Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 17 Janji Sang Tuan


__ADS_3

..."Rin jadilah kekasihku, jika kamu ingin hidupmu bahagia. Aku akan membuatmu tak perlu lagi merasakan penderitaan." ucapan lembut, baru saja keluar dari bibir sang tuan. Rin terpesona dengan ucapan bernada sayang itu....


...Kebahagiaan yang ia rindukan telah menjauh darinya ketika usia menginjak dewasa. Apakah ini waktunya ia merasakan kebahagiaan kembali....


...Jatuh pada kemiskinan membuat separuh bahagia Rin menghilang. Teman- teman yang dulu mengelilinginya satu persatu menjauh darinya. Yang lebih buruk diusia remaja harus berkutat dengan sapu dan kain pel, semua itu untuk biaya berobat sang ayah dan untuk mencicil hutang yang sedalam lautan. Rin tak pernah merasakan gajinya sedikitpun, tetapi ia tetap tegar asalkan sang ayah masih bisa bertahan dari penyakitnya....


...Tapi apakah harus menjalin cinta buta dengan pria yang masih sah suami orang. Bercerai, bahkan Abimanyu belum mengajukan surat perceraian itu. Kata cerai itu baru saja terucap di bibir. Walaupun itu sudah sah di dalam agama untuk berpisah, tapi tidak jika di muka hukum...


...Belaian lembut kembali diberikan oleh tuan Bima, Pria itu begitu pandai membuat Rin terbuai. Hingga sesaat membuat ia lupa akan posisinya, siapa dirinya dan siapakah pria di depannya....


..."Rin, aku akan menjadikanmu ratu di istanaku." Tatapan sayu, ucapan penuh permohonan terus terucap, mendambakan sebuah rasa yang lama tak ia dapatkan lagi....


...Iya, pria itu ingin belaian wanita. Namun tak sembarang wanita bisa membangkitkan gairahnya. Abimanyu mau melakukan hubungan cinta hanya pada wanita yang ia sayangi saja....


...Dan saat ini ia mengharapkan Rin mau menuruti hasrat cintanya. Hanya Rin saat ini yang bisa mematikan sebuah rasa yang sudah bergelora memenuhi jiwa....


...Rin diam seperti patung, bibirnya mengatup rapat, bagaimana ia harus setuju, Mahkota yang diminta itu hanya satu- satunya. Jika sudah hilang keperawanan maka kata apalagi untuk menyebut dirinya. Perawan bukan, janda juga bukan....


..."Apa yang sedang kau pikirkan Rin, tak usah ragu, aku tak akan melakukan jika tak bertanggung jawab." Kalimat- kalimat rayuan masih terus terucap dari bibirnya yang casual. Sapuan lembut jari-jarinya terus menjelajah, membalikkan tubuh yang sedari tadi memunggunginya, tubuhnya terus mendesaknya hingga gadis itu kehilangan ruang gerak. Rin terduduk di meja Rias. Dengan Bima tepat di depannya....


...Bima memandanginya dengan jarak dekat, mengagumi kecantikan Rin, menghirup aroma wangi dari tubuhnya. Sesaat kedua bola mata Bima terpejam merasakan semuanya begitu nyata....


..."Tuan aku takut." Menolak, hati dan jiwanya masih berjalan normal Rin ingin menolak dengan sekuat tenaga, namun tidak dengan tubuhnya, sentuhan itu sudah membuat desiran darah melaju kencang hingga tubuh tak kuasa lagi mengabaikan. Rin saat ini seperti boneka hidup di hadapan tuan Abimanyu....


..."Jangan takut Rin, aku ada untukmu," ucapnya, suara berat dengan nafas yang sudah memburu. berlahan tangan Bima mulai merambah menelusuri leher dan mencari sebuah pengunci baju , bibir yang menempel sudah tak terkendali lagi, bermain semakin liar dengan tubuh yang semakin menghangat....


...Bima mengangkat tubuh Rin menuju ranjang big zize, Rin bagai boneka kecil dalam dekapan Abimanyu. ...


...Tak lama fire alarm berbunyi nyaring. Rin panik begitu mendengar bunyi mengerikan itu. Rin dan Bima segera memakai baju yang sesaat tadi telah ia tanggalkan....

__ADS_1


..."Kamu tenang, jangan takut ada aku." Bima masih bisa berkata manis saat kondisi darurat seperti ini....


...Rin nampak pobia dengan alarm yang menakutkan itu. Rin tubuhnya sudah menggigil ketakutan....


..."Tuan aku takut." memeluk lututnya dengan gemetar....


..."Jangan takut, aku ada bersamamu."...


...Tanpa berpikir panjang Bima segera meraih lengannya dan memaksa Rin merebahkan bobotnya di punggungnya. Bima menggendongnya dan segera mencari jalan keluar....


...Mereka keluar tergopoh setelah Bima berhasil meraih dua buah ponsel yang tergeletak berdampingan, ponsel miliknya dan milik Rin....


...Bima dengan langkah terburu menuju lift, Setelah berhasil menuju lantai paling dasar, Bima segera menurunkan Rin, dan berlari menuju halaman....


...Bima mendapati sosok manager dan asistennya sedang menunduk takut. Ia sudah siap menerima ledakan amarah dari Bima...


...Ia tak pernah mengira konsleting listrik tadi akan menjadi kebakaran kecil pada salah satu Resort, Dan yang lebih sial Resort itu ditempati oleh Bima dan Rindang saat ini....


..."Maaf tuan, semua terjadi diluar dugaan," ucap Dion memberanikan diri....


..."Diaaam!! Aku tak minta kau menjawab."...


...Tak sepatah katapun yang keluar dari mulut kedua pria berstatus bawahan itu jika tanpa ditanya. Wajah mereka pucat pasi menerima kemarahan Direktur utama yang sedari tadi menatap dirinya dengan tatapan membunuhnya....


..."Pemadam kebakaran?" tanyanya...


..."Sudah saya telepon, Tuan."...


..."Sayang kau tak apa?" Menghembuskan nafas lega. Bima segera merapikan rambut Rin yang terlihat berantakan dan resleting yang belum tertutup sempurna....

__ADS_1


..."Tenanglah ini hanya kebakaran kecil." ucap Bima melihat tubuh rin semakin menggigil...


..."Ambilkan minum cepat. Perintahnya pada Dion yang berdiri mematung di dekatnya....


...Dion bergegas mengambil botol minum milik Bima dari mobilnya dan menyodorkan....


..."Ini, Tuan."...


...Bima dengan sigap mengambil dan membukanya, membimbing Rin segera meneguk minuman langsung dari botolnya. "Pelan-pelan nanti tersedak."...


..."Terima kasih, Tuan," ucapnya. Rin menjatuhkan kepalanya pada dada Bima masih dengan wajah takut. Bima mengelus punggung Rin agar lebih tenang....


..."Kau jangan takut, aku akan menjagamu, mulai saat ini aku akan melindungi mu." Setelah Rin terlihat tenang Bima mengantarnya ke Mobil....


...Bima mendekati Dion dan Soni kembali dengan raut wajah garang. Sepertinya ia akan kembali menumpahkan kekesalannya yang masih terpendam....


..."Kau telah melakukan kecerobohan fatal hari ini, aku tak akan memaafkan kelalaian ini." umpatnya dengan nada suara mengintimidasi....


..."Ini murni kecelakaan tuan." jawab Soni memberanikan diri masih dengan wajah tertunduk....


..."Aku tau ini kecelakaan, tapi semua ini tak akan terjadi jika ada pemantauan lebih awal," sergahnya dengan berkacak pinggang....


..."Kau tau karena hal ini, kau membuat kekasihku sangat ketakutan." melihat ke arah Rin yang terdiam di mobil....


..."Maafkan saya sekali lagi Tuan, saya pastikan kejadian ini tak akan terulang lagi." bersungguh sungguh....


...Dion segera menghubungi mekanik listrik yang telah libur beberapa hari untuk segera datang sekarang juga. Api yang sempat membesar juga sudah dapat dikendalikan hanya dengan satu tangki air dari pihak pemadam....


Rin masih terdiam di mobil sambil menatap ke arah Abimanyu. Gadis itu melihat betapa besar kekuasaan yang dimiliki pria di depannya itu.

__ADS_1


Rin juga merasa terselamatkan dengan kejadian kebakaran ini, dia bisa terbebas dari sebuah kejadian yang mungkin akan ia sesali seumur hidup.


__ADS_2