
Saat Adzan berkumandang Isyah terbangun lalu ia mulai duduk di bibir ranjang lalu matanya melirik, kearah meja yang ada makanan disana ia langsung berjalan menuju meja lalu ia duduk di sofa.
Siapa yang menaruh ini, apa papa mungkin sajalah dan tidak mungkin si Kutub Utara itu yang meletakan ini, benar-benar tidak mungkin. Batin Isyah.
Isyah langsung memakan makanannya sampai habis tak bersisa setelah itu ia langsung menunaikan Sholat Isya.
Setelah selesai Sholat ia memakai krim pemutih wajah yang di belikan oleh Pak Ben.
"Pantas saja mahal, ternyata sangat nyaman di pakai bahkan sabun dan handbody sangat enak di tubuhku ... Begini rasanya jadi orang kaya ternyata, dulu aku mau beli handbody yang mura aja susah banget harus nabung selama dua Minggu. "ucap Isyah sambil mengoleskan handbody seluruh tubuhnya.
Pagi hari tiba.
Saat pagi hari sudah tiba Isyah sudah rapi mengenakan seragam Sekolah berwarna abu-abu, ia tak lupa memakai produk pemutih kulit agar cepat ada hasilnya ia mencium kulitnya.
"Wangi sekali, bahkan aku merasa sangat nyaman memakai handbody ini."ucap Isyah yang melihat-lihat handbody yang ia pegang.
..
Amit sudah bersiap-siap untuk mengantarkan Isyah ia memakai kus polos dan celana panjang, setelah selesai ia langsung keluar kamar ia menghampiri Papanya yang sedang sarapan sendirian.
"Dimana Aril, Pa?"tanya Amit yang celingak-celinguk mencari keberadaan Adiknya tersebut.
"Biasa, kalau hari Sabtu dia selalu bangun siang hari ..."jelas Pak Ben.
Amit mulai sarapan dan Isyah baru sampai dan langsung duduk di bangkunya.
"Pa, Isa berangkat sendiri aja."ucap Isyah sambil meminum segelas susu hangat miliknya.
"Ada apa?"ucap Pak Ben dengan sangat penasaran ada apa dengan anak angkatnya.
Pasti sebab semalam, aku jadi merasa bersalah padanya, tidak-tidak aku tidak boleh luluh padanya. Batin Amit.
"Tidak ada, hanya saja Isa mau mandiri ..."ucap Isyah dengan senyuman manisnya.
Pasti ini ulah Amit, tidak mungkin kalau ada asap tidak ada api nya, batin Pak Ben.
"Tidak, biar Aril saja yang mengantarkan mu ya?"tanya Pak Ben.
"Biar aku saja, dengar anak kecil. Jangan banyak membuat masalah atau apapun itu,"ucap Amit dengan sangat tegas dan dingin.
Kutub Utara, kulkas dua pintu, dia benar-benar tidak memiliki hati dan perasaan aku benar-benar tidak menyukainya, batin Isyah.
__ADS_1
"Iya, "ucap Isyah dengan sangat pelan.
Sepertinya benar adanya, sehabis ini aku akan membuat Amit tidak akan mengulanginya perbuatannya pada Isyah, batin Pak Ben.
Setelah Isyah selesai sarapan ia langsung bergegas keluar dan ia berjalan menuju rumah Bapaknya, setelah sampai ia langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Assalamualaikum, Pak, Buk!"teriak Isyah membuat semua orang menghampirinya.
"Wa'alaikumsalam, Nak."ucap Pak Salam dan Bu Jima bersamaan.
Isyah tersenyum dan memeluk kedua orang tuanya dengan sangat dalam.
"Isa, pergi Sekolah dulu ya, nanti malam Isa mau nginep disini."ucap Isyah yang mencium tangan kedua tangannya.
"Iya, sekarang pergi sebelum terlambat."ucap Pak Salam sambil mengelus kepala Isyah.
"Hati-hati, di jalan."pesan Bu Jima dan Isyah bergegas pergi dari sana sebelum Amit marah kepadanya lagi.
Saat ia berjalan menghampiri Amit ia tidak menatap Amit sama sekali sebab ia sangat kesal, pasal semalam dan ia masih sangat sakit hati dengan apa yang di ucapkan oleh Amit.
Isyah naik ke atas motor Amit dan tidak seperti biasanya ia hanya diam saja, biasanya ia selalu berbicara membuat Amit kesal namun, kali ini Amit merasa sangat heran akan sikap Isyah yang hanya diam saja.
Anak ini, diam aku heran dia banyak sekali bicara aku juga kesal semua serba salah ... Sebaiknya aku mengebut saja agar dia berbicara, batin Amit.
"Sa, "panggil Amit yang menghentikan motornya di depan Sekolah Isyah.
Isyah tidak menjawab ia langsung turun dan bergegas pergi menuju kelasnya, Amit menatap kepergian Isyah dengan sangat lama sampai Isyah sudah tidak terlihat lagi.
"Biarkan saja, entar juga dia baik sendiri ..."ucap Amit yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar ia segera sampai di rumah.
Isyah masuk kedalam kelasnya dan ia bertemu dengan Wiwit disana mereka mengobrol bersama, lalu Isyah mengajak Wiwit untuk mengunjungi Bapak dan Ibunya yang sudah pindah bersamanya
..
Pak Ben berada di Swalayan yang sudah lama tidak ia jalankan dan kini ia akan memberikannya kepada Pak Salam, ia dan Pak Salam membereskan Swalayan tersebut.
Pak Salam dan istrinya sangat antusias membersihkan Swalayan tersebut bersama dengan Fia, mereka sesekali bercanda tawa bersama dengan sangat bahagia dan Pak Ben merasa bahagia melihat mereka.
"Pak, kalau besok kita udah buka Swalayan ini Fia jadi kasirnya ya?"ucap Fia sambil tertawa-tawa.
"Iya, "jawab Pak Salam dengan sangat lembut.
__ADS_1
..
Pada siang ini Erla akan mengunjungi Kakeknya ya itu Pak Salam, setelah pulang sekolah ia langsung pergi menuju rumah Pak Salam dengan menaiki angkot.
Saat di perjalanan ia melihat Isyah berboncengan dengan seorang pria tampan dewasa.
Beruntung banget bu Isa, dapat calon kayak dia itu rasanya aku juga mau. Batin Erla.
Setelah angkotnya sampai Erla langsung turun dan ia memanggil Isyah yang hendak masuk kedalam.
"Bu Isa!"teriak Erla dan Isyah membalikkan badannya.
"Erla,"ucap Isyah pelan sambil berjalan menghampiri Erla sedangkan Amit masa bodoh, sehingga ia masuk kedalam tanpa mempedulikan mereka.
"Bu, kakek mana?"tanya Erla sambil menatap kagum pada rumah Pak Ben yang sangat besar dan mewah.
"Kayaknya dirumahnya, itu disana. Ibu masuk kedalam dulu nanti kita jumpa disana ya."ucap Isyah yang melambaikan tangannya kearah Erla.
"Iya Bu."ucap Erla sambil berjalan menuju rumah Pak Salam.
Isyah masuk kedalam rumah dan ia langsung bergegas pergi menuju kamarnya dan segera masuk, saat didalam ia langsung bergegas mandi dan ia akan melaksanakan Shalat Dzuhur.
Setelah selesai Shalat Dzuhur Isyah bergegas merapikan penampilannya, ia menyisir rambutnya dan mengingat lalu ia memakai produk pemutih kulit miliknya.
Setelah semuanya selesai ia memakai hijab bergo lalu ia bergegas pergi menuju meja makan, sebab ia sangat lapar sesampainya di meja makan ia tidak melihat adanya orang disana.
"Kemana semua orang, makan aja deh, udah lapar banget."ucap Isyah yang mulai mengisi piringnya dengan lauk pauk.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.😘