Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 46.Tragedi setelah makan malam


__ADS_3

Selesai makan malam Abimanyu segera meninggalkan Rin dan keluarganya yang sedang berkumpul, ia menyalakan batang rokok di gazebo. Pria itu saat ini sudah jarang sekali merokok karena Rin selalu mual jika mencium aroma rokok pada tubuhnya hanya sesekali saja seusai makan ia menghisapnya. Sedangkan semenjak hamil istrinya lebih senang nempel- nempel pada dada bidangnya seperti seorang anak takut akan ditinggal kerja ayahnya.


Kebiasaan Rin itu diyakini oleh Abimanyu pasti karena hormon sang bayi yang sedang di kandungnya. Dia benar- benar putranya jadi Bima semakin senang ketika Rin sudah menunjukkan sikap manjanya.


Satu batang belum habis tiba-tiba Rena menyusul Abimanyu dengan tergopoh gopoh. Rena terlihat begitu panik dan ada ketakutan yang mendominasi wajahnya.


"Tuan, Nona kesakitan."


"Maksud kamu!" Abimanyu kaget bukan main mendengar laporan dari Rena.


"Seusai makan tadi Nona memegangi perutnya, setelah saya tanya katanya sakit sekali, tubuhnya mengeluarkan banyak keringat dingin."


"Apa!? Bima tanpa menunggu waktu lagi ia segera berlari menuju ruang makan, hatinya sudah sangat khawatir dengan keadaan bayinya yang baru saja selamat dari racun mematikan yang diberikan oleh Maira.


"Rin, apa yang telah terjadi? Apa kamu baik- baik saja, baby?" Abimanyu semakin panik.


"Sakit sekali sayang. Perutku kenapa, akhh." Rin meringis kesakitan.


Abimanyu segera mengambil minyak hangat dan membalur ke perut Rin yang bersandar di kursi. Kepanikannya ternyata membuat Bram geram.


"Sudah tau istri sakit kenapa tidak segera di bawa kekamar?" Bram melihat Rin dengan tatapan tak tega. Tanpa menunggu persetujuan Abimanyu ia segera membopong tubuh Rin ke kamarnya.


"Rin kau tak apa-apa?"


"Sakit, uncle." Rin masih tetap merintih di dekapan Bram.


Abimanyu sempat ingin marah melihat pamannya menyentuh istrinya, tetapi ia berusaha menahan emosinya meletup setelah melihat ekspresi Rin yang memang menderita. Kini Abimanyu ingin melampiaskan amarahnya pada sang mama.


"Mama!! Apa yang kau masukan ke dalam minuman istriku?" Abimanyu kini mulai menghardik Mama. Yang diduga dalang dari sakit istrinya.


"Apa yang kumasukkan? benar aku tidak mencampur apa apa ke dalam minuman itu, Pasti bukan karena itu bisa saja hal lain."


"Tapi dia sakit setelah meminum just buatan Mama."

__ADS_1


"Itu pasti kebetulan, Kau panggil saja Dokter kepercayaanmu agar kau tau penyebabnya." mendengar ucapan Freya, Abimanyu yakin mamanya sedang tak berbohong.


"Iya baiklah, kalau terbukti mama melakukan hal buruk pada istriku. Jangan harap aku akan menginjakkan kakiku kerumah ini lagi, aku membawanya kesini bukan untuk disakiti, tapi untuk mendapatkan cinta dari kalian."


"Tidak Bima! Mama sudah berusaha menerima cucu itu, mama sudah menyayanginya karena dia darah dagingmu, mungkin saja calon anakmu yang kurang sehat."


"Mama kenapa menyebut anakku tak sehat? Mama harusnya tau ucapan mama barusan seperti do'a." Abimanyu terlihat marah. "Aku kecewa sama Mama!"


"Sudahlah mama capek dituduh sama kamu." Mama Freya pergi meninggalkan Abimanyu dan dan segera menyusul Bram kekamar dimana Rin di bopong tadi . Sesungguhnya ia juga takut karena memang kenyataannya sekarang Rin sedang kesakitan setelah minum jus darinya.


Abimanyu dengan segala kepanikannya segera menghubungi Dokter. Setelah menghubungi Mahesa , kini Abimanyu menyusul Rin kekamar dengan tergopoh.


"Tenang sayang sebentar lagi Dokter akan datang, dia akan membantu menyelamatkan anak kita." ketika bayangannya memasuki pintu.


Rin terlihat mengangguk sambil menahan sakitnya. Bram masih setia duduk di tepian ranjang. Bahkan ia tak memberi tempat Abimanyu untuk mendekat.


Abimanyu sedikit heran dengan sikap Bram yang begitu baik dengan istrinya. Namun ia menghancurkan prasangka buruk yang mulai menggerogoti hatinya. Ia tak ingin kecemburuannya membuat istrinya menjadi pelampiasan.


"Minggirlah, kenapa kau menghalangi aku mendekati istriku."


Berulang kali Bima mengecup puncak kepala Rin dengan segala kelembutan, membuat Freya semakin runtuh. Bima dan Rindang sepertinya tak mungkin untuk dipisahkan lagi. Freya hampir tak percaya kalau putranya memiliki sifat yang demikian romantis.


"Ambilkan minum, Rena!"


"Baik, Tuan."


Rena segera mengambilkan segelas air minum dan menyerahkan kepada Abimanyu.


"Minumlah sedikit sayang! Mungkin akan mengurangi rasa sakitnya."


Rin menurut, dia meminum sedikit sekali dari ujung bibirnya, semata agar tak membuat kecewa suaminya saja."


"Sudah sayang aku sedang tak haus."

__ADS_1


-


Mahesa segera meluncur di kediaman Abimanyu, ia menghawatirkan kondisi bayi di kandungan Rin yang beberapa hari ini telah membuatnya sempat khawatir.


Mahesa sudah dijemput oleh Rena di depan pintu dan segera diantar menuju ke kamar Tuannya.


"Hes, cepat kau periksa kondisi bayiku! kenapa istriku menjadi sangat kesakitan?" Begitu nampak mahesa mendekat dengan pakaian putihnya khas seorang dokter.


Hesa segera mengeluarkan alat- alatnya tanpa menunggu waktu lagi, karena dia Dokter obgin yang cerdas Mahesa segera mengetahui apa yang terjadi dengan Rin.


Istrimu sedang mengalami kontraksi apakah sering trrjadi seperti ini," ujar Mahesa.


"Tidak, ini pertama kalinya Apa itu berbahaya?" Tanya Abimanyu khawatir.


"Jika terlalu sering terjadi bisa berbahaya, karena usia kehamilannya baru enam bulan. Apalagi usia istrimu masih sangat muda untuk mengandung seorang bayi. Kamu pasti tau resikonya?"


"Oh... tolonglah Hesa, jangan biarkan dia kesakitan lagi, aku tak tega bila melihatnya seperti tadi" Abimanyu terlihat menahan kesedihannya. Ia tak tega melihat istri cantiknya menderita. Bahkan ia berdo,a di dalam hati agar saat melahirkan nanti biarkan saja sakitnya berpindah ditubuhnya saja.


Mahesa kali ini tidak meninggalkan obat apapun selain vitamin penguat kandungan. Karena hanya itu yang bisa ia berikan untuk seorang ibu hamil.


"Aku pamit dulu semoga lekas sembuh, rabbit." Mahesa mengingatkan Rin akan julukan yang pernah ia berikan waktu pertama kali bertemu.


Mendengar Mahesa memanggilnya Rabbit membuatnya ingin tersenyum namun ia masih tak tahan dengan sakit diperutnya"Terima kasih, Dok. Maaf terlalu sering merepotkan"


"Sudah tugas saya, jangan malas berolahraga setiap pagi walaupun sekedar jalan- jalan berkeliling di mansion ini." imbuhnya lagi.


"Baik Dok, pasti akan aku lakukan."


Mahesa segera mohon pamit pada seluruh keluarga. Setelah selesai memeriksa kondisi Rin.


Wanita hamil itu segera membaik setelah kontraksi dirasakan mulai menurun.


Freya bernafas lega ternyata Rin hanya kontraksi, ia tadi sempat berfikir menantunya akan keguguran. Kalau itu terjadi pasti Abimanyu akan membencinya seumur hidup dan tak akan kembali lagi padanya.

__ADS_1


Kepergiannya waktu dulu menikahi Maira saja sudah membuatnya sangat kehilangan. Ia tidak ingin putra tunggalnya akan pergi darinya untuk yang kedua kalinya.


Freya juga ikut keluar bersama dengan Dokter Mahesa. Ia membiarkan sepasang suami istri itu mencurahkan rasa cintanya pada calon anaknya.


__ADS_2