
...Naya segera menutup pintu gerbang dan menguncinya kembali. Ia bergegas masuk ke dalam rumah. Ada firasat buruk yang mulai menggelayut di hatinya....
...Naya meninggalkan Rin sendirian di rumah, padahal Abimanyu selalu berpesan agar ia selalu menjaga istri tercintanya saat dirinya sedang bekerja....
...Naya segera masuk rumah, ia mendapati rumah sangat sepi, hanya saja suara televisi yang sedang berbicara sendiri tanpa ada yang menonton....
..."Brakk," Naya menjatuhkan semua barang belanja yang ada ditangannya....
..."Rin, apa yang terjadi? Rin bangun?" naya menggoyang goyang tubuh Rin pelan ketika mendapati tubuh Rin limbung di bawah wastafel...
...Naya sangat panik ia segera menghubungi dokter Mahesa agar segera menolong Rin. Naya berfikir kalau Rin lebih membutuhkan seorang dokter yang bisa menolongnya saat ini daripada suaminya....
...Tentu Mahesa segera datang ketika mendapati istri sahabatnya sedang menghadapi cobaan yang besar. Ia bisa tahu sebesar apa masalah karena Naya sangat panik saat meneleponnya....
..."Dokter tolong selamatkan dua nyawa ini, entah apa yang terjadi. Hari ini hal buruk sudah terjadi, aku hanya pergi sebentar untuk berbelanja!"...
..."Bi sebaiknya siapkan perlengkapan yang perlu dibawa, sudah benar bibi menghubungiku secepatnya." Mahesa juga panik, Dia baru tahu kalau Rin telah hamil, karena selama kehamilan Abimanyu mempercayakan dokter lain untuk memeriksanya....
...Mahesa segera melarikan Rin ke RS miliknya. "Dokter, aku takut, apa yang aku katakan pada Tuan Abimanyu, dia baru saja makan kentang goreng buatanku."...
..."Tenang dulu Bi, kita periksa dulu apa yang menjadikannya seperti ini."...
...Sopir pribadi Mahesa segera membawa Rin tanpa menunggu lama. Dokter Mahesa dibelakang memangku tubuh Rin bagian kepala dan Naya bagian kaki....
...Saat dijalan tadi dokter Mahesa sudah meminta agar perawat segera siaga menjemputnya di depan, dengan membawa brankar dan mengosongkan ruang UGD Kelas VVIP untuk Rin....
...Mahesa sangat panik, ia segera mengerahkan seluruh tenaga Dokter Obgin untuk mengupayakan keselamatan Rin....
...Di tengah- tengah kesibukannya Mahesa menyempatkan diri menghubungi Abimanyu. Sedangkan Abimanyu melihat panggilannya dari sahabatnya yang paling menyebalkan.Dia memilih mengabaikan, karena hari ini sedang bertemu dengan klien pentingnya....
..."20 panggilan tak terjawab, Tumben Mahesa meneleponku berulang kali," gerutu Abimanyu setelah memeriksa panggilannya. Abimanyu sengaja menghilangkan suara dan getarnya agar tak mengganggu di saat ia sedang fokus dalam pekerjaan....
..."Apa dia kurang kerjaan, hah" kembali memasukkan handpone kedalam saku....
...Tak lama notif pesan berbunyi. Abimanyu mulai tertarik membukanya....
...Segera datang ke RS X temui istrimu. Dia membutuhkanmu. Isi pesan dari Mahesa....
..."Apa? Rin sekarang dirumah sakit apa yang terjadi, kenapa Mahesa mengetahui sedangkan aku tak tau apa- apa." Rasa sedih bercampur cemburu menumpuk di kepala Abimanyu....
__ADS_1
...Ia meninggalkan kliennya dan meminta Rendra menggantikan dirinya mendadak. Abimanyu berlari tak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Ia segera mengemudikan mobilnya tanpa memikirkan hidup dan mati. Memang seperti itu karakter asli Abimanyu. Keras kepala, ceroboh dan gegabah....
...Sampai di halaman Abimanyu segera menghubungi Mahesa kembali, ia tak ingin memakan waktu banyak, hanya sekedar berputar mencari ruang Rawat....
...Abimanyu tergopoh menghampiri ruang yang di sebutkan Mahesa....
..."Apa yang telah terjadi dengan istriku Hes? Kenapa dia bisa ada disini?" saat menemukan Rin yang terbaring lemah. Wanita itu tertidur kembali, setelah sadar sebentar dan meminum obat untuk penguat kandungan....
..."Dia sepertinya telah mengkonsumsi obat penggugur kandungan."...
..."Apa? Rin nggak mungkin melakukan itu. Apa yang membuatnya, ingin menggugurkan anakku? berani sekali dia?"...
..."Aku tak tau masalahnya. Mungkin dia tidak suka memiliki anak di usia dini, apalagi kamu juga memiliki dari wanita lain? Kamu tau itu sangat menyakitkan untuk semua wanita."...
..."Tapi aku sudah memberikan semua untuknya, sayang, perhatianku, apa yang kurang lagi." meremas rambutnya frustasi. Kemudian membanting tubuh nya di kursi yang ada di belakangnya....
..."Itu menurutmu, tapi terkadang cara berfikir wanita susah di tebak, Bro." Mahesa berdiri sambil memeriksa alat...
..."Berani sekali dia melakukannya, kalau sampai terjadi apa apa pada bayiku aku tak akan memaafkannya." darahnya naik hingga ubun ubun. Rasanya ia begitu marah dengan kelakuan Rin yang berani membahayakan bayinya....
..."Sabar, sabar, tanyakan saja setelah ia siuman. Saat ini ia sedang dalam pengaruh obat, biarkan ia istirahat dulu." Mahesa menenangkan....
..."Bagaimana sekarang keadaan bayiku?" tanyanya lagi dengan wajah pias. Pada mahesa yang juga duduk di sebelahnya....
..."Semoga tak terjadi apa- apa"...
..."Apa? itu artinya kamu nggak yakin, pastikan dia baik dong!."...
..."Aku dokter bro, bukan malaikat. Aku juga tak tau hal yang belum terjadi."...
..."Payah, lo."...
...Saat dua singa bertaring pendek itu berdebat, Rin mengerjabkan matanya. Merasakan berisik yang berhasil mengganggu inderanya....
...Tangannya mulai menelusup di perutnya memastikan kondisi bayinya, Rin sedikit lega, perutnya masih buncit. Ia segera memanggil Abimanyu dengan suara beratnya....
..."Sayang!"...
..." Rin, Kau sudah siuman?" menarik kursinya agar duduknya lebih dekat....
__ADS_1
..."Apa yang telah kau lakukan pada calon anak kita?! Apa benar kau berencana menggugurkannya?"...
...Rin yang mendengar tuduhan Abimanyu dengan sorot mata yang tak biasa membuatnya ingin mengelak....
...Tadi ia berfikir saat mengetahui dirinya siuman, suaminya akan memeluknya penuh haru namun Rin mendapatkan sesuatu yang tak ia inginkan....
..."Aku tak akan pernah memaafkanmu dengan kesalahanmu hari ini." giginya mengerat....
...Apakah harus aku katakan kalau Mbak Maira memaksaku, bagaimana kalau Tuan Bima menyakitinya nanti, dia pasti akan semakin membenciku. Tidak, aku tidak mau dia melakukan yang lebih buruk lagi....
..."Kamu tidak mau hamil anakku?" Bima mulai meremas lengan Rin dengan keras....
..."Aku tidak melakukannya, sayang, sungguh."...
..."Bohong, kau pasti bohong. Bi Naya kemari!"...
..."Apa kau membuatkan minuman untuknya?"...
..."Iya Tuan, hanya jus jambu."...
..."Apa lagi yang kau masukkan kedalamnya."...
..."Tidak ada,Tuan."...
..."Katakan apa lagi!" suaranya lebih keras, bisa dibilang dia saat ini sedang membentak....
..."Hanya itu saja tuan." menunduk tanpa berani memandang wajah Abimanyu yang semakin murka....
..."Dengar, naya tidak memasukkan racun itu, artinya kamu sendiri yang melakukannya. Tidak ada orang lain." Suara pelan itu membuat Rin semakin takut....
..."Atau kamu mengatakan padaku ada orang yang memaksamu?"...
..."Siapa yang memaksamu, Rin?"...
..."Apa Mama?"...
..."Tidak Bima, Mama tidak melakukannya," ujar Freya yang mendengar namanya di sebut. Freya sengaja datang karena Abimanyu tadi menghubunginya....
..."Mama bahkan baru kali ini bertemu dengan istrimu." melangkahkan kakinya masuk sambil membawa sekeranjang buah, meletakkan diatas nakas....
__ADS_1
..."Mama..." Rin bahagia melihat mertuanya mau mengunjunginya. Apakah itu artinya orang tua Abimanyu sudah menerima kehadiran calon anaknya?...