Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 24 Malam Pertama.


__ADS_3

...Malam ini Bima sudah tak sabar lagi ingin melakukan hal yang paling dinantikan olehnya. Menunggu dan menunggu, sejak kemaren sudah hal sangat membosankan....


...Beberapa kali ia meneguk salivanya setiap melihat leher jenjang serta lekuk yang begitu semampai....


...Setelah mereka sampai rumah pengantin baru itu berjalan beriringan tangan masih tetap bertautan, seakan takut akan kehilangan satu sama lain. Sampai di ruang tengah Bima segera membopong tubuh Rin ke kamar ala bridal style....


...Aksi Bima itu mengagetkan Rin hingga membuatnya menjerit merasa tubuhnya sudah berada pada dekapan sang suami....


...Naya yang sibuk mengelap meja makan, terpaksa harus memutar kepala ke arah suara jeritan Rin. majikannya yang jarang tersenyum itu seakan menemukan mainan baru yang bisa membuatnya kembali bahagia....


...Kau akan habis dilahap tuan, malam ini Rin....


...Kenapa jadi aku yang membayangkan, hi... hi tubuhmu yang kecil, sedangkan tuan yang kekar. kenapa leherku tiba tiba jadi geli, kenapa ini? Ada-ada saja otakku ini. Jadi inget waktu muda dulu....


..."Baby, aku sudah sangat ingin." Bisiknya lembut ditelinga Rin sambil terus berjalan....


..."Jangan sekarang, Tuan" Rin seperti keberatan....


..."Baby, emangnya kamu nggak ingin? Atau kamu memang tak menginginkan pernikahan ini?" mengernyitkan dahinya. Menunggu jawaban dari Rin....


...Rin menggelengkan kepala. "Bukan itu, Tuan"...


..."Lalu apa?" Bima penasaran sambil terus berjalan menapaki satu persatu tangga dirumahnya, mengatur ritme nafasnya. Rin digendongan terasa lebih berat dari biasanya, mungkin karena gaun panjangnya itu yang membuat bobotnya bertambah....


..."Baby, sekarang ini kamar kita." Bima menombol nomor passwort pada pintu dengan susah payah karena Rin masih di gendongannya, tak lama pintunya terbuka. Bima melangkahkan kakinya masuk....


...Kamar mereka masih baru, tadinya kamar itu ruang kerja Bima. Karena ia tak ingin ada bayangan apapun tentang masalalunya. Akhirnya Bima memutuskan untuk mengubahnya menjadi kamar mereka berdua....


...Kamar bernuansa putih dari selambu putih, tirai putih dan seprei putih, semerbak aroma woody menyeruak memanjakan indra penciuman sepasang pengantin baru. Kelopak mawar bertebaran di atas ranjang mempelai....


...Bima membaringkan tubuh Rin pelan, lalu ia membungkukkan tubuhnya diatas tubuh Rin, dengan wajah mereka saling berdekatan, sangat dekat bahkan hampir bersentuhan....


..."Baby, hari ini dan seterusnya kau hanya milikku. Seluruh tubuh indah ini hanya milikku selamanya." Bisikan lembut kembali terucap dari bibirnya yang casual....


...Berulang kali Bima mencumbu mesra bibir Rin, lama- lama Rin mulai membalasnya. Sapuan lembut dan kecupan mesra membanjiri seluruh wajahnya hingga tak ada yang terlewatkan walau satu inci saja....


..."Tuan, Aku...." Rin ingin berbicara namun Bima buru buru mengecup bibirnya....


..."Sstt. Jangan bicara Baby, aku sedang ingin menyenangkanmu malam ini, nikmati saja yang akan aku berikan." ucap Bima dengan suara lembutnya....


..."Tuan, Aku belum mandi, biarkan aku membersihkan tubuhku dulu." ucapnya lirih Rin mulai gusar dan meronta....


..."Tak usah, Rin. Aku suka sekali aroma keringat tubuhmu." Melihat Bima yang tidak bisa dikendalikan, hembusan nafasnya sudah memburu, suhu tubuhnya memanas, dentuman jantungnya terdengar begitu nyaring, membuat Rin mulai takut. Ia takut jika suaminya akan kecewa....

__ADS_1


...Bima membuka tesleting gaun, dan menurunkannya hingga sebatas pinggang....


..."Tuan, ah...." Rin mulau merancau ketika bibir Bima mulai menjelajah turun menelusuri leher, Dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan. Tangannya menyelusup mencari gumpalan daging kenyal yang sudah mengencang sejak tadi, Bibir Bima merayap turun mencari bukit yang satunya....


...Merasakan kedua bukit kembar itu mendapatkan perlakuan manis bergantian Rin menggelinjang, desahannya semakin terdengar nyaring. Bima semakin bersemangat ketika Rin mulai melingkarkan lengannya ditengkuknya....


...Tangan Bima mulai merayap turun hingga lebih kebawah lagi, menyelinap kebawah hingga hampir saja menyentuh tempat paling sensitif, buru buru Rin mencekal tangannya....


..."Tuan jangan sekarang?" wajah Rin nampak semakin takut. Ia bertekat harus menghentikan permainan ini....


..."Kenapa Rin? Kamu tak suka?" Bima mulai menghentikannya aksinya....


...Rin segera menggeser tubuhnya dan duduk. Ia menutup tubuhnya yang sudah terekspose sebagian dengan selimut....


..."Rin katakan apa aku menyakiti hatimu, atau kau belum siap dengan semua ini?" wajah Bima yang tadinya penuh nafsu kini hilang, mulai ada guratan kekecewaan melihat Rin yang terus menunduk menyembunyikan cicitnya....


..."Rin jawab, aku sedang bertanya?" Bima menarik dagu Rin, hingga wajahnya mendongak, ia bisa menatap jelas ketakutan Rin....


..."Kau tak menyembunyikan sesuatu?" Bima masih membombardir Rin dengan pertanyaan....


...Rin kembali menunduk. "Rin, Rin lagi datang bulan, Tuan," ucapnya dengan terbata....


..."Apa???" Bima langsung drop, namun ia berusaha setenang mungkin. Sesaat hatinya mulai melunak kembali....


...Aku sudah berulang kali ingin berkata tuan, tapi tuan terlalu buru buru tadi....


..."Tuan, pasti kecewa." tanya Rin....


...Rin melihat Bima berdiri meninggalkan Ranjang dan mulai memakai bajunya kembali....


...Tenang saja Rin, masih ada cara lain. Kamu mandi dulu nanti malam kita coba cara itu....


...Cara apa yang tuan maksud?...


...Bima meninggalkan kamarnya, memberi kesempatan Rin agar segera mandi....


...Bima memilih turun ke lantai bawah sekedar menenangkan dirinya sejenak. Minum kopi sambil menghabiskan sebatang rokok pilihan yang tepat untuknya saat ini....


...Saat Bima sedang sendiri menikmati hari sorenya datang Mahesa. Sahabat karibnya. Lelaki itu datang dengan muka bersalah....


..."Ngapain kesini?" Bima memasang wajah kesal melihat sahabat Karibnya baru datang. Setelah berjabat tangan kini ia duduk bersebelahan di beranda depan....


..." Sorry, sorry banget. Aku tadi sibuk sobat, masa iya ada orang lahiran aku tinggal gitu aja." Memasang muka bersalah....

__ADS_1


..."Santai Bro, aku bercanda. Do,ain aja hubunganku kali ini langgeng."...


..."Iyah, pasti. Tapi gila juga ya kamu, aku saja satu belum dapat, nah kamu udah dua kali menikah," ucap Mahesa....


..."Percaya aja sama takdir tuhan."...


..."Mana istri barunya, aku bolehlah tau?" Tanya mahesa lugas....


..."Ada, dia lagi mandi."...


..."Pasti udah, kan?.... " Mahesa menaik turunkan alisnya berkali-kali, sengaja menggoda Bima agar sedikit cerita tentang malam pertamanya....


...Bima menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal. "Lha Ini yang jadi masalah sekarang."...


..."Emang kenapa?" Mahesa penasaran....


..."Dia lagi datang bulan."...


..."What, ha... ha... ha....!" Abimanyu tertawa hingga suaranya sampai terdengar dari dapur membuat penghuni rumah yang tersembunyi ikut terkejut....


..."Tutup mulut Elo, nanti istriku dengar." Abimanyu membekap mulut Mahesa dengan telapak tangannya. Mereka saat bertemu emang kadang somplak....


..."Siap- siap nggak bisa tidur, bobokin sendiri tu junior. Sepertinya kamu bakal puasa beberapa hari ini." Mahesa semakin girang membayangkan temannya menderita....


..."Sial banget nasip gue. Emang. Padahal gue satu hari sebelumnya udah minum jamu telor bebek delapan butir. Sia sia dah telor bebek."...


..."Sabar, sabarlah sedikit. Pasti indah pada waktunya kok." Mahesa menepuk punggung Abimanyu pelan. Namun hatinya sungguh ia ingin tertawa sekencang kencangnya. Ia menahan tawanya hingga perutnya terasa kram....


..."Oh iya, Rin masih kerja disini kan?" tanya Mahesa tiba tiba teringat Rin yang pernah ia periksa tempo hari. Sejak pertemuannya yang pertama. Sesungguhnya bayangan Rin selalu hadir pada lamunan Mahesa....


..."Iya, masih." jawab Abimanyu asal....


..."Sebenarnya aku kesini selain kasih hadiah buat kamu, aku juga ingin bertemu dengannya!"...


..."Apa?" Abimanyu mulai marah....


..."Iya Rin pembantu kamu, yang kemaren aku periksa?"...


..."Sebaiknya sekarang juga kamu pulang! sana pulang!" Abimanyu mendorong tubuh mahesa agar cepat berdiri dan berjalan pulang....


..."Emang kenapa? Apa salah ku?"...


..."Dia itu sekarang istriku." Melotot sambil berkacak pinggang....

__ADS_1


..."jadi????" Mahesa bingung. Akhirnya ia memilih pulang....


__ADS_2