Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 42


__ADS_3

Pada pagi hari ini pukul enam pagi Isyah sedang memakai lulur, agar kulitnya putih dan sebenarnya kulitnya sudah mulai putih akan tetapi, ia ingin agar cepat putih supaya tidak ada laki-laki yang mempermainkan perasaannya lagi hanya karena ia memiliki kulit gelap


Setelah selesai ia langsung bergegas mandi dan bersiap-siap, sebab hari ini adalah hari ujian kenaikan kelasnya, ia keluar dari kamarnya menuju meja makan terlihat disana sudah ada Pak Ben dan Amit. "Pagi semuanya."ucap Isyah yang mendudukkan bokongnya di bangkunya.


"Pagi sayang."jawab Pak Ben dan Amit hanya diam saja tidak menjawab bahkan tidak melirik sedikitpun.


Kutub Utara menyebalkan, dia bahkan tidak mau melihatku sedikitpun, ah. Tidak masalah bukan, dia mau melihat ku atau tidak,"gumam Isyah dalam hatinya.


"Sah, kamu Minggu depan sudah naik kelas dan pada saat itu juga kalian akan menikah."ucap Pak Ben sambil memakan sarapannya.


"Baik, Pa."jawab Isyah sedangkan Amit hanya diam saja tidak menjawab apapun, setelah selesai makan Isyah langsung berangkat ke Sekolah bersama dengan Amit.


Selama di perjalanan mereka hanya diam saja tidak ada yang berbicara sedikit sampai di Sekolah, Isyah turun dari mobil Amit dan ia masuk kedalam sekolah barulah Amit pergi dari sana.


"Menyebalkan, ah. Kenapa juga aku harus memikirkan tentang dia bukanlah kami tidak saling mencintai, atau aku yang sudah jatuh cinta pada Kutub Utara itu."batin Isyah.


Satu Minggu kemudian ...


Pada pagi hari ini Isyah bersama dengan Pak Ben mengambil rapot kenaikan kelasnya, dan ia juga akan menikah pada malam hari ini atas permintaan dari Pak Ben dan Amit. Yang akan di adakan di rumah Pak Ben sebab Isyah tidak mau sampai ada orang yang tahu jika dirinya sudah menikah.


Pak Ben duduk bersama dengan Isyah dan Pak Ben berjalan untuk mengambil rapot Isyah. "Bapak ini siapa?"tanya guru Isyah sebab ia tahu jika Isyah adalah anak Pak Salam, karena setiap tahun Pak Salam yang mengambil rapot Isyah.


"Saya orang tua angkatnya, Isyah."jawab Pak Ben sambil tersenyum manis kepada guru Isyah. "Oh, silahkan ini rapotnya dan anak anda sangat pandai bahkan dia juara satu di kelas ini ... "ucap Bu guru Isyah sambil membiarkan rapot Isyah.


"Terimakasih."ucap Pak Ben yang mulai berlalu pergi untuk menghampiri Isyah, lalu mereka mulai pergi dari Sekolah menuju rumah.


"Sa, Papa ingin kamu dan Amit selamanya bersama."ucap Pak Ben sambil tersenyum kepada Isyah. "Baik, Pa. Insyaallah."jawab Isyah dan Pak Ben tersenyum bahagia.


"Semoga saja, Allah memang menakdirkann Amit dan Isyah bersama-sama."batin Pak Ben.


Setelah mereka sampai di rumah Isyah langsung masuk kedalam kamar sebab ia harus bersiap-siap, untuk acaranya pernikahannya nanti malam dan ia di temani dengan Kakaknya Fia. "Sa, Kakak kalah ini dari kamu."ucap Fia sambil mendekati Isyah yang sedang pijat lulur bersama dengan orang suruhannya Pak Ben.

__ADS_1


"Mobil, satu set perhiasan dan banyak lagi dari papa belum cukup?"tanya Isyah sambil tertawa-tawa sebab ia sangat lucu saat Fia menerima pemberian untuk melangkahi.


Flashback on.


Saat semua keluarga Pak Salam dan Pak Ben berkumpul bersama untuk membahas acara pernikahan, Isyah dan Amit yang akan di gelar beberapa hari lagi dan mereka juga memberikan syarat untuk kelangkaan Fia.


"Fia, Papa sudah menyiapkan semua ini untuk mu, Mobil, perhiasan satu set dan juga tokoh baju yang ada di samping Kantor Papa."ucap Pak Ben yang memberikan Fia surat mobil dan surat tokoh baju.


"Ini semuanya, Pak?"tanya Fia sebab ia tidak percaya akan menerima pemberian sebanyak itu.


"Benar."jawab Pak Ben dan Fia langsung membulatkan matanya lalu ia menatap kearah Bu Jima.


"Mak, Fia kaya ... "ucap Fia dan beberapa detik kemudian ia langsung terjatuh pingsan membuat semua orang panik.


"Fia!"


Flashback off.


Isyah tertawa-tawa lalu Fia langsung diam dan pipinya mulai memerah sebab ia merasa malu, jika mengingat kembali kejadian waktu itu yang ia pingsan saat menerima pemberian dari Pak Ben.


Amit sudah bersiap-siap ia memakai baju berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam, ia juga memakai kopiah dan kini ia tengah berdiri didepan jendela kamarnya.


"Jika aku tidak menikahi dia, maka papa akan sedih sebab entah berapa lama papa bisa bertahan dan kami semua tidak tahu itu."gumam Amit dalam hatinya.


Amit terkejut akan kedatangan Pak Ben."Penghulu sudah datang."ucap Pak Ben dengan sangat bahagia sedangkan Amit tidak sama sekali, sebab ia akan menikah dengan wanita yang sama sekali tidak ia cintai bahkan tidak ia sukai. "Baik, Amit akan turun."ucap Amit dengan sangat lemas.


Pak Ben keluar dari kamar Amit lalu ia mengikuti langkah Papanya, setelah sampai di bawah mereka duduk di tempat masing-masing. Amit duduk di depan pak pangulu dan Pak Salam yang akan menjadi wali untuk Isyah.


Isyah datang bersama dengan Fia kali ini Isyah tampil berbeda sebab dirinya memakai cadar. Isyah terlihat sangat cantik dengan menggunakan kebaya modern berwarna putih dan cadar yang menutupi wajahnya, Isyah duduk di samping Amit dan mereka semua mulai membaca doa bersama.


Pak Salam mulai membacakan ijab Kabul dan Amit mengucapkannya dengan sangat lancar tidak ada salah kata sama sekali.

__ADS_1


"Sah?"


"Sah!"teriak semuanya dengan sangat serempak.


"Alhamdulillah."


Isyah tersenyum dari balik Cadarnya lalu ia mencium tangan Amit lalu Amit memasangkan cincin kawin mereka.


Setelah membaca doa semuanya pulang dan tinggallah Amit dan Isyah bersama dengan Pak Ben. "Isyah, Amit, sekarang kalian tidur di kamar Isyah saja sebab kalian sudah menikah."ucap Pak Ben yang tersenyum manis.


"Baik, Pa."jawab Amit dengan sangat pasrah dan bergegas pergi menuju kamar Isyah tanpa membawa Isyah bersama dengannya.


Isyah berpamitan dengan Pak Ben lalu ia mulai masuk kedalam kamarnya yang terlihat Amit sudah ada di atas kasur, terlihat Amit sudah melepaskan bajunya dan kini ia hanya menyisakan kaus saja.


Isyah berjalan masuk kedalam kamar mandi lalu ia berganti baju, ia menggunakan piyama yang sedikit pendek sebab ia berfikir jika dirinya sudah sah menjadi suami istri dengan Amit.


Setelah selesai ia langsung keluar dan menghampiri Amit, ia duduk di samping tubuh Amit yang terlihat Amit memejamkan matanya. "Bang."panggil Isyah dan Amit langsung bangun.


"Ada apa?"ucap Amit sambil membuka matanya dan ia langsung membulatkan matanya, sebab ia melihat Isyah berpakaian terbuka di hadapannya dan juga Isyah terlihat lebih putih saat berpakaian terbuka seperti ini.


"Bang, apa kita tidak malam pertama?"tanya Isyah dan Amit langsung melirik kearah tubuh Isyah.


"Kenapa dia terlihat lebih putih, saat dia memakai baju terbuka seperti ini dan dia juga terlihat sangat manis dan cantik."batin Amit.


"Lupakan saja, sekarang tidur saja."ucap Amit yang menidurkan tubuhnya kembali dan Isyah tidak diam, ia mendekati Amit lalu ia mengecup pipi Amit dengan sangat lembut membuat Amit terkejut.


"Isyah ... "


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2