
Pagi hari tiba ...
Aril sengaja pergi dari rumah pagi-pagi sekali sebab ia ingin meminta bantuan dari Nyia dan kini ia sudah ada di sekolah Nyia, ia tengah menunggu kedatangan Nyia saja dan yang di tunggu akhirnya tiba. Aril melihat Fia sudah pernah lalu ia keluar dari mobilnya. "Nyia!"teriak Aril dan Nyia langsung menoleh lalu ia menghampiri Aril dan Aril membawanya masuk kedalam mobil.
Mereka duduk saling berhadapan lalu Aril mengagumi kecantikan Nyia yang sangat natural. "Ada apa?"ucap Nyia dan Aril langsung tersadar akan apa niatnya sebenarnya ingin bertemu Nyia. "Seperti ini ..."Aril membisikan rencananya kepada Nyia lalu Nyia tersenyum dan mendekati wajahnya ke wajah Aril.
"Abang ingin aku melakukannya, tentu saja aku tidak akan melakukannya!"teriak Nyia membuat Aril kesal dan jengkel dengan Nyia.
"Anak bau kencur."ucap Aril yang menatap kepergian Nyia dari mobilnya dan kini ia bingung sebab rencananya gagal, dan ia tidak patah semangat kali ini ia akan benar-benar berhasil dengan rencananya yang bagus.
*
*
Fia mendatangi Kantor Gilang sebab hari ini ia akan membatalkan kerjasama dengan Gilang, karena ia tidak mau di katakan pelakor oleh semua orang dan itu bukanlah kemauannya. Kini ia sudah sampai di Kantor Gilang ia langsung masuk kedalam dan menghampiri Resepsionis. "Permisi, Mbak saya mau bertemu dengan pak Gilang. Katakan saya Fia rekan bisnisnya."ucap Fia dan Resepsionis langsung menelfon Gilang dan mempersilahkan ia masuk.
Fia berjalan menuju ruang Gilang menggunakan Lift dan setelah ia sampai ia langsung masuk kedalam ruangan Gilang. "Permisi, Pak."ucap Fia dan ia melihat Gilang sedang duduk manis dan ia langsung menghampiri Gilang dan duduk di hadapan Gilang.
"Senang kamu mengunjungi saya, ada masalah?"tanya Gilang dengan sangat manis semanis madu dan janji mantan. "Kerjasama kita batal, sebab saya tidak mau berurusan dengan anda lagi atau keluarga Anda."ucap Fia dengan sangat pelan dan Gilang sangat terkejut sebab tidak ada apa-apa di antara mereka.
__ADS_1
"Kenapa, dan sepertinya kita baik-baik saja."ucap Gilang yang menatap wajah Fia. "Akan tetapi, saya tidak mau lagi beririsan dengan Anda, sekarang urusan kita selesai."ucap Fia yang bergegas pergi dari ruangan Gilang.
"Ada apa, kenapa dia tiba-tiba saja memutuskan kerjasama kami dan tadi dia mengatakan keluarga ku, seperti ini ada hubungannya dengan Jihan."pikir Gilang dalam hatinya.
*
*
Isyah sudah masuk Sekolah lagi hari ini sebab ia sudah merasa baik-baik saja dan kini ia ia sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh gugur, bersama-sama teman-teman mereka terkecuali Wiwit yang sampai saat ini tak kunjung datang, Isyah selalu saja kepikiran akan keadaan Wiwit yang semakin buruk belakangan ini.
Setelah selesai Sekolah, Isyah berniat untuk menghampiri rumah Wiwit dan ia ingin bertanya kepada keluarga Wiwit. Walaupun ia harus ingkar janji kepda Wiwit beberapa Minggu lalu.
"Kamu harus janji, jangan mencari keberadaan aku sampai aku yang datang sendiri."ucap Wiwit dan Isyah menganggukkan kepalanya. "Aku janji."
"Wa'alaikumsalam,"jawab Gutawan dengan sangat lembut dan ia menatap wajah Isyah."Dimana Wiwit?"tanya Isyah dan wajah Gutawan seakan langsung berubah. "Kamu tidak tahu dia dimana?"ucap Gutawan dan Isyah menggelengkan kepalanya membuat Gutawa menatap Isyah dengan lirih. "Kenapa kamu bertanya?"tanya Gutawa pada Isyah.
"Sebenarnya ... "Isyah menceritakan semuanya dan Gutawan meneteskan air matanya, membuat Isyah bingung dan takut sebab ia tidak mengatakan hal yang salah pikirnya. "Aku akan mengantarmu, ke rumah baru Wiwit."ucap Gutawan yang menutup pintu rumahnya lalu mereka berdua naik motor milik Gutawa.
Selama di perjalanan hati Isyah seakan cemas dan entah apa saja yang ia rasakan saat ini, Gutawan menghentikan motornya di sebuah TPU sontak saja membuat Isyah cemas dan takut. Akan tetapi ia hanya mengikuti langkah Gutawan saja setelah mereka masuk, Gutawan berhenti di salah satu makam yang tertulis nama Wiwit.
__ADS_1
"Gut, a-apa. Ini Wiwit?"tanya Isyah dengan sangat terkejut dan syok lalu Gutawan menganggukkan kepalanya, Isyah langsung terjatuh lemas lalu ia memeluk makam yang masih basah. Sebab Wiwit meninggal baru dua Minggu saja. "Wit, aku gak bisa maafin diri aku sendiri. Hiks ... Hiks, kamu kenapa bohong!"Isyah menangis tersedu-sedu di makam Wiwit membuat Gutawan menangis, pasalnya sebelum Kakaknya meninggal Wiwit pernah berpesan.
"Jika aku sudah tidak ada, maka kamu harus memberikan buku ini pada Isa. Katakan semuanya aku lakukan untuk dia dan jangan lupa beritahu dia jika aku sangat menyayangi dia sebab dia adik yang tidak akan pernah tergantikan."
"Isa, aku memiliki pesan untuk mu dan sebaiknya kita pulang untuk mengambil buku untukmu."ucap Gutawan yang membantu Isyah bangun. "Gut, kenapa tidak ada yang memberitahu tentang ini padaku?"tanya Isyah dengan sangat sedih. "Ini semuanya permintaan dia."jawab Gutawan lirih.
Isyah tidak bisa mengehentikan air matanya yang terus berjatuhan lalu ia menatap kearah makam Wiwit, lalu ia mengikuti langkah Gutawan untuk segera pulang sebab ia ingin tahu apa pesan dari Wiwit untuknya.
Setelah sampai di rumah, Gutawan langsung masuk kedalam dan mengambil buku dari Wiwit. Setelah itu ia memberikannya kepada Isyah. "Terimakasih."ucap Isyah yang bergegas pergi dari rumah Wiwit.
Setelah Isyah sampai di rumah ia langsung masuk kedalam kamarnya dan ia mulai membuka buku tersebut.
Isyah, mungkin jika kamu membuka buku ini aku sudah tidak ada lagi. Akan tetapi kamu jangan bersedih. Sebab aku hanya ingin menyampaikan jika aku sayang kamu, semua ini aku lakukan untuk kamu dan jangan bersedih saat aku sudah tidak ada lagi karena ginjal aku ada didalam dirimu. Aku merahasiakan ini semua karena aku tidak mau sampai kamu sedih apa lagi menyalahkan diri kamu sendiri.
Isyah menangis tersedu-sedu sebab selama ini sahabatnya sakit karena dirinya, Isyah beberapa tahun lalu mendapatkan donor ginjal dari seseorang yang misterius. Ia sama sekali tidak mengetahui jika orang tersebut adalah Wiwit sahabat baiknya.
Isyah membaca pesan dari Wiwit lagi.
Kalau kamu sudah membaca yang satu maka ini adalah pesan kedua, aku ingin mengatakan jika diriku ini adalah kakak kamu karena kita kembar tidak sama akan tetapi, kita kembar dan terpisah saat orang tua kita tidak memiliki apa-apa sehingga aku di berikan oleh orang lain, untuk kelangsungan hidup kita. Aku sayang kamu.
__ADS_1
Wiwit saudara kembarmu ...
Isyah semakin terisak-isak sebab dirinya baru mengetahui semu ini sekian lamanya ia hidup, di tambah lagi ternyata saudara kembarnya sudah tidak ada lagi di dunia ini.