Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan
Part 14 Ternyata kau ada pria lain


__ADS_3

..."Kau tak akan bisa menghindar dariku," bisiknya lagi semakin dekat ditelinga Rin. Sekali lagi Bima berhasil membuat bulu kuduk Rin berdiri....


...Bima menarik lengannya kuat- kuat hingga kepala Rin membentur dada bidangnya. Bima mengeratkan tangannya di pinggang Rin. Memeluk tubuhnya dengan erat, jantung Rin berdegup kencang aroma tubuh wanginya begitu membekas di hidung Rin....


..." Lepaskan aku, Tuan Bima." tangan Rin mencoba menghempaskan lengan Bima....


..."Ehem... ehem....." Rendra sengaja pura- pura batuk untuk membuyarkan adegan mesra majikan dan kekasihnya. Seperti itulah Rendra menganggap Rin, seorang kekasih....


...Melihat Rendra tiba- tiba berdiri di ambang pintu, Bima segera melepaskan dekapannya, Rin tetap dengan wajah menunduk namun hatinya sangat gusar, ia memikirkan apa yang sedang ada di angan Rendra. pria itu pasti sudah berprasangka buruk tentangnya....


..."Rin, apa yang telah terjadi." berjalan lebih mendekat. Rendra seakan meminta penjelasan dengan apa yang dilihat baru saja. Ia menatap Rin dan Bima bergantian....


..."Ren, semua tak seperti yang kau lihat, aku bisa jelaskan," Rin tak enak pada Rendra ia takut ada salah paham. Bahkan Rin tak melihat mimik muka Abimanyu yang berubah seperti terbakar....


..."Rin kamu kenapa gugup begitu, aku cuma mau tanya apa kamu tidak apa- apa, oh... apa kakimu terkilir." Rendra duduk berjongkok di depan Rin, ia memeriksa engsel kakinya, pria itu begitu mengkhawatirkan kondisi Rin....


..."Ren, aku tidak apa- apa, kamu tenang ya!" Rin berbicara manis pada ajudan tampan itu. seakan ia menunjukkan pada seseorang. Jika diantaranya memang ada hubungan. Rendra membimbing Rin berjalan mendekati kursi tamu. Rendra memeriksa kaki Rin lebih teliti....


...Ternyata usaha Rin berhasil membuat Abimanyu merasakan nyeri di ulu hati. Abimanyu segera masuk ke dalam hendak mengambil benda yang baru saja ia tinggalkan....


...Sebelum memasukkan ponselnya ke saku. Abimanyu mengepalkan tangannya dan memukulkan ke meja Rias. Ia begitu kesal dengan sikap Rin yang manis pada Rendra. "Rupanya benar dugaanku, mereka lagi dekat," mendengus kesal. Bima segera mengelap darah ditangannya dengan tisue basah....


...Buru-buru Bima keluar, Rin dan Rendra ternyata sudah tak ada diruang tamu. Rin kembali ke belakang dan Rendra memutar balik mobil Bima yang berwarna merah. Mobil kesukaannya berwarna silver masih dalam kondisi ringsek dibengkel....


...Melihat Rendra sudah memasang posisi siap di depan kemudi. Bima segera menyusul masuk. Ia membanting pintu dengan kencang. membuat Bima terjengkit kaget....


...Mereka menyusuri jalan berdua tanpa sepatah kata.Rendra melirik ke spion. Pria itu tak bodoh ia tau tuannya sedang dalam keadaan yang buruk....


..."Rendra, Rupanya kamu tak mendengar apa yang kukatakan satu minggu yang lalu?" Bahkan hembusan nafas kasar Bima, Rendra bisa mendengarnya jelas. Bima berbicara tak sedikitpun ia memandang ke depan. Bima memilih memalingkan muka ke samping. Menatap Rendra seakan ia bertemu mangsa saja....


..."Maaf Tuan, ucapan yang mana ya?" Rendra tak lupa tapi ia pura- pura. Pria itu menganggap ucapan Bima hanya gurauan saja. Sejak kapan ada aturan seorang bawahan tak boleh mencintai seorang ART. Sedangkan Rendra sudah memutuskan memilih Rin untuk jadi kekasihnya. Selain Rin mempunyai kriteria yang diinginkan ia juga selevel dengannya....

__ADS_1


..."Jauhi Rin, aku tak ingin ada yang menjalin kasih di rumahku!" suaranya meninggi dua oktaf....


..."Kenapa tuan, kasih alasan yang masuk akal, aku tak pernah melanggar pekerjaanku walaupun aku dekat dengannya." Rendra tak setuju dengan sikap keberatan Bima....


...Sitt banyak nanya. Makin kesal, kakinya menendang jok di depannya. Membuat Rendra menoleh mengamati jok di sebelahnya bergoyang....


..."Aku tidak suka Rin tidak konsen dengan pekerjaannya, asal kamu tau itu." Bima masih bersikap arogan dan berkelit....


...Tuan, kuharap jangan sampai ada niat untuk menjadikan Rin istri , aku sangat mencintainya....


..."Tuan kita sekarang kemana? Ke Restaurant atau ke perusahaan?" tanya Rendra mulai mengalihkan pembicaraan....


..."Ngapain ke perusahaan, kamu sepertinya juga mulai pikun, sejak aku menikahi Maira papa mengambil lagi jabatan Direktur utama di perusahaan. Ngapain kesana lagi?"...


..."Lalu kita kemana Tuan?"...


..."Antar aku ke tempat Maira berada sekarang, setelah itu baru kita akan memikirkan pekerjaan."...


..."Baik Tuan."...


...Bima mencari Maira di tempat kerjanya. Namun wanita itu tak ia temui di kantor. Terpaksa Bima mencarinya ke apartement dan tempat yang lain. hampir seharian Rendra dan Bima keliling tempat yang mungkin ia datangi namun tak kunjung bertemu. Akhirnya Bima memutuskan untuk berhenti di sebuah salah satu restaurant yang bukan miliknya....


...Sepertinya kata kebetulan masih berpihak padanya. Saat mereka sedang makan. Tak lama datang seorang wanita bersama pria dengan kisaran usia pria itu 40 tahun. Mereka seakan pasangan yang sedang jatuh cinta. Iya, saat itu Maira bersama jack pemilik beberapa stasiun TV di negara ini....


...Ternyata dengan status lajangnya, Maira didunia entertainer mempermudah dirinya menggaet pria kaya atasannya....


...Bima melihat dari kejauhan giginya mengerat gemeratak. Melihat wanita yang ia cintai selalu memakai kata bekerja untuk selingkuh darinya. Tertawa riang dengan seorang pria paruh baya, yang pernah bersama dengannya di stasiun TV waktu itu. Bahkan tak jarang ia bersandar di lengan kokohnya....


...Bima memang sakit melihat semuanya, namun sakit hatinya kali ini berbeda, bukan karena cintanya yang teramat besar pada wanita itu lagi, tetapi karena keberanian maira selingkuh di belakangnya, tak ada keburukan yang menyakitkan bagi Bima selain sebuah pengkhianatan. " Begitu beraninya dia, akan kuhajar, mereka berdua. Baru saja Bima akan berdiri, lengan Rendra mencekalnya."...


..."Tuan, buat apa kau lakukan hal bodoh itu, tahan emosi, itu hanya akan merusak ketampananmu, kau tak lihat pria di sebelahnya tua dan jelek." Rendra yang sejak dulu mendukung Maira, kini ia tahu sendiri kalau wanita yang selalu ia bela ternyata tak lain adalah wanita penggoda....

__ADS_1


..."Lebih baik kita pergi dari sini saja, daripada melihat keromantisan mereka, yeach.... hanya mengotori penglihatan saja," bujuk Rendra lagi....


..."Kamu benar, Ren." Bima pergi keluar setelah melempar kartu ATM nya pada Rendra. Pria itu bergegas ke tempat kasir dan Bima melangkah keluar....


...Bima dengan gaya tegapnya berjalan melewati Maira dan kekasihnya. Tak lupa ia gunakan kacamata besarnya yang ia yakini bisa menambah ketampanannya....


... ...


..."Mas Bima." Maira terperanjat melihat Bima yang sedang santai melewatinya. Ia heran dengan perubahan sikap pria didepannya., yang entah sejak kapan ia tak cemburu lagi saat melihat dirinya bersama pria lain....


..."Mas Bimaa." Maira mengejar Bima dengan tergopoh. Terdengar Pria disampingnya juga mengejar Maira." Who is he dear? why are you panicking," ("Siapa dia sayang, kenapa kau panik!") ucap Jack pada Maira....


..."You just sit, I have a brief business with my brother." ("Kamu duduk dulu, aku ada urusan sebentar dengan kakakku.") Maira menenangkan Jack dan pria itu terlihat menurutinya....


...-...


...**Sampai di parkiran mobil**...


...-...


..."Mas tunggu, aku akan jelaskan!" Maira tak tau malu memeluk Bima dari belakang. Bima menghempaskan lengan Maira dengan sekali kibas. Wanita itu jatuh tersungkur. Namun segera ia berdiri dan kembali memeluknya....


..."Lepaskan Maira, Sayangku!" ucapnya dengan suara datar. Terlihat gurat emosi yang tertahan....


..."Dia atasanku di kantor." kata-kata itu keluar dari bibir merah Maira....


..."Masa bodoh, dia teman kerja, dan aku kau anggap apa? terserah. Aku tak perduli." Bima segera masuk kedalam mobil dan menutup pintu keras, untung saja pintu itu kuat kalau tidak mungkin sudah lepas dari pengaitnya sejak lama, Membuat maira terjengkit kaget....


..."Mas, dengarkan dulu penjelasanku!" Maira mengetuk kaca mobil berulang kali....


...Bima tetap bersikap acuh, santai didalam sambil menunggu Rendra kembali melakukan transaksi tadi. Setelah Rendra kembali . Bima membuka kaca hingga separuh....

__ADS_1


..."Hari ini kita putus." kata terakhir keluar dari bibir Abimanyu, setelah itu mobil mereka melaju meninggalkan parkiran....


..."Sial, sejak kapan kau bisa jauh dariku. Kau tak akan bisa, Mas!" ancamnya setelah mobil yang dinaiki Bima menghilang kembali menyusuri jalanan. Maira geram ia melampiaskan amarah dengan melempar high hellsnya pada mobil Abimanyu yang sudah berlalu...


__ADS_2