Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 22


__ADS_3

Setelah selesai meeting Amit dan Isyah bergegas pergi dari Cafe dan mereka langsung naik, motor sport milik Amit yang berada di parkiran Cafe tersebut Isyah menatap wajah Amit dari spion motor.


Sepertinya ada yang di rencanakan oleh, bang Amit tidak mungkin dia mengakui aku sebagai calon istrinya padahal dia sendiri tidak mau, batin Isyah.


Amit melajukan motornya menuju rumah sebab ia akan mengantarkan Isyah pulang dan ia juga pulang, karena ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dan waktunya ia beristirahat.


...


Fia sangat bahagia sebab keluarga kecilnya sudah merasakan hidup enak dan keuangan mereka sudah stabil, kini Fia sedang membersihkan halaman rumahnya dengan sangat baik.


Ia menyapu dan memotong rumput liar yang bertumbuhan di sekeliling rumahnya, ia melihat Isyah baru saja pulang bersama dengan Amit dan ia pun langsung memanggilnya.


"Isa!"


Isyah menoleh dan begitu juga dengan Amit, Isyah menghampiri Fia sedangkan Amit masih berada di atas motornya.


Isyah memeluk Fia lalu mereka saling melompat-lompat sehingga Isyah merasakan sakit, di bagian perutnya lalu ia memegang perutnya sambil meneteskan air matanya Amit dapat melihat jelas Isyah kesakitan.


"Aduh, sakit sekali perut ini ..."ucap Isyah sambil meneteskan air matanya.Fia menghampirinya.


"Kenapa, Sa?"tanya Fia dengan sangat cemas, Amit yang melihatnya langsung menghampiri Isyah.


"Sa, apa kamu sakit lagi?"ucap Amit seperti seorang yang sedang panik.


Kayaknya bang Amit udah suka sama Isa, aku jadi bahagia sebab Isa tidak akan sedih kalau Erla menikah dengan Aril, batin Fia.


"Bang, bawa aja Isa masuk kedalam rumah. Aku nyusul sebentar lagi ya,"ujar Fia sambil memperlihatkan tangannya yang kotor.


"Iya ..."ucap Amit ia menggendong Isyah masuk kedalam rumah.


"Bi! bawakan air hangat untuk kompres Isyah!"teriak Amit sambil membawa Isyah masuk kedalam kamar Isyah.


Bibi langsung membuatkan air hangat untuk Isyah.


Amit meletakan tubuh Isyah dengan perlahan lalu ia membuka sepatu Isyah dan ia juga, mencari minyak kayu putih untuk Isyah.


"Bisa pakai sendiri?"ucap Amit yang memberikan minyak kayu putih kepada Isyah.


"Bisa, Bang."jawab Isyah yang mengambil minyak kayu putih dari tangan Amit.


Amit berbalik badan dan Isyah mulai mengoleskan minyak kayu putih ke perutnya, pada saat itu juga Fia sampai membawakan air hangat. Yang ia ambil dari dapur Pak Ben.


"Sa, kamu sebenarnya kenapa?"tanya Fia dengan sangat cemas.


"Biasa, tapi. Kali ini sakitnya luar biasa entah mengapa."ucap Isyah yang mulai mengompres perutnya menggunakan air hangat.

__ADS_1


"Abang keluar saja, ya, kalau ada apa-apa bilang."ucap Amit yang bergegas pergi dari kamar Isyah sebab ia tidak ingin melihat aurat Isyah.


"Sa, kayaknya bang Amit udah mulai suka sama kamu. Buktinya aja dia cemas sama keadaan kamu ... "ucap Fia sambil menatap wajah Isyah.


"Kak, dia udah pernah bilang sama aku kalau dia gak akan mau di jodohkan sama aku apa lagi nikah ... Dia juga punya kekasih tapi entah mengapa mereka berpisah ... "ucap Isyah sambil tersenyum.


"Kita lihat aja, kalau benar itu terjadi apa kalian akan menikah?"tanya Fia sambil menatap wajah Isyah dengan sangat serius.


"Kak, aku udah bilang kalau aku udah gak virgin lagi bukan?"ucap Isyah dengan sangat lirih.


Fia menoyor kepala Isyah dengan sangat kuat lalu ia menatap tajam kearah Isyah.


"Bodoh, bukan karena kalian berciuman terus kamu udah gak virgin lagi ... "ucap Fia sedikit kesal.


"Hah, jadi aku masih virgin terus apa buktinya?"tanya Isyah dengan sangat tidak percaya.


"Kamu sama Aril sudah bercocok tanam belum?"tanya Fia membuat Isyah bingung sebab ia masih polos.


"Maksudnya, kami taman pohon atau apa?"tanya Isyah dengan sangat bingung.


Fia menepuk wajahnya lalu ia memegang pundak Isyah.


"Itu milik mu, di masukin sama keris tumpul miliknya ... Apa kamu mengerti?"tanya Fia dengan sangat frustasi.


Isyah menutup mulutnya menggunakan tangannya sebab ia sangat terkejut akan apa yang ia dengar.


"Tenang, kalau waktunya sudah tepat kamu bisa menceritakan semuanya pada dia."usul Fia dan Isyah langsung tersenyum dan memeluk Fia.


"Terimakasih banyak atas sarannya, Kakakku tercinta ..."ucap Isyah yang di susul gelak tawanya.


"Kamu istirahat dan Kakak mau pulang, sebab Nyia gak ada di rumah dia ikut Bapak jaga Swalayan,"ungkap Fia.


Fia hendak bangun namun, tangannya di tahan oleh Isyah.


"Apa benar Erla mau nikah sama bang Aril?"tanya Isyah yang kurang yakin dengan apa yang ia dengar.


"Benar, udah lupain aja dia lagian kalian cuma ciuman aja."


"Tapi, itu ciuman pertama kali buat aku, Kak. Gak adil kalau dia gak bertanggung jawab."ucap Isyah yang sangat kesal mengingat-ingat kembali kejadian waktu itu


"Udah, sabar saja ... Kakak pulang dulu ya."ucap Fia yang bergegas pergi dari kamar Isyah.


Isyah melepaskan hijabnya lalu ia menidurkan tubuhnya dengan perlahan lalu ia mulai tertidur pulas.


...

__ADS_1


Fia berjalan menuju rumahnya sebelum ia masuk kedalam rumahnya ia menghentikan langkahnya, saat ia melihat Erla dengan laki-laki sedang menaiki motor dan sepertinya motor itu milik laki-laki tersebut.


Siapa laki-laki itu, bukankah Erla akan menikah dengan Aril kenapa dia mala jalan sama orang apa sebenarnya dia ******, batin Fia.


Fia bergegas masuk kedalam dan ia mulai membersihkan rumahnya setelah selesai ia langsung masuk kedalam kamarnya.


Fia mengirimkan pesan kepada Isyah ia takut Isyah masih sakit.


πŸ’ŒIsa.


(Masih sakit?)


Isi pesan Fia dan Isyah tidak membalasnya sebab ia masih tidur.


Masih sakit tidak anak ini, di chatting gak di balas ... Batin Fia.


...


Amit merasa sangat khawatir dengan keadaan Isyah ia langsung bergegas pergi menuju kamar Isyah, perlahan ia membuka pintu kamar Isyah ia melihat Isyah tertidur pulas.


Sepertinya dia sudah baik, aku jadi lega, lega. Perasaan apa ini aku tidak perlu memikirkan tentang dia lagi, batin Amit yang berlalu pergi.


Isyah membuka matanya sebab ia merasa sangat dingin ia memegang tubuhnya yang terasa sangat panas.


Kayaknya aku demam, aku harus baik ... Batin Isyah.


Isyah masuk kedalam selimut tebal dan ia tidur kembali sebab tubuhnya terasa sangat tidak enak.


Pada malam hari Amit tidak melihat Isyah keluar kamar sehingga rasa cemas menghampirinya, ia bergegas pergi menuju kamar Isyah ia masuk kedalam dan melihat Isyah berada didalam selimut.


Perlahan ia membuka selimut dan melihat Isyah sudah sangat panas badannya, ia langsung menggendong tubuh Isyah dan membawanya masuk kedalam mobilnya.


.


.


.


Bersambung.


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2