Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 20. Bahagiamu prioritas utamaku


__ADS_3

...Kata-kata Rendra terus saja berputar putar di kepala Rin. Ia mengingat seperti sebuah sihir yang setiap saat menyakiti raganya, sakit namun tak berdarah....


...Apa semua itu benar....


...Bagaimana jika ucapan Rendra tidak salah....


...Diabaikan setelah tak di butuhkan itu akan menyakitkan itu pasti bisa saja terjadi, Tuan Abimanyu Bagaskara pria tampan mapan, banyak wanita yang tergila gila padanya. Mencari wanita kelas selebriti saja hal yang mudah, apalagi kelas pelayan seperti ku....


...Rin mengelus perutnya yang rata di depan cermin. Bayangan malam itu setiap saat kembali muncul di benaknya. Ia sangat khawatir bagaimana kalau dirinya kembali bertemu dalam kondisi berdua seperti waktu itu....


...Malam itu hanya mereka berdua yang tau, betapa panasnya hubungan mereka. Abimanyu hampir saja mengambil sesuatu yang berharga dari dirinya....


..."Kenapa kamu gelisah Rin? Apa yang sedang kamu pikirkan?" Suara tak asing itu kembali terdengar di telinga Rin. Pria itu melangkahkan kakinya masuk ke tempat yang tak harusnya ia datangi....


...Ia mengambil duduk di kursi kecil dari kayu jati, yang digunakan Rin duduk saat merias diri....


..."Jangan takut, yang kamu khawatirkan itu tak akan terjadi, kita hanya akan melakukan setelah pernikahan Rin. Maafkan aku," ucapnya sambil mendudukkan Rin di atas pangkuannya. Abimanyu seakan tau apa yang sedang Rin khawatirkan....


..."Benarkah,Tuan? Jadi, Tuan tak akan memaksa Rin lagi, " tanya Rin dengan segala kepolosanya....


...Setidaknya jika Abimanyu membuangnya, hanya dia sendiri yang akan pergi. Tanpa ada seorang anak diantaranya yang akan hidup menderita tanpa seorang ayah....


...Abimanyu tersenyum dan mengangguk meyakini ucapannya sendiri....


..."Apakah Rin ku sayang lelah, seharian tadi bekerja?" belaian lembut dan kecupan sayang itu kembali ia berikan bertubi-tubi. Rin yang polos hanya bisa menerima perlakuan lembut majikannya....


...Rin menggelengkan kepala. " Rin tidak lelah Tuan."...


...Bima tersenyum manis ia memegang kedua lengan Rin yang tepat berada di depannya....


..."Lalu apa yang terjadi jika kamu tidak lelah." Bima menatap lekat manik mata Rin yang sayu. Pria itu bisa merasakan gadis di depannya dalam suatu tekanan...

__ADS_1


..."Mulai besok kamu tak usah bekerja lagi. Yang kuinginkan kamu menyambutku ketika aku pulang bekerja, aku pasti akan senang sekali."...


...Menyambutmu Tuan, bagaimana itu aku lakukan, pasti pria itu mengekor di belakangmu selalu, Rendra sangat membenciku, aku pasti akan semakin hina di depannya....


..."Tapi Tuan? Jika Rin tidak bekerja bagaimana hutang keluarga Rin bisa cepat lunas?" ucap Rin dengan mimik muka keberatan....


..."Hutang?" Bima tergelak....


..."Lupakan hutang itu Rin, Mulai hari ini kamu tidak lagi punya hutang. Sebentar lagi kau akan memiliki ini semuanya." Tersenyum tulus menatap keluguan Rin....


...Apakah tuan Bima sedang bersandiwara, Rendra bilang dia akan membuangku. Apa ini salah satu caranya tuan Bima. Setelah menikahiku, aku akan dibuang....


..."Kenapa Rin ku melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?" Bima mengecup bibir Rin, dan ingin merasakan sebuah balasan. Namun Rin enggan membukanya, bahkan ia mengatupkan dengan rapat. Rin bingung bagaimana mencari cara untuk menghindari semuanya....


..."Tuan, lihatlah! Aku sekarang sudah bisa membuat pola baju sendiri." Rin turun dari pangkuan Bima. Ia berlari kecil mengambil tas ransel kuliahnya yang tergantung di dinding. Mengeluarkan robekan- robekan kartas kecil berwarna coklat hasil kerja kerasnya selama masuk kuliah. Sedangkan Bima tak mengerti apapun maksud gambarnya itu....


..."Tuan jika nanti Rin sudah bisa membuat baju, orang yang pertama kali Rin buatkan adalah Tuan Bima." imbuhnya lagi sambil membuka lembaran kertas kecil dan menunjukkan pada Bima....


..."Kenapa harus aku? kenapa tidak membuat untuk dirimu sendiri dulu?"Bima mengernyitkan dahinya Namun hati Bima merasa senang mendengar celotehnya....


...Tiba-tiba senyum Rin kembali hilang. Dan seperti sedang memikirkan sesuatu. "Tapi baju Tuan serba mahal, bagaimana bisa memakai baju buatan, Rin. Ah tuan pasti akan malu memakainya nanti."...


..."Hey, siapa bilang? Nanti pasti akan aku pake. Kamu tenang saja ya!" Bima mencubit hidung Rin dengan gemas terdengar tawanya terkekeh diakhir kalimat. "Asal nggak kekecilan aja"...


..."Nggak Tuan, nanti Rin akan mengambil ukurannya dulu."...


..."Oke, Sayang." kembali mengecup kening Rin....


..."Jalan-jalan yuk, bosen banget di rumah, mumpung masih sore," pintanya sambil berdiri melihat keluar pintu....


...Malam ini begitu terang rembulan sepertinya purnama, hingga kerlip bintang tidak begitu kentara oleh cahayanya. Bima sangat suka dengan malam yang benderang saat ini....

__ADS_1


...Rin kembali memasukkan potongan kertas tadi ke dalam tas ranselnya. Ia bersiap menuruti ajakan Abimanyu....


..."Kita kemana Tuan?"...


..."Kemana ajalah, yang penting malam ini kita jalan-jalan."...


...Bima menggandeng tangan Rin dengan mesra, layaknya pasangan kekasih yang sedang kasmaran. Kenyataannya memang benar mereka adalah kekasih dalam hatinya masing masing. Walaupun Rin selama ini masih menyangkal perasaannya....


..."Ren siapkan mobil !"...


..."Baik tuan." Rendra segera menyiapkan mobil yang pernah ia tabrakkan pada ekor Dam truk seminggu yang lalu. Namun mobil itu sudah kembali cantik dengan onderdil baru tak nampak cacatnya sedikitpun....


...Ada alasan bima tidak menjualnya, ia pertama kali keluar dengan Rin memakai mobil warna merah itu. Dan Rin terlihat begitu mengaguminya....


...Rin duduk di belakang bersanding dengan Bima. Gadis itu lebih pendiam daripada saat berdua saja. Rin bisa melihat Rendra yang sejak tadi mencuri pandangan dari kaca spion. Rendra terlihat beberapa kali mengeratkan rahangnya, hatinya yang sudah terluka kini malah ditaburi garam, perih sekali....


..."Rendra kita mampir dulu ke Grand mall !" ucap Abimanyu pada Rendra yang diam tak bergeming sejak berangkat tadi....


..."Baik Tuan." Rendra segera memarkirkan, mobilnya di tengah mobil pengunjung yang sedang berjejal. karena malam minggu parkiran menjadi sangat penuh....


...Rin dan Bima masuk kedalam, Bima mengambil satu troly dan mereka mulai menyusuri setiap dagangan yang terpajang rapi....


..."Rin, ini cute banget kan?" Bima menunjukkan pada Rin boneka bear besar yang di pajang paling depan. Ia mengharapkan Rin akan suka....


..."Tidak, Tuan." Rin melihat harga yang tertera ia merasa terlalu mahal untuk harga sebuah boneka. Mereka berkeliling hampir lelah namun Rin tak memiliki selera untuk membeli sesuatu....


...Terpaksa Bima membeli sendiri barang yang menurutnya di sukai oleh cewek seusia Rin. Baju dan barang branded lainnya juga tak luput dari incarannya....


...Bima menelefon Rendra agar membantunya membawa keluar belanjaannya, Malam ini Bima telah khilaf, ia menghabiskan uang 200 juta untuk Rin seorang, tanpa sepengetahuan siapapun....


...Bima menghampiri Rin yang sedang menunggu di kedai, setelah menghabiskan satu gelas minuman bersoda, Mereka pulang kembali ketika hari telah tengah malam. Rin yang lelah ,lelap di mobil saat di tengah perjalanan. Bima mengamati dengan segenap rasa sayang....

__ADS_1


...Saat tidur saja kau juga sangat cantik....


...Bima merelakan pundaknya sebagai sandaran, ia melingkarkan lengannya agar Rin tak mengalami guncangan, memberikan kenyamanan untuk gadis belia disebelahnya kini akan menjadi prioritas utamanya mulai dari sekarang....


__ADS_2