
Pagi hari ini Isyah sudah bagun pagi-pagi sekali sebab ia harus mandi dan menyiapkan sarapan untuk Suaminya, kini ia sedang menyisir rambutnya lalu ia melihat Amit yang batu bangun lalu menatap tajam kearahnya.
"Jangan ulangi seperti semalam lagi, sebab aku tidak menyukainya."ucap Amit yang bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Isyah terdiam sambil mengingat-ingat kembali kejadian semalam.
Flashback on.
Amit membuka matanya lalu ia menarik tangan Isyah masuk kedalam pelukannya, Amit menatap wajah Isyah dengan jarak yang cukup dekat. "Baiklah, aku akan melakukannya."ucap Amit yang mulai meraba-raba kearah sensitif Isyah lalu ia membulatkan matanya. "Kamu sedang haid?"tanya Amit dan Isyah baru ingat jika dirinya masih masa haid.
"Maaf, Bang. Isah lupa."jawab Isyah dan Amit langsung menyingkirkan tubuh Isyah dari dirinya. "Besok, jika kamu belum selesai jangan dekati, Abang."ucap Amit yang mulai memejamkan matanya.
"Dasar, mana aku ingat kalau aku lagi haid. Ah, sepertinya aku sudah mulai menyukainya."batin Isyah.
Flashback off.
Isyah langsung bergegas memakai hijabnya lalu ia langsung berjalan keluar menuju dapur, ia langsung membantu untuk menyimpan sarapan bersama dengan pembantu di rumah Pak Ben.
"Non, biar saya saja dan Non, istirahat saja."ucap pembantu di rumah Pak Ben dan Isyah tersenyum.
"Bik, Isa tu mau buatkan sarapan untuk suami istri."jawab Isah sambil terus memasak sarapan untuk Amit.
Isyah sudah menyelesaikan pekerjaannya lalu ia menyusun makanannya di meja makan lalu ia berjalan masuk kedalam kamarnya, sebab ia ingin memanggil Amit untuk sarapan bersama dengannya dan juga Pak Ben.
"Bang, kita sarapan yuk."ucap Isyah yang membuka pintu kamarnya dan ia melihat Amit masih memakai baju. "Uuummm, iya Abang turun sebentar lagi."jawab Amit sambil merapikan penampilannya dan Isyah menghampirinya.
"Abang, mau kemana?"tanya Isyah dengan sangat ragu-ragu sebab ia takut jika Amit akan marah padanya.
__ADS_1
"Jangan sementang-mentang, kamu itu istriku kamu itu sudah mulai mengatur semuanya."jawan Amit dengan sangat ketus membuat Isyah terdiam.
Amit pergi dari kamar Isyah sedangkan Isyah hanya diam sambil berjalan menuju tempat tidurnya, lalu ia duduk di bibir ranjang sambil mengingat-ingat ucapan Amit tadi.
"Jangan sementang-mentang, kamu itu istriku kamu itu sudah mulai mengatur semuanya."
"Sepertinya benar, jika aku sudah mencintai bang Amit. Dan cinta ini tulus untuknya tidak mengharapkan apapun darinya."ucap Isyah sambil mengelus dadanya yang terasa sangat nyeri mengingat sikap Amit padanya tadi.
Amit sudah selesai makan lalu ia pergi menuju kamar Isyah sebab ia ingin berpamitan kepada Isyah, itu semuanya bukanlah kemauannya melainkan kemauan dari Papanya.
"Amit, kamu seharusnya cuti untuk apa kamu itu ke Kantor. Sebaiknya kamu pamit dulu sama Isa kalau tidak, maka Papa tidak akan mengizinkan mu ke Kantor."
Amit membuka pintu kamar Isyah dengan perlahan dan ia menghampiri Isyah yang ada di bibir ranjang. "Sa, Abang pergi dulu sampai jumpa sore nanti."ucap Amit dan Isyah langsung menoleh dan ia mencium tangan Amit. "Hati-hati, Abang. Jika seorang suami hendak pergi bekerja maka dia wajib untuk mencium kening istrinya sebab itu akan menjadi pelindung untuk suaminya."ucap Isyah dan Amit tidak mau banyak bicara.
Amit langsung mencium kening Isyah lalu ia langsung bergegas pergi dari kamar Isyah, sebab ia tidak mau berlama-lama didalam berdua dengan Isyah.
Satu Minggu kemudian ...
Hari-hari yang di lalui oleh Isyah dan Amit sama seperti mereka belum menikah, hanya saja kini sedikit berbeda sebab mereka berdua tidur satu ranjang.
Sikap Amit kepada Isyah tidak berubah sama sekali bahkan sikap dinginnya bertambah dan Isyah diam saja, sebab mau berbuat apapun akan sama saja di mata Amit sebab Isyah adalah wanita yang tidak di sukai olehnya.
Pada lagi ini Isyah merasa sangat pusing sehingga ia libur masuk Sekolah padahal hari ini pertama masuk Sekolah, kini Isyah masih berada di tempat tidurnya sebab pusing membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Amit hari ini libur sebab Pak Ben yang memintanya untuk tidak bekerja jika Amit memaksa, maka Pak Ben akan memecat Amit dari perusahaannya dan Amit tidak mau itu terjadi.
Amit menghampiri Isyah yang berada di tempat tidur lalu ia memegang kening Isyah."Sa, minum obat dulu."ucap Amit yang membalikkan badan Isyah menghadap dirinya. "Iya, Bang."jawab Isyah sambil bangun dan ia duduk lalu ia meminum obat dari Amit.
__ADS_1
"Abang, gak kerja?"tanya Isyah sambil menidurkan tubuhnya kembali. "Tidak,"jawab Amit dengan sangat ketus membuat Isyah kesal. "Kutub Utara."ucap Isyah dan Amit menaikan sebelah alisnya.
"Apa yang kamu ucapkan tadi?"tanya Amit yang penasaran apa yang di ucapkan oleh Isyah tadi. "Tidak, ada."jawab Isyah dengan sangat cepat dan Amit menganggukkan kepalanya.
"Kamu istirahat saja, Abang akan memijat kepalamu."ucap Amit yang mulai memijat kepala Isyah. "Terimakasih, Bang atas perhatiannya."ucap Isyah sambil memejamkan matanya beberapa detik kemudian, Amit mendengar dengkuran halus dan ternyata Isyah sudah tertidur pulas saat dirinya memijat kepala Isyah.
"Sebenarnya dia itu cantik, akan tetapi aku tidak menyukainya sebab aku merasa sangat kesal saat berada didekatnya, akan tetapi jika aku jauh darinya aku merasa rindu apa ini yang dinamakan sayang, ah. Mikir apa aku ini."batin Amit sambil menatap wajah Isyah.
*
*
Aril dan Erla sedang menikmati masa pengantin baru mereka di Kota B, bahkan mereka tidak hadir saat Amit dan Isyah menikah beberapa Minggu lalu.
Meraka berdua akan pulang beberapa Minggu lagi sebab Aril masih ingin bersantai di Kota B yang sangat indah, ia juga tidak mau harus cepat-cepat kerja sebab itu ia masih ingin berlama-lama untuk berbulan madu.
"Malas sekali aku pulang, sebab aku lelah menjadi Sekertaris Amit saja, karena aku ingin menjadi CEO saja bukan pelayan seperti itu."batin Aril.
Aril sangat menginginkan jabatan CEO sebab itu ia akan melakukan apa saja agar bisa memimpin perusahaan Pak Ben, akan tetapi Pak Ben sudah memutuskan agar Amit yang menjadi CEO seterusnya karena Amit adalah anak pertamanya.
Aril tidak terima sebab itu ia membenci Amit dan ia juga keran kali mencelakai Amit agar ia bisa merebut posisi Amit.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.