
"Apa, bapak tahu aku sakit, Kak"tanya Isyah sambil menatap wajah Fia.
"Em, entahlah soalnya Kakak aja baru tahu tadi pagi dari, bang Amit."jelas Fia.
"Kalau belum tahu, jangan kasih tahu ya, soalnya kasihan bapak ..."pinta Isyah sebab ia tidak ingin melihat Bapaknya sedih.
"Iya,"janji Fia.
Mereka tersenyum dan berpelukan bersama.
....
Amit baru ingat kalau ia harus pergi ke Sekolah Isyah sehingga ia harus putar baik, ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di Sekolah Isyah.
Setelah sampai ia tidak tunggu lama lagi ia langsung menyusuri setiap lorong Sekolah Isyah, anak-anak murid disana menatap Amoy dengan sangat dalam dan sesekali mereka bersorak-sorak.
Amit berlari sehingga ia menabrak satu murid disana.
Bruk!
"Aaahhhkkk!"pekik Wiwit yang bertabrakan dengan Amit.
Amit membantu Wiwit bangun lalu ia menatap wajah Wiwit.
"Dek, apa boleh tunjukkan ruang guru?"ucap Amit dengan sangat lembut membuat Wiwit tersenyum.
"Bisa, Pak. Mari saya antara, Bapak ini mau ngapain ya?"tanya Wiwit sambil berjalan menuju ruang guru.
"Saya mau meminta izin, sebab adik saya tidak bisa masuk hari ini sebab dia sakit,"jelas Amit yang berada di belakang Wiwit.
"Kalau boleh tahu, siapa adik Bapak mana tahu satu kelas dengan saya,"ujar Wiwit.
"Isyah Salsabila, apa kamu mengenalnya?"ucap Amit sontak saja membuat Wiwit mengentikan langkahnya.
"Itu teman baik saya, dimana alamat Bapak saya akan mengunjungi nanti siang,"ucap Wiwit sambil memikirkan keadaan Isyah.
"Kalau kamu teman baik Isyah, nanti siang berangkat saja bersama saya nanti saya akan mampir ke sini lagi."ucap Amit sambil tersenyum manis kepada Wiwit.
Ya Allah, ciptaan mu ini benar-benar sangat sempurna ... Batin Wiwit.
"Baik, Pak. Itu adalah ruangan guru saya tinggal dulu,"ucap Wiwit yang meninggalkan Amit.
Amit tersenyum melihat kepergian Wiwit lalu ia langsung masuk kedalam ruangan guru, yang sebelumnya ia mengetuk pintu terlebih dahulu baru ia masuk kedalam.
__ADS_1
"Permisi, saya Amit."ucap Amit yang masuk kedalam dan duduk di sofa.
"Iya, Bapak siapa ya, dan mau apa?"tanya kepala sekolah yang duduk di hadapan Amit.
"Saya Abang angkat Isyah Salsabila, dia sedang sakit mungkin beberapa hari ini dia tidak masuk, Pak."ucap Amit dengan sangat lancar.
"Baik, Pak. Tidak apa-apa kalau dia sudah sehat dia boleh masuk kembali."ucap Pak kepala sekolah.
"Terimakasih banyak Pak. Saya permisi dulu ..."ucap Amit yang bergegas pergi dari ruangan guru tersebut.
Sepertinya teman Isa bisa juga, buat mainan aku habisnya aku bosan juga sudah sangat lama aku tidak ada mainan. Batin Amit.
Amit berjalan menuju motor sport miliknya akan tetapi setelah ia sampai ia melihat seorang wanita cantik, duduk di atas motor sport miliknya ia segera menghampirinya dan kini ia berhadapan dengan wanita tersebut.
"Siapa kamu, sebaiknya kamu turun sekarang juga."ucap Amit dengan sangat dingin.
"Sugar Deddy, jangan marah-marah dulu. Aku juga mau kali kaya Isyah di manja-manja sama di goyang, walaupun aku sudah tidak segel lagi tapi. Aku sangat pandai ..."ucap wanita tersebut.
"Baiklah, kau datang malam nanti ke rumah ini. Ingat jangan sampai ada yang tahu hal ini."ucap Amit yang memberikan amat rumah mafia hitam.
"Wah, ternyata kamu manis sekali ..."ucap wanita tersebut.
Wanita tersebut turun dan Amit langsung naik ke atas motor miliknya dan langsung melajukan, motornya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di Kantor sebab ia banyak sekali pekerjaan.
Setelah sempai ia langsung masuk kedalam ruangan kerjanya lalu ia mengirimkan pesan kepada Ken.
(Nanti malam ada ****** datang, kau bisa mempermainkan dia sepuasnya jangan lupa iya kan saja apa yang dia ucapkan. Setelah itu kau bisa melenyapkan dia jangan tinggalkan jejak.)
Ken bersama dengan anak bua mafia hitam bersorak-sorak sebab mereka akan dapat mangsa setelah, lama mereka tidak di perbolehkan untuk bersenang-senang dengan wanita malam.
"Ingat, ini adalah jatahku setelah itu kalian bebas melakukan apa saja,"ucap Ken sambil tersenyum dan berjoget-joget.
"Siap, Bos!"teriak anak bua mafia hitam.
...
Pak Ben bersama dengan Aril baru saja siap meeting bersama dengan rekan bisnisnya, lalu mereka duduk sambil bercerita bersama-sama.
"Pak, saya harap anak Bapak dan Bapak juga menghadiri pesta pernikahan anak saya lusa,"ucap rekan bisnisnya.
"Saya tidak bisa janji, akan tetapi Amit pasti akan hadir sebab dia akan penasaran bagaimana. Mantan tunangannya sudah menikah dan dia masih menjomblo ..."ucap Pak Ben sambil tertawa kecil.
"Itu sudah pasti, Pak. Saya permisi dulu sebab saya sudah banyak sekali pekerjaan di rumah, Pak."ucap rekan bisnisnya.
__ADS_1
"Iya, semoga lusa berjalan dengan lancar ..."ucap Pak Ben yang melihat kepergian rekan bisnisnya.
"Papa, aku juga ingin sekali melihat mereka menikah sebab aku sangat penasaran,"ucap Aril dengan sangat antusias.
"Kamu ini, biarkan saja Amit dan Isyah yang pergi kita disini saja."ucap Pak Ben sambil tertawa kecil.
Benar-benar membuatku sebal, aku akan menghancurkan kehidupannya sebab selalu dia yang di utamakan. Aku akan menjebaknya agar dia menikahi si hitam itu dan aku akan membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa, batin Aril.
...
Pak Salam bersama dengan Bu Jima sedang memeriksa barang-barang mereka yang baru saja masuk, sedangkan Nyia yang menjaga Kasir sebab Fia tidak ada entah kemana pikir mereka semua.
Nyia melihat mantan pacarnya sedang berbelanja di Swalayan bersama seorang wanita.
Siapa lagi itu, jangan sampai Bapak tahu kalau dulu aku pernah pacaran sama dia itu. Batin Nyia.
Zain dan pacarnya datang ke Kasir untuk membayar dan mereka sama sekali tidak mengenai Nyai, sebab ia menggunakan masker penutup mulut dan wajah tadi sebelum mereka ke kasir.
Setelah Zain pergi Nyia melepaskan masker penutup mulut dan wajahnya lalu ia bernafas lega.
Untung saja mereka cepat pergi, tunggu-tunggu bukankah itu teman sekolah kak Isa. Yang wanita malam itu sepertinya dia sangat bahagia hari ini. Batin Nyia.
...
Amit menyelesaikan pekerjaannya lalu ia bergegas pergi untuk menjemput Wiwit, sebab ia sudah berjanji kepada Wiwit tadi pagi.
Setelah ia sampai ternyata Wiwit sudah menunggunya di depan gerbang sekolah, tak tunggu lama-lama Wiwit langsung naik ke atas motor sport milik Amit.
Amit langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang sebab ia tidak mau membuat Wiwit takut.
Benar-benar ini ciptaan Allah yang sempurna, andai aku bisa memiliki dia pasti saat ini aku sudah memeluknya, batin Wiwit.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘