
Saat Isyah duduk di sofa sambil bermain ponselnya Aril dan Erla menghampirinya, ia hanya diam saja seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka bertiga. "Bu, lagi nungguin bang Amit, ya?"tanya Erla dan Isyah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Malas sekali aku, bertemu mereka berdua rasanya hati ini tiba-tiba nyeri."batin Isyah.
"Sa, kalian sudah berbulan madu dimana?"tanya Aril dengan sangat santai tidak ada rasa malu sedikitpun. "Tidak, ada. Sebab kami menunggu sampai Isa lulus dulu."jawab Isyah yang menatap kearah pintu sebab ia menunggu kedatangan Amit.
"Bu, kami aja udah jadi loh."tambah Erla dan Isyah hanya diam saja dan ia melihat Amit sudah pulang, ia langsung menghampiri Amit di depan pintu lalu ia mencium tangan Amit dan Amit mencium kening Isyah sontak saja membuat Aril kesal.
Amit berjalan menuju sofa lalu ia mendudukkan bokongnya di sofa dan ia duduk di bawah, lalu ia mulai membuka sepatu Amit dan melepaskan kaus kaki Amit. Lagi-lagi Aril sangat kesal sebab Erla tidak pernah bersikap seperti itu padanya.
Isyah berjalan menuju kamarnya dan ia meletakan tas milik Amit dan sepatu Amit, lalu ia bejalan menuju dapur dan ia mengambil segelas air putih dan ia langsung memberikannya kepada Amit. "Terimakasih, duduk saja disini."ucap Amit dan Isyah tersenyum lalu ia duduk di samping Amit.
"Wah, istri yang baik dan Sholeha."ucap Erla dan Amit langsung menatap kearah Isyah. "Bahkan dia lebih dari itu semua, dia benar-benar sempurna dan aku meras sudah beruntung bisa memiliki dia walaupun aku ragu jika dia tidak bermalam bersama Aril. Karena aku juga tidak bisa membuktikannya selain aku harus meniduri dia."batin Amit.
"Benar, bahkan dia adalah yang terbaik,"jawab Amit dan Isyah langsung menatap wajah Amit dengan sangat bahagia, akan ucapan Amit barusan sebab ia sudah menunggu lama untuk mendengarnya.
"Seharusnya aku yang si sana, bukannya Amit. Aku sudah menyesal sudah menikah dengan Erla."batin Aril.
"Abang, mandi dulu setelah itu kita Sholat dan makan malam."ucap Isyah dan Amit langsung bangun dan memegang tangan Isyah. "Kami masuk kedalam dulu."ucap Amit yang mulai berjalan sambil menggandeng tangan Isyah masuk kedalam kamar Isyah.
Aril dan Erla juga masuk dalam kamar mereka sebab waktu Magrib akan tiba satu jam lagi dan mereka juga bersiap-siap Sholat.
Amit langsung masuk kedalam kamar mandi sambil membawa handuk miliknya sedangkan Isyah, ia menyiapkan baju untuk Amit dan ia menunggu kedatangan Amit sambil mengingat-ingat kembali kejadian tadi.
"Bang Amit, bilang kalau aku ini lebih dari segalanya, ah. Membuat aku seperti terbang ke awan saja."ucap Isyah dalam hatinya.
__ADS_1
Tak berselang lama akhirnya Amit keluar dengan melilitkan handuk di pinggangnya lalu ia menghampiri Isyah. "Abang, pakai baju dulu."ucap Amit yang mengambil bajunya lalu Isyah berbalik badan, sebab Amit akan menggunakan baju dan Amit malu jika Isyah melihatnya begitu juga dengan Isyah yang malu jika ia melihat Amit memakai pakaian.
Setelah selesai Amit langsung menghampiri Isyah lalu ia menidurkan tubuhnya di samping Isyah. "Abang, lelah?"tanya Isyah dengan sangat lembut sambil mendekati Amit. "Tidak, kemarilah kita bisa seperti ini sampai Magrib tiba."ucap Amit dan Isyah langsung menidurkan tubuhnya di samping Amit.
"Jantung, kerjasamanya ya, jangan sampai bang Amit mendengar kamu menyebutkan namanya."batin Isyah.
*
*
Fia baru saja pulang dan ia langsung di sambut oleh Nyai sebab, Bapak dan Mak mereka belum pulang seperti biasanya Bapak dan Mak mereka selalu Sholat di Swalayan.
"Enak, pulang sore tanpa memperdulikan adiknya jalan pulang Sekolah."ucap Nyai sambil berdecak pinggang. "Lupa, bukannya kamu udah di kasih uang jajan sama, pak Ben waktu itu?"jawab Fia dan Nyai tersenyum sinis.
"Lupa bawanya, makanya aku gak bisa pulang baik ojek untuk ada, om Ken."ucap Nyai dan Fia langsung menarik tangan Nyia masuk kedalam kamar. "Siapa dia?"tanya Fia dengan sangat serius sebab ia takut adiknya berjalan di jalan yang salah, karena Nyai masih berusia dua belas tahun dan itu masih terlalu kecil untuk mengenal cinta.
*
*
Setelah selesai melaksanakan Sholat Magrib meraka berdua makan bersama di meja makan sebab, semuanya sudah makan malam hanya mereka saja yang belum makan. "Sa,"panggil Amit dan Isyah langsung menoleh. "Uuummm."sahut Isyah sambil memakan makanannya.
"Besok kamu sudah masuk Sekolah, sebab kamu sudah lama sekali berlibur sejak satu Minggu ini hanya karena kamu takut semua orang tahu."ucap Amit dan Isyah tidak membantah dan ia menuruti keinginan Amit sebab ia tidak mau melawan suaminya.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka berdua masuk kedalam kamar dan Isyah langsung memijat tubuh Amit, seperti biasanya sampai Amit tertidur dan Isyah juga tertidur pulas sebab ia merasa lelah karena memijat tubuh Amit.
*
*
Bengkel Hitam ...
Ken bersama anak buahnya baru saja menutup tiga bengkel mereka, lalu mereka berbagi hasil hati ini sebab tiga bengkel mereka cukup ramai pengunjung.
"Hei, kalian tahu tidak jika aku menyukai adik ipar bos Amit."ucap Ken membuat semua temannya terkejut. "Yang benar saja?"tanya salah satu anak Bengkel hitam. "Benar, dan gila nya lagi dia masih kelas satu SMP."ucap Ken membuat semua anak Bengkel hitam terkejut dan ada juga yang tertawa-tawa.
Ken mulai sadar jika dirinya menyukai Nyai sejak mereka bertemu beberapa bulan lalu, ia sudah mencoba untuk menghilangkan perasaannya akan tetapi ia tidak bisa sama sekali.
"Gadis bau kencur membaut hatiku bahagia sebab aku sudah mencintai mu, mungkin ini yang di namakan cinta sebab aku sangat tergila-gila padanya." Batin Ken.
Ken dan Anak-anaknya bengkel hitam bertukar cerita bersama-sama sampai malam hari, dan mereka pulang ke kost meraka masing-masing sedangkan Ken ia tinggal di Bengkel sebab ia tidak ada rumah
Ken adalah anak yatim-piatu yang sudah tidak memiliki orang tau sampai saat ini ia masih sendiri, bahkan ia juga belum memiliki kekasih sebab ia masih ingin menghabiskan masa lajangnya.
Ken sangat sulit untuk mencintai seseorang akan tetapi kali ini justru berbeda sebab Ken sudah mencintai Nyai, entah sejak kapan rasa cinta itu ada didalam hatinya saat ini dan seterusnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung.