Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 9: Saingan


__ADS_3

Malam itu, Elena dengan penuh harapan menunggu Tristan untuk pulang, bahkan dia sudah menyiapkan set makan malam untuk mereka, namun orang yang dia tunggu tidak kunjung pulang.


Hanya ada sebuah pesan, bahwa Tristan malam itu tidak pulang karena akan menghisap di apartemen dekat kantor mengingat dia harus kerja lembur sampai malam.


Dalam hal ini, setelah memeriksa pesan itu, Elena jelas merasa sangat padahal dirinya kira, setelah mereka pindah ke rumah bersama, akan menjadi sebuah awal dalam hubungan mereka, namun ternyata Tristan masih bersikap dingin padanya.


Terutama, cara Tristan selama ini selalu menghindari Elena, membuat Elena bertanya-tanya apakah ada rahasia yang Tristan sembunyikan?


Apakah ternyata ada wanita lain di antara mereka berdua?


Namun Elena ingat, menurut rumor yang beredar soal Tristan, Tristan tidak memiliki Kekasih atau wanita manapun yang dekat dengannya, Tristan memang selalu memiliki sikap dingin terutama terhadap wanita manapun, kabarnya dia selalu menjaga jarak dengan wanita, seolah tidak begitu tertarik.


Atau lebih tepatnya, Tristan kabarnya seorang workholic yang hanya memikirkan soal pekerjaan daripada memikirkan soal wanita atau percintaan.


Hal-hal itu juga yang membuat Tristan sebagai salah satu Pria idaman.


Memikirkan hal itu, Elena mencoba bersikap positif itu memang mungkin saja kepribadian pria lagi pula mereka saat ini tidak sedekat itu.


"Ya, suatu saat pasti Aku akan melelehkan gunung Es itu jika aku berusaha lebih keras lagipula saat ini. Aku sedang hamil anaknya,"


Elena mengatakan itu dengan penuh percaya diri, lalu mulai makan makanan yang ada di meja.


####


Saat ini, di sebuah ruangan pribadi disebuah restoran, terlihat ada dua orang yang saat itu sedang menikmati makan malam yang indah bersama.


"Kana, apakah kamu puas dengan pilihan yang Aku buat? Sekarang aku tidak akan tinggal satu dengan dia, aku akan lebih jarang pulang dan akan tinggal di apartemen dekat kantor," kata Tristan merasa cukup puas dengan hal yang dirinya lakukan.


Namun, Kanaya tetap tidak menunjukkan wajah puas.


"Aku tetap tidak suka Bagaimana kamu bahkan repot-repot membelikan dia Rumah semacam itu,"


Tristan yang mendengar itu, segera menunjukan ekpersi sedih.


"Bukan seperti itu, Aku hanya mencoba untuk menuruti permintaanmu, lagipula itu hanya Rumah di pinggiran Kota, tidak sebesar dan semewah itu, jika itu untuk Kamu, Aku jelas Akan membelikan mu Rumah Mewah di Pusat Kota, yang sangat megah dan Indah, Aku bukankah sudah menyiapkan Apartemen Penthouse Mewah yang akan kita tinggali nanti?"


Kanaya yang mendengar itu, hanya bisa menghela nafas, seolah pasrah.


"Baiklah baiklah aku akan puas sekarang, namun ingat kata-kataku kamu jangan pernah dekat-dekat dengan dia pastikan kamu menjaga jarak yang aman dengannya?"

__ADS_1


"Tentu, saja. Kanaya, kamu tahu? Aku hanya baik padamu, tapi tidak dengan wanita lainnya,"


Kanaya yang mendengar itu, Hanay tersenyum dan berkata,


"Ya, ya, kamu cukup terkenal sebagai Pangeran Es Yang Dingin, terkadang Aku merasa rumor itu sangat aneh, bagian dari mana kamu yang dingin?"


Tristan lalu, berkata sambil menyuapi Kanaya,


"Tentu saja itu hanya pencitraan, terkadang bukankah penting membuat reputasi semacam itu? Aku hanya menunjukkan diriku yang sebenarnya di depan kamu,"


Kanaya menerima suapan itu dengan tenang, seolah itu adalah hal yang biasa.


"Dasar Pria bermuka dua, ingat ini, Aku tidak suka jika kamu sampai berbohong untuk kedua kalinya padaku, Mulai detik ini kamu tidak boleh sekalipun berbohong padaku terutama jika itu menyangkut Istri sialan mu itu,"


"Tentu Kana, Kamu tidak usah khawatir aku pasti akan menjaga diriku,"


Makan malam itu berjalan dengan normal, keduanya bercakap-cakap tentang berbagai macam hal hingga mereka berdua mulai membicarakan soal bisnis.


"Ah, benar juga soal Tander Pembangunan Pusat Perbelanjaan di Distrik H..." Kata Kanaya seolah baru saja mengingat sesuatu.


"Owh itu, perusahaanku juga mengikutinya,"


"Heh? Mari kita lihat siapa yang akan menang nanti? Ingat jangan menagis jika kamu kalah, Kana,"


"Siapa yang akan menagis? Aku jelas sudah mempersiapkan hal-hal itu dengan baik daripada kamu yang sibuk mengurusi pernikahanmu,"


"Sial, jangan bahas itu, aku benar-benar harus bekerja lembur untuk mengurusi itu semua,"


"Ya, ya sana kerjakan tugasmu yang menumpuk itu,"


Ya, mereka berdua masing-masing memegang posisi yang cukup tinggi di Perusahaan Keluarga, dan karenanya dua orang itu juga sering terlibat menjadi saingan untuk merebutkan suatu proyek yang bagus.


Tentu, dalam Bisnis dua orang itu sangat profesional sekali tidak pernah mencampuradukkan urusan perasaan dan bisnis.


Dan begitulah hari berlalu dalam sekejap, Tristan benar-benar melembur pekerjaannya demi Proyek itu, sampai dia benar-benar tidak pulang ke Rumah Elena selama satu minggu, bahkan tidak sempat bertemu Kanaya karena Kanaya sibuk.


Pertemuan dengan Kanaya berikutnya adalah disebuah Ruangan Rapat, dimana masing-masing menjadi perwakilan Perusahaan masing-masing.


"Bu Kanaya, Lihat itu perwakilan dari Perusahaan Norris, sungguh kenapa harus bertemu mereka lagi?" Kata Asisten Kanaya, terlihat tidak menyukai perwakilan perusahaan sebelah.

__ADS_1


Ya, karena mereka sering bersaing dengan hasil imbang yang merepotkan.


"Tidak perlu terlalu memikirkannya hari ini perusahaan kita yang akan menjadi tokoh utama dan mereka hanya akan menjadi tokoh sampingan,"


Kanaya mengatakan hal itu dengan cukup keras sampai bisa didengar oleh Perwakilan Perusahaan lain yaitu Tristan.


Tristan menatap wanita yang duduk dihadapannya itu, yang seolah menantangnya.


Sisi, Kanaya yang dia suka.


Sangat percaya diri, dan hebat.


Kanaya melihat bagaimana Tristan tidak bisa menjaga ekpersinya dan malah tersenyum kearahnya, jadi Kanaya menginjak kaki Tristan, agar Tristan sadar.


Ya, apa-apa senyuman bodoh itu?


Sial.


Namun Kanaya juga merasa sedikit terpesona, dan hampir tidak bisa menjaga ekspresinya karena senyuman itu.


Namun untungnya, tidak ada yang curiga, dan rapat itu berjalan dengan baik dengan masing-masing Perwakilan Perusahaan melakukan presentasi.


Hasil dari Tender ini akan diumumkan beberapa hari lagi jadi setelah rapat selesai mereka masing-masing keluar dari Ruang Rapat.


Namun ada hal mengejutkan yang tidak di duga.


Itu adalah Elena yang menunggu Tristan di dekat ruang rapat sambil membawa kota bekal.


Tristan jelas menatap Elena dengan ekspresi kaget.


"Aku denger dari Sekertaris mu, Kamu rapat disini, dan karena Aku pikir Rapat selesai saat jam makan siang jadi, Aku membawakanmu bekal,"


Adegan itu, ditangkap oleh beberapa orang yang melewati tempat itu mereka semua jelas tahu siapa wanita yang mendatangi Tristan.


Itu Istri yang di rumorkan itu!!


"Astaga, Pasangan Baru menikah, mereka berdua terlihat sangat romantis sekali," kata salah satu orang yang ada disana.


Kanaya, yang baru saja keluar dari ruang rapat disambut dengan kata-kata menyebalkan dan pemandangan menyebalkan.

__ADS_1


Apa-apaan itu!!


__ADS_2