Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 51


__ADS_3

Sore tiba Isyah sudah selesai Sholat kini ia mengambil hijab lalu ia bergegas keluar untuk bertemu dengan Fia, kini ia sudah sampai di rumah Bapaknya karena ia ingin bertemu dengan Fia. "Assalamualaikum."


Tok.


Tok.


"Wa'alaikumsalam,"jawab Fia dari dalam dan ia langsung membuka pintu rumah lalu ia menarik tangan Isyah masuk kedalam. "Kak, aku mau bicara."ucap Isyah dengan sangat lembut dan Fia langsung menarik tangan Isyah masuk kedalam kamarnya.


Mereka duduk di bibir ranjang sambil menatap satu salam lainnya. "Katakan."ucap Fia dengan sangat lembut. "Sebenarnya ... "


Isyah menceritakan semuanya membuat Fia terkejut dan ia langsung mengelus dadanya. "Untung saja, Kakak belum menerima apa yang sudah dia janjikan dan sepertinya Kakak harus membatalkan kerjasama kami."ucap Fia dengan sangat kesal sebab ia tidak terima jika dirinya di bilang pelakor.


"Sepertinya harus seperti itu, soalnya kasihan maminya Jihan dan Kakak biasa tertuduh jika papinya berselingkuh dengan orang lain."ucap Isyah dan Fia menganggukkan kepalanya. "Ternyata dia busuk, Untung saja dia belum memberikan apa dan aku masih bisa membatalkan kerjasama kami."ucap Fia dalam hatinya.


Isyah mendengar suara motor sport milik Amit dan ia langsung bangun."Kayaknya, bang Amit udah pulang, aku permisi dulu Kak."ucap Isyah dan Fia menganggukkan kepalanya lalu Isyah bergegas pergi.


Isyah keluar dari rumah Bapaknya dan ia melihat jika Amit berboncengan dengan Nyia."Kok, Nyia sama bang Amit."pikir Isyah dalam hatinya. Isyah langsung berjalan menghampiri Amit dan Nyia yang baru saja turun dari motor. "Bang."panggil Isyah sontak saja mereka berdua langsung menoleh.


"Kak, Nyia mask kedalam dulu!"teriak Nyia sambil berlari menuju rumahnya dan Isyah tidak sempat bertanya-tanya. "Sa, kita masuk."ucap Amit sambil mencium kening Isyah dan Isyah langsung mencium tangan Amit lalu mereka masuk kedalam.


Setelah mereka ada didalam kamar, Amit duduk di sofa sambil melepaskan dasinya lalu Isyah duduk di bawa dan mulai melepaskan sepatu dan kaus kaki Amit. "Sa, seperti Abang malam ini akan keluar untuk melihat teman-teman, bengkel hitam."ucap Amit dan Isyah tersenyum lalu ia bangun dan duduk di samping Amit.


"Pergilah, asalkan jangan terlalu larut sebab besok, Abang bekerja bukan."ucap Isyah sambil tersenyum manis sebab Amit memberitahu jika akan pergi padanya, tidak seperti biasanya jika Amit pergi tidak memberi tahu kepada Isyah sama sekali.

__ADS_1


"Kamu sudah sehat?"tanya Amit yang menatap wajah Isyah yang masih sedikit pucat. "Sudah,"jawab Isyah dengan senyuman manisnya membuat jantung Amit akan copot."Jantung, kerjasamanya jangan sampai Isa dengar."batin Amit.


Bengkel Hitam ...


Amit baru sampai di Bengkel Hitam dengan mengendarai motor sport miliknya ia terlihat sangat tampan dan gagah, perlahan ia turun dan masuk kedalam rumah bengkel hitam yang didalamnya hanya ada Ken saja. "Ken!"teriak Amit dan Ken langsung keluar dan menghampiri Amit. "Bos, ayo masuk kedalam saja."Ken menarik tangan Amit masuk kedalam kamarnya lalu mereka duduk.


"Apa maksudmu, mengajak Nyia bolos?"tanya Amit tanpa basa-basi sontak saja membuat Ken terkejut, dari mana Bosnya tahu semuanya yang ia lakukan. "Bos, tahu darimana?"tanya Ken balik dan Amit langsung menatap tajam kearahnya.


"Katakan saja, aku tidak suka basa-basi."ucap Amit dengan sangat pelan membuat Ken bergidik ngeri. "Aku mencintainya,"ungkap Ken membuat Amit terkejut sebab Nyia mengatakan kalau Ken menyukai Fia.


"Sebaiknya kau lupakan saja perasaan mu itu, sebab kalian sangat berbeda jauh usia dan gaya hidup kalian."ucap Amit dan Ken langsung menatap Amit.


"Jauh, kami hanya beda delapan tahun saja. Aku akan menunggunya sampai lulus hanya butuh lima tahun lagi. Itu bukan waktu yang lama."ucap Ken sebab ia memang sangat mencintai Nyia. Amit bangun lalu ia menatap kearah Ken. "Aku hanya mengingatkan mu saja, sebab aku ingin yang terbaik untuk adikku."ucap Amit yang bergegas pergi dari rumah bengkel hitam.


"Aku tidak akan menjauhi Nyia, apa lagi aku mencintainya dan usia bukanlah masalah."ucap Ken dalam hatinya.


*


*


"Aku akan berusaha agar aku bisa mendapatkan Isa kembali, aku ini sangat menyesal sudah memiliki Erla si mata duitan itu."gumam Aril dalam hatinya.


Aril melihat jika Amit baru saja sampai di rumah dan ia melihat jika Amit masuk dengan terburu-buru, lalu ia langsung keluar dan ia berdiri didepan kamarnya lalu Amoy berhenti saat berpapasan dengan Aril. "Habis dari mana?"tanya Aril dan Amit tidak menjawab dan Amit langsung masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


"Aku mencurigainya."ucap Aril yang mulai masuk kedalam kamarnya.


Amit melihat Isyah masih belajar dan ia langsung menghampirinya dan mencium kening Isyah. "Abang, kok cepat sekali pulangnya?"tanya Isyah sambil mencium tangan Amit.


"Soalnya rindu kamu."ucap Amit dalam hatinya.


"Oh, iya soalnya malas berlama-lama lagipula mereka sudah pada pulang hanya ada Ken saja disana."ucap Amit sambil berjalan mengambil kain sarung lalu ia memakainya dan ia melepaskan celananya, entah sejak ia suka tidur dengan menggunakan kain sarung seperti Isyah malam kemarin.


Amit mendekati Isyah lalu ia mengambil buka belajar Isyah dan meletakkannya di meja."Tidur, lihatlah jam sudah pukul berapa."ucap Amit dengan sangat lembut membuat Isyah bersorak-sorak girang didalam hatinya, sebab kutub Utara sudah meleleh dengan perlahan dan pasti.


"Selamat tidur."ucap Amit yang bergegas memejamkan matanya lalu ia juga mendirikan tubuhnya di samping Amit.


"Isyah, kutub Utara ini sudah menjadi cair dan meleleh dan sebentar lagi kamu dan dia akan segera bahagia saling mencintai."batin Isyah sambil terlelap.


Isyah tertidur di samping tubuh Amit lalu Amit membuka matanya dan ia menatap wajah Isyah. "Apa aku sudah jatuh cinta padanya, ah. Mungkin ini hanya perasaanku saja sebab aku kasihan padanya tidak lebih."pikir Amit dalam hatinya.


Amit mencium puncak kepala Isyah lalu ia tersenyum dan memeluk Isyah dengan sangat erat, hatinya boleh berbohong akan tetapi kenyataannya ia tidak bisa berbohong pada dirinya dan hatinya lagi. Ia sudah mulai mencintai Isyah akan tetapi ia masih saja mengelak sebab ia tidak mau mengakui perasaannya.


Isyah merasa didalam mimpinya ada seseorang yang memeluknya dengan erat, ia hanya diam dan menikmati kehangatan dari pelukan tersebut dan ia tidak mempermasalahkan hal itu sebab ia kira hanyalah mimpi saja.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2