Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 27


__ADS_3

Ken mengikuti ucapan Nyia ia mengantarkan Nyia didepan rumah Pak Salam dan Nyia hendak turun, akan tetapi tangannya di tarik oleh Ken lalu mereka saling menatap satu salam lainnya.


"Ada apa?"tanya Nyia sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ada hubungan apa kau dan keluarga Atmajaya?"tanya Ken dengan sangat serius.


"Oh, kakakku di angkat menjadi anaknya pak Ben Atmajaya ..."jelas Nyia sambil melepaskan tangannya dari pegangan Ken.


"Pergilah,"ujar Ken dan Nyia langsung bergegas pergi.


Sepertinya bos tidak menceritakan tentang hal ini padaku, aku akan bertanya kepadanya sebab aku sangat penasaran untuk apa pak Ben mengadopsi anak lagi, batin Ken.


Ken mengirimkan pesan kepada Amit.


💌Bos.


(Temui aku di depan rumah bos.)


Ken melajukan mobilnya menuju gerbang rumah Pak Ben, tak berselang lama akhirnya Amit datang dan menghampiri Ken kini mereka duduk bersebelahan.


"Kenapa pak Ben, mengadopsi anak Bos?"tanya Ken dengan sangat cepat sebab ia tidak suka basa basi.


"Sebab Isa telah menolong papa, waktu papa di celakai oleh Gilang,"ucap Amit dengan sangat ketus.


"Aku rasa Bos harus hati-hati, sebab biasa saja Gilang atau anak buahnya menyakiti Isa sebab dia sudah menghalangi jalan mereka,"ujar Ken.


Sepertinya apa yang di katakan olehnya benar, aku akan selalu melindungi Isa sebab ia dalam bahaya karena diriku, batin Amit.


"Terimakasih, Ken. Atas saran dari mu,"ujar Amit.


"Sama-sama, Bos."


"Bersenang-senang nanti malam, ingat aku tidak menyukainya dan terserah padamu saja."ucap Amit yang bergegas pergi dari mobil Ken.


Sebenarnya ada masalah apa Bos dan wanita malam bocah itu, ah. Sudahlah biarkan saja yang terpenting aku bisa bersenang-senang, batin Ken.


Ken melajukan mobilnya menuju rumah Mafia hitam sebab ia dan saudara-saudara mafia hitam tinggal disana.


...


Nyia duduk di tempat tidurnya lalu ia mengingat-ingat kembali wajah pria yang ia temui tadi.


Wajahnya seperti seorang mafia, yang aku lihat di film Drakor beberapa hari lalu, untung saja aku tidak kenapa-kenapa, batin Nyia.

__ADS_1


Fia baru memasuki kamar mereka dan ia melihat Nyia seperti orang sedang berfikir, ia menghampiri Nyia dan duduk di samping Nyia.


"Ada apa?"ucap Fia membuat Nyia terkejut.


"Astaghfirullah, ngagetin aku aja sih,"ucap Nyai dengan sangat ketus.


"Hehehe, maaf lagian kamu seperti sedang memikirkan sesuatu saja."ucap Fia didalam tawanya.


"Kak, aku tadi abis jumpa sama laki-laki yang tatapannya sangat tajam, seperti seorang mafia yang aku lihat di film Drakor waktu itu,"ungkap Nyia membuat Fia terkekeh.


"Hahaha, kalau menghalu jangan disini di hutan aja sana ..."ucap Fia yang si susul gelak tawanya.


"Sebel,"ucap Nyia yang bergegas pergi menuju kamar mandi.


Nyai itu masih anak-anak, mungkin saja dia terlalu banyak menonton film Drakor yang berbau dewasa makanya dia jadi seperti itu, batin Fia.


..


Setelah sore hari tiba Amit bergegas pulang sebab ia sangat khawatir akan keadaan Isyah sebab, dari siang tadi ia tidak melihat Isyah bahkan ponsel Isyah tidak bisa di hubungi bahkan pesan yang ia kirim tidak di baca oleh Isyah.


Aku sangat khawatir akan keadaan Isa apa dia baik-baik saja, pikiran ini benar-benar menyiksa ku ... Batin Amit.


..


Ia berjalan dengan perlahan keluar dari kamar mandi setelah itu ia berjalan menuju lemari bajunya, ia mengambil piyama berwarna merah muda bertangan panjang dan bercelana panjang.


Setelah selesai ia menyisir rambutnya lalu ia langsung menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya, ia memejamkan matanya dan ia sangat terkejut mendengar pintu kamarnya di bukan dengan sangat cepat ia langsung memakai jilbab.


"Sa, kamu baik-baik saja ... "ucap Amit yang baru masuk kedalam kamar Isyah.


Isyah hanya diam saja sebab ia merasa sangat kesal sebab Amit menjemput Wiwit ke Sekolah, dengan sangat lembut sedangkan bersama dengan dirinya selalu ia di marahi oleh Amit.


Amit berjalan mendekati Isyah lalu ia duduk di samping Isyah.


"Kok diam saja, apa kamu merasa sakit lagi atau pusing kita bisa ke rumah sakit lagi,"ucap Amit sambil menatap wajah Isyah yang terlihat jelas sangat kesal.


"Tidak,"jawab Isyah dengan sangat singkat.


Ada apa dengan bocah ini, dia seperti bonglong kadang cerewet terkadang seperti ini, batin Amit.


"Ya sudah, kalau begitu coba kamu pakai baju ini."ucap Amit yang memberikan peperbek yang berisi baju yang ia beli tadi.


"Apa ini?"tanya Isyah sambil menerima peperbek dari Amit.

__ADS_1


"Baju untuk kita pergi undangan besok,"jelas Amit dan Isyah langsung membuka peperbek yang berisikan.


Baju kebaya modern muslim berwarna merah muda kesukaannya lalu ia menatap wajah Amit.


Aku rasa dia benar-benar indigo, sebab aku tidak pernah memberi tahukan padanya kalau aku suka warna merah muda, batin Isyah.


Isyah membuka sepatu kaca yang di belikan oleh Amit yang berwarna putih, lalu ia langsung mencobanya lagi-lagi ia membulatkan matanya.


Dia benar-benar indigo, bahkan dia tahu ukuran sepatuku ... Batin Isyah.


"Sa, jangan diam aja suka atau tidak?"tanya Amit sambil menatap wajah Isyah.


"Suka, kok, Bang ..."ucap Isyah sambil tersenyum manis.


"Gitu dong, Abang masuk kedalam kamar dulu ya, udah bau asem ini."ucap Amit yang bergegas pergi.


Isyah menatap kepergian Amit lalu ia langsung membuka kebaya modern untuknya, yang di belikan oleh Amit tadi ia langsung mengenakannya.


Isyah melihat dirinya di cermin lalu ia merasa sangat tidak percaya ia terlihat lebih putih dan cantik, lalu ia juga memakai sepatu kaca berwarna putih dengan hak yang sedikit tinggi.


Ini kali pertama aku memakai semua ini, sebelumnya aku hanya melihatnya di film saja dan sekarang aku memakainya seperti ini. Bahkan hanya kebaya seperti ini harganya mencapai dua puluh juta, seperti akan menikah saja aku memakai kebaya seperti ini dan kelihatannya kebaya ini memiliki pasangan, batin Isyah.


...


Amit menerima pesan dari Ken bahwa mangsa mereka sudah sampai di rumah Mafia hitam, dan Amit meminta semua anak mafia hitam berjaga-jaga di luar rumah sebab mereka akan melakukan misi berbahaya.


"Dia kira aku laki-laki murahan, yang suka celup sana sini oh tidak, aku bukan laki-laki seperti itu bahkan sampai saat ini aku masih perjaka, "ucap Amit sambil memegang wajahnya menggunakan kedua tangannya.


.


.


.


Bersambung.


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2