Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 40. Jangan Sakiti Anakku.


__ADS_3

...Alarm berdenting pukul setengah tujuh. Abimanyu segera mengakhiri sarapannya. Jika menunggu Rin yang hanya bermain dengan nasi dipiringnya ia khawatir akan terlambat berangkat kerja....


..."Baby, berangkat dulu ya! Jangan suka ngambek. Nanti cantiknya hilang, kasihan juga si kecil di perut" ujarnya lembut penuh bujuk rayu sambil mencubit pipi Rin dengan gemas. " Nanti kalau kamu inginkan sesuatu kamu bisa kirim pesan, biar sekalian aku bawakan saat pulang kerja nanti....


...Rin mulai tersenyum. "Sayang, aku ingin ikut bekerja."...


...Abimanyu terlihat keberatan. "Sebaiknya Dirumah saja ya. hari ini aku akan sibuk sekali, maaf sayang lain kali saja kamu boleh ikut."...


...Rin ngambek lagi, namun Bima tak bisa mengulur waktu, karena hari ini ia akan ada janji bertemu dengan banyak klien. Ia memaksa berangkat setelah selesai berpamitan dengan sang buah hati....


...Bima dengan langkah berat meninggalkan istri yang merajuk....


..."Ayo Ren, kita berangkat saja sekarang. Aku sudah terlambat." Titahnya pada Rendra yang menunggu di ruang tamu....


..."Baik Tuan." Rendra segera meraih tas milik Abimanyu yang sudah bertengger diatas meja....


...Abimanyu meninggalkan halaman bersama Rendra, Tinggal Rin sendiri dirumah bersama Naya....


...Rin yang manja saat hamil terlihat sangat sedih. Ia membiarkan bulir kristal menetes dipelupuk matanya. Bukan karena ia sengaja bersikap demikian. Tetapi hormon dari kehamilannya yang mempengaruhinya ingin selalu di dekat suaminya....


...Akhir- akhir ini ia begitu senang ketika mencium aroma keringat sang suami. Menurutnya aroma itu bagaikan aromatherapi yang bisa menyejukkan hati dan pikirannya....


..."Rin, semua bahan dapur sudah habis. Bibi harus ke pasar belanja. Kamu nggak apa-apa kan di rumah sendirian." ketika bi Naya selesai memeriksa bumbu dapur....


..."Iya nggak apa apa, Bi, sebelum pergi tolong buatkan kentang goreng dulu ya!"...


..."Iya, kalo kentang kebetulan masih ada kok. Tunggu sebentar biar aku buatkan." Bi Naya segera mengupas kentang memotong- motong kecil berbentuk stik dan menggorengnya hingga berubah warna. Setelah selesai, Naya segera meniriskan ke dalam piring mengantarkan kepada Rin....


..."Rin, aku berangkat, kamu jaga diri ya di rumah," ujar Naya sebelum keluar rumah....


..."Iya, Bi."...


...Naya segera memanggil tukang becak, setelah ia berjalan hingga di depan gerbang. Tak lama tubuhnya pun menjauh dan menghilang tertutup oleh ramainya kendaraan yang lalu lalang....


...Rin yang sendirian di rumah ia sedang duduk bersantai, membaca buku tentang cara menjaga si buah hati ketika masih dalam kandungan. Sambil menikmati juice jambu dan sepiring kentang goreng....


..."Enak sekali, tumben kamu pinter sayang." mengelus perutnya yang bergerak gerak pelan....

__ADS_1


...Tok... Tok... Tok.......


..."Siapa?!!" Tanya Rin ketika mendengar suara pintu diketuk....


...Tok... Tok... Tok.......


..."Siapa ya, pagi-pagi sudah bertamu." gerutunya....


...Rin berdiri sambil memegangi perutnya. Ia menghampiri pintu utama, Rin mengintip dari kaca ternyata yang datang adalah Maira....


...Rin segera membukakan pintu untuk Maira....


..."Silahkan masuk, Mbak." ujar Rin sambil menutup pintu kembali setelah Maira Masuk....


..."Gimana kabarnya Tiara Mbak!" Tanya Rin menanyakan kabar Tiara anaknya. Kemudian mereka berdua sama sama menghempaskan pantatnya di sofa ruang tamu....


..."Tiara baik- baik saja dia bersama ibu di rumah."...


..." Oh iya, Rin aku punya pil yang sangat baik untuk di konsumsi ibu hamil, sepertinya kamu harus meminumnya juga, apalagi kandungan kamu yang terbilang lemah, karena waktu aku masih hamil Tiara dulu, aku juga rajin meminumnya."...


..."Pil? tapi Rin dilarang konsumsi obat apapun. Selain anjuran dokter, Mbak."...


..."Maaf Mbak, Rin nggak bisa meminumnya." Rin bersikeras menolaknya....


..."Ayo diminum aku sudah membawakan khusus untukmu!! ." Maira sedikit memaksa ia mengangkat gelasnya dan menyodorkan di dekat Rin....


...Rin menggelengkan kepala, tetap berusaha menolak sebisa mungkin. Karena ia punya firasat yang tidak baik dengan kedatangan Maira hari ini....


..."Maaf, Mbak."...


..."Minum, cepat!!!!"...


..."Nggak mau, Mbak. tolong jangan paksa saya."...


..."Kamu harus meminumnya! Kamu harus meminumnya sekarang, aku tak mau bayi laki- laki itu lahir dengan selamat, cepat minum!!!" Maira bangkit dari duduknya....


..."Jangan, Mbak, jangan kumohon."...

__ADS_1


...Maira yang lebih besar tubuhnya, mengalungkan lengannya kedalam leher Rin, Rin hanya bisa meronta sekuatnya. "Mbak lepaskan, jangan siksa aku dan bayiku. Dia nggak salah apa- apa ,Mbak."...


..."Apaaa?! Kamu bilang nggak salah. Karena kamu Mas Bima meninggalkan aku, karena kamu dia tidak lagi melihatku, karena kamu anakku kehilangan ayahnya!!"...


..."Kamu bilang tak salah, pergi saja kamu wanita rendah, pergi dengan anakmu ke neraka sana."...


..."Mbak jangaan sakiti aku, Hiks... hiks..."...


...Maira memaksa dengan mengeratkan lengannya di leher Rin, sambil menuangkan obat tadi ke dalam mulut Rin....


...Rin tersedak dengan air yang dipaksa masuk kedalam kerongkongannya. Hingga ia tak sengaja menelannya sedikit....


...Merasakan air itu masuk ke perut Rin segera meronta sejadi jadinya mendorong Maira hingga jatuh dan gelas ditangannya pun lepas....


...Pyarr......


..."Ha... Ha... Ha.... Kamu sudah meminumnya, sebentar lagi kamu akan menangis darah Rin! Siapa suruh merebut kebahagiaanku."...


..."Mbak saya akan melaporkan semua ini ke Tuan Abimanyu"...


..."Apa, laporkan saja, aku akan sangat senang, biar dia tau apa kesalahannya selama ini"...


...Rin yang putus asa segera berlari ke wastafel ia memasukkan jarinya ke kerongkongannya agar obat yang masuk ke perutnya segera keluar....


..."Hiks... hiks... hiks...." Rin menangis ketika tubuhnya terasa gemetar. Ia merasakan obat tersebut sudah bereaksi....


..."Tuhan, kumohon selamatkan aku dan anakku. biarkan dia hidup di dunia ini, Tuhan, Tolonglah."...


..."Tolong beri kekuatan untuk bayi diperutku aku mohon, Tuhan." Rin terus saja mengucap do,a dalam bibir mungilnya. Kondisi tubuhnya semakin lemas, hingga tak butuh waktu lama ia hilang kesadaran....


...Maira yang melihat Rin tergeletak di depan wastafel, ia segera merapikan semuanya yang berantakan dan menghilangkan jejak yang ada. Setelah semua dirasa aman ia segera kembali pulang dengan hati puas....


...Ia berfikir bahwa wanita yang dibencinya sebentar lagi pasti akan kehilangan bayinya. Obat yang baru saja ia berikan adalah obat dosis kuat sedikit saja meminumnya pasti Rin akan kehilangan bayinya...


...Maira sangat membenci anak itu. Apalagi bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Jika ia membiarkan hidup. Pasti dia akan menjadi pewaris tunggal perusahaan kakeknya. PT Karunia Alam yang memiliki puluhan ribu karyawan, serta usaha Daddynya yang kini semakin tumbuh pesat....


...Maira membayangkan semua itu membuat ia tak bisa tinggal diam, ia benar- benar tak rela jika putra mantan pembantunya memiliki segalanya. Sekarang ini hatinya sangat senang rencananya telah berhasil....

__ADS_1


...Maira bergegas pulang tanpa ada satu orangpun yang tau kedatangannya. Ia benar-benar puas telah bekerja sangat baik untuk dirinya....


...Naya yang baru saja pulang dari pasar, sedikit heran dengan pagar yang terbuka lebar, Rupanya Maira tadi lupa menutup kembali....


__ADS_2