
Tristan yang mendengar kata-kata dari Elena itu, jelas saja merasa syok dan kaget soal berita perjodohan Kanaya, ini semua jelas merupakan berita yang tidak akan pernah Kanaya duga atau kira. Ya, sebuah kejutan yang tidak menyenangkan.
Terlebih, dirinya mendengar ini bukan dari Kanaya sendiri, namun malah dari Elena. Wajar saja jika ada sedikit keraguan yang mulai memasuki hatinya.
Baru kemudian, ketika Tristan menatap Elena, dirinya ingat sesuatu hal-hal yang tidak bisa dirinya sampaikan pada Kanaya sebelumnya, hal-hal yang sempat dirinya sembunyikan rapat-rapat karena berharap bisa menyelesaikan itu.
Tristan mencoba untuk tidak berpikir negatif dan merubah pikirannya menjadi positif, ya, Tristan yakin jika Kanaya hanya belum sempat bercerita hal-hal ini padanya mungkin karena hal-hal itu juga belum pasti, atau itu masih dalam proses perundingan dengan Kakeknya.
Saudara Kanaya itu, juga tidak tahu apa-apa yang pasti Mungkin hanya suka menyebar rumor atau hal-hal tidak jelas, Tristan tahu betapa buruk hubungan antara Kanaya dangan Saudaranya itu.
Jadi, setelah beberapa bertimbangan, Tristan segera berkata dengan ekspresi dingin,
"Itu jelas bukan urusanmu, Elena! Aku minta tolong padamu untuk berhenti mengurusi urusan Antara Aku dan Kanaya,"
Elena yang mendengar nada dingin itu hanya segera menunjukkan ekspresi sedikit kecewa namun segera berkata lagi,
"Aku hanya ingin membagikan informasi yang kebetulan aku tahu secara tidak sengaja, Aku hanya tidak ingin kamu kecewa, melihat kelakuan Kanaya di belakang mu!"
"Elena! Coba diamlah Kamu itu tidak tahu apa-apa soal Aku atau Kanaya!"
"Ya, aku memang tidak tahu apapun tentangmu karena kamu tidak pernah menunjukkan dirimu kepadaku Jadi bagaimana aku tahu? Soal hubungan kalian Kamu pikir aku merasa senang melihat Suamiku bersama dengan wanita lain?"
"Elena, Sudah berapa kali aku bilang padamu hubungan kita hanya sebatas hal-hal di atas kertas kamu tidak perlu membahasnya lagi,"
Elena yang lagi-lagi mendengar hal-hal itu jelas saja menunjukkan ekspresi sedihnya sekarang.
"Tapi, Tristan Kenapa kamu tidak mencoba untuk menerimaku dan pernikahan ini? Kita sudah menikah dan akan memiliki seorang anak namun kenapa kamu masih tidak bisa menerimanya? Kenyataan bahwa kita berdua sudah menikah! Aku melihat bagaimana kamu lari dari kenyataan dan masih tetap bertahan dengan Kekasih Rahasia mu itu, seseorang yang tidak benar-benar bisa kamu dapatkan atau miliki!"
Tristan yang mendengar kata-kata itu hatinya segera diliputi dengan kemarahan.
"Diam Elena! Aku tidak suka dengan kata-katamu itu! Kamulah yang mengatur semua pernikahan ini sejak awal kamu yang memaksaku!"
"Tapi kamu yang berbuat hal itu padaku hingga Aku hamil!"
Tristan yang lagi-lagi mendengar hal itu dirinya menjadi marah namun merasa tidak ada gunanya jika dirinya melanjutkan perdebatan dengan Elena, hal-hal soal malam itu, yang Tristan sendiri masih menjadi sebuah misteri. Namun yang jelas, dirinya merasa di beri obat malam itu, hingga...
Karena tidak mungkin jika dirinya sadar dirinya akan melakukan hal tercela itu, menghianati cinta Kanaya nya...
Tristan segera memutuskan pergi dari dapur meninggalkan Elena.
"Tristan!! Aku belum selesai bicara padamu! Kenapa kamu langsung pergi begitu saja!"
"Cukup Elena! Aku tidak mau dengar hal apapun yang ingin kamu katakan!"
Tristan segera mempercepat langkahnya lalu buru-buru menuju ke ruangan kamarnya, dan segera meletakan mie cup yang tadi dia buat di atas meja, sekarang Dia benar-benar tidak memiliki selera makan sedikitpun gara-gara hal-hal yang dibicarakan oleh Elena.
Hal-hal tentang Perjodohan dan Pertunangan Kanaya.
Bagaimana jika semua hal itu benar?
Tristan pada akhirnya malam itu bermimpi buruk.
__ADS_1
Itu adalah sebuah mimpi, dimana Tristan ada dalam sebuah Pesta Pernikahan. Ya, sayangnya dalam Pesta Pernikahan itu, Tristan bukan tokoh utamanya, dia hanyalah sebatas tamu yang datang ke tempat itu, karena itu adalah Pesta dimana Kanaya bersama dengan Pria lain, terlihat berlakuan mesra sambil menyapa para tamu.
Ekpersi Kanaya terlihat sangat bahagia dan menyalami tamu satu demi satu.
Tristan, yang melihat adegan di dalam mimpinya itu segera diliputi dengan ketakutan.
Hal-hal ini terasa familiar.
Rasa takut dan kesedihan ini, kemarahan, dan kekecewaan...
"Tidak! Kanaya! Kenapa kamu menikah dengannya?"
Dalam Mimpi itu, Tristan jelas saja marah langsung mendatangi sang pengantin wanita namun tangannya segera di tepis, dan mendegar kata-kata dingin.
"Memangnya kenapa jika aku menikah dengannya? Bukankah kamu pada akhirnya menikah dengan wanita lain juga?"
Kata-kata itu sangat dingin dan menusuk hati Tristan.
"Tidak!! Kana kamu tidak bisa seperti..."
" MasTristan, Kenapa kamu sangat lama saat menyapa pengantin wanita? Kita harus segera pulang, lihat anak kita menagis,"
Kali ini kata-kata itu muncul dari seorang wanita yang saat ini merangkul Tristan, yang tidak lain adalah Elena, Istrinya yang saat ini juga sedang menggendong seorang bayi, Bayi yang mirip dengannya.
Tristan, yang melihat adegan itu segera menjadi semakin ketakutan.
"Tidak! Lepaskan Jangan memegangku!"
Tristan melihat wajah Kanaya yang marah sambil mengandeng tangan Pria lain yang saat ini menjadi pengantinnya.
"Kana... Kenapa kamu melakukan ini padaku?"
"Apa yang salah? Bukankah kamu juga melakukan hal sema padaku Apakah kamu tidak ingat?"
Tristan mulai memikiran tengah hari pernikahannya dengan Elena, dimana Kanaya datang, bagaimana hancurnya Kanaya hari itu?
"Jadi, Tristan dengan begini bukankah kita?"
Tristan yang mendengar kata-kata itu segera mundur ke belakang, karena ketakutan dengan hal-hal yang ada dalam mimpinya itu.
Makin takutnya dia segera terbangun dari tidurnya. Mulai meneriakan nama Kanaya, seluruh tubuhnya benar-benar berkeringat dingin karena ketakutan dengan mimpi yang didapatkannya.
Mimpi dimana, Kanaya menikah dengan orang lain, dan terlihat sangat bahagia bersama orang itu...
Orang yang dijodohkan dengan Kanaya...
Hanya membayangkannya saja, hati Tristan sudah begitu sakit, dan mimpi barusan benar-benar terlihat sangat nyata melihat wanita yang paling dicintainya itu bersama dengan pria lain.
Tristan yang melihat hal-hal itu merasa tidak sanggup.
Namun bagaimana jika memang Kanaya....
__ADS_1
Tristan jelas saja tiba-tiba sedikit memiliki keraguan di dalam hatinya
Ya, pada akhirnya, malam itu dia tidak bisa tidur hal-hal yang dia lakukan di pagi hari adalah menelepon Kanaya.
"Selamat pagi, Kana sayang,"
'Ah, Pagi Tristan. Kenapa nada suaramu terlihat buruk? Apakah kamu tidak nyenyak tidur semalam?'
"Tentu saja tidak, hanya aku kurang minum saja,"
'Pantas saja suaramu seperti itu, Aku pikir kamu tidak bisa tidur,'
"Hahaha, aku benar-benar tidur nyenyak bagaimana denganmu, Kana?"
'Tentu saja aku juga tidur dengan nyenyak Tristan,'
Lalu ada keheningan, sejujurnya Tristan ingin segera bertanya kepada Kanaya soal kebenaran dibalik Perjodohan itu, namun Tristan mungkin terlalu takut untuk bertanya jadi dia hanya mulai mengatakan hal-hal omong kosong dan mulai berbasa-basi dengan Kanaya.
Bagaimana jika Kanaya di jodohkan?
Dan Kanaya menerima Perjodohan itu?
"Kana, Aku ingin bertanya sesuatu padamu,"
'Huh? Apa itu tiba-tiba?'
Tristan yang ditanya itu sekali lagi menjadi diam mencoba memikirkan kata-kata apa yang sebaiknya dirinya katakan.
"Kana, tidakkah kamu ingin menceritakan sesuatu yang penting padaku?"
Segera setelah Tristan mengatakan itu ada jeda keheningan panjang dari balik telepon.
'Sesuatu penting apa? Aku merasa sudah menceritakan segala yang penting dalam hidupku padamu, tidak ada yang ingin aku ceritakan padamu, dan kenapa kamu bertanya tiba-tiba?'
"Tidak ada, Aku hanya ingin mendengar ceritamu itu saja,"
'Tristan, kamu itu bisa menjadi sangat lucu bukan?'
Dua orang itu sekali lagi mulai bercakap-cakap di telepon namun tidak begitu lama karena Kanaya harus segera bersiap-siap ke kantor dan kabarnya dia akan menjadi sangat sibuk.
Bahkan selama satu minggu itu, Kanaya benar-benar sibuk mengurus Proyek baru, hal-hal yang harus dirinya dapatkan agar setidaknya bisa menunda Pertunangannya itu, soal pembatalan Bisa diurus besok-besok. Kanaya juga belum memiliki niat untuk bercerita kepada Tristan, karena ini masih belum saatnya, ya hal-hal ini toh akan segera selesai, Kanaya yakin Tristan akan mengerti.
Namun sayangnya hal itu disisi lainnya, membuat Kekecewaan mucul di hati Tristan. Ya, soal Kanaya yang mulai menyimpan rahasia Dari Dirinya, padahal dari dulu mereka berdua saling jujur satu sama lain...
Tristan yang mulai memikirkan hal ini hatinya tiba-tiba menjadi rumit...
Ya sejak kapan mereka berdua jadi saling berbohong seperti ini....
'Kana, Apakah kamu sekarang tidak percaya padaku sehingga kamu tidak ingin menceritakan hal penting itu denganku? Apakah kamu kecewa padaku karena pernah menyembunyikan sesuatu padamu jadi kamu mulai melakukan hal yang sama padaku?'
Ya, benih keraguan mulai muncul, itu diperparah dengan Kanaya yang tidak menghubungi Tristan selama seminggu karena kesibukannya.
__ADS_1