Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 21. Benarkah aku akan menikah? secepat ini.


__ADS_3

...Prang! Prang! "Aaaaaa ,"Maira sangat marah dengan keadaan dirinya yang telah berbuat bodoh. Maira membanting guci besar yang ada di ruang tamu setelah kepergian tiga pria pembawa sial baginya itu....


...Emosi maira memuncak mendapati pengacara Alex beserta dua pengawal mengantarkan barang-barang miliknya....


...Maira telah salah berharap, ia mengira Abimanyu akan datang menyusulnya setelah ia pergi meninggalkan dirinya. Karena ia selalu melakukan hal itu sebelumnya. Dan usaha seperti itu selalu berhasil dengan mulus sesuai rencananya. Tapi kali ini pria yang dulunya cinta mati itu malah mengirimkan seseorang untuk mengantar semua barang miliknya....


... Alex yang membawa nasib buruk baginya, Maira tak berani melawan. ia hanya diam melihat barang barangnya dikeluarkan dari garasi.. Karena pria setengah monster itu bisa saja melukai dirinya tanpa ampun lewat dua bodiguard di belakangnya jika dia berteriak atau melawannya....


..."Abimanyu....! Kau akan menyesal telah memutuskan hubungan cinta ini. Seumur hidupmu kau takkan bisa jauh dariku, Mas kenapa kau memilih jalan berpisah seperti ini. Apa kau benar sudah siap kehilanganku ha... ha... ha...."...


..."Pyarrr...." Maira tak puas dengan satu buah guci ia juga melempar gelas-gelas bekas minum pengacara Alex dan kawannya. Ia bersandar di kaki meja sudah mirip orang setengah gila rambutnya acak acakan tak ia perhatikan lagi....


..."Kakak !! apa yang kau lakukan!? Kau membuat kekacauan, aku akan repot membersikkan semua ini, minggir!! Biar aku bersihkan! Kau tau kan ini bisa mengenai kaki orang yang tinggal di rumah ini," cerocos Rara yang kesal dengan kelakuan Maira yang makin tak terkontrol....


...Sambil membersihkan pecahan beling yang bertebaran di lantai keramik warna putih tulang itu Rara melirik ke arah kakaknya, ia merasa kasihan juga. Tapi kesalahan Maira menurutnya memang tak bisa di ampun lagi. Ia sudah berulang kali membawa pria bule itu menginap di rumahnya....


...Bahkan Rara pernah memergoki suara kakaknya yang bikin merinding bulu kuduknya, suara itu sangat mengganggu otaknya sampai sekarang. Waktu itu ia sedang mengambil minum, tak sengaja mendengar semuanya saat sedang melewati kamar kakaknya yang kebetulan letaknya dekat dengan ruang makan....


..."Aaaaa.... Kau tak mengerti betapa hancurnya aku!" Maira meneriaki Rara dengan kesal....


..."Mengerti sih, Kak. Selama ini kakak yang terlalu percaya diri. Kakak melepas berlian dan mengejar batu tau nggak. Sudah tau pria bule itu beristri di negaranya sana, sekarang nyahok ditinggalkan. Udah ketenaran tak dapat, Kakak Abimanyu yang gantengnya seluruh jagat raya pergi pula, oh nasib." Kata kata Rara semakin memancing kekesalan Maira....


..."Diaaaam.... Pergi!" Maira menganggkat vas bunga tinggi- tinggi untuk menakuti Rara....


..."Iya ini juga mau pergi!" Rara bergerak sedikit menjauh...


...Rara tiba- tiba berhenti, seperti memiliki sebuah ide. "Kenapa kakak nggak coba aja datang kesana, kalau nggak punya harga diri sekalian bersujud di kakinya Kak Bima. Semoga saja masih bisa menerimamu, Kak. Tapi kalau menurutku kakak sebaiknya terima nasib aja deh jadi jomblo."...


..."Apa? jomblo, jadi aku sekarang udah benar benar putus, aaaa." Maira makin frustasi....


..."Iya kak, sepuluh menit yang lalu kakak sudah menerima semua barang kakak kembali."...

__ADS_1


..."Pergiiii.... Aku kan tadi sudah menyuruhmu pergi, kenapa kau masih disini?" bentaknya seringai wajahnya makin menakutkan. " iya ini juga sudah mau pergi."...


...-...


...-...


...Setelan Rara meninggalkannya sendiri di ruang tamu, Maira juga pergi kekamarnya. Ia meminum beberapa obat tidur agar dirinya cepat tidur. Otaknya benar- benar buntu, bagaimana ia akan menyelamatkan hidupnya setelah ini. Ia sangat hancur Jack yang ia banggakan ternyata seorang penipu. Jack tak lebih dari seorang penjarah wanita kalangan selebritis yang mudah digoda sepertinya....


...Maira ditinggalkan oleh pria itu setelah beberapa kali tidur dengannya tanpa kabar. sesungguhnya Jack juga mengerti kalau wanita yang sering ia ajak kencan wanita sudah akan menikah, tapi apa perdulinya jika Maira berbohong dengan manis maka Jack lebih cerdik dan licik....


...lama sekali Maira tertidur hingga tak tau kalau hari telah sore. hingga ia di bangunkan oleh ibunya. wanita itu tak terima jika Maira berpisah dengan Bima. ia nampak shok sekali, gurat gurat kekecewaan dan amarah sudah tergambar jelas di wajahnya....


...***Di kediaman Abimanyu***...


...Pagi hari Rin terkejut dengan keadaan dirinya. Semalam ia telah tidur di kamar tuan Abimanyu. Pantas saja Rin merasakan tidurnya nyenyak sekali. Rin mencoba mengingat- ingat yang terjadi, ternyata semalam ia telah ketiduran di dalam mobil, sudah pasti Tuan Abimanyu yang menggendongnya ke kamarnya....


..."Gimana tidurnya sayang? Nyenyak?" sapa Abimanyu yang selesai mandi, ditubuhnya hanya memakai handuk pendek yang menutupi bagian intimnya saja. Pria itu sedang mengibaskan rambutnya yang basah sehabis keramas....


..."Apa yang telah tuan lakukan?" Rin segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya....


...Rin mengintip di balik selimut ia bernafas lega, bajunya masih utuh melekat....


...Bima melihat tingkah Rin, yang terlihat dari cermin di depannya tertawa terkekeh. "Apa yang kau pikirkan sayang?"...


...Mendekati Rin dan duduk di sebelahnya. "Menurutmu aku telah mengulangi malam panas kita sedangkan bajumu masih tetap melekat ditubuhmu. Aku akan menunggu waktu itu tiba Baby, Sudah jangan berpikir macam- macam sebaiknya kau segera turun, ada yang menunggumu di bawah"...


..."Menungguku, siapa?" dengan wajah terheran....


..."Lihat aja sendiri, nanti kamu akan tau." ucap Bima seakan memberi teka teki...


...Rin segera turun dari ranjang dan berjalan cepat meninggalkan kamar, selain penasaran dengan sesuatu yang menunggunya, ia juga ingin cepat keluar dari kamar Abimanyu....

__ADS_1


..."OMG... Indah sekali!" pekik Rin. Matanya melebar tangannya menutup mulutnya yang menganga, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Gaun putih dengan hiasan mutiara di beberapa tempat terpajang cantik di manekin, baru kali ini Rin melihat gaun semewah itu secara langsung. Rin menyentuh mutiaranya yang menyilaukan mata terkena cahaya lampu ruangan....


..."Kamu suka?" Bima mengeratkan pelukannya di pinggang Rin pria itu tiba-tiba saja muncul dari belakang. "Ini gaun yang akan kau pakai saat pernikahan kita nanti, jika kau kurang suka biar nanti desainer ini akan menunjukkan gaun yang lain lagi "...


...Aksi bima memeluk Rin membuat wanita perancang busana di depannya sedikit canggung berada di antara calon pengantin baru itu. Gaun yang dipesan Abimanyu ini khusus Desainer sendiri yang turun menjahitnya. Abimanyu tak inginkan di pegang oleh asistennya....


..."Tidak tuan, ini sudah terlalu bagus buat Rin, kalau bisa Rin mau yang standar saja, tidak yang berlebihan seperti ini."...


...Baju ini tidak ada artinya dengan malam yang kau berikan padaku waktu itu Rin. Hanya kau satu satunya wanita yang membuatku mengerti adanya selaput dara pada wanita. Suara hati Bima....


...Jadi benar aku akan menikah? Tuan Abimanyu jodohku. Apakah aku ini sedang bermimpi. Aku senang tapi aku juga merasa sangat tak pantas bersanding dengannya, tapi aku tak punya pilihan, aku sudah ternoda olehnya. Suara hati Rin....


..."Tuan, Nona, kalian malah melamun, ayo dicoba bajunya, siapa tahu ada yang mau di fighting dikit-dikit biar saat di pakai nanti akan sempurna pada tubuh Nona."...


...Desainer beserta satu asistennya menurunkan gaun dari manekin dan membantu Rin mencobanya. baju itu memang indah sekali di tubuh Rin. Rok bawahnya yang mengembang dan ukuran pinggang yang pas menonjolkan body guitar spanyol yang dimiliki oleh Rin....


..."Kau cantik sekali Nona, sekarang bisa tunjukkan pada calon suami anda ."...


...Abimanyu nampak terpukau melihat Rin, wanita yang sekali lagi mampu menggetarkan hatinya itu semakin cantik dengan gaun pilihannya....


...Abimanyu menunjukkan dua jari jempolnya pada Rin." Sempurna kau cantik sekali sayang." ucapan Abimanyu membuat Rin tersipu, terlihat dari rona wajahnya yang mulai memerah....


...Setelah di rasa tanpa dilakukan fighting lagi. Rin dengan pelan melepas gaun beratnya. dan...


...menyimpannya kembali pada koper. sedangkan Abimanyu sendiri tak mau mencoba tuxedonya. pasalnya ia akan memakainya pertama kali pas acara pernikahannya nanti....


..."Sayang sekarang kamu segera mandi, kita akan mengurus persiapan yang lainnya." Bima mengijinkan Rin ke belakang. dan ia masih harus menyelesaikan pembayaran tunai dengan Desainer yang sudah menunggu hasil kerja kerasnya....


...Rin menurut perkataan Bima. Ia kebelakang dengan hati bahagia bercampur haru, segera ia membersihkan diri sedangkan dikamarnya masih banyak kejutan lagi. Barang barang yang ia sentuh di grand mall tadi malam sudah berpindah dikamarnya....


..."Tuan Bima kejutan apa lagi ini?"...

__ADS_1


__ADS_2