
Isyah membuka matanya lebar-lebar lalu ia menganggukkan kepalanya.
"Kita hanya menikah siri saja, dan kita tidak akan menjalani pernikahan sungguhan setelah kamu lulus baru kita akan memberikan cucu untuk papa. "jelas Amit sambil melepaskan tangannya.
"Maksudnya, kita itu Bang?"ucap Isyah yang menepuk kedua tangannya.
"Bisakah kamu tidak membuat aku kesal, dengarkan dan jangan pernah protes kalau kamu benar-benar sayang sama papa."ucap Amit yang bergegas masuk kedalam.
Isyah masih duduk di bangku lalu ia memikirkan apa yang di ucapkan oleh Amit tadi.
Maksudnya bang Amit kami akan menikah secepatnya lalu, aku dan dia akan anu-anu. Batin Isyah.
Isyah menggelengkan kepalanya lalu ia masuk kedalam ia melihat Amit duduk di sofa lalu ia juga duduk di sofa.
"Tidurlah, disini ..."Amit mengambil bantal lalu ia meletakkan di samping tubuhnya agar Isyah bisa tidur.
Bunglon ini sudah berubah, apa dia benar-benar akan melakukan itu setelah kami menikah nanti. Ah, aku ini mikir apa sih, batin Isyah.
"Cepat tidur, besok kamu sudah bisa masuk sekolah."ucap Amit dengan sangat dingin membuat Isyah langsung bergegas tidur di batal yang sudah ada di samping tubuh Amit.
"Bang, apa Abang tidak merasa tidak lelah seperti ini?"tanya Isyah sambil menatap wajah Amit dari bawah.
"Tidak, cepat tidurlah ..."ucap Amit dengan sangat singkat dan dingin.
Isyah menutup matanya lalu ia mulai tertidur begitu pula dengan Amit mereka tidur dengan sangat nyenyak. Pak Ben bangun dan ia melirik kearah anak-anaknya yang sangat damai membuatnya bahagia.
Maafkan Papa anak-anak, bukan maksudnya papa mau membohongi kalian tapi, Papa sangat ingin agar kalian segera menikah dan memberikan papa cucu. Batin Pak Ben.
Pak Ben kembali tidur sambil tersenyum manis sebab hatinya sangat bahagia.
Pada pagi ini ini Adzan Subuh berkumandang Isyah sudah terbangun ia cepat-cepat bangun, sebab ia takut Amit sakit sebab ia tidur di bantal yang berada di samping tubuh Amit ia masuk kedalam kamar mandi.
"Sebaiknya, aku tanya saja sama bapak aku menerima bang Amit atau tidak sebab umurku masih sangat muda. Dan aku masih ingin melanjutkan apa yang aku impikan menjadi seorang penulis yang terkenal,"ucap Isyah sambil mencuci wajahnya.
Setelah selesai ia keluar dan ia melihat Amit sudah bangun ia mendekati Amit dengan perlahan.
"Bang, apa semuanya sudah Abang pikirkan."ucap Isyah dengan sangat perlahan.
"Iya, sebaiknya kita berpamitan saja pada Papa sebab Abang juga hari ini masuk kerja."ucap Amit.
"Kerja apa, ini hari Minggu."sambung Pak Ben membuat Amit dan Isyah saling menatap.
__ADS_1
"Ya ampun, Amit lupa. "ucap Amit sambil tertawa kecil.
Ternyata kutub Utara juga bisa lupa, ya. Batin Isyah.
Isyah tertawa dan Amit langsung menatap tajam kearahnya.
"Mit, Papa mau pulang,"ujar Pak Ben.
"Tapi, Papa masih belum sehat betul."ucap Amit sambil mendekati Papanya.
"Benar, Pa."tambah Isyah.
"Dokter bilang kalau Papa memiliki penyakit langkah bukan, lalu untuk apa Papa ada disini lagi kalau belum tentu Papa bisa hidup lama lagi ..."ucap Pak Ben dengan sangat lirih membuat Isyah mendekati Papa angkatnya.
"Pa, jangan bicara seperti itu bukankah semuanya sudah di atur oleh Allah. Kami akan mendoakan Papa agar Papa sembuh dan bisa menimang cucu,"ujar Isyah sontak saja Pak Ben tersenyum.
"Maksudnya, kalian akan memberikan Papa cucu?"ucap Pak Ben dengan sangat antusias.
Amit memegang tangan Papanya begitu juga dengan Isyah mereka saling bertatapan.
Semoga saja ini menjadi keputusan yang benar, batin Amit
Pak Ben tersenyum bahagia ia memeluk Amit dan Isyah sedangkan Amit merasa sangat senang, melihat Papanya sangat bahagia akan apa yang lakukan ia sangat bahagia melihat Papanya bahagia.
Semoga saja aku dan bang Amit akan bahagia walaupun kami tidak saling mencintai, aku tidak ingin melihat papa kecewa sebab aku sangat menyayangi papa seperti aku menyayangi bapak, batin Isyah.
"Papa sangat bahagia, bagaimana kalau kalian menikah setelah Isyah naik kelas tiga saja."usul Pak Ben sebab Isyah akan naik kelas beberapa Minggu lagi.
"Isa, setuju saja bahkan kalau bisa tunggu Isa lulus saja ..."ucap Isyah dengan sangat lembut.
Amit menginjak kaki Isyah membuat Isyah membuka matanya lebar-lebar.
"Jangan dengarkan ucapannya, Pa. sebab kami sudah benar-benar suka dan ingin segera menikah."ucap Amit sambil tersenyum manis dan ia memeluk Isyah.
Ya ampun, Kutub Utara ini selain dingin badannya juga sangat bau ... Batin Isyah.
"Papa bahagia sekali melihat kalian."ucap Pak Ben sambil menatap Amit yang memeluk Isyah.
"Bang, bisa lepaskan tidak? Tubuh Abang bau sekali ..."ucap Isyah sambil mencoba untuk lepaskan pelukan Amit.
Amit langsung melepaskan pelukannya lalu ia mencium aroma tubuhnya dan ia membulatkan matanya.
__ADS_1
Benar-benar tubuh ku ini bau, ah. Ternyata dari semalam aku belum mandi ... Batin Amit.
"Amit, apa benar tubuhmu bau?"tanya Pak Ben sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Em ..."Amit tidak bisa menjawab pertanyaan dari Papanya dan Isyah melihat raut wajah Amit yang tampak sangat malu.
"Benar, Pa. Untuk apa Isa berbohong sepertinya dia tidak mandi dari semalam sebab dia tidak sempat mandi,"ungkap Isyah.
"Ya ampun, Amit, Amit, kamu benar-benar sangat jorok,"ujar Pak Ben.
Malu sekali aku karena bocah bau kencur ini, awas saja nanti aku akan membuatnya menyesal sudah menghina aku ...Batin Amit.
"Pa, sebaiknya aku pulang dulu, ya."ucap Amit sambil menatap wajah Pak Ben.
"Papa juga, biarkan saja Papa rawat jalan itu tidak masalah bukan?"pinta Pak Ben membuat Amit tidak tega dan ia menuruti keinginan Papanya.
"Baiklah, Sa. Siap-siap kita akan pulang."ucap Amit yang berlalu pergi.
Setelah semua urusan di rumah sakit selesai semua pulang dari rumah sakit menuju rumah Pak Ben.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah Pak Ben, Amit membantu Pak Ben turun lalu ia mengambil kursi roda terlebih dahulu didalam.
Setelah ia mengambil kursi roda ia langsung menaikan Pak Ben kedalam kursi roda barulah, ia mendorong Pak Ben masuk kedalam sedangkan Isyah ia mengambil barang-barang Pak Ben dari dalam mobil.
Setelah Isyah selesai ia langsung bergegas masuk kedalam kamarnya sebab ia ingin segera mandi, lalu ia ingin berganti pembalut sebab ia sangat risih karena semalam berganti pembalut.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.
__ADS_1