
..."Aku aja yang buka ,Tuan." Rin merebut kotak hadiah yang telah lepas dari pembungkusnya. "Tuan tebak kira kira apa isinya, kalau tebakan Tuan benar, Rin akan memberi sepuluh kecupan buat tuan?"...
..."Apa? Kamu mau menciumku sepuluh kali." Abimanyu tergelak tak percaya, istri kecilnya sekarang semakin berani banyak bicara di depannya....
..."Tapi kalau tebakanku salah, Aku yang akan menciummu seratus kali," ucap Bima tak mau kalah....
..."Cepat, ayo tebak, Tuan!"...
..."Mungkin itu perhiasan?"...
..."Tuan yakin ini perhiasan?"...
..."Coba kita lihat aja. Satu, dua , tiga taraaaaaaa!" Rin segera membuka dengan penuh semangat....
..."Tuan, Apa maksud, Mama?" Rin melihat isinya ternyata alat kontrasepsi penunda kehamilan....
...Bima terhenyak kaget, ia sudah mengerti kode dari Freya. Ternyata diam- diam ia tak menyetujui pernikahannya kali ini. "Mama ingin dalam hubungan kita tak memiliki seorang anak," ucapnya wajahnya tiba- tiba berubah muram Bima merogoh lebih dalam lagi. Dibagian paling bawah terselip surat....
..."Ini pasti untuk kamu." Bima memberikan selembar kertas yang terlipat rapi. "Coba kamu buka dan baca yang keras aku ingin mendengarnya...
...Rin mulai membuka dan membacanya di dalam hati, Bima yang menunggunya jadi makin penasaran karena Rin tak kunjung mengeluarkan suaranya, berkali- kali ia menautkan alisnya menunggu sebuah gelombang suara yang keluar dari bibir Rin....
...Rin menunjukkan wajah tegang dan rona merah bahagia telah pudar tersamarkan oleh kecewa....
..."Apa isinya, kenapa kamu tak mau membaca dengan keras." Bima merebut dari tangan Rin. Hingga ujungnya yang ia jepit oleh jarinya harus robek. Bima tak suka melihat Rin berekspresi sedatar itu....
..."Kenapa kamu harus takut," ucapnya. Setelah membaca isinya, Bima akhirnya mengerti kenapa raut muka Rin tiba- tiba berubah....
...Keluarga tuan, tak pernah menginginkan semua ini terjadi, bahkan mama tak ingin aku mengandung dan melahirkan anaknya. anakku nanti hanya akan merusak nama baik keturunan Bagaskara....
__ADS_1
..."Kita berdua pasti dapat meluluhkan hati Mama, Tenang saja." Bima kembali memberi sapuan lembut pada wajah Rin....
..."Ketakutan hanya untuk mereka yang tak memiliki kepercayaan diri Rin. Aku dan kamu adalah pasangan saling mencintai, hubungan kita tak akan goyah oleh apapun." Bima Berulang kali mengecup pipi. Ia benar-benar membuktikan ucapannya mengecup Rin hingga seratus kali....
..."Tuan, sudahlah, malu dilihat orang lain." sedangkan sejak tadi ada Rendra yang hilir mudik menyiapkan segala keperluan kerja hari ini. Dan Naya juga berulang kali mendekat menyuguhkan potongan buah serta puding....
...Tiba-Tiba Bima melihat garis merah di leher istrinya, "Apa ini? Kenapa ada luka dilehermu"...
...Rin tak merasa memiliki luka di leher segera menyentuh tempat yang dimaksud oleh suaminya "Luka?" masih meraba raba, benar sepertinya ada kuku yang sengaja menggores di lehernya....
...Tubuh Rin mulai menegang, ia bingung mau beralasan apa, untuk menjawab tanya suaminya. Sedangkan Rendra yang mendengar sesaat berhenti beraktifitas dan memberikan sorot tajam ke arah Rin....
..."Kenapa ada luka disitu? Lain kali kamu harus hati- hati, apa kukumu panjang hingga melukai tubuhmu seperti itu." masih memeriksa goresan panjang di lehernya. Kemudian memeriksa kuku tangan Rin....
...Bima tak melihat ada kuku Rin yang panjang, namun pria itu tak suka banyak bertanya. Ia lebih memilih diam dan menyimpan pertanyaan di hatinya sendiri....
...ketika ada keraguan menyelimuti wajah suaminya, Rin masih berusaha melindungi Rendra, Dia tak ingin pria itu kehilangan pekerjaan karena kebodohannya, harapan dari Rin, kejadian tadi itu akan menjadi hari terakhir ia melakukan kesalahan, Mengalihkan dengan hal lain akan membuat Bima melupakan apa yang baru saja ia lihat....
..."Apa? Maksudmu kau ingin meninggalkan aku dirumah sendiri?" Bima sudah menunjukkan perasaan tak senang. Sedangkan ia hanya ingin bersama dengannya beberapa hari ini....
..."Kemaren hari keberapa?" mulai ingat dengan malamnya yang gagal....
..."Ketujuh."...
..."Berarti sekarang sudah selesai donk?"...
..."Iya." Rin mengangguk....
..."Kenapa nggak bilang harusnya kamu bilang sejak bangun tidur tadi." Bima terlalu semangat seolah ia sudah terbebas dari tali rantai yang mengikatnya beberapa hari ini, rasanya menyesal ia tak menanyakan sejak pagi tadi. Segera ia meraih lengan sang istri membawa Rin kembali jatuh ke pangkuannya dan mencumbu bibir berulang kali. Hingga darah mereka berdua berdesir menghangat....
__ADS_1
..."Kau tau aku sudah menunggunya, Baby." Bima tak ingin buang waktu, ia segera membawa sang istri masuk ke kamar, kamar yang masih utuh dengan segala hiasan yang telah terpajang dua hari lalu. Hanya saja kelopak mawar yang berubah sedikit layu....
...Rin yang memakai blouse longgar tanpa lengan itu dengan mudah Bima melucuti semuanya. Mereka melakukan hubungan intim di ranjang pengantinnya. Semangat yang membara dari pengantin laki laki membuat kaki ranjang kokoh itu hingga bergeser karena hentakannya demi hentakan keras yang tak bisa di bendung lagi....
...Peluh bertetesan jatuh membasahi tubuh Rin yang berada di bawahnya. Berkali kali Rin menggigit bibir dan meremas sepreinya membuat Bima semakin bangga karena ketangguhannya....
...Ketika cukup lelah dengan permainan pertama mereka beristirahat sejenak. Mengumpulkan kembali tenaga yang sudah terkuras habis oleh pelepasan yang baru saja terjadi....
...Rin tak percaya kalau suaminya begitu berhasrat kepadanya, hanya dalam tiga puluh menit miliknya sudah kembali bangkit, mencumbunya kembali dengan penuh semangat dan gelora cinta yang membara setelah Rin membersihkan diri dari bercak Noda merah. Bima yang membantu membawa Rin ke kamar mandi....
...Permainan kedua dan ketiga telah mereka lalui, tubuh keduanya serasa remuk tulang belulangnya seakan lepas dari persendiannya. Rin dan Bima tertidur pulas di bawah selimut yang sama, setelah mereka selesai membersihkan dari sisa-sisa cairan cintanya....
..."Baby, kau cantik dan menggemaskan, Pandangan bima begitu berseri. ketika melihat Rin masih pulas dalam dekapannya. Wanita itu tertidur begitu nyenyak, seakan ia telah lelah bekerja rodi seharian. " maafkan aku telah membuatmu lelah." kembali berulang kali mengecup puncak kepala....
...Bima kemudian memencet telepon yang ada di sebelahnya. Telepon rumah itu langsung tersambung dengan lantai bawah....
...Naya saat ini sedang melihat acara TV. Begitu mendengar telepon berdering ia dengan sigap menganggkat gagangnya "Iya, Tuan. Apa ada pekerjaan tambahan?"...
..."Naya, tolong buatkan minuman kopi untukku, dan susu untuk Rin. Dan sekalian makan siang hari ini antarkan ke kamar."...
..."Baik tuan ." menghela nafas panjang. "Yah pengantin baru, turun saja malas," umpat Naya ketika yakin tak ada yang mendengar gerutunya....
...Rin menggeliat pegal di bawah dekapan suami, matanya sudah terbuka sepenuhnya. Ia nampak malu malu dan canggung. Rin kembali membenamkan kepalanya di bawah selimut....
..."Kenapa, kau cepat bangun, baby? Tidurlah sesukamu. Kau pasti sangat kelelahan." Bima berucap sembari menebar senyum bahagianya....
...Kemudian ia turun dari ranjang, meneguk segelas air putih yang sudah tersedia di meja kecil yang ada di kamarnya....
...Bima merasakan pernikahan keduanya begitu terasa berbeda. Malam yang tertunda ternyata memberi kesan tersendiri baginya....
__ADS_1
...Jangan lupa kasih like, dan votenya....