Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan

Cinta Rahasia Yang Membara Bersama Selingkuhan
Episode 21: Kehidupan Kecil


__ADS_3

Tristan yang mendengar kata-kata Elena jelas merasa tidak senang dengan ide itu, lalu segera berkata,


"Elena, apakah menurutmu kamu itu berada dalam posisi untuk tawar-menawar? Itulah kenapa kamu berani mengajukan syarat semacam itu?"


Elena menjadi cukup terkejut ketika Tristan terlihat tidak senang dengan ide yang dirinya miliki padahal ini mah merasa jika hal-hal yang diinginkan bukanlah sesuatu yang berlebihan dirinya hanya meminta sedikit perhatian dari pria itu.


Namun Elena jelas tidak akan menyerah dengan ide ini, dirinya akan bertaruh, lagipula hal ini tidak merugikah Tristan?


Elena beranggapan bahwa sepertinya, Tristan ini benar-benar merasa takut jika hubungannya dengan wanita bernama Kanaya itu terungkap.


Jika Elena pikir lagi, selama ini Tristan ini tidak pernah memiliki gosip atau rumor tentang dia yang memiliki seorang kekasih atau sesuatu.


Itulah awalnya yang Elena yakini dan kenapa dirinya mau menerima Pernikahan dan Perjodohan itu pada awalnya.


Lalu dari mana wanita bernama Kanaya ini muncul?


Saat berbicara dengan kanaya itu, Elen sangat yakin jika Kristen itu ternyata memiliki hubungan yang cukup lama dengan Kanaya, namun tidak ada orang yang tahu tentang hubungan itu.


Jika tidak, kenapa Ibu Tristan awalnya mencoba mencarikan jodoh untuk putranya itu dan dirinya kebetulan anak dari salah satu teman ibunya itu dan diperkenalkan para Tristan.


Jadi Elena merasa jika setidaknya kali ini dirinya memegang kartu yang cukup bagus untuk mengancam Tristan?


Mari bertaruh.


"Aku hanya meminta kamu lebih sedikit peduli bahkan walaupun bukan padaku setidaknya kepada calon anak kita apakah itu begitu sulit? Jika hal itu saja tidak bisa kamu lakukan apa gunanya pula ini semua? Aku lebih memilih membocorkan hubunganmu kepada keluargamu lalu aku bisa meminta perlindungan kepada mereka, aku rasa itu bukan hal yang bagus untukmu?"


Kali ini Tristan segera memiliki wajah yang pucat karena bagaimanapun juga apa yang dikatakan Elena itu benar.


Karena dirinya dan Kanaya akan kehilangan lebih banyak hal jika sampai hubungan mereka berdua terungkap, ini bahkan lebih dari sebelumnya jika dirinya dan Kanaya adalah Kekasih Rahasia, sekarang dirinya sudah menikah dan berselingkuh dengan Kanaya, dan dari semua ini Kanaya lah yang akan kehilangan lebih banyak.


Tristan merasa jika hal itu tidak bisa dibiarkan lagi pula permintaan Elena memang tidak terlalu berlebihan, jika itu menyuruh dirinya meninggalkan Kanaya, jelas dirinya tidak akan pernah melakukannya bahkan walaupun dirinya diancam apapun.


Setelah berpikir sejenak, Tristan akhirnya mulai mengambil sebuah keputusan.


"Baik, aku akan menemanimu selama kamu melakukan pemeriksaan atau hal-hal apapun yang berkaitan dengan bayi yang ada di kandunganmu,"

__ADS_1


Elena yang mendengar itu segera merasa puas, setidaknya dengan ini dirinya bisa mulai untuk mendekatkan diri dan mengambil hati Suaminya itu.


"Baiklah,"


"Tapi ingat ini kamu juga harus menepati janjimu untuk jangan sampai hal-hal Antara aku dan Kanaya sampai terbongkar,"


"Ya, Aku berjanji asal kamu mau menepati janjimu juga,"


"Aku bukan tipe orang yang melanggar janji,"


Jadi setelah membuat perjanjian itu, Tristan yang merasa tidak ada gunanya berada di sana berniat untuk segera pergi dari rumah itu, Tristan merasa perlu untuk membicarakan hal ini dengan Kanaya.


"Tunggu, jangan pergi,"


Tristan segera menatap ke arah Elena dengan ekspresi tidak nyaman.


"Aku sebenarnya merasa tidak nyaman di perutku, dan ini juga dekat dengan waktunya aku harus kontrol ke dokter jadi aku memintamu untuk mengantarkanku,"


Tristan lalu menatap kearah jam tangannya yang menujukan pukul setegah tujuh malam.


"Sekarang? Ini sudah malam,"


Tristan tidak bisa berkata-kata lagi dengan perubahan suasana yang tiba-tiba, akhirnya hanya bisa pasrah untuk mengikuti kemauan Elena.


####


Antrian jam malam untungnya tidak terlalu lama, dan sekarang Elena yang di dampingi oleh Tristan segera mulai memasuki ruang pemeriksaan.


Dokter yang melihat mereka berdua masuk segera menyapa dengan ramah setelah dua orang itu duduk.


"Kalian berdua benar-benar terlihat pasangan suami istri yang sangat serasi,"


Elena jelas merasa senang dengan pujian itu, berbeda dengan Tristan yang saat ini memiliki ekspresi yang buruk, sangat tidak senang dianggap serasi dengan Elena.


"Terimakasih Dokter, anda bisa saja," kata Elena dengan ramah.

__ADS_1


Tristan sendiri tidak ingin terlalu banyak membuat masalah jadi hanya bisa menyimpan kekesalan di dalam hatinya dan berharap pemeriksaan ini segera cepat berakhir.


"Baik, berdasarkan laporan ini usia kehamilan bulan pertama?"


Dokter itu mulai memberikan beberapa pertanyaan sederhana kepada Elena, soal kondisi kesehatannya belakangan ini dan setelah beberapa pertanyaan Elena segera disuruh berbarig di tempat tidur untuk melakukan USG.


Tristan tentu saja tidak tertarik sama sekali dengan itu hanya menunggu ddan duduk di kursi dengan tenang.


Dokter yang melakukam USG, segera menunjukkan layar USG pada Elena yang terlihat sangat antusias itu.


Elena bisa melihat di dalam perutnya ada sebuah kehidupan kecil yang saat itu sedang tumbuh, ya saat ini tentu saja masih sangat kecil, hanya seukuran biji, namun hanya menatap kehidupan kecil itu ada beberapa perasaan luar biasa di dalam.


"Kita juga bisa mulai mendengarkan detak jantung janin ini jika mau,"


Elena tentu setuju dan segera melakukannya, ketika mulai mendengarkan detak jantung kecil itu sambil menatap ke arah layar USG Elena berkata dengan senang,


"Ini benar-benar hidup, aku bisa mendegarkan detak jantung kecilnya, ternyata kehidupan kecil ini benar-benar sedang tumbuh di dalam diriku,"


Tristan awalnya tidak terlalu peduli, namun setelah mendegar respon bahagia Elena entah kenapa Tristan menjadi tertarik untuk mendengarkan dan melihat layar USG.


"Bapak Tristan, bisa mendegarkan juga jika ingin?" tawar sang Dokter.


Elena yang mendengar ide itu jelas merasa itu juga ide yang bagus, Tristan juga medengarkan ini, hal-hal ini mungkin bisa sedikit membuat Tristan berdebar juga?


Setelah semua, ini masihlah calon anak mereka berdua.


"Benar, Mas Tristan, coba lihat dan dengarkan ini,"


Tristan yang ditatap oleh dua orang di ruangan itu merasa tidak memiliki pilihan dan akhirnya menurun, jika menolak nanti hanya akan memperlama mereka di sini dan menjadi perdebatan dengan Elena.


Tristan yang tidak tertarik ketika melihat sesuatu di layar USG dan detak jantung kecil di alat itu, segera merasakan perasaan yang cukup aneh.


Di dalam layar walaupun ukuran biji sangat kecil namun di sana ada sebuah kehidupan baru, dan detak jantung kecil yang dirinya rasakan dari alat itu, membuat Tristan sadar jika itu nyata...


Apakah itu benar-benar calon anaknya?

__ADS_1


Dirinya akan benar-benar menjadi seorang Ayah nantinya?


Perasaan Tristan menjadi rumit ketika memikirkan hal ini.


__ADS_2