Kakek. Setidaknya sampai beberapa bulan ke depan aku akan disibukkan dengan Proyek ini, hal-hal ini harus dipantau dengan baik agar tidak ada kesalahan,"


"Apakah kamu benar-benar harus pergi keluar kota?"

__ADS_1


Kanaya tentu lebih memilih untuk pura-pura tidak tahu soal rencana bertunangan itu.


"Tidak, aku harus memantau project ini untuk memastikan project ini berjalan dengan baik bukankah Kakek sendiri yang bilang project ini sangat menguntungkan? Aku tidak bisa melepaskan proyek ini begitu saja,"


"Hmm, Padahal Kakek ingin segera mengatur pesta pertunangan mu dengan Alvaro Nelson,"


Kanaya kentut masih berpura-pura terkejut ketika mendengar berita itu.


"Bertunangan? Tidakkah itu terlalu buru-buru? Belum lama sejak Kakek menjodohkan ku dengannya,"


"Ini tentu saja tidak buru-buru, lagipula bukankah kamu sudah lama kenal dengannya? harusnya ini cukup mudah untuk kalian beradaptasi itulah kenapa aku ingin mempercepat kita bertunangan kalian,"


"Namun, Kakek seperti yang Kakek tahu saat ini aku sedang sibuk mengurusi project penting dan tidak memiliki waktu untuk mengurusi hal hal itu,"


"Jadi kamu setuju dengan perjodohan ini?"


Kanaya tiba-tiba merasa terjebak dengan pertanyaan Kakeknya itu. Menjadi terdiam, apakah ini saatnya untuk membahas soal rencana kedua?


Hubungannya dengan Kak Azka?


Walaupun ini pura-pura.


"Kakek, sebenarnya aku tidak menyukai perjodohan ini,"


"Kakek, aku selama ini selalu mematuhi ungu namun kali ini saja tolong dengarkan permintaanku,"


"Kanaya, aku sudah memilih kan kamu untuk bertunangan dengan orang yang sangat baik dia jelas akan bisa menstabilkan posisimu di perusahaan ini, dan masa depan Perusahaan akan sangat baik jika kamu menikah dengannya, dia dari Keluarga Nelson, Calon Pewaris Perusahaan,"


Kanaya yang mendengar kata-kata penuh semangat dari kakeknya itu segera menjadi tidak senang. Jelas, alasannya kenapa Kakeknya memilih Alvaro, itu karena keluarganya, karena masalah bisnis, apakah dirinya suka atau tidak suka sepertinya Kakeknya tidak benar-benar peduli.


"Maaf, Kakek. Sebenarnya aku ingin memberitahukan ini, padamu, apakah Kakek ingat Azka Nelson? Kakak dari Alvaro? aku sebenarnya menjalin hubungan dengannya selama ini,"


Ada ekspresi ke terkejut di wajah Kakek Kanaya.


"Apa? Bagaimana bisa? Dia selama ini pergi di keluar negeri! Bagimana bisa kamu memiliki hubungan dengannya?"


"Kakek tahu sendiri, aku sudah kenal baik dengannya sejak lama, namun saat itu kami sama-sama masih muda, idih kami hanya membuat janji ketika sudah cukup dewasa, Kami akan menjalin hubungan, bahkan setelah bertahun-tahun ternyata janji itu akhirnya ditepati ketika dia pulang, itu juga kenapa dia pulang kembali ke negara ini untuk bisa bersama denganku,"


"Kanaya, bahkan walaupun dia sama-sama dari Keluarga Nelson, dia tidak akan meneruskan perusahaan dia itu hanyalah seorang Dokter biasa! Dia tidak akan memberikan posisi yang menstabilkan mu di perusahaan ini!


"Apakah yang paling penting hanya itu?"

__ADS_1


"Kanaya, sejak kapan kamu mulai berani membantah perintahku?"


Kanaya tahu, tidak ada gunanya menggunakan alasan-alasan seperti cinta sesuatu di depan kakeknya jadi dia mulai membuat alasan yang lebih logis, kata-kata yang sudah dikatakan oleh Azka sebelumnya.


"Tapi Kak Azka masih Putra Tertua dari Keluarga Nelson, Kakek harusnya mengerti apa yang aku katakan,"


Mendengar itu, Kakek Kanaya lalu segera menjadi terdiam sedang memikirkan tentang hal-hal yang kalah ya kata-kata dan setelah berpikir sebentar dia segera tersenyum,


"Jadi menurut mu, Azka lebih mambu meneruskan Perusahaan dari pada Adiknya?"


"Kakek sepertinya juga tidak lupa dengan kemampuan Kak Azka?"


"Hah, Si Jenius Kecil dari Keluarga Nelson, siapa yang tidak tahu dengan legenda yang dia miliki?"


"Ya, jadi Kakek tidak perlu menjelaskan soal hal hal itu dan perjodohan aku akan memilih seseorang yang layak untuk ku,"


"Baiklah, Kanaya kamu memang adalah cucuku, jadi aku akan percaya tentang penilaian mu,"


"Benar, Kakek."


"Lalu, soal Pertunangan..."


"Kakek, Aku dan Kak Azka tidak perlu terburu-buru dengan semua hal,"


"Baiklah, aku nanti akan mendiskusikan lagi dengan Keluarga Nelson, apakah mereka sudah tahu hubungan antara kalian berdua?"


"Harusnya, Kak Azka akan segera memberitahu keluarganya,"


Setelah membicarakan hal-hal itu, Kanaya akhirnya bisa keluar dari ruangan kakeknya dengan perasaan lega. Kanaya tidak mengira, jika Kakeknya begitu waspada, ternyata rencana pertamanya yang membuat dirinya sibuk dilempar kota itu tidak mencegah kakeknya untuk mempercepat rencana perjodohan dan pertunangan itu.


Untung saja dirinya memiliki rencana kedua.


Namun apakah ini benar-benar tidak apa-apa, berpura-pura Berkencan dengan Kak Azka?


Apakah Tristan akan marah?


Ketika Kanaya memiliki niat untuk menghubungi kekasihnya itu dirinya baru saja ingat jika meninggalkan ponselnya yang satunya di rumah.


Kanaya sedang memikirkannya untuk menelepon dengan ponselnya yang ini. Namun apakah tidak apa-apa?


Kanaya sedikit ragu, namun segera memanggil nomor itu.

__ADS_1


Dan untungnya tidak lama sampai teleponnya di angkat.


Namun, bukan nada penuh kerinduan Kanaya dengar, melainkan nada yang cukup dingin,


__ADS_2