
...Selesai menerima telepon dari kekasih gelapnya Maira segera masuk kembali menemui Bima. Sayang pada pria didepannya masih sangatlah besar. Namun ambisinya untuk menjadi sosok yang populer mengalahkan cintanya itu sendiri....
...Melihat Bim sudah bangun, nampak asyik makan disuapi Rin, Maira segera mendekat, segera ia merebut kotak makan yang ada ditangan Rin. " Rin aku saja yang suapin Mas Bima, kamu sekarang pulang, bawa baju kotor ini, dan bersih-bersih rumah sana."...
..."Baik Nona." Rin bergegas meninggalkan mereka berdua. Rin pulang sendiri naik angkutan umum dengan membawa satu kresek hitam berisi pakaian kotor. Sampai di rumah Rin sangat sibuk, ia mulai menata kamar Abimanyu dan membersihkan setiap lantai dan mengepel. Naya sibuk di dapur mempersiapkan masakan kesukaan Abimanyu dan Maira....
...-...
...-...
...****...
...Sejak Rin pergi tadi ada perdebatan antara sepasang kekasih di ruang rawat yang tertutup rapat sehingga suara dari dalam tak ada yang mendengar....
..."Sudah cukup Maira, aku sudah kenyang!" tolak Bima saat Maira mulai memberi suapan, menggantikan pekerjaan Rin tadi. Bima menyingkirkan tangan Maira dari hadapannya....
..."Satu suap saja, Mas." Maira berusaha membujuk...
..."Cukup, aku bilang," sentaknya Abimanyu menampik makanan yang ada di tangan Maira. Membuatnya berhamburan jatuh kelantai....
..."Kamu kenapa tiba- tiba jadi kasar, Mas? Apa karena pembantu ingusan itu kamu berubah?" Maira mulai kesal....
..."Kamu yang sudah berubah." tegas Abimanyu dengan tatapan marah. "Aku seperti tak mengenal kamu yang dulu lagi, Maira."...
...Kau bahkan tak mengerti kesalahanmu....
...Sikap Abimanyu kepadanya berubah drastis membuat Maira kaget. Pria yang dulu begitu penurut karena terlalu mencintainya. Sekarang sudah mulai berbicara dengan nada tinggi di depannya....
..."Kenapa kamu salahkan orang lain untuk menutupi kesalahanmu!? pergilah dan kejar duniamu. Dan biarkan aku menjadi saksi keberhasilanmu." Tegasnya dengan wajah merah padam....
...Maira kali ini tak mampu meluluhkan hati suaminya. Ia memilih pergi meninggalkan Abimanyu sendirian. Ia yakin setelah kepergiannya, Abimanyu pasti akan mencarinya seperti yang sudah pernah ia lakukan dulu....
..."Baik aku akan pergi jika itu maumu," ancamnya sambil berlalu....
__ADS_1
...Abimanyu melihat sendiri kepergian kekasihnya Tatapan dari kedua bola matanya saksi Maira telah meninggalkan di saat ia berada di atas ranjang pasien....
...Kau bukan minta maaf dengan kesalahanmu, kau malah pergi, Maira aku sungguh mencintaimu, Namun jika kau terus bersikap demikian, lama-lama aku akan pergi dari hidupmu....
...Kini Abimanyu sendiri di dalam ruangan yang indah namun mengerikan itu, hanya ada Rendra di luar yang setia bersamanya. "Rendra panggilkan Dokter sekarang suruh lepas selang infusku."...
...Rendra yang mendengar dirinya di panggil segera masuk...
..."Baik Tuan, apa anda sudah benar-benar sembuh, hingga memutuskan pulang sekarang." ucapnya sambil memandang Abimanyu seksama, untuk memastikan kondisinya ....
...Abimanyu dengan rambut awut-awutan dua hari tidak menyisirnya nampak kehilangan sosok tampan dan wibawanya. Jika ia melakukannya keningnya akan ikut tertarik, dan itu akan menimbulkan sakit yang luar biasa. "Tentu, kau pikir aku benar- benar sakit. Luka remeh ini tak berarti apa- apa untukku."...
...Rendra menuruti kata-kata Bima. ia memanggil Dokter untuk melepas selang infusnya. Dokter segera datang beserta dua perawat cantik dibelakangnya....
...Perawat yang memiliki postur semampai memegang tangan Bima dan mulai melepas alat yang menempel di tubuhnya selama dua hari ini. Setelah selesai senyum lebar tersemat di bibirnya. "Tuan Bisa pulang hari ini."...
..."Iya terima kasih, Sus," ucap Bima ramah....
...Setelah Rendra selesai melakukan pembayaran ke bagian administrasi, Mereka berdua segera keluar RS, ia berjalan dengan gagahnya menuju ke parkiran di mana mobilnya bertengger, segera mungkin ia meninggalkan rumah sakit, karena Bima sudah tak tahan dengan aroma obat-obatan khas rumah sakit yang bisa membuat kepalanya terasa makin pening....
...****...
...Lama- lama Rin pintar, ia tahu apa yang aku sukai. Awalnya saja terlihat bodoh. Setelah tinggal di rumahku, ia ternyata lebih cerdas....
...Bima mengirimkan pesan singkat pada Rin....
...*Terima kasih semuanya, aku syuka*...
...Dengan ia tambahkan emoji bahagia, kartun lucu sedang memberikan kecupan pada pasangannya....
...Rin yang melihat hp bututnya berdering. Ia segera membacanya namun sayangnya emoji yang dikirim Bima tidak bisa muncul di layar hpnya....
...Rin penasaran emoji apa yang dikirim oleh majikannya, jangan- jangan ada perintah atau pekerjaan lainnya lagi, ia akhirnya memilih mendatangi tuannya ke kamar. Rin segera mengetuk pintu kamar pelan....
__ADS_1
...Ketukan tangan Rin samar- samar terdengar dari dalam "Masuk," ucap Bima....
...Rin segera masuk dan berdiri di dekat pintu dengan wajah capek seharian kerja, keringat berseliweran turun dari dahi ke pelipis hingga lehernya, rambut yang diikat asal asalan saja....
..."Ada apa? Kenapa kau kesini bahkan kau belum mandi." Bima melihat Rin yang sangat berbeda dari biasanya. Semua itu terjadi karena Rin baru saja selesai mencuci dan menjemur baju kotornya tadi....
..."Maaf Tuan Bima, tadi saya menerima pesan dari anda tapi ada tulisan lainnya, dan aku tak bisa melihat apa itu maksudnya? Jangan-jangan itu tugas untuk saya kerjakan tuan?"...
...Bima mengernyitkan dahinya! Ia berfikir sejenak dengan kata-kata yang diucapkan Rin barusan. "Coba aku lihat? Hp kamu."...
...Bima melihat hp Rin yang sudah ketinggalan zaman, sebenarnya ia sempat memiliki yang lebih bagus dari itu, namun Rin sudah menjualnya saat ia akan mulai bekerja....
...Hasil dari penjualan handponenya ia berikan kepada ibu untuk modal makan beberapa minggu, setelah ia bekerja nanti ia akan mengirimkan lagi untuk menyambung hidupnya. lagian ia bekerja menjadi ART walaupun hpnya butut toh tak ada urusan persaingan, seperti kerja di kantoran....
...Pantes saja ini hp udah zaman old. Timbul niat Bima ingin mengerjai Rin....
...Emmm... Sekarang kamu mandi yang bersih, setelah itu kamu kesini lagi ada pekerjaan penting buat kamu....
..."Baik tuan." Rin membalikkan badan dan kembali keluar....
..."Jangan lama- lama 15 menit." teriak Bima saat yang nampak tinggal punggung Rin dari kejauhan....
..."Baik, Tuan."...
...Rin bergegas mandi plus keramas, selesai mandi ia segera menyisir rambutnya. Tubuhnya kali ini benar-benar fresh setelah bekerja keras tadi....
...Rin memakai baju santai, kaos oblong dan rok panjang selutut, Rin menghindari memakai baju ketat selama bekerja, kecuali malam hari saat tidur rin seringkali melepas Bra dengan alasan untuk kesehatan....
...Rin segera menyisir rambutnya. Setelah terlihat rapi ia segera kembali menemui majikannya yang sudah menunggu....
"Ambillah handpone ini untukmu. Aku jarang memakainya. melemparkan hp beserta Disbooknya ke pangkuan Rin.
"Tapi tuan ini?"
__ADS_1
"Ambillah. untukmu." ujar Bima lagi.
"Terima kasih tuan." tersenyum bahagia.