
...Pernikahan Rindang injali dan Abimanyu bagaskara akan segera dilakukan besok pagi. Abimanyu sudah ingin hubungan mereka segera diresmikan saja. Abimanyu tak ingin menunda lagi niat baiknya untuk menikahi Rin....
...Setiap malam ia harus bersusah payah menidurkan juniornya yang sering meminta pertanggung jawaban, setiap kali teringat malam yang telah ia lalui di Resort itu. Abimanyu tak mampu lagi jika harus menunggu lebih lama lagi....
...Abimanyu kini menuju gedung, ia ingin memeriksa gedung yang akan dipakai ijab qobul besok. Ia bisa melihat para pelayan sibuk menata kursi untuk tamu undangannya. Dekotarif tak henti memasang aneka bunga dan hiasan pada setiap tempat. Hingga gedung besar itu kini sudah berubah menjadi taman bunga yang memukau....
...Bunga warna warni bergelantungan melambai lambai dari langit langit gedung, dan berjajar rapi di sepanjang pintu masuk menyambut para tamu yang akan hadir nantinya....
...Abimanyu sebenarnya ingin menggelar pestanya semeriah dan semewah mungkin. Tapi Freya menyampaikan pesan lewat Alek sang kaki tangan, kalau ia tak ingin ada pesta. Akhirnya Abimanyu hanya mengundang seribu orang saja diantaranya sahabat dan karyawannya....
...Freya melarang bukan tanpa alasan, ia melarang Abimanyu mengundang banyak orang karena Freya sudah mendengar kalau putra tunggalnya memilih menikahi pembantunya. Hal itu akan sangat memalukan buat dirinya jika sampai terdengar oleh media dan kawan bisnisnya, Pembullyan saat arisannya bersama wanita- wanita sosialita yang selevel dengannya pasti tak akan terelakkan lagi....
...Freya juga yakin kalau putranya tidak benar menyukai pembantunya itu, ia mengira kalau Abimanyu pasti hanya main-main saja dengan gadis belia cantik yang baru beberapa minggu tinggal dirumahnya. Atau sekedar melampiaskan kekesalannya karena istrinya telah selingkuh darinya....
...Freya juga banyak memikirkan, kenapa putranya yang tergolong pria angkuh dan arogant, bisa-bisanya tertarik sama wanita yang levelnya berlipat jauh di bawahnya....
...Namun kelebihannya Rindang injali memang wanita yang memiliki kelembutan dan kecantikan memukau membuat banyak khalayak pria menyukainya....
...Freya berdiri dengan melipat tangannya di perut sambil membusungkan dadanya, ketika pria utusannya telah tiba di depannya....
..."Aku tak akan datang kepernikahan putra ku, selama wanita yang ia pilih tak memenuhi standar yang kuinginkan, tapi katakan pada Abimanyu aku tak melarangnya. Alex ini ada hadiah kecil dariku, tolong berikan kepada mempelai wanita sebagai hadiahnya saat usai pernikahan nanti. Dan katakan Aku merestui pernikahannya."...
...Freya menyerahkan kotak kecil yang ia bungkus dengan sangat rapi kepada Alex. Pria itu segera menyimpannya di dalam mobil. Ia tak ingin hadiah dari Sang Nyonya untuk calon Tuan Putri di keluarga Bagaskara sampai tertinggal....
..."Apa hanya itu saja Nyonya, atau ada lagi hadiah dari anda untuk Nona Injali," Tanya Alex lagi....
..."Iya, itu saja kurasa cukup." Freya mengangguk mengisyaratkan agar Alex segera pergi. Karena sebenarnya Alex tadi juga sibuk membantu segala persiapan untuk besok di kediaman Abimanyu....
...Sedangkan Rendra sejak tadi pagi tidak terlihat sama sekali di tengah- tengah orang yang sedang hilir mudik. Rendra mendapatkan tugas khusus dari Abimanyu untuk menjemput orang tua Rindang di Bogor. Pria itu semakin hancur berkeping keping melihat Rin yang ia sayangi akan menikah dengan majikannya....
...Arggggh ... Berkali kali ia memukul kemudi mobil untuk melampiaskan emosinya. Saat ini ia merasa dirinya adalah pecundang sejati....
__ADS_1
...Tak jarang Rendra menepikan mobilnya saat hatinya sangat kacau. "Rin aku tulus sayang sama kamu, tapi apa yang kudapat dari ketululusanku adalah pengkhianatan. Aaaakhh !! kamu membuat aku sakit Rin."...
...Rendra patah hati namun ia masih mampu menutupi semuanya disaat banyak orang, kembali terpuruk ketika dalam sendirinya....
...-...
...-...
...Rin hari ini sedang mandi sauna, ada dua pelayan yang khusus sengaja di panggil oleh Abimanyu untuk memberi perawatan ekstra pada calon istrinya....
...Dengan telaten ia membalurkan lulur pada tubuh Rin dan pijatan-pijatan dari tangan empuknya. Pelayan menggunakan irisan mentimun untuk mask bagian Mata. Merasakan tangan tangan empuk itu membuat Rin merasakan sensasi mandi ala seorang ratu....
...Selesai mandi air hangat kini Rin berpindah mandi air bunga, bathup jumbo itu penuh dengan kelopak Mawar, melati dan bunga harum lainnya. sensasi harumnya seakan melekat keseluruh tubuh, membuat Rin lebih memantapkan dirinya menuju pelaminan besok....
...Acara mandi hampir usai, tiba-tiba Abimanyu datang menghampiri dengan langkah sengaja di pelankan....
...Satu pelayan melihat kedatangan Abimanyu yang tiba-tiba hanya memakai celana boxer hampir saja memekik histeris....
...Membuat pelayan itu mengerti maksud si pria. Berlahan ia beringsut pergi meninggalkan mereka berdua dalam kamar mandi seluas kamar tidur itu....
...Rin merasakan pijatan pelayannya tiba-tiba berbeda. Jari jari tangannya lebih besar dan juga sedikit kasar. Rin masih mencoba merasai lagi, karena di kedua bola matanya ada irisan mentimun dan mask di wajahnya jadi ia tak bisa melihatnya....
...Kenapa tiba tiba rasanya berbeda...
...Abimanyu membasuh tubuh Rin dengan pelan. Sentuhannya lembut pada kulit halusnya, awalnya dari leher dan pundak tapi kini mulai merambah lebih ke bawah lagi....
...Oh kenapa ini, oh tangannya ke bawah, ah ini pelanggaran....
...Rin mulai gelisah ketika bukitnya tersentuh dan tangan itu mulai meremas lembut....
...Ah kenapa tangannya, bibirnya mendekat ah dia menciumku, apa pelayan ini nggak waras, aku mau diapakan....
__ADS_1
..."Toloooooong!!!" Rin berteriak kencang....
..."Tolong....! happp" Sebelum Rin berteriak lagi Abimanyu segera menyatukan bibir mereka membuat mask di wajah Rin berantakan....
..."Akhhh lepas,"pekiknya, bola mata Rin terbuka. Segera ia merapikan kain yang melekat di tubuhnya....
..."Ahk, Tuan jahat." Mata Rin berkaca kaca, ia tadi sangat ketakutan bahkan dentuman jantungnya sangat cepat. Dikiranya pelayan tadi sedang ingin melecehkannya....
...Rin segera keluar dari bathup abimanyu menyusulnya....
..."Bug, bug, buggg," memukul keras dada bidang Abimanyu....
..."Maaf, maaf, kau pasti kaget." menarik Rin pada dekapannya....
..."Nggak lucu," ucap Rin, masih ingin menangis....
..."Iya, aku kan sudah minta maaf," Abimanyu mengeratkan pelukannya. Merasa bersalah, ternyata Rin benar benar takut....
..."Jangan ulangi lagi." Suara Rin terdengar lebih manja....
..."Nggak, aku janji." Abimanyu menunjukkan dua jarinya tanda damai. "Ya udah kita mandi dulu."...
..."Bukan kita tapi aku dulu, Tuan," protesnya....
..."Iya, iya, kan tinggal besok sudah halal." mengerlingkan mata, meraih handuk dan berjalan keluar....
...Rin tersenyum, segera menutup pintu kamar mandi. Segera ia menyelesaikan mandinya karena tubuhnya mulai terasa dingin....
...Sedangkan Abimanyu menyelesaikan mandinya di kamar mandi yang lain....
...Sepasang calon suami istri itu menghabiskan malamnya dengan tidur di kamar masing- masing. Rin membayangkan yang akan terjadi besok ia susah memejamkan matanya. Begitu juga yang terjadi dengan Abimanyu. Meski ini bukan yang pertama baginya, tetap saja jantungnya berdebar kencang mengingat besok ia akan melafazkan ijab di depan penghulu....
__ADS_1