Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 23. Akhirnya


__ADS_3

...Hari yang paling dinantikan kedua mempelai telah tiba, sosok penghulu beserta saksi telah berjalan masuk menuju tempat yang disediakan khusus untuk acara ijab....


...Para tamu undangan berdatangan, satu persatu mulai duduk memenuhi kursi yang berjejer rapi....


...Abimanyu sudah duduk di dekat penghulu ia sangat tampan memakai tuxedo warna hitam dan hem putih, rambutnya tersisir rapi menampilkan wajahnya lebih dewasa dan matang. Keringat dingin sudah merembes di kedua telapak tangannya, pengalaman kedua tak bisa membuatnya tenang saja....


...Abimanyu melihat orang yang selalu meminjam uang padanya kini duduk tepat di depannya. orang itu kini adalah mertuanya....


...ia datang ketika malam telah larut....


...Abimanyu tak sempat menemuinya. tubuhnya kurus di usianya yang sekitar 45 tahun. Bima menatapnya dengan rasa kasihan....


...Abimanyu mendekat mencium tangannya, merasakan tangannya terasa begitu lemah kulitnya keriput. "Terima kasih sudah datang, Ayah."...


..."Ia ini pernikahan putriku, tak mungkin aku tak akan datang, tolong bahagiakan dia setelah ini, jika kamu sudah memantapkan niat menikahinya. Aku sudah terlalu menyusahkan hidup putriku," ucap pria itu setengah memohon....


...Abimanyu mengangguk. Kembali memandangnya lekat. "Aku akan melakukannya, Ayah. Kau tenang saja"...


..."Dimana orang tuamu." tanya Bandrio....


..."Mereka belum datang, Ayah."...


...Bandrio mengangguk mengerti. "mereka pasti orang yang sangat sibuk."...


...Abimanyu membalas mengangguk dan meninggalkan seulas senyuman....


...Selesai menyapa calon mertua, Abimanyu kembali duduk. Dalam lubuk hati Abimanyu, ia mengharapkan kehadiran orangtuanya juga, namun berkali kali ia menatap ke pintu masuk, sosok Papa dan Mama mereka tak kunjung datang. Harapannya benar-benar pupus....


..."Hufff, kukira akan ada keajaiban" Abimanyu mendesah kecewa....


...Selang dua jam Rin baru sampai, karena harus di make over dulu, ia berjalan pelan menghampiri keberadaan penghulu dan calon suami yang telah lama menunggu, kedatangan Rin membuat beberapa mata pria membulat. Mengagumi keelokannya....


...Tapi tidak dengan tamu undangan wanita, yang kebanyakan seorang waiters di restaurant Bima. Mereka nampak memiringkan bibirnya tak suka, karena merasa ia tak seberuntung dengan wanita yang kini menjadi sorotan utama itu. Mereka tetap berfikir Rin yang paling beruntung mendapatkan pria semapan bosnya....


...Acara pernikahan segera dimulai Abimanyu tangannya gemetar menyambut uluran penghulu. Abimanyu melantunkan bacaan ijab dengan lancar tanpa terputus....

__ADS_1


..."Gimana saksi sah?" tanya penghulu....


..."Sah" ucap saksi....


...Abimanyu dan Rin hari ini telah resmi menjadi suami istri, dengan di aminkan oleh seluruh undangan yang datang....


...Setelah sah menjadi suami istri Rin mencium tangan Abimanyu dan Abimanyu mengecup kening Rin. Acara sakral ini akhirnya selesai hanya sekitar lima menit saja....


...Para tamu mulai menikmati aneka hidangan yang telah disajikan oleh koki terbaik dari restaurant miliknya. Semua menyantap hidangan dengan lahap dan berakhir dengan kepuasan....


...Bandrio pulang lebih dulu setelah ijab tadi, karena ia harus segera istirahat, dan besok sudah jadwalnya cuci darah lagi. Andai terlambat sehari saja tarikan nafasnya akan terasa berat sekali....


...Semua acara telah lewat seiring bergulirnya waktu. kini acara terakhir adalah memberikan ucapan selamat secara bergantian kepada mempelai. ada beberapa karyawan yang membawa hadiah khusus untuk Bima....


...Tamu berangsur pulang, satu persatu meninggalkan kursi mereka, namun di barisan terakhir Bima dikejutkan oleh kehadiran seseorang. Maira beserta Rara ternyata hadir pada acara ini juga, Abimanyu sedikit heran darimana ia bisa tahu semuanya....


..."Selamat Kak Bima, semoga pernikahannya langgeng." ucap Rara mantan adik iparnya....


..."Terima kasih Rara." ucap Abimanyu dan Rara bergantian bersalaman dengan Rin. Rara terlihat biasa, tak menyembunyikan apapun pada wajah polosnya....


..."Ya terima kasih." Abimanyu menyambut uluran tangannya dengan wajah datar....


..."Selamat Rin, sekarang kau telah berhasil merebut posisiku. Menjadi Nona di rumah mewah itu. Bagaimana kau tiba-tiba bisa menikah. Apa kau menggunakan tubuhmu untuk menggodanya?" Maira berbicara seperti tak tahu malu, untuk memancing kemarahan Rin....


...Wajah Rin membeku, ia menunduk tak berani menatap Maira....


..."Rin tak usah kau menundukkan wajahmu di depan nya, dia bukan siapa-siapa lagi," ucap Abimanyu. ia tak suka Rin terlalu lemah....


..."Anda salah, Nona. Tuan tak suka memiliki kekasih namun terlantarkan, dan dia memilih ku untuk selalu disampingnya." Rin membalas tatapan Maira yang menusuknya....


..."Oh jadi cuma karena kesepian. Mas, kau masih mencintaiku, iya kan? Itu sebabnya kau menikahi gadis kecil ini, kau hanya menjadikannya pelampiasan, iya kan? ah, aku jadi kasian sama wanitamu ini?" Maira menepuk pipi Rin pelan....


...Rin dan Abimanyu saling menatap. Sorot mata Abimanyu seakan meminta agar Rin tak mempercayai omongan mantan kekasihnya barusan....


..."Sebaiknya kau pulang saja, dan bersenang senang dengan kekasihmu, Aku juga tak ingat telah menulis namamu pada undanganku." Abimanyu mulai merasa jengah....

__ADS_1


..."Uh, Mas Bima sayang, kau mengusirku. Apa kau sudah lupa ya dengan malam- malam yang telah kita lalui. Uhh, manis sekali bukan? aku bahkan masih ingat semua rasanya." tangannya berpindah mengelus Abimanyu dan menggelitiki dadanya. "Kau hebat, milikmu tak diragukan lagi."...


..."Beraninya kau, jangan menyentuhku." Abimanyu mulai marah. Raut wajahnya memerah, ia menghempaskan tangan Maira ke udara....


..."Kakak, Ayo kita pulang jangan bikin malu." Rara menarik paksa pergelangan Maira. Ia yang tau segalanya merasa ikut muak dengan sikap kakaknya. "Kau kan tadi sudah berjanji, tak akan buat ulah."...


...Maira mencoba memberontak namun Rara tak melepaskan kakaknya. Ia malu dengan kakaknya dilihat oleh banyak orang....


..."Aku tak mau berpisah darimu Mas! Kau selalu bilang hanya aku yang ada di hatimu dan tak tergantikan. kenapa kau sekarang berubah!" teriak Maira....


..."Kakak sudah! kakak tadi bilang nggak akan bikin kekacauan." Rara nampak kesal. Akhirnya Maira dan Rara benar-benar pulang. Karena nampak mobil Maira yang segera keluar dari parkiran....


...Rin merasakan nyeri di ulu hati, mendengar Maira mengucapkan kata tadi. Membayangkan masa- masa saat calon suami dan mantan kekasihnya ketika saling menyayangi....


..."Rin kenapa kamu sedih?" Bima membelai puncak kepala Rin dan mengecup kembali keningnya. "percayalah Hanya kamu yang ada di hatiku saat ini"...


..."Terima kasih, Tuan." Rin mengangguk....


...Bima kembali menjatuhkan tubuh Rin ke dekapannya. ia tau Rin pasti sedang memikirkan kata Maira tadi....


...Alex yang melihatnya langsung berdehem. Ia sengaja mendekat, sambil menyerahkan hadiah pernikahan untuk Rin dari Freya. "ini hadiah dari mertua anda Nona."...


...Rin menerimanya dengan senang hati. "katakan aku sangat berterima kasih, hadiahnya aku terima dengan senang hati."...


...Setelah menerima hadiah yang dibawa Alex, Rin mengumpulkan bersama hadiah yang lain....


...Sedangkan Bima berbicara berbisik bisik dengan Alex "Kenapa wanita itu bisa kesini, Siapa yang memberi tahunya. Sedangkan pernikahan ini yang tau hanya beberapa gelintir orang saja?" Bima mulai bertanya pada Alex....


...Mendengar pertanyaan Abimanyu, Alex berfikir sejenak. "Hanya orang dalam, karena tak ada orang luar yang mencium pernikahan pertama anda. Status anda masih menjadi rahasia selama ini." ucapnya....


..."Tapi siapa yang pro dengan wanita itu?" Bima meremas rambutnya gelisah....


..." Itu bukan urusan saya lagi, Tuan. karena saya harus kembali pada urusan perusahaan," ucap Alex. "Saatnya anda menunjukkan besar cinta anda pada istri." imbuhnya lagi....


..."Yeah terima kasih, kamu sudah membantuku banyak hal." menepuk bahu Alex....

__ADS_1


..."Sama- sama, Tuan." Alex pergi meninggalkan gedung. Abimanyu menatap kepergiannya. Pria itu pergi karena harus kembali bekerja kepada Rey Bagaskara, ayah dari Abimanyu....


__ADS_2