
...Tangan Bima melingkar sempurna di pinggang Rin, ia masih seperti tadi malam, bertelanj*ng dada, hanya celana pendek yang menempel pada tubuhnya. Bahkan aroma khas minyak gosok masih tercium pada seluruh tubuhnya....
..."Apa yang telah kau lakukan pada tubuhku semalam, aku akan membalasmu Rin." Suara lembut setengah berbisik itu terngiang di dekat daun telinga Rin. Rin yang mendapati dada tuannya menyentuh punggungnya ia kembali merasakan gelenyar aneh yang memicu jantungnya untuk berdegup lebih kencang....
...Bulu roma Rin berdiri, memikirkan apa yang akan di lakukan oleh tuannya pagi ini....
..."Tuan, apakah kau tak menyukainya aku mambalur tubuhmu tadi malam? Aku minta maaf. "Kini Rin berbalik menghadapnya. tertunduk dengan cicit merasa bersalah....
..."Aku tak menyukainya, tapi karena kau telah terlanjur melakukan, jadi aku hanya perlu menghukummu saja." Bima kembali melempar sebuah senyum memabukkannya....
..."Maaf Tuan aku tak tau." Rin berusaha melepaskan tangan Bima yang terasa mengganggunya " Kukira, Tuan akan suka....
...Rin melihat dada bidang tanpa kaos itu, sejenak ia memalingkan muka karena malu kemudian berbicara dengan tatapan menunduk. "Kau bisa memberiku hukuman ringan saja, biar aku segera menyelesaikan hukuman itu."...
...Mendengar ucapan polos Rin barusan, hati Bima ingin tertawa. Kata- katanya dianggap serius oleh gadis kecil itu. Kembali lengan kokoh itu menarik tubuh mungil kedalam pelukannya, Rin yang tingginya hanya mencapai dada Abimanyu bergelung nyaman di dekapan pria itu. Abimanyu harus membungkukkan punggungnya saat memeluk tubuh Rin....
...Aku senang kau selalu memperhatikanku seperti ini, jangan pernah berubah ,Rin. Aku suka ketulusanmu. Meskipun aku tau Rendra telah menyukaimu, dan aku tak ingin dia dekat -dekat denganmu, apalagi menyentuh kulitmu. aku merasakan sakitnya sendirian, Rin...
...Sapuan tangan lembut Bima mendarat di puncak kepala Rin, pria itu mengecup kening dan pipinya. Walaupun terlihat egois, tapi Abimanyu tak bisa menahan untuk tak melakukan. " Kau tak boleh menyukai pria itu."...
..."Rendra sangat baik, Tuan," Rin mendongak ke atas. Mengamati wajah yang nampak tetap tampan walau belum mandi sekalipun....
..."Apa salah jika kami saling suka?"...
..."Saling suka, hah? Tidak salah, tapi yang salah adalah kau, membohongi dirimu sendiri, kau hanya nyaman jika bersamaku."...
..."Itu menurut tuan," Rin berdalih lagi....
..."Sepertinya tidak, aku akan membuktikan ucapanku benar." ucapnya lagi....
...Bima kembali mencium bibir Rin, ia melakukannya dengan sangat lihai, Rin hanya diam tak membalasnya, selain itu ia juga tak mempunyai pengalaman dalam hal berciuman. Rin sekali lagi mengerutuki kebodohannya, yang tak berdaya menolak saat tuannya melakukan hal seintim itu dengannya. Berusaha melepasnya, tapi kembali tangan Bima sudah mengunci tubuhnya rapat....
..."Aku yakin kamu belum pernah melakukan hal ini, kau masih sangat kaku." senyum seringai kembali mengembang di bibir Abimanyu, ia mengusap bibir Rin dengan usapan lembut ibu jarinya....
...Wajah Rin seketika berubah menjadi merona ia kembali merasakan ciuman itu. Tak percaya Abimanyu akan melakukan padanya, bahkan kali ini ia melakukan dengan sangat lembut....
__ADS_1
...Ini salah tuan, yang kita lakukan ini tak benar, Kenapa kau melakukannya padaku....
...Bima melepaskan dakapannya pada tubuh Rin, ketika ia menyadari matahari bersinar semakin meninggi, ia segera meraih handuk yang terlipat rapi di atas sofa....
..."Siapkan dirimu, ku ingin mengajakmu mengunjungi Resort" ucap Bima sebelum ia masuk kedalam kamar mandi. Kalimat yang sudah menjadi perintah itu Rin segera mematuhinya....
..."Tuan Tidak bekerja?"...
..."Jalan- jalan yang akan kita lakukan adalah pekerjaanku Rin"...
...Rin tak berani bertanya lagi, Hanya saja ia berfikir kalau tuannya ini hidupnya begitu enjoy. Rin berjalan keluar meninggalkan Abimanyu yang sedang mandi, setelah mengambilkan baju ganti untuknya....
...****...
...Rin bersiap siap, ia segera ganti baju pula, ia memakai bajunya yang paling baru dan membawa perlengkapan seperlunya....
..."Dimana Rendra, kenapa aku tak melihatnya, Tuan?" Rin mengedarkan pandangan ke seluruh halaman namun tak mendapati sosok Rendra....
..."Kenapa kau mencari pria malang itu, lebih tepatnya kekasih bayangan kamu, ha ha ha." Bahkan Bima menjawab kata-kata Rin dengan tawa mengejek. "Aku memberinya dia pekerjaan khusus. Ia tak akan bersama kita hari ini."...
...Bima membuka pintu depan untuk Rin. Hal yang aneh dilihat. Namun kenyataannya memang seperti itu. Bima telah jatuh cinta pada pembantu geulisnya itu. Hanya saja ia belum mengatakan pada Rin, karena status Bima yang belum berubah....
...Bima dan Rin kembali berada dalam satu mobil, untuk yang kedua kalinya .Sepanjang perjalanan Rin hanya berani menatap kearah kiri dan depan menikmati pemandangan alami dan udara sejuk puncak....
...Melihat Rin sangat senang dengan perjalanan kali ini, membuat Bima merasa terabaikan. Namun ia membiarkan Rin melakukan sesukanya....
..."Tuan apa ini resort milik Anda," setelah mereka sampai pada suatu tempat yang sangat indah berjejer ratusan Villa, dengan pemandangan langsung menghadap samudera Hindia. Serta ada dua hotel bintang lima yang berdiri megah disekitarnya....
..."Iya, aku sudah lama tak berkunjung ke sini." ucapnya singkat sambil mengamati sekeliling....
...****...
...Ketika Bima dan Rin melangkah memasuki salah satu resort yang paling unik....
..."Selamat datang Tuan, Nyonya, lama tak bertemu." Sapa seorang Manager sambil mengatupkan kedua tangannya menunduk hormat, ia tak menduga sebelumnya akan kedatangan sang pemilik...
__ADS_1
..."Terima kasih," Jawabnya singkat....
...Manager Dion segera memanggil bellboy, agar mengantar barang yang dibawa Rin. ia membawa ke kamar utama dengan fasilitas serta pelayanan no.1....
..."Tuan kenapa dia memanggilku Nyonya?" Rin mengerucutkan bibirnya tak terima saat mereka berdua berjalan menuju suite room....
..."Sudahlah, tak masalah."...
..."Tapi kan aku belum menikah, dan aku masih gadis ting-ting, Tuan."...
..."Mereka tidak tau."...
..."Menyebalkan, seharusnya dia panggil saja aku Nona."...
..."Iya nanti aku kasih tau pada manager Dion, agar memanggilmu dengan benar."...
..."Lakukan, Tuan."...
...Rin menghempaskan bobot tubuhnya pada sofa. ia merasa lelah sekali hari ini....
..."Rin, setelah ini akan ada beauty therapics datang, kamu ikut saja dengannya dan turuti saja apa yang akan ia lakukan padamu."...
...Rin mengernyitkan dahinya, namun kemudian ia mengangguk setuju. Ia juga penasaran bagaiman rasanya saat melakukan beauty treatment...
...Bima menuju office, ia sudah ditunggu oleh banyak staf bawahannya. Rapat segera dimulai ketika pukul 9 dan selesai pukul 11....
...Sedangkan Rin saat ini sedang melakukan prosesi beauty treathment. Rin merasakan tubuhnya begitu dimanjakan. Setelah selesai dipijat kini serangkaian spa sedang ia lakukan, Rin begitu menikmatinya ia serasa bak seorang putri hari ini....
...Setelah selesai semuanya Rin mendapat baju ganti yang indah, gaun anggun warna hijau navi, panjang selutut dengan lengan berbentuk balon, baju itu melekat apik di tubuhnya....
...Rin yang telah menjadi lebih cantik dari biasanya ia memandang dirinya dari pantulan cermin tak cukup sekali. Tanpa disadari olehnya. Ia telah mengagumi kecantikannya sendiri....
..."Ehem sudah cantik." Ketika Bima tiba- tiba datang mengagetkannya....
..."Tuan, kau sudah selesai" Rin menatap sosok Abimanyu dari pantulan cermin, Pria itu telah kembali seusai rapat hari ini....
__ADS_1
...Bima kembali memeluk tubuh Rin dengan lembut. Tapi kali ini tubuh Abimanyu telah menghangat. Deru nafasnya berlabuh hingga terdengar oleh lawan bicaranya. "Rin jadilah kekasihku, jika kau ingin hidupmu bahagia."...