
Setelah sampai di Kantor, Nyia dan Aril masuk kedalam ruangan Aril dan banyak juga yang menatap tajam kearah mereka, sebab. Nyai masih memakai seragam Sekolah SMP dan juga masih memakai tas Sekolah. "Tatapan mereka, pasti ini, pasti mereka mengira aku simpanan si busuk ini."batin Nyia.
Aril duduk di sofa begitu juga dengan Nyia. "Katakan?"ucap Nyai sambil menatap kearah ruangan kerja Aril. "Aku ingin kau menyusun rencana agar aku bertemu dengan Isa."ucap Aril membuat Nyai tertawa-tawa."Ada apa?"tanya Aril yang merasa ucapannya tidak lucu sama sekali.
"Tidak, apa-apa. Nyia hanya lucu saja kenapa tidak bertemu dengannya di rumah saja bukankah kalian itu satu rumah?"jawab Nyia dengan menghentikan tawanya. "Aduh."Aril menepuk keningnya sebab ia sudah salah memilih teman.
"Kenapa? Apa aku salah bicara, bukankah kalian tinggal satu rumah dan satu lagi bukankah mudah untuk bertemu dengannya?"ucap Nyia sambil menatap wajah Aril.
"Kamu itu bagaimana, bukankah dia sudah menikah dengan bang Amit. Itu akan menyulitkan aku untuk menemui nya."sahut Aril dan Nyai langsung terdiam sambil mengingat-ingat kembali kejadian dimana dirinya bertemu dengan Aril.
Flashback on ...
Saat Nyai dan teman-temannya menunggu kedatangan Dinda teman mereka yang akan mengenalkan, sugar Deddy nya dan Dinda pun sampai bersama dengan seorang laki-laki dewasa yang lumayan tampan. "Dinda."ucap salah satu teman Nyai dan Nyia langsung menutupi wajahnya menggunakan masker.
"Hai, semuanya. Perkenalkan dia adalah pacar aku dan kami sudah berpacaran."jawab Dinda sambil menggandeng tangan Aril. "Salam kenal semuanya, kalau kalian ada yang mau menerima saya dan saya akan memberikan apa saja yang kalian mau."ucap Aril dengan sangat lembut membuat Nyai langsung mengumpatnya. "Dasar, om, om, gila dia kira kami ini cabe-cabean. mau saja di bayar sama dia."umpat Nyia dalam hatinya.
"Om, jangan tawarkan lagi pada mereka sebab Dinda selalu ada untuk, Om."ucap Dinda yang mengelus-elus pipi Aril. "Siap, sayang, siap."jawab Aril sambil mencium bibir Dinda membuat semua temannya terkejut.
Flashback off ...
"Hei!"bentak Aril sebab dari tadi ia bicara Nyia hanya diam saja. "Iya, Om."jawab Nyia dengan sangat cepat membuat Aril tersenyum simpul sebab dirinya di panggil Om oleh Nyia. "Om?"ucap Aril dan Nyia langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
"Uuummm, bukankah Nyia benar jika bang Aril ini seperti Om bagi Nyia."ucap Nyia membuat Aril menghela nafas panjang sebab ia sudah salah. "Sudahlah, lupakan saja. Sekarang kamu pulang saja."ucap Aril dengan lemas sebab rencananya sudah gagal.
"Bagaimana, Nyia mau pulang kalau Nyai saja takut sebab ini masih jam Sekolah."jawab Nyia dan Aril mengusap wajahnya dengan kasar. "Jam berapa kamu pulang Sekolah?"tanya Aril dan Nyia tersenyum.
"Biasanya, jam tiga sore sebab Nyai selalu bermain dulu baru pulang ... Hehehe."jawab Nyia dan Aril langsung diam. "Ya sudah, sekalian saja kita pulang sama ... "ucap Aril yang kembali ke tempat duduknya dan mengerjakan tugas-tugasnya.
*
*
Amit sedang mencari-cari berkas-berkas penting miliknya dan ia teringat jika berkas tersebut ada di ruangan Aril. "Sebaiknya aku datang saja dan mengambil langsung."ucap Amit yang mulai berjalan menuju ruangan Aril, saat ia ada di depan ruangan Aril ia langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Aril membulatkan matanya begitu juga dengan Nyia dan Amit masuk lalu ia melirik kearah Nyai. "Nyia, Aril, apa yang kalian lakukan mana ini masih jam sebelas."ucap Amit yang mulai menghampiri Nyia. "Anu, anu, Bang."jawab Nyia yang tidak bisa menjelaskan semuanya kepada Amit, sebab ia takut Amit akan memarahinya karena ia sudah bolos Sekolah.
"Anu, apa!"bentak Amit sebab ia berfikir yang bukan-bukan tentang Aril dan Nyia. "Kami, habis itu, Bang."jawab Aril yang sangat gugup takut rencananya akan ketahuan Amit.
"Ya ampun, kalian ini apa-apaan. Sekarang kalian ikut Abang pulang dan kalian harus nikah!"bentak Amit sebab ia mengira jika Nyia dan Aril sudah berbuat yang tidak-tidak.
"Tidak, bukan seperti itu maksudnya Bang Aril, kami cuma ketemu aja disini bukan begitu?"ucap Nyia sambil menatap kearah Aril. "Jadi seperti apa?"tanya Amit dan mau tidak mau Nyia harus berkata jujur.
"Sebenarnya, Nyia bolos sekolah sebab bertemu dengan om, Ken, lalu Bang Aril membawa Nyia ke sini."jawab Nyia dengan jujur sebab ia tidak mau sampai di nikahkan paksa dengan Aril.
__ADS_1
"Ken?"tanya Amit dan Nyia menganggukkan kepalanya. "Kami tidak mau di nikahkan paksa."ucap Nyia dengan sangat lirih. "Kami mau."jawab Aril sontak membuat Nyia langsung menatap tajam kearahnya. "Dasar tua Bangka, tidak tahu diri sudah menikah masih saja mau nikah lagi."ucap Nyia dengan sangat kesal.
"Sudah, Nyia kamu masuk kedalam ruangan Abang saja jangan disini."ucap Amit dan Nyai menganggukkan kepalanya. "Mana berkas-berkas proyek kita di Kota J?"tanya Amit dan Aril langsung memberikannya.
Amit dan Nyia bergegas pergi menuju ruangannya setelah sampai Nyia duduk di sofa, lalu Amit memberikan air putih kepada Nyai dan Nyia langsung meminum sampai habis. "Kenapa kamu berbohong, kepada ibu, dan bapak?"tanya Amit dengan sangat lembut.
"Takut, Bang."jawab Nyia dan Amit tersenyum. "Jangan takut, dan ada apa kamu sama, Ken?"tanya Amit dengan sangat penasaran ada hubungan apa Nyia dan anak buahnya.
"Tidak ada, hanya saja dia mengatakan jika dia menyukai kak Fia hanya itu saja."jawab Nyia dengan sangat jujur. "Baik, jangan di ulangi lagi sebab masalah ini akan Abang sembunyikan jika terulang lagi. Maka Abang akan menghukum kamu dan memberitahu semuanya kepada bapak."ucap Amit dan Nyia menganggukkan kepalanya.
*
*
Isyah sudah baikan dan Amit juga sudah pergi ke Kantor tadi pagi sebab ada meeting penting dengan Klien, sebab itu Isyah mengatakan jika dirinya sudah membaik.
Kini Isyah ada didalam kamar seorang diri ia sedang membaca buku pelajaran sekolahnya, sebab beberapa bulan lagi ia akan ujian kelulusannya. "Setelah aku lulus, apa aku akan kuliah karena tidak mungkin aku kuliah setelah aku melahirkan bukan?"ucap Isyah yang membayangkan jika dirinya akan segera hamil seperti Erla.
Isyah teringat akan kejadian kemarin bersama dengan Jihan dan malam ini ia akan bertemu dengan Fia, sebab ia akan bertanya langsung apa benar Fia merebut papinya Jihan dari maminya Jihan pikir Isyah yang tidak mengetahui apa-apa tentang hubungan Jihan dan Papi Jihan.
Bersambung.
__ADS_1