
"Atas nama siapa untuk perhiasan ini?" tanya pelayan toko perhiasan tempat Tristan membeli hadiah disana.
"Atas nama Kanaya Calestia,"
"Baik, Tuan, silakan sebentar kami akan membaca atau apakah Tuan butuh kotak khusus mungkin?"
"Ya, ini akan diberikan untuk orang yang penting untukku,"
"Apakah itu untuk Istri Tuan? Dibelikan hadiah yang begitu indah oleh anda,"
Ketika mendegar kata Istri, ekpresi Tristan menjadi buruk karena teringat Elena, tentu Tristan tahu bahwa pelayan toko depannya tidak apa-apa dan hanya ingin bersikap ramah padanya.
"Bukan, ini untuk Kekasihku, calon Istriku dimasa depan," kata Tristan sambil tersenyum.
Ya, untuknya Kanaya saat ini masih hanya kekasihnya namun di masa depan dia akan menjadi Istrinya, walaupun mungkin akan butuh proses yang sulit untuk menuju kesana.
Pelayan itu tidak lagi banyak bertanya dan segera mengurus soal surat-surat perhiasan, membiarkan Tristan menunggu.
Tidak lama sampai hal itu diurus dan sebuah kotak perhiasan ada di tangan Tristan.
Itu adalah sebuah kalung liontin dengan Ruby yang indah, berbentuk bunga, memiliki desain yang begitu indah dan terlihat mewah.
Desain seperti itu juga merupakan sesuatu yang akan Kekasihnya itu sukai, Tristan tidak sabar untuk memberikan hadiah itu kepada Kanaya. Sayangnya, waktu mereka berdua janjian masih cukup lama, jadi Tristan memilih untuk pulang ke Rumah, barang-barang utama Tristan sekarang sudah dipindahkan ke rumah itu untuk menghilangkan kecurigaan dari Mamanya.
Tentu ada beberapa baju dan yang lainnya juga di Apartemen, namun tidak sebagus yang ada di rumah apalagi dirinya tapi kencan dengan Kanaya, jadi tentu saja harus memakai pakaian terbaik yang dirinya miliki.
Begitu sampai di Rumah, tentu saja Tristan sudah di sambut oleh Elena.
"Apakah kamu ingin makan siang nanti akan aku siapkan,"
__ADS_1
"Tidak perlu, aku sudah makan siang di luar,"
Tristan segera masuk kedalam, memutuskan untuk tidur siang dulu karena masih memiliki waktu sengang.
Mungkin karena kebiasaan, Tristan hanya meletakan jasnya di ruang tamu, lalu segera masuk ke kamar untuk tidur.
Elena di rumah memiliki banyak waktu luang, jadi ketika melihat Jas Tristan yang ada di ruang tamu, Elena berniat untuk membereskannya, dan menggantungnya.
Kali ini, lagi-lagi Elena mencium aroma parfum seperti milik seorang wanita aromanya cukup familiar seperti parfum terakhir kali Elena temukan di jas Tristan sebelumnya.
Elena tiba-tiba memiliki firasat tidak nyaman ketika memegang Jas itu, lalu tepat saat Elena mengagkat Jas itu dan hendak mengantungnya, dari saku Jas ada sesuatu yang timbul seperti kotak yang membuat Elena penasaran.
Di dalamnya, ada sebuah kotak hadiah, Elena tahu tidak baik untuk memeriksa barang-barang seseorang seperti itu namun mungkin karena rasa ingin tahu yang tinggi, Elena berniat membukanya.
Elena sudah merasakan firasat tidak nyaman sejak menemukan kotak itu bertanya-tanya itu kotak hadiah untuk siapa.
Di dalamnya ada sebuah liotin yang terlihat indah dan mewah, bahkan hanya dengan melihat isi hadiah itu Elena bisa menebak bahwa itu hadiah untuk seorang wanita.
Elena mencoba untuk berpikir positif mungkin saja suaminya itu ingin memberi hadiah padanya diam-diam atau sesuatu?
Elena terpesona dengan kalung indah yang ada di dalam kotak itu, batu ruby indah disana benar-benar sangat mempesona mata. Elena pernah mendengar jika, Batu Ruby ini melambangkan ungkapan cinta, bisa menjadi hadiah yang begitu romantis pada orang tersayang.
Mungkin karena Elena jarang untuk memakai sesuatu seperti itu, Elena dengan semangat mulai mengambil Liontin itu dari kotak, sampai di bawah kotak Elena menemukan surat pembelian disana, tidak perlu ditanyakan harga kalung itu senilai ratusan juta, ini benar-benar sesuatu yang sangat mahal.
Namun ada sebuah nama di surat itu yang membuat Elena terkejut, di sana ada nama wanita lain.
Kanaya Calestia
Seolah ada sambaran petir yang mengenai Elena, hati Elena menjadi begitu sakit ketika melihat nama itu.
__ADS_1
Hadiah ini bukan untuk dirinya namun untuk wanita bernama kamera yang mungkin saja seseorang yang sangat dicintai Suaminya Tristan.
Jika selama ini Tristan ternyata diam-diam menjadi hubungan dengan wanita. Tristan selalu bersikap dingin padanya seperti gunung es bahkan merebutnya coba Dan berharap untuk mencairkan gunung es itu, sikap Tristan tidak pernah sedikit luluh padanya.
Ini sebenarnya karena Tristan sudah luluh dan mencintai orang lain, tidak ada tempat untuk dirinya.
Elena tidak mengira menjadi seperti ini, padahal dirinya kira setelah mereka berdua menikah nantinya hubungan mereka akan berkembang dengan baik lalu akan saling mencintai seperti pasangan-pasangan lain.
Namun teryata, hati Tristan sudah menjadi milik orang lain.
Elena tiba-tiba mulai meneteskan air matanya, memikirkan bahwa selama ini hanya dirinya yang jatuh cinta, namun Tristan sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padanya.
Cukup lama, Elena terdiam di sana sambil menagis, sampai tiba-tiba Elena merasakan perutnya sedikit sakit. Hal ini membuat Elena ingat, jika kata dokter dirinya tidak boleh terlalu banyak pikiran karena kandungannya masih belum stabil.
"Lalu anak ini...."
Perasaan Elena menjadi semakin sedih jika memikirkannya, karena saat ini dirinya sedang mengandung calon anak Tristan.
"Tidak, aku jelas tidak boleh menyerah dan sedih seperti ini begitu saja, ini semua demi aku dan anakku, Kanaya ini walaupun dia orang yang di cintai Tristan, namun saat ini Aku adalah Istri Sah Tristan, Aku jelas merasa lebih berhak kepada Tristan,"
Elena mulai menghapus air matanya dan segera kembali memasukkan kotak itu ke dalam jas Dan meletakkan jas itu kembali ke atas sofa.
Elena berniat untuk menyelidiki wanita bernama Kanaya ini, jadi ketika Tristan sudah bagun dan berniat pergi, Elena secara diam-diam mengikutinya, dan akhirnya tiba di sebuah restoran mewah.
Sayangnya, Tristan sepertinya memilih Ruangan Pribadi, membuat Elena menjadi sulit untuk melihat ke dalam tentang siapa wanita yang akan ditemui oleh Tristan.
Jadi, Elena memilih untuk duduk di dekat ruangan pribadi itu, untuk menunggu siapa wanita yang akan masuk ke dalam ruangan itu.
Siapa ini Kanaya Calestia?
__ADS_1
Elena merasa pernah mendengar nama ini sebelumnya namun di mana dirinya pernah mendengar nama ini?