Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 27. Bulan madu


__ADS_3

...Bima menghabiskan masa-masa cutinya lebih banyak di dalam kamar. Ia begitu menikmati hari- harinya menjadi pengantin baru tanpa seorang pun berani mengusiknya....


...Kamar yang berada di lantai dua, sudah menjadi seperti apartemen pribadinya, tak akan ada yang berani mendekat, apalagi mendatangi tanpa diminta terlebih dahulu oleh sang majikan....


...Sedangkan lantai tiga Bima menggunakan untuk ruang kerjanya yang baru, dan tempat khusus untuk olahraga serta menyimpan barang barang yang bersifat sangat pribadi. Pintu masuk lantai tiga tak akan bisa dibuka oleh siapapun selain Bima sendiri. Karena hanya ia yang tahu nomor passwortnya saat ini....


..."Tuan, saya sudah di depan pintu." Suara Naya sudah terdengar dari luar....


..."Masuklah tidak di kunci," ucapnya dari dalam....


...Naya segera masuk, ia mendapati Rin yang tenggelam di dalam selimut hanya terlihat ujung rambutnya saja dan Bima berbaring di sebelahnya, Naya segera meletakkan makanan dan minuman yang diminta oleh Bima, ia juga menambahkan makanan lain yang banyak gizi, karena menurutnya akan banyak sekali energi yang dikeluarkan oleh pasangan pengantin baru....


...Setelah selesai Naya segera kembali keluar sambil menyembunyikan senyumnya. Entah kenapa ia begitu terhibur melihat Rin yang terlihat malu menampakkan wajah pada dirinya....


..."Baby, bangun." Suara bernada sayang itu kembali terdengar....


..."Bangunlah, mandi dan makan." Bisiknya....


...Terlihat tangan bima meraba raba mencari hidungnya dari atas selimut dan mencubitnya dengan gemas. membuat Rin mengaduh....


...Aku masih malas tuan kau tak tau bagaimana rasa dari tubuhku saat ini. Menjadi pengantinmu adalah pekerjaan paling melelahkan dalam hidupku. Tubuhku juga penuh dengan tanda merah ini. Jika sedikit saja aku memperlihatkan pada orang pasti ia akan mengira aku habis terjun ke rawa penuh dengan lintah....


...Melihat Rin belum bergerak sifat iseng Abimanyu tiba- tiba kambuh....


..."Isssh... geli, Tuan." Rin merasakan geli ketika Bima menggelitiki bagian tubuh yang sensitif....


..."Ampun tuan please, Rin nyerah, Rin nyerah." teriak Rin semakin kencang menahan geli, oleh tangan jahil Bima....


...Rin bangun dari tidurnya dengan malas, Bima segera mengambilkan handuk. Rin meraih benda itu untuk menutupi tubuhnya....


...Dengan berjalan bertatih Rin mencoba kekamar mandi, namun Bima tak membiarkan Rin menderita ia segera menggendongnya. Bahkan acara mandi bersama hari ini akhirnya terjadi juga....

__ADS_1


...Dua puluh menit berendam di dalam bathup berdua, sungguh hal itu bisa kembali menyulut gairah Abimanyu, Terutama saat prosesi menggosokkan sabun pada punggung istrinya tadi. Namun Bima tak ingin melihat Rin berlama di kamar mandi. Ia khawatir istrinya akan meriang karena masuk angin....


...Selesai mandi Rin mengeringkan rambutnya dengan hairdriyer. Ia duduk di depan cermin dengan tubuhnya berbalut handuk....


..."Sini aku bantu." Tiba-tiba saja hairdriyer sudah berpindah tangan. Dan Abimanyu dengan lembut memperlakukan Rambut Rin. Setelah diraba beberapa kali sudah cukup kering, Bima menyerahkan kepada Rin "Gantian ya?"...


...Rin mengangguk patuh. Rin akhirnya meninggalkan kursi yang ia duduki dan Abimanyu menggantikan posisinya. Rin baru saja berdiri memutari tubuhnya mencari posisi yang mudah untuk menjangkau rambut suaminya. Namun Bima dengan sigap menarik lengannya. "Duduk saja, kau tidak susah kan mengeringkan dengan posisi seperti ini?"...


...Maksud tuan, ini apa? Pasti bukan itu saja yang ada di otakmu, Tuan. Ah, ini pasti idenya gilanya lagi....


...Bima sengaja menjatuhkan handuk yang mengikat di pinggangnya. Dia membiarkan Rin duduk di pangkuan menghadapnya. Sambil tangannya memegang hair driyer dengan gemetar, bagaimana tidak senjata ampuh Abimanyu kembali bergoyang sambil menari- nari dengan lincah di bawah sana....


...Sungguh sebuah kegilaan yang tiada habisnya, maklumi saja mereka. Dia pengantin baru, dan Abimanyu baru sekali ini menikmati sesuatu yang benar- benar baru terbuka dari segelnya....


...Irama musik halus juga menciptakan gerakan halus, dan begitu sebaliknya. Terlalu bosan dengan duduk kini ia berpindah di sofa. Lama kelamaan Rin mulai bisa merasakan rasa yang sesungguhnya, berbeda dengan yang sebelumnya, mungkin sebelumnya hanya sakit yang mendominasi....


...Saat ini Abimanyu telah berhasil membuatnya menerima setiap kehangatan yang telah ia berikan dengan senang hati....


...olahraga ini telah membuat tubuhku sangat lapar, Tuan bebaskan aku, aku akan makan dan setelah ini biarkan aku bersantai, aku ingin bermain dengan gawaiku....


..."Baby, makan yuk! Kita nggak usah turun ke bawah, kita makan disini saja." ucap Bima sambil sibuk menuang minuman ke dalam gelas. Setelah Rin mendekat, ia menarik satu kursi untuk duduk istrinya. Bima juga menarik kursi yang lainnya untuk dirinya sendiri. Rin Bingung dengan prianya, kenapa ia tak terlihat lelah sama sekali, yang terlihat malah ia semakin segar dan wajah semakin menawan....


..."Maafkan aku," mengelus puncak kepala Rin, "setelah makan lakukan sesukamu, aku tak akan mengganggu." kembali mengecup kening....


...Rin mengelus kening bekas kecupan suaminya yang meninggalkan bekas basah bibirnya....


...-...


...Akhirnya makan siang terjadi juga, Bima menyodorkan segelas susu untuk Rin. "Ini minumlah, minuman ini suplemen terbaik buat kamu, aku lihat kamu terlalu payah....


..."Susu? aku tak mau tuan. Biarkan aku minum air putih saja." Rin menjauhkan segelas besar susu yang biasa dikonsumsi sepasang pengantin baru jika ingin segera memiliki momongan....

__ADS_1


..."Kamu mulai sekarang harus minum ini secara rutin, apa kamu mau aku tua tapi belum menjadi ayah." ucap Bima sambil tersenyum....


..."Tapi orang tua Tuan, tak ingin anak dari rahimku, anakku bukannya hanya akan membuat malu keluarga besar tuan nantinya." Terlihat sedih, ingin sekali menyembunyikan semuanya, agar Bima tak melihatnya. Namun kenyataannya Rin memang sangat sedih memikirkannya sendirian....


..."Apa kamu mau menuruti ide konyol Mama! Siapa yang harus kamu patuhi perintahnya disini?! Aku atau Mama! " mulai berkata dengan suara tinggi. Sorot mata tajam dari Bima melumpuhkan keberanian Rin....


..."Tuan." ucapnya lirih sambil menjatuhkan pandangan kelantai....


..."Iya hanya aku, jangan kamu menuruti siapapun selain aku, karena aku suamimu." menarik pundak Rin dan membenamkan tubuh mungilnya kedalam dekapannya....


..."Iya Tuan." Rin mengangguk patuh....


...Setelah ketegangan sedikit reda Rin tidur di pangkuan suaminya, malam belum juga berlalu akhirnya sambil menunggu tidur Mereka menghabiskan waktu bermanja sambil melihat acara TV....


...Rin masih senang dengan acara Film kartun, akhirnya Bima mengalah, Bima tetap membiarkan kepala Rin mendarat nyaman di pangkuannya Namun ia kini sibuk bermain dengan gawainya. Sesekali tangannya yang satu membelai pipi Rin dengan lembut....


...Begitu merasakan nyaman di pangkuan suami tak terasa Rin akhirnya tertidur pulas. Ia tertidur bersama bayangan masa depan yang indah bersama suami. Rona bahagia terpancar dari raut muka yang berseri....


...Melihat Rin sudah pulas Bima iseng mengganti acara film kartun dengan acara lain. Saat mengganti chanel tak sengaja ada Maira dalam acara TV live malam itu....


..."Maira!" Abimanyu terbelalak melihat mantan istrinya yang tak seperti biasa, wanita itu seperti sedang bersusah....


...Apa yang telah terjadi dengannya? Itu bukan urusanku lagi, tapi kira-kira gosip apa yang sedang menimpanya?...


...Abimanyu semakin penasaran ia akhirnya melihat acara Live di televisi tadi hingga selesai. Maira mengakui pada publik kalau ia telah menikah dengan seorang pria secara diam- diam, dan ia dicampakan ketika dalam keadaan hamil....


..."Hah sandiwara apa yang sedang ia mainkan? ia secara tidak langsung sepertinya menuduhku. Kenapa ia jadi tak tau malu. Bukannya kemaren ia bilang masih sendiri. Maira... Maira...kau menelan ludahmu lagi." Abimanyu menggelengkan kepala tak percaya, kemudian ia mematikan televisi dan mulai tidurnya....


...Berlahan ia menggeser tubuh Rin yang telah pulas dan memindahkan ke ranjang. Setelah mematikan lampu dan menutup Tirai Bima menyusul Rin tidur disebelahnya....


..."I love you, Baby cute. Kamu terlalu lelah ya! hingga kau tak bergerak sedikitpun saat aku memindahkan tubuhmu."...

__ADS_1


..."Cupp..." Satu kecupan selamat malam dari Bima untuk Rin....


__ADS_2