Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 7 Menunggumu pulang


__ADS_3

...Rendra masih duduk terpaku di gazebo, meluruskan kakinya dan menyandarkan kepala pada tiang penyangga. Sesekali melirik jam yang melingkar di lengan, gelisah memikirkan Rin yang keluar dengan Bima sejak dua jam yang lalu....


..."Kemana kamu Rin, malam- malam begini, sialnya aku sampai lupa tak meminta nomor handponemu," gumamnya, ketika tangannya mulai merogoh benda pintar di saku celananya. untuk saat ini benda itu tak dapat membantunya sama sekali....


...Rendra semakin gelisah. Tak biasa Bima bersikap akrab pada pelayan yang bekerja di rumahnya. Jangankan senyum membalas tegur sapanya saja terkadang ogah. jarak antara majikan dan pelayan selalu terlihat kentara di rumah Bima. Sedikit aneh jika kini Bima keluar berdua dengan Rin hingga larut belum juga pulang....


...Dalam hati Rendra, ia menaruh suka pada Rin sejak pertama kali ketemu. Sering memperhatikan gerak- gerik secara diam- diam. Ketika Rin menyiram bunga Rendra lebih sering memandangi dari kejauhan dengan leluasa....


...Ingin segera mengungkapkan isi di hati, takut ditolak dan tercipta jarak diantaranya. Belajar menguatkan jiwanya untuk lebih bersabar, hingga suatu saat terlihat tanda Rin tak keberatan jika dicintai olehnya....


...Deru mesin terdengar dari luar gerbang. Rupanya Rin dan Bima sudah pulang. Rendra yang melamun segera tersadar, bangkit dari duduk membantu membuka gerbang. Bima segera memarkir mobilnya masuk ke garasi, Rin turun dari pintu depan artinya saat datang dan pulang tadi ia duduk berdampingan....


...Sebelum turun tadi, Bima mencondongkan tubuhnya ke arah Rin, membuat gadis itu terhimpit dan tak bisa bergerak, nafas hangatnya sempat terasa menerpa rambut dan wajah ayu Rindang . Rin sempat berfikir buruk dengan apa yang akan dilakukan tuannya, sesaat tubuhnya terasa kaku dan gemetar....


..."Tuan, apa yang akan anda lakukan?"...


...Bima tak menjawab wajahnya datar saja. Ia mengulurkan lengan kanannya ke pinggang Rin dengan posisi yang hampir memeluknya....


..."Tuan." Rin semakin gusar dentuman jantungnya semakin terdengar keras....


...Tangannya meraih pada pengait seat beld dan membantu Rin melepasnya. Saat itu juga Bima memiringkan bibirnya dengan raut wajah berbeda....


..."Apa yang kau pikirkan?" Bisiknya ditelinga Rin. Membuat gadis itu wajahnya merah merona menanggung rasa malu. Ada sedikit rasa sesal telah berani berprasangka buruk pada majikannya tadi....


...Bima bergegas turun dari mobil, disusul Rin empat langkah di belakangnya. Segera masuk kedalam beriringan tanpa ada sepatah kata yang terdengar....


..."Rin ikut aku sebentar." ketika sebuah lengan menahan langkah kaki kecil Rin, menariknya kembali keluar. Suara Rendra terlalu pelan hingga Bima tak mendengarnya. Kalaupun dengar ia pasti sudah menoleh kebelakang untuk memastikan asal suara....


..."Ada apa Ren?" tanya Rin bingung....


..."Duduklah sebentar aku ingin bicara denganmu." ucap Rendra sambil melangkahkan kaki menjauh dari pintu....


..."Bicara? Bicara apa? Diluar dingin tubuhku baru saja baikan." Sambil mengikuti Rendra....

__ADS_1


..."Kamu sakit? kok aku sampai nggak tau?" Rendra kaget mendengar Rin sakit....


..."Nggak serius kok, gejala ringan."...


..."Duduk sebentar saja, bisa kan!" tanya Rendra, diikuti anggukan dari Rin....


...Rin dan Rendra sama- sama duduk di gazebo tadi. Rendra kembali menempati duduknya yang masih hangat oleh bekas pantatnya....


..."Emang sakit apa?"...


..."Cuma masuk angin dan asam lambungku lagi naik."...


..."Oh, cepet sembuh ya!"...


..."Makasi, Rendra"...


...Rin Aku minta Nomor telepon kamu boleh?...


..."Iya boleh, aku kemaren juga pengen minta nomer kamu, tapi aku lupa lagi."...


...Selesai mencatat, Rendra segera menyimpan ke dalam kontak. Dan mengirimkan satu pesan kepada Rin. Otomatis nomor Rendra sudah masuk ke handpone Rin. Memudahkan Rin untuk menyimpan....


..."Tadi mau ngomong apa?" Rin kembali teringat dengan kata-kata rendra yang ingin ngomong sesuatu."...


..."Emmm.... Rin, kamu tadi kemana sama pak Bos?"...


..."Cuma cari makan," ucap Rin singkat....


..."Oh iya, ini," sambil mengeluarkan satu kotak nasi sudah plus lauk didalamnya. "Tadi pak Bos juga bungkus buat kamu, dan yang satu ini buat bi Na."...


..."Makasi ya" Rendra menerimanya....


...Kamu makan berdua sama pak Bos, Rin...

__ADS_1


..."Ayo dimakan, Enak banget kok. Aku tadi aja habis banyak." ucap Rin mempersilahkan....


...Rin memperhatikan Rendra membuka makanan yang baru saja ia bawakan. Rendra memakannya dengan lahap. Selesai makan rendra mencuci tangan dan membuang bungkusnya. Lalu duduk lagi didekat Rin. Mereka berdua terlihat akrab dan dekat sesekali bercanda dan tertawa....


...Tanpa menyadari Bima mengamatinya dari kamarnya yang terletak di lantai atas. Bima sebenarnya tadi ingin tidur. Ia hendak menutup tirai di jendela kamarnya. Entah kenapa ada perasaan aneh yang sengaja menggodanya agar mengawasi gerak gerik mereka berdua....


...Semakin lama Rendra semakin modus, ingin mendekati Rin sering kali memancing dengan kata- katanya. Rin yang polos hanya tersenyum dan malu-malu. Rendra dengan sejuta tekat mengumpulkan keberaniannya menggenggam erat tangan Rin....


..."Rin, aku ingin mengatakan sesuatu, tapi apapun jawaban kamu nanti, aku minta tolong ini tak akan merubah apapun, termasuk hubungan kita yang sekarang ini.... " Rendra menatap Rin dengan serius, Rin dengan santai menunggu kata-kata itu keluar dari mulut lawan bicaranya....


..."Ehm... ehm..." tiba - tiba terdengar suara orang berdehem, Rin dan Rendra terkejut. Rin segera menarik tangannya dari genggaman tangan Rendra. Bahkan Rin sendiri belum mengerti apa maksud dari ucapan rendra barusan....


..."Rin sudah malam. Sekarang juga kamu masuk kekamarmu." sentaknya, Bima sudah berdiri didepan pintu dengan gaya sok arogan, menyilangkan lengan pada dadanya. "Aku tak ingin kau masuk angin. Apalagi di malam hari banyak sekali serigala." manik matanya melirik ke arah Rendra....


...Rin mangangguk patuh. "Ren, aku duluan ya?"...


...Di balas anggukan dari Rendra, Rin segera berdiri meninggalkan duduknya, ia masuk ke dalam lewat pintu samping. Jalan pintas menuju dapur dan kamarnya. Rin sengaja lewat pintu itu, agar tak melewati Bima yang berdiri pada pintu utama....


...Setelah kepergian Rin, tinggal mereka berdua. Bima menatap tajam kearah Rendra. Tatapan yang memiliki arti tak suka, namun Rendra sama sekali tak mengerti kenapa?...


..."Rendra kamu jangan dekat- dekat dengan Rin, kamu tak pantas untuknya."...


..."Maksut tuan? Lalu siapa yang pantas untuknya?"...


...Rendra membalas tatapan itu, namun hanya sesaat. Segera teringat pria di depannya adalah majikannya. Walaupun masih ada hubungan saudara itupun sudah saudara sangat jauh. Pria di depannya telah berbaik hati menerima dirinya bekerja di rumahnya dengan gaji yang lebih besar daripada tempat lainnya. Membuat Rendra sudah sangat bersyukur....


..."Yang jelas bukan dirimu." Selesai berucap Bima membalikkan tubuhnya masuk ke dalam masih dalam keangkuhan....


...Setelah mengantarkan makanan pada bi Na, Rin merebahkan bobot tubuhnya di ranjang tubuhnya tetap saja terasa pegal walaupun pekerjaannya sehari-hari tergolong ringan, Sebelum mata Rin terpejam, entah kenapa bayangan saat di mobil tadi kembali terbersit dalam angannya....


...Tuan Bima, kenapa aku melihat ada yang berubah pada dirinya, ataukah hanya perasaanku. Ah itu pasti hanya perasaanku saja. Dia tadi berniat membantuku melepas seat beld karena dikira aku kesulitan, pasti itu alasannya....


...Rin berusaha memejamkan mata, memeluk guling dan menarik selimut yang terlipat rapi di kakinya. hingga tak sadar pukul berapa ia sudah berada di alam yang berbeda yaitu alam mimpi....

__ADS_1


...#Mohon dukungannya kasih like, vote, komen. agar karya ini bisa diteruskan disini....


__ADS_2