Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 25.Telur Mata Sapi


__ADS_3

..."Sudah jelas di undangan tertulis Abimanyu Bagaskara menikah dengan Rindang Injali. Bisa-bisanya kesini pengen ketemu sama Rin si pembantu. Nggak baca undangannya kali dia, kalau Rin udah nggak jadi pembantu lagi, tapi udah jadi istri kesayanganku sekarang" gumam-gumam kecil terus saja keluar dari bibir Abimanyu sambil menatap kepergian Mahesa....


...Mahesa yang lebih kaget lagi, ternyata temannya melepas Maira seorang model dan memilih menikah dengan wanita yang telah ada dalam hatinya semenjak pertemuan pertama waktu itu....


...Mahesa pernah sekali bertemu Rin, dan sekali pula ia pernah bermimpi dirinya. saat mimpi itu hadir Rin sangat cantik sedang memakai gaun putih, namun dalam mimpinya berlari datang padanya. Mahesa menganggap mimpinya itu adalah sebuah pertanda baik, namun setelah ia ingin bertemu kenyataannya Abimanyu telah menikahinya....


..."Aku kalah cepat, sama Bima." gumamnya saat sendiri di dalam mobil. Mahesa segera pergi meninggalkan kediaman Abimanyu. Abimanyu menatap kepergian sahabatnya hingga mobilnya menghilang....


...Setelah Mahesa pulang Abimanyu kembali berfikir, bagaimana ia bisa melewati malamnya yang panjang nanti. Akhirnya ia memilih menenangkan diri di ruang kerjanya. Meraih laptopnya yang tergeletak diatas meja, kemudian duduk di sofa panjang yang ada di depan TV, sambil tubuhnya ia sandarkan di tepian sofa dengan kakinya berselonjoran....


...Bima tak sengaja tertidur di sofa dengan laptop masih di pangkuan setelah sampai larut ia memeriksa laporan keuangan dari tiap kantor cabang....


...Dia membiarkan hasratnya menguap begitu saja, memikirkan sang istri barunya yang belum bisa disentuh....


...Sedangkan Rin yang terus merasa bersalah ia menunggunya hingga larut. Ia takut kalau Bima tiba- tiba datang kekamarnya dan sewaktu- waktu membutuhkan sesuatu....


...Rin memilih menunggunya sambil mengutak atik handponenya mencari informasi seputar dunia pernikahan dini, akhirnya kelopak mata lentik itu menyerah juga untuk berkedip, Rin lelap ketika hari sudah dini hari....


...Jiwa menjadi seorang pembantu belum benar- benar hilang pada diri Rin. Walaupun statusnya sudah sah menjadi istri, dia tetap menganggap Bima layaknya majikan....


...Pagi Rin telah bangun ia melihat ke dinding ternyata sudah pukul enam pagi, mengamati bantal dan selimut disebelahnya, masih tertata rapi, hati Rin mulai terasa nyeri memikirkan keinginan suami yang tak sampai....


...Tidur di mana tuan semalam...


...Rin segera turun ke dapur hendak mencari minum. Rin melihat bayangan Naya sudah bangun lebih dulu wanita itu sudah mondar mandir di dapur mulai pekerjaannya. "Eh, pengantin baru kok bangun cepat?" tanya Naya melihat Rin menyusulnya....


..."Pengantin baru itu biasanya bangunnya siang" ujarnya lagi...


..."Nggak semua Bi, ini buktinya Rin bangun pagi." jawab Rin santai....


..."Rin, selamat yah kamu sudah menikah dengan Tuan Abimanyu. sekarang kamu udah jadi nyonya dirumah ini lho, uang kamu sebentar lagi kan banyak sekali, kamu jangan pelit yah, sering kasih bonus ke bibi." Bercanda Rin dan Naya saat mereka mulai beraksi dengan bahan bahan yang ada di dapur....


..."Ah bibi bisa aja, iya deh, nanti Rin akan bilang ke Tuan, supaya gaji bibi dinaikin lagi."...

__ADS_1


..."Hi, hii, bener ya ,Rin?" Bibi tersenyum senang....


..."Iya, Bi" Mereka akhirnya berpelukan, layaknya orang tua dan anak....


..."Bibi, hari ini enaknya masak apa?" setelah pelukan dari keduanya terlepas....


..."Biar bibi lihat dulu, di kulkas masih ada bahan apa aja?...


..."Gimana nie Rin, tinggal telor sama tempe." Selesai memeriksa isi kulkas Naya menutup kembali....


..."Kalo gitu biar Rin masak telor mata sapi saja, Bi."...


...Setelah selesai membuat Telor mata sapi, Rin segera membawanya ke meja makan....


...Dia kembali mencari suaminya, ia berinisiatif menanyakan pada Rendra. Rin segera mendatangi rumah sebelah, khusus kamar Rendra dan garasi mobil....


...Rin mendapati Rendra di kamarnya, kamar Rendra sangat gelap, terdengar ia sedang memaki maki seseorang di dalamnya....


...Rin, berulang kali mengetuk pintu akhirnya pria itu membukanya juga....


..."Emm... kamu sedang sama siapa Ren?" Rin tidak menjawab ia malah bertanya yang lainnya. Kepalanya celingukan melihat kedalam, di dalam gelap, sepertinya juga tak ada siapa -siapa....


..."Bukan urusanmu, pergi kau dari sini," jawab Rendra dengan culas....


..."Ren, kamu masih marah sama aku?" Rin masih bersikap polos....


..."Marah, menurutmu aku harus ngapain setelah kau memberi ku harapan palsu." memukul mukul dadanya pelan. " Aku serius Rin, tapi kamu mainin perasaanku? Kamu matre tau nggak." ucap terus mengumpat Rin, pria itu puas jika telah meluapkan emosinya yang telah dia pendam selama ini....


..."Ren, nggak gitu, aku dan kamu, kita sahabat. Bukankah kalau kita sahabatan, itu akan lebih indah." Rin meraih lengan Rendra. hingga kini Rin berhasil menggenggam buku buku jari Rendra....


..."Apa kamu bilang sahabat? Kamu lupa pernah menerima cintaku?" menarik lengannya....


...Iya, iya aku minta maaf Ren, waktu itu aku sedang bingung."...

__ADS_1


..."Maaf mudah sekali? dengan maaf lalu semuanya selesai" Rendra meraih lengan Rin dan menarik lengannya ke dalam kamar gelap. Rendra memaksa mencium bibir Rin. Rin meronta dan berhasil melepaskan diri sebelum rendra berhasil....


..."Kamu gila Ren, aku ini istri bos kamu, yang kau lakukan akan jadi bencana buat kita."...


..."Emang aku peduli? Paling juga aku akan dipecat, dan kamu telah mendatangi kamarku, pasti akan diceraikan. Dan kita akan menikah." ucapnya dengan senyum seringai menakutkan....


..."Kamu gila Rendra." Rin berlalu pergi dari kamar Rendra, ia mengutuk, pria itu telah memaksakan kehendaknya dipagi hari....


..."Rin segera kembali ke meja makan ia nampak murung, rasa bersalahnya mulai menyelimuti wajah cantiknya." ia terlihat beberapa kali mengepalkan tangannya dan memukul meja. Mulai sekarang ia sangat membenci Rendra....


...Rin tak bisa membayangkan bagaimana kemarahan suaminya kalau ia tahu. yang telah ia lakukan. ia juga tak ingin pria itu dipecat. lalu bagaimana kalau pria itu melakukan lebih buruk lagi....


...Darimana Baby, aku cari kekamar nggak ada? Tiba- tiba Bima sudah berada dibelakangnya. Melingkarkan lengannya di leher Rin, berkali kali mencium puncak kepala. Sepertinya Aroma rambut Rin sudah menjadi candu untuknya mulai dari seminggu ini....


..."Sayang, masih pagi udah cemberut aja, kamu marah sama aku?" tanya Bima sambil memutar kursi duduk Rin, hingga saat ini menghadapnya, dan Ia duduk dibawah Rin. Menjadikan satu lututnya sebagai tumpuan....


..."Aku tadi malam ketiduran di ruang kerja, lain kali kamu bisa menyusulku kesana." mengacak acak rambut Rin dan mengecup keningnya. Kemudian berdiri dari duduknya. Bima kini mengambil kursi dan duduk disebelah Rin....


..."Kamu sudah selesai memasak rupanya? Masak apa ini" sambil membuka tudung saji....


..."Wah kamu hebat, kamu sudah bikin telur mata sapi hari ini." Abimanyu berusaha membuat Rin tersenyum walaupun ia tahu sarapan kali ini paling buruk untuknya selama ini....


..."Maaf tuan, di kulkas cuma ada itu." Rin tau bagaimana Naya memasakkan untuknya setiap hari. Menurut Rin suaminya hanya berusaha menghibur dirinya saja....


..."Cepat ambilkan nasi untukku biar aku habiskan masakan istriku hari ini," ucapnya kemudian membalik piring yang sejak tadi sudah ada di depannya. Bima sarapan dengan lahap. Walau hanya dengan telur mata sapi plus saus sambal....


..."Nggak makan sekalian?" Tanya Bima pada Rin yang hanya melihatnya makan sejak tadi, Rin menggelengkan kepala....


..."Oh iya, kita belum buka kado dari Mama dan Kamu ambil dulu kado dari Mama, kita akan lihat apa isinya, aku jadi penasaran." ucapnya saat mulutnya penuh, dan nasi dipiring hampir habis...


...Rin segera menuruti suaminya, dia mengambil kado yang diserahkan Alex kemaren. Rin masih ingat dengan warna bungkusnya ia segera mengambil kotak warna kuning keemasan. Rin segera membawanya mendekat kepada suaminya....


...Rin dan Bima penasaran dengan isinya, Bima segera membuka pita yang menjadi hiasan bagian atasnya.hati mereka sama- sama bertanya. Apakah hadiah dari Mama kali ini?...

__ADS_1


.......


__ADS_2