Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 44


__ADS_3

Satu Minggu kemudian ...


Pada lagi ini Aril dan Erla sudah sampai di rumah Pak Ben dengan selamat bahkan mereka membawa kabar bahagia, jika Erla hamil dan semua orang bahagia terkecuali Isyah.


Ternyata mereka sangat bahagia, em, andai saja aku juga bisa seperti mereka berbulan madu dengan, bang Amit. Batin Isyah.


"Papa, kami masuk kedalam kamar dulu sebab kepala Erla sakit."ucap Erla dengan sangat manja dan Aril langsung tersenyum. "Ya, masuk sana kedalam kamar."jawab Pak Ben dan Aril langsung menggendong tubuh Erla masuk kedalam kamarnya.


Isyah hanya diam sambil menatap kepergian Aril dan Erla dengan rasa sedih dan sedikit dan sakit hati. "Sa."panggil Pak Ben dan Isyah langsung menoleh."Iya, Pa."jawab Isyah sambil menatap wajah Pak Ben.


"Kamu panggil, Amit sebab kami ada sedikit perkejaan di Kantor."pinta Pak Ben dan Isyah mengangguk kepalanya lalu ia bergegas pergi ke kamarnya.


Isyah perlahan membuka pintu kamarnya dan ia menghampiri Amit yang sedang memakai baju, Isyah membantu Amit mengunakan jas dan ia juga memakaikan kaus kaki Amit. "Sa, terimakasih sudah membatu semuanya."ucap Amit dengan sangat dingin dan Isyah tersenyum sebab ucapan Amit sangat membahagiakan baginya. "Sama-sama, Bang. Bukankah istri harus melayani suaminya akan tetapi ada satu yang belum Isa lakukan untuk Abang."jawab Isyah dan Amit langsung mengalihkan pembicaraannya.


"Apa, papa memanggil. Abang?"tanya Amit dan Isyah menganggukkan kepalanya, Amit duduk lalu Isyah memasangkan sepatu Amit setelah selesai mereka berdua turun menghampiri Pak Ben. "Sudah? Kita berangkat."ucap Pak Ben yang mulai berjalan menuju luar.


"Abang, pergi dulu kalau ada apa-apa telfon saja."ucap Amit dan Isyah menganggukkan kepalanya lalu ia mencium tangan Amit lalu Amit tidak lupa, ia sudah terbiasa mencium kening Isyah sebelum pergi kemanapun dan sesudah pulang. "Hati-hati, Bang."ucap Isyah yang melambaikan tangannya kepada Amit dan Amit membalasnya membuat Isyah bahagia.


Bang, Isa tuh sudah mulai suka sama, Abang. Batin Isyah.


*


*


Amit duduk di samping Pak Ben dan kali ini ia ikut Pak Ben naik mobil sebab ia malas naik motor, ia terdiam sambil mengingat-ingat kembali setiap hati ia bersama dengan Isyah dan perlakuan Isyah sangat baik kepadanya.


Isyah selalu saja memijat tubuh ku setia malam, dan dia juga selalu memakaikan kaus kaki dan sepatu ku walaupun aku ingin memakainya sendiri dia tetap saja memakaikannya, aku merasa sudah mulai nyaman bersama dengannya. Batin Amit sambil tersenyum.

__ADS_1


Pak Ben hanya diam saja saat melihat Amit tersenyum sendiri sebab ia tahu jika anaknya sudah mulai menyukai menantunya, Pak Ben sangat bahagia sebab anak-anaknya sudah menikah dan bisa segera bahagia seperti yang di inginkannya.


*


*


Isyah mengumpulkan baju-baju Amit dan dirinya lalu ia membawanya ke ruang cuci, ia sudah biasa mencuci bajunya sendiri tanpa bantuan dari pembantu rumah Pak Ben.


Saat Isyah sedang mencuci ia di kejutkan oleh tangan yang melingkar di pinggang rampingnya, sontak saja ia langsung menjauh dan ia menatap wajah laki-laki tersebut.


"Sa, Abang kangen sama kamu."ucap Aril dengan sangat percaya diri membuat Isyah kesal. "Abang, seharusnya Abang jaga sikap sebab Isa sekarang adalah Kakak ipar, Abang."ucap Isyah dengan sangat tegas dan Aril langsung tersenyum simpul.


"Jangan jual mahal."ucap Aril yang mulai mendekati Isyah akan tetapi langkahnya terhenti, saat Erla terus memanggil namanya dengan sangat kuat.


"Aril! Aril!"


Isyah terduduk lemas lalu ia mulai menangis tersedu-sedu sebab ia merasa tidak ada harga diri sama sekali. "Hiks, hiks, hiks."Isyah mulai menghapus air matanya lalu ia meneruskan mencuci baju, setelah selesai ia langsung menjemurnya dan ia bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Sebab, ia takut jika Aril masuk kedalam kamarnya.


*


*


Setelah siang hari ini, Nyia pulang Sekolah berjalan kaki sebab Fia belum juga menjemput dirinya. "Awas saja sampai aku di rumah, aku akan menghajar dia."Nyai berjalan sambil mengepalkan tangannya dan ada sebuah mobil berhenti didepannya. "Siapa tu?"ucap Nyia sambil menatap laki-laki turun dari mobil.


"Ayo, aku akan mengantarmu dan jangan takut sebab aku ini anak buah pak Amit, namaku Ken."ucap Ken sambil membukakan pintu mobilnya dan Nyai langsung masuk sebab ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. "Terimakasih, Om."ucap Nyai sambil masuk kedalam mobil Ken.


Ken masuk kedalam dan menatap tajam kearah Nyai sebab sudah memanggilnya dengan sebutan, Om. "Hei, aku ini masih mudah tahu."ucap Ken sambil mengemudikan mobilnya menuju rumah Pak Salam.

__ADS_1


"Sejak kapan, Om kenal sama saya?"tanya Nyia dan Ken menghela nafas panjang sebab Nyia memanggilnya dengan sebutan, Om lagi.


"Bukankah kita sudah pernah bertemu, bahkan sering kali sebab aku selalu berbelanja di Swalayan milik, bapak mu."ucap Ken dan Nyai batu ingat kalau mereka sering bertemu.


"Hehehe, maaf ... "jawab Nyia sambil tertawa kecil dan Ken juga ikut tersenyum, setelah sampai Nyia langsung turun dan bergegas masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Ken langsung kembali ke bengkel hitam dimana anak-anak buahnya ada disana.


Nyia masuk kedalam dan ia tidak melihat adanya Fia dan ia sudah tahu jika Fia ada di tokoh baju, Nyai langsung berganti baju lalu ia makan sebab dari pagi ia belum makan sebab ia lupa bawa uang jajannya. "Enak sekali, kak Fia sebab dia sudah menjadi orang kaya saat ini karena kak Isa menikah."ucap Nyai sambil memakan makanannya.


*


*


Isyah baru selesai melaksanakan Sholat Dzuhur sendiri setelah itu ia keluar dari kamarnya, ia mengambil makanan yang sudah di masak oleh Pembantu di rumah Pak Ben dan ia langsung masuk kedalam kamarnya. Sebab, ia takut jika Aril nekat masuk kedalam kamarnya dan ia tidak mau sampai itu terjadi.


Setelah selesai makan ia membaca novel online di sebuah aplikasi, dan ia tidak sadar sampai ia tertidur pulas sambil memegang ponselnya.


Saat Adzan Ashar berkumandang Isyah bangun dan ia langsung melaksanakan Sholat Ashar, setelah selesai ia bergegas mandi sebab ia tidak mau menyambut kepulangan Suaminya ia masih bau asam.


Setelah selesai mandi ia langsung bersiap-siap ia memakai kaus panjang dan rok, lalu ia memakai hijab dan ia langsung keluar dari kamarnya sebab ia selalu menunggu kepulangan Amit di ruang tamu.


Aku berharap bisa segera hamil seperti, Erla walaupun aku masih sekolah untuk satu tahun ini saja. Batin Isyah.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2