Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 41


__ADS_3

Pada malam ini Keluarga Pak Ben dan Pak Salam berkumpul di ruang tamu Pak Ben sebab mereka akan, membahas cara pernikahan Amit dan Isyah yang akan di adakan pada satu bulan lagi saat Isyah menerima rapot kenaikan kelasnya. Dan semua setuju sebab Amit sudah menyetujui dan ia juga berjanji jika Isyah lulus barulah mereka akan memiliki anak.


Kini Isyah dan keluarganya pulang bersama-sama menuju rumah Pak Salam, sebab Isyah ingin menginap di rumah orangtuanya malam ini. Isyah dan dua saudaranya masuk kedalam kamar dan mereka tidur bertiga, sebelum tidur mereka wajib menggosip terlebih dahulu karena dulu mereka selalu seperti itu.


"Sa. Kamu udah lupain Aril bukan?"tanya Fia sebab Isyah pernah bercerita jika Isyah sudah menyukai Aril.


"Udah."jawab Isyah dusta sebenarnya ia masih menyukai Aril sampai saat ini dan ia harus melupakan, sebab Aril mengatakan jika wanita yang di impikan adalah wanita putih walaupun jelek. Dan Isyah manis akan tetapi ia memiliki kulit hitam.


"Bagus, lupain saja dia. Jangan ingat-ingat lagi sebab kamu akan menikah dengan bang Amit."goda Fia dan Isyah langsung tersenyum lalu ia melepaskan hijabnya.


"Sah, kamu udah mulai putih. Coba buka baju dalamnya untuk putih juga gak?"tanya Fia sontak saja membuat Isyah langsung melemparkan bantal kearah Fia.


*


*


Amit duduk di balkon sambil menatap langit-langit malam dan ia berfikir jika dirinya terpaksa menikahi wanita hitam seperti Isyah. "Dia manis, cantik, akan tetapi dia hitam membuatku tidak bisa menerimanya dengan hati yang rela."ucap Amit sambil menghisap rokok miliknya.


Satu Minggu kemudian...


Pada Minggu ini Erla dan Aril akan menikah di gedung yang sangat mewah semua keluarga besar Erla dan Aril datang. Dan ada beberapa rekan bisnis Pak Ben juga ikut hadir disana untuk memeriahkan acara pernikahan Aril dan Erla.


Pak Ben berama dangan besannya bercerita bersama walaupun Pak Ben konglomerat, ia sama sekali tidak sombong ia mengaggap dirinya dan orang lain itu sama saja.


Setelah acara pernikahan selesai kini Aril dan Erla ada di pelaminan menyambut tamu-tamu penting. Sedangkan Isyah ia duduk di bangku paling belakang sambil menghapus air matanya lalu ia tangan yang memberikan sapu tangan. Isyah langsung mengambilnya lalu ia melihat wajah orang yang memberikannya sapu tangan. "Bang, Amit."

__ADS_1


Amit duduk di samping Isyah lalu ia menatap wajah Isyah. "Bukankah kalian tidak memiliki hubungan apapun?"tanya Amit yang masih curiga jika Aril dan Isyah sudah bercocok tanam.


"Ya, memang tidak ada akan tetapi hati ini sudah ada dia ... "ucap Isyah dengan sangat lirih. Amit menghela nafas dalam-dalam sebab ia sudah tidak bisa menahan perasaannya agar tidak menikahi Isyah, akan tetapi juga ia tidak bisa berbuat apa-apa dan ia juga memikirkan tentang Isyah dan Aril.


"Ku peringatan, jika kamu sudah tidak segel lagi maka aku akan menalak mu detik itu juga."ucap Amit yang bergegas pergi meninggalkan Isyah.


Kutub Utara menyebalkan, batin Isyah.


Setelah acara selesai penantian masuk kedalam kamar pengantin sedangkan yang lain, pulang ke rumah masing-masing kini Isyah berama dangan Amit mereka mengendarai motor sebab Amit tidak mau naik mobil.


"Bang, jangan ngebut-ngebut. Isah takut!"teriak Isyah dan Amit langsung menghentikan motornya di tepi jalan.


"Turun."ucap Amit dengan sangat ketus membuat Isyah takut dan langsung turun. Amit meninggalkan Isyah di tengah jalan dalam keadaan yang sudah malam. "Bang Amit!"teriak Isyah sambil mengisi kepergian Amit.


"Dasar kutub Utara!"teriak Isyah sambil berjalan dan ada mobil yang berhenti tepat di depannya. "Ya Allah, lindungilah hamba."


"Aku ini anak buah Amit, jangan takut kami hanya ingin menjaga mu saja dan ini kami akan mengantarkan mu pulang. Maafkan bos Amit mungkin dia sedang ada maslah,"ujar Ken dan Isyah hanya diam saja sebab ia sangat takut sebab didalam mobil semuanya hanya laki-laki saja.


Seperti ucapan Ken ia mengantarkan Isyah pulang samapi di depan gerbang Pak Ben, setelah Isyah turun mereka langsung pergi dari sana dan Isyah langsung masuk kedalam. Saat Isyah masuk terlihat Amit menunggunya di ruang tamu dan Isyah berhenti di depan Amit.


"Wau, kamu berjalan seperti terbang saja sudah sampai sini dengan cepat."ucap Amit sambil duduk santai.


Dasar gila. Batin Isyah.


"Ken, dia yang mengantarkan Isa pulang."ucap Isyah yang bergegas pergi meninggalkan Amit.

__ADS_1


Amit sangat terkejut jika anak buahnya yang mengantarkan Isyah pulang. "Kurang ajar, Ken."Amit mengepalkan tangannya lalu ia masuk kedalam kamarnya.


Isyah masuk kedalam kamarnya lalu ia melepaskan hijabnya dan ia berganti baju piyama, kali ini ia memakai piyama pendek dan ia sudah mengunci pintu kamarnya jika ia menggunakan baju yang terbuka.


"Apa bang Aril sama Erla udah, kenapa sakit hati ini terasa sangat dalam dan membekas saat mereka sudah menikah. Sebab ada bekas yang tertinggal disini."Isyah memegang bibirnya dan ia mengingat kembali kejadian dimana Aril menciumnya.


Hati Isyah berdebar dan ia merasa sangat nyeri di bagain ulu hatinya dan ia langsung meneteskan air matanya. Ia berjanji tidak akan mau melihat wajah Aril lagi dan juga Erla sebab ia sebelumnya sudah bicara pada Erla jika dirinya dan Aril sudah berciuman, dan Erla hanya diam dan masa bodoh akan nasib dari sanga Tantenya.


Flashback on.


Pada lagi ini Isyah datang ke rumah Erla sebab ia tahu jika beberapa hari lagi Aril dan Erla akan menikah.


"Erla, apa tidak bisa jika kamu tidak menikah dengan bang Aril?"tanya Isyah sambil menatap wajah Erla.


"Enggaklah, emangnya kenapa Bu?"tanya Erla balik sebab ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Isyah.


"Sebenarnya kami untuk ciuman, dan itu cukup membekas di diri ibu. Kalau dia menikahi mu makan kami tidak akan bisa menikah."ucap Isyah dengan sangat lirih dan Erla langsung tertawa-tawa.


"Jangan mimpi Bu, soalnya dia udah cerita semuanya sama aku dia juga bilang cuma mau mainin ibu saja, karena dia itu gak suka sama cewek item kayak ibu ... "ucap Erla dengan sangat ketus.


Isyah terdiam dan butiran-butiran bening mulai membasahi pipinya dan ia langsung berlari sekuat tenaganya. Ia menangis tersedu-sedu sambil berlari sebab ia juga tidak ingin memiliki kulit gelap seperti ini.


Flashback off.


Isyah meneteskan air matanya dan ia berniat akan merubah warna kulitnya agar ia tidak lagi di permainkan dengan laki-laki.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2