Cinta Tulus Isyah

Cinta Tulus Isyah
#CTI Part 18


__ADS_3

Isyah bangun dan ia melihat noda darah ia langsung bergegas pergi menuju kamar mandi, ia langsung berganti baju tak lupa ia memakai pembalut wanita herbal daun sirih agar ia tidak iritasi.


Setelah selesai ia membersikan noda darah tadi dan ia langsung menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya, sambil menahan rasa sakit yang luar biasa sehingga ia menangis tersedu-sedu.


"Ya Allah, sakit sekali rasanya. Sebaiknya aku meminta bantuan kepada bang Amit ..."ucap Isyah dalam tangisnya lalu ia langsung menelepon Amit.


📱 Kutub Utara.


"Halo, bang ..."ucap Isyah sambil menangis tersedu-sedu membuat Amit panik dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Hiks, hiks, hiks, kok bang Amit malah matiin telfonnya."ucap Isyah dengan sangat lemas sambil menahan sara sakit.


Isyah terkejut saat pintu kamarnya terbuka.


"Sa ..."ucap Amit dengan sangat cemas ia langsung menghampiri Isyah yang sedang terbaring lemas.


"Bang, sakit sekali ... "ucap Isyah sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya.


"Ada apa, apa Aril menyakiti mu?"tanya Amit sambil menatap wajah pucat Isyah.


"Sebenarnya, aku lagi datang bulan ..."ucap Isyah pelan sontak saja membuat Amit langsung lemas.


"Aduh, jadi. Apa yang harus aku lakukan?"tanya Amit sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ambilkan air hangat, setelah itu ambilkan jamu di Swalayan bilang aja jamu untuk Isa gitu kalau ada kak Fia ..."ucap Isyah sambil menggigit bibirnya sebab keram perutnya terasa sangat sakit.


Tidak mau membantunya, tapi. Kelihatannya dia benar-benar sangat kesakitan. Batin Amit.


"Baiklah, Abang akan ambil air hangat dulu."ucap Amit yang bergegas pergi menuju dapur untuk mengambil air hangat.


Setelah kepergian Amit. Isyah mencoba untuk menelfon Fia akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Kemana sih, mereka semua di telfon tidak bisa mana aku gak enak lagi minta tolong sama bang Amit. Kalau minta tolong sama papa kasihan papa kan sudah tua, "ucap Isyah yang mengoleskan minyak kayu putih ke perutnya.


Sampai lupa pakai hijab, sebaiknya aku cepat pakai sebelum bang Amit kembali ...Batin Isyah.


Isyah bergegas memakai jilbab bergo miliknya setelah itu ia duduk di tempat tidurnya, tak berselang lama akhirnya Amit datang membawakan air hangat untuk Isyah.

__ADS_1


"Minumlah, Abang akan pergi membelikan mu jamu ..."ucap Amit yang bergegas pergi dari kamar Isyah.


Amit menaiki motor sport miliknya lalu ia mulai melajukan motornya menuju Swalayan milik Pak Salam, setelah ia sampai ternyata Swalayan tersebut sudah tutup sebab semua barang-barang jual Pak Salam sudah habis.


"Sial, aku harus mencari jamu untuk Isa di tempat lain dan sialnya lagi. Aku bahkan tidak tahu apa namanya,"ucap Amit yang melajukan motornya menuju Swalayan terdekat.


Setelah sampai ia langsung masuk kedalam dan ia berniat akan bertanya kepada Kasir saja.


"Mbak, saya mau tanya kalau jamu yang biasa untuk datang bulan apa ya?"tanya Amit sontak membuat semua karyawan menertawakan dirinya.


"Sejak kapan laki-laki datang bulan?"ucap Karyawan tersebut dan di susul gelak tawanya.


Sial, aku benar-benar malu di buat anak bau kencur itu kalau aku tidak merasa kasihan aku tidak sudi membantunya, batin Amit.


"Katakan saja, ada atau tidak!"ucap Amit dengan sangat tegas dan ia juga menatap para Karyawan, dengan tatapan seorang mafianya dan membuat mereka langsung diam seribu bahasa.


"Mari, ikut saya."ucap Karyawan tersebut sambil berjalan menuju rak jamu untuk wanita datang bulan, ia juga memberikan Amit sebungkus pembalut wanita herbal daun sirih.


"Ini sudah lengkap, Pak. Sebab kami tidak tahu apa saja yang istri Bapak mau,"ujar Kasir sambil menghitung jumlah belanjaan Amit.


"Iya, jangan banyak bicara."ucap Amit dengan sangat ketus sambil membayar belanjaannya, lalu ia bergegas pergi.


Setelah sampai ia langsung masuk kedalam dan bergegas pergi menuju kamar Isyah setelah sampai, ia langsung masuk kedalam kamar Isyah dan ia melihat Isyah sedang duduk.


"Sa, ini jamunya cepatlah minum dan apa masih sangat sakit?"tanya Amit sambil memberikan belanjaannya tadi.


"Masih, Bang. Terimakasih atas bantuannya,"ujar Isyah.


Isyah langsung meminum jamu yang di belikan oleh Amit tadi, dan ia melihat Amit juga membelikannya pembalut wanita yang biasa ia pakai dan ia langsung membulatkan matanya lalu ia menatap wajah Amit.


Aku rasa dia benar-benar indigo, dan dia juga seorang mafia bahkan dia juga seorang psikopat bahkan dia adalah Kutub Utara dan kulkas dua pintu, batin Isyah.


"Sa, apa udah mendingan?"tanya Amit yang merasa kalau Isyah melihatnya terus-menerus.


"Ha, udah kok, makasih ya, Bang."ucap Isyah sambil tersenyum manis kepada Amit.


"Kalau begitu, Abang pergi dulu tidak apa?"tanya Amit sebab ia takut Isyah masih sakit dan ia tidak tega meninggalkannya sendirian.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Isa udah mendingan kok, Bang."ucap Isyah dengan sangat lembut.


Amit tersenyum untuk yang pertama kalinya buat Isyah lalu ia bergegas pergi dari kamar Isyah, sebab ia tidak ingin berlama-lama bersama dengan Isyah karena ia takut fitnah.


...


Aril dan Erla berada di sebuah gedung pernikahan sebab mereka akan segera menikah, Erla tidak pikir panjang akan menikah dengan Aril sebab Aril orang kayak bahkan, ia tidak memperdulikan tentang Sekolahnya hanya untuk menjadi seorang istri konglomerat.


"Bang, kita bakalan nika dengan sangat mewah?"tanya Erla sambil menatap wajah tampan Aril.


"Iya, tetapi hanya di hadiri oleh keluarga kita seja sebab umurmu belum mencukupi untuk melangsungkan pernikahan. Dan kita hanya menikah sirih saja,"jelas Aril.


"Iya, gak apa kok. Yang terpenting kita nikah dan setelah nikah Erla mau Sekolah di Sekolah yang paling mahal,"sambung Erla membuat Aril menatap tajam kearahnya.


"Tamatkan saja dulu sekolah mu, sehabis itu baru sekolah di sekolah yang mahal."ucap Aril sontak saja membuat Erla kesal.


Laki-laki pelit, tapi. Tidak apalah yang terpenting aku bisa merasakan jadi orang kaya. Batin Erla.


Erla memotret dirinya bersama dengan Aril lalu ia memposting fotonya di WhatsApp yang bertuliskan.


Pacar ni.


Isyah yang melihatnya langsung menangis tersedu-sedu sebab ia merasa sangat sakit, sebab ia sudah mulai mencintai Aril dan ia berharap akan menikah dengan Aril.


"Sakit, sekali hati ini bagaimana jika kami tinggal satu rumah bersama. Apa aku akan sanggup melihatnya sepertinya aku tidak sanggup, "ucap Isyah sambil mengisi ciuman pertama yang di renggut oleh Aril.


.


.


.


Bersambung.


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2