Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 35


__ADS_3

Aduh, bagaimana ini aku lupa membawa uang. Ah, aku pinjam saja dulu pada om Sen setelah pulang aku akan menggantinya, batin Isyah.


"Mbak, saya ambil uang dulu sama om saya dia ada di luar,"ujar Isyah.


"Silakan,"ucap Kasir tersebut.


Isyah tersenyum lalu ia berjalan menuju luar ia menghampiri Sen yang masih duduk di motor miliknya.


"Om, pinjam uang saya lupa bawa uang,"ucap Isyah dengan sangat lembut.


"Oh, iya."Sen mengambil uang dari dompet ia memberikan Isyah uang berwarna merah satu lembar.


"Om, banyak sekali ini."ucap Isyah yang tak mau mengambil uang dari tangan Sen.


"Udah ambil aja, Non.Tidak usah di bayar,"ujar Sen membuat Isyah terkejut.


"Jadi gak enak sama, Om."ucap Isyah pelan sambil mengambil uang dari tangan Sen.


"Kita sudah seperti keluarga, jangan sungkan-sungkan."ucap Sen yang tersenyum manis kepada Isyah.


"Terimakasih, Om."ucap Isyah yang bergegas masuk kedalam untuk membayar obat tadi, setelah ia membayar ia memasukkan obat kedalam saku bajunya lalu ia segera keluar.


Isyah naik ke atas motor milik Sen lalu Sen mulai melajukan motornya dengan perlahan menuju rumah Pak Ben, setelah sampai Isyah langsung turun lalu ia memberikan helem kepada Sen.


"Terimakasih sekali lagi, Om."ucap Isyah dengan sangat lembut.


"Sama-sama, Non."ucap Sen sambil tersenyum manis kepada Isyah.


Isyah berjalan menuju rumah Bapaknya dengan sangat setelah ia sampai ia langsung masuk kedalam.


"Assalamualaikum."ucap Isyah dan ia langsung masuk kedalam kamar Kakaknya, terlihat Fia sedang tertidur di tempat tidurnya.


"Wa'alaikumsalam, Sa ..."ucap Fia dengan sangat lemas.


"Minum terus ini obatnya, Kak."ucap Isyah sambil memberikan obat dan air minum kepada Fia.


Fia bangun lalu ia meminum obat dari Isyah setelah selesai ia langsung tidur kembali.


"Kok, kamu yang beli obatnya, bukannya Kakak suruh Nyia, ya."ucap Fia dengan sangat lemas sambil menatap wajah Isyah.


"Dasar si bontot itu, dia pasti malas tadi dan dia menyuruhku untuk membeli obat Kakak tadi, "ungkap Isyah.

__ADS_1


"Terimakasih, Kakak mau tidur dulu ni pusing sekali ..."ucap Fia yang mulai menutup matanya.


"Iya, Isa pergi dulu ..."ucap Isyah yang berlalu pergi dari kamar Fia ia berjalan menuju luar, saat ia membuka pintu ia sangat terkejut dan melompat saat melihat Amit ada didepan pintu.


"Astaghfirullah, ngapain Abang ada di situ?"ucap Isyah sambil mengelus dadanya, Amit tidak mengatakan apapun ia langsung menarik tangan Isyah.


"Ada apa sih, Bang. Kok tarik-tarik tangan Isa."ucap Isyah yang memegang tangannya yang di tarik oleh Amit.


Setelah sampai didalam Amit melepaskan tangannya lalu ia duduk di sofa sambil menatap tajam kearah Isyah.


Kutub Utara ini, dia benar-benar membuatku takut tatapannya seperti akan memakan ku saja, batin Isyah.


"Untuk apa kau ke apotik, apa kau membeli Test pack!"bentak Amit membuat Isyah meneteskan air matanya.


"Untuk apa aku benda itu,"ucap Isyah sambil mengusap air matanya.


"Cik. Untuk apa kau bilang, katakan kau sudah hamil anak Aril bukan!"bentak Amit membuat hati Isyah sangat nyeri dan sakit.


"Tidak, Bang ..."jawab Isyah dengan sangat cepat.


"Jangan berbohong padaku!"lagi-lagi Amit membentak Isyah dengan sangat kuat.


Isyah meneteskan air matanya dengan hati yang sangat sakit ia langsung berlari menuju kamarnya, sesampainya ia didalam kamar ia langsung mengunci pintu lalu ia mengisi apa yang ia rasakan tadi.


Sial, ini semua gara-gara Aril dan bisa-bisanya papa akan menikahkan aku dan Isa secepatnya sebab Isa lagi hamil anak Aril pula, batin Amit.


Flashback on.


Amit sedang tertidur pulas dan ia di kejutkan oleh ponselnya berdering dan ia langsung menjawab, telfon masuk dan ternyata Papanya yang meneleponnya.


📱Papa.


"Ada apa, Pa?"ucap Amit serak khas orang baru bangun tidur.


"Papa akan menikahkan mu, dengan Isa secepatnya dan malam ini Papa akan pulang sebab dia sedang hamil. Anak mu Mit, calon pewaris Atmajaya. "ucap Pak Ben membuat Amit sangat terkejut.


"Apa, Isa hamil?"tanya Amit sambil mengucek-ngucek matanya.


"Masih tanya lagi, tadi kata Sen dia mengantar Isa ke apotik untuk membeli Test pack!"


Amit langsung memutuskan sambungan teleponnya lalu ia segera memakai bajunya dan ia segera mencari Isyah, ia mencari ke kamar Isyah akan tetapi Isyah tidak ada sampai ia mencari keluar rumah ia melihat Isyah baru sampai bersama dengan Sen.

__ADS_1


Amit mengikuti langkah Isyah dari belakang sampai di rumah Pak Salam.


Flashback off.


Amit berjalan menuju luar ia duduk di bangku taman belakang sambil menatap kearah kamar Isyah.


Kurang ajar sekali dia hamil, aku benar-benar tidak bisa menerima ini semua aku tidak mau menikahinya. Bisa malu aku kalau semua orang tahu aku menikahi bekas Adikku. Batin Amit.


...


Isyah menangis tersedu-sedu didalam kamarnya ia memeluk guling.


"Hamil dari mana cobak, aku aja lagi haid mana aku juga belum ngapa-ngapain sama bang Aril, mana mungkin aku hamil ..."ucap Isyah dalam tangisnya.


..


Pak Ben sangat bahagia mendapat kabar kalau Isyah sedang hamil ia sudah tidak sabar lagi, menunggu sore hari dan saat ia juga ia sudah bergegas pulang mengendari mobil miliknya bersama Aril.


Bahagia sekali aku, kalau benar Isyah hamil anak Amit baru beberapa hari di tinggal pergi dan Isyah sudah hamil. Apa lagi aku lama mungkin aku akan banyak memiliki cucu, batin Pak Ben.


Aril hanya merasa heran saat melihat Pak Ben menyetir mobil dengan sangat bergembira tidak seperti biasanya, Pak Ben tidak menceritakan apapun kepada Aril sehingga Air merasa heran.


Papa ini entah mengapa dia bahagia sekali, seperti mendapat kabar bahagia saja dia membawa ku pulang buru-buru, batin Aril.


Pak Ben bernyanyi selama berjualan dan itu membuat Aril sangat takut sebab Pak Ben bersikap, sangat tidak wajar menurut Aril ia sudah sering kali menawarkan untuk membawa mobil. Akan tetapi Pak Ben tidak mau sebab ia ingin cepat-cepat sampai di rumah.


Semoga kami baik-baik saja, ya Allah lindungilah kami dari musibah sebab Papa sangat bahagia tidak seperti biasanya, batin Aril.


"Pa, Aril saja yang membawa mobilnya."ucap Aril yang menatap wajah Pak Ben sontak Pak Ben langsung menatap tajam kearah Aril.


.


.


.


Bersambung.


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2