Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 22: Keinginan


__ADS_3

"Mas Tristan, menurutmu bagaimana? Calon Bayi Kita sepertinya tumbuh dengan sehat dan baik bukan?" Kata Elena lagi, menjadi bersemangat ketika Tristan mulai menatap ke arah layar USG dengan ekpersi hangat.


Ya, Elena setidaknya tahu bahwa Tristan bukanlah orang yang begitu jahat jadi pastilah ketika melihat hal-hal itu akan ada sedikit getaran di hatinya. Karena setelah semua itu masihlah jalan anaknya nanti.


Suara itu, baru saja membuat Tristan tersadar dari lamunannya, Tristan mencoba menggelengkan kepalanya memikirkan pemikiran bodoh yang ada di dalam hatinya. Bahkan walaupun dirinya akan menjadi seorang ayah namun hal-hal ini tidak terlalu benar. Ini jelas adalah sebuah kecelakaan.


Tristan ingat kata-kata Kanaya sebelumnya, jangan membenci anak itu. Tristan tahu, Kanaya memang selalu memiliki hati yang cukup baik bahkan Setelah semua yang terjadi Dia menerima segalanya, termasuk calon anaknya bahkan walaupun itu dengan wanita lain.


Tristan mencoba untuk menstabilkan emosi yang ada di dalam hatinya. Ya, dirinya tidak boleh bergetar tentang hal-hal ini, apakah dirinya akan menyayangi anak itu nanti atau tidak, itu masih terlalu jauh untuk memikirkannya sekarang. Yang paling penting lagi dirinya juga harus memastikan untuk menjaga jarak yang pas dengan Elena.


Tristan merasa jika dirinya tidak bisa memberikan harapan kosong juga pada Elena soal hubungan mereka.


"Ini baik-baik saja," kata Tristan dengan nada yang cukup datar sambil meletakkan alat pendeteksi detak jantung dan berhenti menatap layar USG, lalu kembali duduk di tempat duduknya.


Elena hanya bisa pasrah melihat respon Tristan, lalu hanya segera berkonsultasi lagi pada Dokter soal kesehatannya dan bayinya. Dokter hanya memberikan nasehat agar beristirahat cukup dan Jangan melakukan terlalu banyak aktivitas karena masih tahap awal kehamilan, jadi harus waspada.


Tepat sebelum Sesi pemeriksaan berakhir, Dokter itu menyerahkan print hasil USG, ada beberapa cetakan disana, Elena sengaja meminta print cukup banyak karena berniat memberikan hal itu kepada Tristan.


Tristan yang tiba-tiba mendapatkan foto USG itu, menatap foto itu dengan ekpersi rumit.


"Ambillah, Setelah semua itu adalah calon anakmu,"


Merasa terlalu malas berdebat akhirnya Tristan hanya mengambil foto itu lalu memasukkannya ke dompetnya. Itu adalah akhir hari itu, dimana Tristan mengantarkan Elena pulang ke Rumah.


Awalnya, Tristan ingin bertemu dengan Kanaya, namun Kanaya memiliki hal-hal yang harus diurus jadi dirinya hanya pasrah dan akhirnya beristirahat di kamar itu, bolak balik ke Kota benar-benar sangat melelahkan, jadi memilih untuk menghabiskan waktu di rumah itu saja.


####


Hari segera berlalu dalam sekejap, malam itu, Kanaya akhirnya bisa bertemu dengan Tristan. Untuk mulai membicarakan tentang hal-hal yang sebelumnya terjadi, soal rahasia mereka yang terbongkar di depan Elena.


"Jadi bagaimana Tristan? Kamu bilang dia tidak akan membocorkan soal hubungan kita bukan? Apa yang kamu katakan padanya?"


Tristan yang ditanya itu segera menjadi ragu tentang apa yang sebaiknya dirinya katakan, apakah nanti Kanaya akan marah atau tidak?


Kanaya yang menatap Pria di hadapannya itu malah terdiam segera menujukkan ekspresi tidak senang.


"Tristan, kenapa kamu malah diam saja? Jangan bilang kamu memikirkan untuk berbohong lagi padaku aku benar-benar tidak suka dibohongin jangan pernah berharap aku akan memberimu kesempatan kedua,"

__ADS_1


Mendengar kata-kata Kanaya, ekpersi Tristan segera menunjukkan rasa sedih.


"Bukan seperti itu, Kana,"


"lalu katakanlah dengan jujur apa yang kamu katakan padanya?"


Tristan lalu mulai mengatakan pada Kanaya soal permintaan Elena padanya, yang menyuruh Tristan untuk menemaninya semala kehamilannya.


"Apa? Dia benar-benar berani untuk mencoba memanfaatkanmu, dan kamu menuruti permintaan nya?" Kata Kanaya dengan ekpersi kesal jelas di wajahnya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan, aku merasa permintaan itu setidaknya tidak terlalu berlebihan ini semua juga demi menjaga rahasia kita,"


"Namun aku tidak suka bagaimana kamu nanti malah jadi dekat dengannya,"


"Kana, tidak seperti itu,"


Kanaya merasa lelah juga terus mengungkit mungkin soal masalah ini jadi segera mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya aku rasa kamu akan bisa menjaga diri sendiri, lalu kamu bilang kamu mengantarkan Elena ke Dokter? Bagaimana soal kondisi kehamilannya?"


"Kenapa dengan itu memangnya?"


"Aku hanya benar-benar ingin kau jika kondisinya buruk itu benar-benar harus membuatmu menjaganya lebih lama dan aku sangat tidak menyukainya,"


Tristan lalu mulai mengeluarkan Dompetnya, menujukan sebuah foto USG.


"Ini, menurut hasil USG perkembangan janin itu normal, dan keadaannya baik-baik saja,"


Kanaya yang tiba-tiba mendapatkan sebuah foto USG itu menjadi kaget.


"Kamu... Kamu menyimpan ini?"


Tristan sekarang sadar bahwa dirinya menunjukkan hal-hal yang salah tidak seharusnya dirinya menunjukkan foto ini kepada Kanaya. Dan kenapa pula dirinya harus menyimpan foto ini?


Harusnya dibuang saja.


"Dokter kebetulan memberikanku ini dan aku lupa membuangnya,"

__ADS_1


Kanaya lalu menyentuh foto itu, dan mulai menatapnya dengan seksama. Di sana dimana ada sebuah gambar embrio kecil yang saat ini sedang tumbuh.


Seolah Kanaya baru saja ditampar oleh kenyataan. Jika ini akan menjadi Anak Tristan dan Wanita lainnya, ini benar-benar nyata sebuah kehidupan baru yang baru saja tumbuh.


"Jika kamu tidak suka aku akan membuangnya," kata Tristan mencoba mengambil foto itu dari tangan Kanaya.


Namun Kanaya menahan tangan Trisna.


"Tidak perlu dibuang tidak apa-apa untuk menyimpannya, Aku hanya merasa... Ternyata tidak seburuk yang aku kira,"


"Apa?"


"Maksudku, ketika melihat foto USG ini, bagaimana cara menggambarkan nya ya? Ada beberapa perasaan hangat ketika melihatnya, Aku mengerti kenapa kamu menyimpan ini, ini adalah milikmu setelah semua,"


"Aku kira kamu akan marah,"


Kanaya lalu tersenyum sambil mulai menujukan ke foto USG.


"Mungkin ini semacam naluri keibuan? Hanya memikirkan, jika ini anak kita... Bagaimana rasanya jika Aku mengandung anakmu?"


Ekpersi Tristan segera menjadi merah begitu wanita yang ada di hadapannya itu mengatakan hal hal itu, terasa malu entah kenapa.


"Jangan coba mulai berbicara omong kosong, kita belum menikah,"


"Pfff, kadang sisi ini yang Aku suka darimu, ya ya, dimasa depan nanti?"


Tristan mencoba kembali mengatur ekspresinya dan berkata dengan pasrah.


"Kamu bisa mengandung Anakku nanti sebanyak yang kamu mau, 1, 2, 3, 4, 5, terserah kamu,"


Sekarang ekpersi Kanaya yang menjadi pucat, dan segera berkata,


"Tidak sebanyak itu juga, kamu pikir mau membuat Tim Sepakbola?"


"Pfff.... Mungkin saja bukan? Barangkali kamu mau, Aku tidak keberatan, karena itu bersama Kanaya,"


Kanaya segera tertawa lalu mencubit pipi Tristan karena gemas.

__ADS_1


__ADS_2