Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 19 Hati yang terguncang


__ADS_3

...Untuk mengurus masalalunya dengan Maira, Bima memakai jasa seorang pengacara. Ia ingin pengacara Alex saja yang memegang kasusnya. Itu akan sangat memudahkan dirinya, selain alasan sibuk ia tidak perlu lagi bertemu dengan Maira. Diselingkuhi seorang wanita yang ia cintai sangat menyakitkan untuk Abimanyu bertemu kembalipun rasanya enggan....


...Bima membuat janji dengan pengacara Alex di kedai kopi, sampai di sana ternyata Alex sudah menunggu. " Maaf membuatmu menunggu lama." ucapnya basa-basi. sambil mereka berdua berjalan masuk mencari tempat duduk yang kosong....


..."Tidak juga Tuan, baru lima menit," jawabnya singkat. Alex kembali melihat arlojinya....


..."Duduk," ucap Abimanyu mempersilahkan Alex untuk duduk di kursi yang tepat di depannya....


..."Dapat salam dari nyonya Freya, Tuan," ucap Alex sambil menghempaskan pantatnya. Alex memang seorang pengacara sekaligus kaki tangan papa Rey. Jadi ia banyak tahu tentang rahasia keluarga Bagaskara....


..."Iya katakan terima kasih untuknya telah menjengukku di rumah sakit."...


..."Dia tak benar marah pada anda selama ini, dia bahkan sangat terpukul saat anda lebih memilih Nona Maira daripada dirinya, Ibu kandung anda sendiri."...


..."Aku sudah tau. Aku mungkin salah waktu itu." Bima nampak menyesal terbaca dari mimik mukanya....


..."Pasti dia selalu memata-mataiku." Bima kembali kesal dengan Freya yang selalu ikut campur dan menganggapnya selalu tidak dewasa....


..."Tentu Anda penerus PT KARUNIA ALAM, pewaris tunggal, ia tak ingin anda jatuh pada wanita yang salah."...


..."Yeah... cukup Alex, mungkin jika mama mendengar semua ini ia akan sangat bahagia. Aku sudah putus dengan Maira."...


..."Apa? Anda bercanda. Bukannya anda pergi dari rumah demi wanita itu." Alex terkekeh menertawakan Abimanyu. "Akhirnya Nyonya Freya adalah pemenangnya."...


..."Cinta anda akhirnya berpaling juga, pasti wanita itu lebih dari segalanya di atas Nona Maira. Apa dia selebriti juga, Tuan?"...


..."Emmm tidak, dia Gadis biasa, Dia sangat istimewa untukku, karena aku jadi yang pertama untuknya." Angan Bima kembali melayang membayangkan Rin memejamkan mata menyebut namanya, saat ia merasa sakit ketika Bima tepat berada di atas tubuhnya, meremas rambutnya, mencakar kuat tengkuknya hingga meninggalkan bekas goresan kuku disana....


..."Dia pasti wanita beruntung, Tuan. Kabar ini akan menjadi kabar baik untuk Nyonya Freya....


..."Jangan! Kau rahasiakan saja darinya, aku tak ingin Mama mengetahui dulu, masih belum waktunya." Bima menunjukkan wajah keberatan....


..."Oke, Rahasia aman ditangan Alex. Asal kau kenalkan aku dengan pembantu anda yang cantik itu."...


..."Apa!? Kau sentuh dia seujung kuku, kupastikan nyawamu yang akan melayang," ancamnya dengan wajah melotot emosi....


..."Ha... ha... ha.... Kau melindungi dia, sudah seperti calon istri saja ,Tuan." Alex menertawakan kekonyolan Abimanyu....


...Heran, kenapa banyak pria begitu suka sama wanitaku, Rendra, Mahesa sekarang Alex, semua tertarik sama Rin, Emang sih dia sangat menggemaskan bak boneka barbie. Tapi jangan mimpi kalian semua, karena dia sebentar lagi akan jadi milikku seutuhnya....

__ADS_1


..."Oh ya. Kau siapkan berkasnya, biar nanti aku tinggal tanda tangan. Kalau bisa usahakan secepatnya," ucap Abimanyu penuh penekanan. Alex hanya mengangguk setuju....


...Disela sela obrolan tadi mereka sesekali meneguk kopi yang mulai dingin. Dan akhirnya berakhir dengan berpisah, Bima langsung menuju ke resort yang terbakar tadi malam, dan Alex mencari keberadaan Maira. Sedangkan Rendra sudah berangkat lebih dahulu untuk memeriksa keadaan di sana....


...-...


...-...


...Tak lama Bima sudah sampai, Rendra, Soni dan Dion berjalan mengelilingi lokasi, mereka berkeliling sekedar untuk melihat lihat keadaan....


...Bima berjalan paling depan dan tiga orang lainnya berada di belakang. Semua fokus hanya pada bangunan yang terbakar tadi malam. Tapi tidak dengan Rendra, pria itu mengamati tengkuk Abimanyu yang terdapat luka goresan kuku....


...Timbul sebuah rasa penasaran dihati Rendra, siapa seorang yang telah menoreh luka di tengkuk tuannya. Yang jelas dia adalah seorang wanita. Rendra berharap dia bukan wanita yang ia sayangi....


...Tidak, tidak mungkin Tuan Abimanyu, melakukannya bersama Rin....


...Rendra segera masuk ke dalam Resort utama. Berharap mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaan yang berputar memenuhi otaknya, Ia yakin akan menemukan sebuah bukti....


...Rendra menelusuri salah satu ruangan yang menjadi kamar Abimanyu, ternyata Rendra menemukan handbag milik wanita tergeletak di atas meja, yang lebih mengejutkan lagi Rendra menemukan pemandangan yang membuatnya terpukul. Bercak noda darah pada seprei yang mulai mengering terkena hembusan AC....


...Darah... tuan Abimanyu telah menodai wanita itu....


...-...


...-...


...Hari telah sore Rin sibuk menyiram bunga di halaman dan memberi makan ikan ko'i di kolam kecil sebelah taman. Ko'i yang cantik itu bergerombol setiap kali Rin melempar makanan untuknya membuat kebahagiaan tersendiri bagi Rin....


...Bima dengan gaya tegapnya turun dari Mobil, nampak melempar senyum pada Rin dari kejauhan. Kemudian masuk ke dalam rumah tanpa sepatah kata....


...Rendra menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Rin, sambil menunjukkan handbag yang ia bawa tadi....


..."Apa, ini tas milik kamu?" Rendra mengharapkan satu jawaban yang keluar dari bibir Rin adalah, tidak. Namun Rendra salah telah berharap....


...Rin mengangguk."Iya, Ren."...


...Rin meraih benda miliknya dari tangan Rendra. "Terima kasih kamu telah menemukannya."...


..."Jadi kau wanita yang telah tidur bersama Tuan Abimanyu?" Rendra menatap Rin dengan sorot mata tajam....

__ADS_1


..."Kukira kau wanita baik, tapi ternyata aku salah. Kau menyerahkan kegadisanmu dengan pria kaya. Berapa dia membelimu?" ucapan Rendra bagai bilah belati yang menembus jantung Rin....


..."Ren." Rin menggelengkan kepala dengan mata berkaca-kaca. "Aku tak pernah menjualnya."...


..."Apa? Kau bahkan memberikannya dengan cuma- cuma?" Rendra tersenyum prustasi....


..."Saat bersamaku saja kau melarang aku menciummu, Tapi di belakangku kau bahkan tidur dengan pria itu, dimana akal sehatmu," Suaranya terdengar sendu, gurat kekecewaan begitu kentara di wajahnya....


..."Aku bisa jelaskan semua tentang hubungan kita, dari awal."...


..."Tidak ada yang perlu di jelaskan!"...


...Pias- pias kekecewa'an terukir begitu jelas di wajah Rendra. "Bahkan kau tidur dengan laki laki saat status kita pacaran."...


..."Rendra hubungan kita tak seperti yang kau kira." Bulir kristal mengalir semakin deras....


..."Aku dan kamu hanya sebatas teman"...


..."Apa? Kau bilang kita teman, kau juga berbohong padaku, tentang hubungan kita." Rendra berbalik pergi meninggalkan Rin sendirian....


..."Mulai saat ini aku tak akan peduli lagi denganmu."...


...Rin menatap kepergian Rendra hatinya semakin hancur melihat Rendra terluka. Memikirkan pria itu begitu membencinya....


...kata- kata terakhirnya bahkan sudah menghancurkan percaya dirinya. Rin tak mengerti apa yang dikatakan Rendra. ...


...Rendra tak tau kalau yang ia lihat itu adalah darah Abimanyu yang tergores karena panik menyelamatkan Rin waktu mendengar alarm kebakaran....


..." Bagaimana jika ia telah bosan dan kau akan terbuang?"...


...Rin duduk lemas di taman. Hatinya kini semakin hancur lebur oleh kata kata Rendra baru saja....


...aku......


...akan......


...dibuang......


...Benarkah tuan Bima akan membuangku....

__ADS_1


__ADS_2