
Itu adalah Sore hari ketika Tristan baru saja tiba di Kota B tempat Kanaya berada. Dia tentu saja sudah menyiapkan hadiah dan beberapa kejutan untuk Kanaya. Pertama-tama, Tristan mencoba menghidupkan pesan kepada Kanaya, menanyakan kapan dia akan pulang dari bekerja.
'Emm, mungkin sekitar jam 6? Aku tidak ada lembur hari ini,'
Tristan segera menatap kearah jam tangannya yang saat ini masih pukul 05.00 sore. Setidaknya masih ada satu jam sampai persiapan selesai. sebelumnya dia sudah menelepon salah satu restoran yang ada di Kota ini untuk di Sewa, dia juga sudah menyeluruh untuk mendekorasi nya hanya jamnya saja yang belum ditentukan kapan. Dia bilang nanti sekitar jam 7, ini satu jam lebih awal apakah persiapan nya sudah benar?
Tristan, segera mengambil ponselnya dan menelepon salah satu pegawai restoran.
"Bagaimana persiapan untuk acaranya? Acaranya diajukan sekitar jam 06.00 harus udah siap semuanya,"
'Semua berjalan dengan baik, kami sudah siapkan sesuai perintah Tuan Muda,'
"Bagus. Jangan sampai ada kesalahan nanti,"
Setelah Puas, Tristan segera memasukkan kembali ponselnya, lalu mengambil sebuah kotak dari jas bajunya.
"Aku harap, Kanaya akan menyukai ini, dan menjadikan hari Ulangtahunnya nantinya akan menjadi hari yang paling bahagia untuknya,"
Tristan benar-benar menantikan untuk membuat kejutan ini untuk Kekasihnya. Biasakan sedikit pura-pura lupa dengan tidak mengucapkan Selamat Ulang Tahun pada Kanaya.
Langkah berikutnya, Tristan segera menuju ke Apartemen tempat Kanaya tinggal. Berniat untuk menunggu di sana sambil membuat kejutan untuknya.
Dan tentu saja ketika dia tiba di apartemen, tidak ada siapa-siapa disana. Tristan tentu saja sudah tahu password pintu Apartemen Kanaya, jadi dia bisa masuk dengan bebas.
Pertama, ketika Tristan masuk ke Apartemen itu, tentu dia tidak merasakan hal-hal yang aneh. Baru ketika dia memeriksa Kulkas, dimana disana tidak ada apa-apa, ekpersinya buruk. Hanya ada beberapa bahan sepertinya sudah lama disana.
"Hmm, Apakah Kanaya hanya pesan makanan di Luar? Aku kira, tidak baik Jika dia terlalu sering memesan masakan di luar, Aku sudah menyarankan setidaknya untuk memasak beberapa makanan sederhana, hah, Kanaya itu, mungkin nanti aku akan mengisi kulkas ini,"
Tristan terlihat sudah memiliki rencananya sendiri. Lalu dia segera kembali duduk di Ruang Tamu, tentu dia bukan tipe orang yang terlalu memeriksa privasi Kanaya, jadi tidak masuk kamar pribadinya sembarangan.
Sampai akhirnya satu jam berlalu dan orang yang ditunggunya itu tidak kunjung datang. Tristan menatap jam tangannya yang saat ini menunjukkan pukul setengah tujuh.
"Mungkin dia masih ada dijalan? Belakangan dimana-mana macet, mungkin dia macet juga?"
Tristan memilih untuk menunggu di sana lebih lama, sampai jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih. Karena penasaran, Tristan segera mengirimkan Pesan pada Kanaya, menanyakan apakah dia masih dalam perjalanan pulang ke Apartemen?
Namun balasan Kanaya mengejutkan Tristan.
'Aku sudah di Apartemen dari tadi,'
Ekpersi Tristan segera menjadi buruk.
__ADS_1
"Kenapa Kanaya berbohong?"
Tristan tiba-tiba merasa tidak mengerti. Jadi, dia segera mencoba untuk melakukan panggilan Video. Namun Kanaya yang ada di ujung telepon tidak mengangkatnya.
Lalu, ada pesan lagi,
'Maaf, Aku tadi sedang bersih-bersih, dan sekarang terlihat berantakan, bagaimana jika telepon biasa saja?'
Ekpersi Tristan menjadi semakin buruk, Kanaya lagi-lagi berbohong padanya?
Karena tidak tahan, Tristan segera menelepon kekasihnya itu, dan suara lemah terdegar dari ujung telepon.
"Kana? Apakah kamu sakit? Kenapa dengan suara mu?"
'Ah, ini hanya sedikit lelah saja.'
"Itulah kenapa aku memintamu agar tidak terlalu banyak lembur, jangan bilang kamu sebenarnya sedang lembur juga hari ini?"
Ada suara mengelak dari ujung telepon.
'Tentu saja tidak aku baik-baik saja saat ini,'
"Lalu, ada dimana kamu?"
"Aku ada di Apartemen mu, Kana. Tidak ada orang disini, Aku tebak kamu pasti masih memaksakan diri dan berada di kantor?"
Ada suara panik dari ujung telepon.
'Tristan, kamu ada Apartemen ku?'
"Hah, sepertinya tidak ada alasan aku menyembunyikannya Aku hanya ingin mengejutkanmu itulah kenapa aku ke sini, jadi sekarang jawab aku dengan jujur sebenarnya kamu di mana?"
Ada keheningan sesaat dari ujung telepon.
'Aku di kantor. Baik, maaf karena berbohong padamu Aku hanya tidak ingin kamu khawatir,'
"Jadi, mari pulanglah oke?"
Ada keheningan sejenak dari ujung telepon.
'Baiklah, Tunggu Aku ya,'
__ADS_1
####
Di tempat lainnya, Kanaya yang saat ini sedang di ruang perawatan di rumah sakit jelas segera buru-buru ingin pulang setelah mendapat telepon dari kekasihnya itu. Azka yang kebetulan ingin memeriksa keadaan Kanaya, tentu saja menjadi kaget melihat gadis itu sudah berganti pakaian menjadi pakaian biasa.
"Kanaya? Kenapa kamu sudah berpakaian begitu rapi? Kamu mau kemana?"
"Aku akan pulang sekarang, Kak Azka Apakah bisa minta tolong untuk mengurus kepulanganku?"
Ekpersi Azka segera menjadi buruk,
"Kanaya, saat ini kondisimu tidak sedang baik-baik saja kamu perlu setidaknya dipantau di sini Kenapa kamu pulang tiba-tiba? Bukankah kamu sudah bilang sebelumnya juga akan meminta cuti setidaknya 2 sampai 3 hari?"
"Tapi aku tidak bisa di sini ada hal-hal penting yang harus aku urus,"
Azka yang mendengar itu segera menunjukkan kemarahannya dan berkata dengan penuh khawatir,
"Kanaya! Kamu itu harus mementingkan kesehatan mu!"
"Tapi, aku benar-benar harus pulang." Kata Kanaya yang saat ini sudah mengambil tasnya, lalu bersiap pergi dari ruangan itu namun tangannya dipegang oleh Azka.
"Kak Azka, tolong lepaskan aku. Aku ingin segera pulang."
"Kanaya kenapa kamu terlihat sangat buru-buru?"
"Sungguh, ini bukan urusan Kakak!"
Azka terlihat tidak ingin melepaskan tangan Kanaya.
"Kak Azka kumohon..."
Melihat gadis yang ada di hadapannya itu terlihat keras kepala akhirnya Azka mengalah.
"Setidaknya biarkan aku mengantarmu sampai apartemenmu,"
Kanaya ragu, karena Tristan ada disana, bagaimana jika nanti kekasihnya itu melihat mereka?
"Kanaya, setidaknya biarkan aku mengantarmu Jika kamu benar-benar ingin pulang atau Aku tidak akan mengurus soal kepulanganmu ini di Rumah Sakit, biar kamu tetap disini,"
"Hah, baiklah."
Kanaya mengalah, dan akhirnya diantarkan sampai depan gedung Apartemen. Sangat beruntung, Kanaya tidak melihat tanda-tanda keberadaan kekasihnya itu dia segera keluar dari mobil Azka, dan terlihat buru-buru memasuki tempat itu menyuruh Azka pulang.
__ADS_1
Sayangnya, Azka tidak segera pulang dan keluar dari mobilnya untuk membuntuti Kanaya.
Hal yang membuat Azka terkejut, ketika Kanaya membuka pintu Apartemennya, terlihat ada seorang Pria yang tiba-tiba memeluk Kanaya.