Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 39. Demi calon buah hati.


__ADS_3

...Lima bulan telah berlalu, jika dihitung sejak kepergian Maira dari rumah Abimanyu....


...Abimanyu sangat bahagia melihat perubahan perut istri cantiknya. Perutnya mulai membuncit, bahkan sudah tak pantas lagi jika Rin memakai baju press body ataupun celana jeans. Wanita itu harus merubah penampilannya dengan memakai baju hamil yang super longgar di usianya yang masih sangat muda....


..."Baby, kenapa pakai baju itu? Ayo buruan lepaskan!? Nanti anak ini tertekan oleh kancingnya aku nggak mau dia merasakan sesak di dalam sana." Cerewetnya seorang pria yang sudah lama mendamba kelahiran anaknya....


...Rin hanya bisa patuh, ia kembali melepas celana riped jeansnya sambil berdecak kesal....


..."Apa kamu keberatan membawa anakku di perutmu, andaikan bisa aku pasti akan membawa sendiri." ucapan Abimanyu setiap kali mendengar Rin yang menggerutu....


...Sentuhan sayang dan belaian mesra tak pernah memudar seiring bergulirnya waktu. Pria itu semakin menyayangi Rin, dan bayinya sepenuh jiwa dan raga....


..."Apa yang kamu inginkan kau bisa katakan, Baby. Aku akan mencarikan sendiri keinginanmu. Apapun itu akan aku penuhi selagi aku masih mampu." Pria itu memeluk istri kecilnya sambil mengelus perut yang menunjukkan getar-getar halus....


..."Hallo sayang, apa kabar. Ini daddy hari ini kamu boleh reques makanan apapun kesukaanmu. Tapi yang mudah saja ya? Soalnya Daddy baru pulang kerja."...


..."Tuan aku hanya ingin makan buah apel tapi apel itu harus di petik olehmu sendiri di pohonnya."...


...Keinginan macam apa ini tapi ini demi anakku dan menyenangkan hati istriku aku harus melakukannya....


..."Baiklah, baiklah, akan aku kabulkan, sayang." Mengecup perut buncit Rin....


...Kini Bima sudah berdandan rapi, ia harus mewujudkan ngidam Rin yang meminta hal aneh itu. Ia harus mencari Apel yang berbuah dan memetiknya dari pohon dengan tangannya sendiri. Sedangkan apel itu hanya ada pada daerah pegunungan....


...Abimanyu bersama Rendra segera pergi ke puncak yang banyak ditumbuhi tanaman apel, ia berharap apel-apel disana sedang berbuah agar ia bisa mengabulkan keinginan sang Istri dengan mudah....


...Lumayan lama mereka berdua di perjalanan. Setelah sampai tanpa buang waktu lagi Abimanyu segera meminta pada pemiliknya....


..."Tuan, tapi kau tak bisa memanjat bagaimana kau nanti memetik apel itu dengan tanganmu sendiri?" Tanya Rendra yang ikut memikirkan nasib tuannya setelah tak mendapati tangga di sekeliling nya....


...Abimanyu mulai menggaruk tengkuknya, bagaimana ia bisa memenuhi ngidam istrinya, kalau ia begitu takut memanjat pohon....


...Abimanyu memiliki trauma yang masih terus ia ingat hingga dewasa. Ketika kecil ia pernah terjatuh saat nekat memanjat pohon. Alhasil semua pengasuhnya harus dipecat karena hal itu terjadi....

__ADS_1


..."Aku punya ide Ren." Abimanyu terlihat senang menemukan ide briliantnya....


..."Bagaimana kalau kau duduk dibawah pohon dengan posisi seperti ini." Abimanyu memberi contoh ia berjongkok di bawah pohon apel....


..."Maksud Tuan, kau akan menginjak pundakku?"...


..."Iya setelah aku diatasmu kamu segera berdiri"...


..."Tapi tubuhmu sangat besar Tuan, bagaimana kalau aku saja yang memetiknya."...


..."Tidak- Tidak istriku tadi bilang harus pake tanganku sendiri jadi aku harus berusaha. Aku nggak mau kalau kamu yang memetik. Itu akan menodai kepercayaan putraku terhadapku nantinya."...


...Dasar lebay, lagian walau tadi beli di supermarket juga nggak akan ada yang tau....


...Setelah Rendra berjongkok, Abimanyu segera menginjak pundaknya. Rendra berdiri secara berlahan karena bobot Abimanyu memang lebih berat darinya. Setelah cukup dekat dari dahan, Abimanyu segera melompat pada dahan tersebut....


...Abimanyu memetik buah sebisanya tanpa melihat kebawah karena tubuhnya akan gemetar kalau dia melakukannya....


..." Ren cepat berdiri lagi aku sudah mendapatkannya." berteriak girang diatas pohon, menunjukkan satu buah apel kecil karena cuma itu yang bisa ia dapatkan dengan usahanya yang begitu maksimal....


..."Akhirnya aku bisa mengabulkan keinginan buah hatiku" menghembuskan nafas kasar sambil merosotkan tubuhnya di atas kasur rumput....


..."Hore aku bisa. Aku calon ayah yang hebat."...


...Plok... Plok... Plok....


..."Tuan Hebat." Rendra tepuk tangan melihat Bima mengangkat dua tangannya semangat....


..."Buruan pulang Ren, Rin pasti menungguku." mereka berdua bergegas pulang. Karena sebutir apel Abimanyu kini penampilannya menjadi lusuh. Ada beberapa semut yang menempel di hemnya sudah tak ia hiraukan....


...Rin yang sudah tak sabar suaminya membawakan apel yang diinginkan ia sudah menunggunya di pintu gerbang....


...Senyum merekah ketika ia mendapati mobil suaminya sudah nampak....

__ADS_1


..."Sayang, mana apel yang aku inginkan?" segera memburu suaminya di depan pintu mobil, sebelum bima sempat turun....


..."Sabar dong, Baby, ini buahnya.... Tangan Abang sendiri yang memetiknya"...


...Mengernyitkan dahinya, Rin terlihat tak suka, karena buahnya amat kecil dan masih muda. " Tuan nggak sayang anak kita ya? Kenapa ngasih anak kita buah seperti ini? Kalo dapatnya seperti ini kenapa tuan nggak beli di toko buah saja, Dipinggir jalan banyak yang jual lebih bagus dari ini."...


..."ha... ha... ha...." Rendra yang mendengarnya langsung tertawa lepas melihat ekspresi Abimanyu yang ingin marah namun sekali lagi tak berdaya....


...Abimanyu hanya menepuk jidatnya. "Astaga, kenapa aku jadi sebodoh ini."...


...Rin yang makin sensitif semenjak hamil langsung masuk ke kamar dan menggulung tubuhnya dengan selimut layaknya kepompong raksasa....


...Sedangkan Abimanyu merebahkan tubuhnya di sofa, Tubuhnya tiba-tiba terasa begitu lelah melihat ekspresi dari Rin yang kurang mengenakkan hati....


...Naya datang menghampiri Abimanyu dengan membawakan secangkir kopi. Ia tak tega melihat Tuannya yang beberapa hari ini sudah diperbudak istrinya karena keinginannya yang sulit dijangkau oleh akal sehat manusia. Setiap hari ia ingin sesuatu yang berbeda- beda dan level kesulitan yang berbeda pula....


..."Tuan, minum dulu kopinya. Mungkin bisa menghilangkan sedikit lelahnya," ucap naya lirih. Sambil meletakkan secangkir kopi, pelan hampir tanpa suara....


..."Bi apa wanita hamil memang seperti itu?"...


..."Tidak Tuan, Tidak semuanya, karena wanita hamil memang memiliki ciri yang berbeda beda, mungkin si kecil sedang memberi hukuman untuk tuan." Naya menahan senyumnya agar tak diketahui Abimanyu....


..."Hukuman, apa karena aku menghukum ibunya waktu itu, dia ingin balas dendam padaku." Bima terkekeh sendirian ...


... "Masih kecil saja kamu sudah nakal Nak, berani menghukum daddy. Bagaimana kalau kau besar nanti."...


...Selesai meminum kopi, Abimanyu segera kekamar. Ia melepas seluruh bajunya yang penuh dengan peluh dan melemparnya pada keranjang cucian. Segera ia menceburkan diri di bathup dan menggosok tubuhnya dengan busa. Agar gatal bekas gigitan semut segera hilang....


...-...


...-...


...Merasa tubuhnya sudah wangi, Bima segera duduk di sebelah Rin hanya dengan memakai celana pendek. mengelus elus kepalanya yang tertutup dengan selimut....

__ADS_1


..."Baby, jangan ngambek gitu donk, lihat nih tadi aku sudah mati- matian untuk dapatkan buah itu. tubuhku bentol- bentol karena gigitan semut."...


..."Ayolah lihat, kamu pasti kasian padaku kalau melihatnya....


__ADS_2