
Isyah makan dengan perlahan setelah selesai ia langsung bergegas pergi menuju rumah Bapaknya, ia berjalan dengan perlahan sambil memandangi bunga-bunga rose yang sangat cantik di matanya.
Isyah tidak menyadari kalau Aril mengikutinya dari belakang dengan jarak jauh, Isyah masuk kedalam rumah Bapaknya sambil bernyanyi.
Setelah ia masuk ia langsung mencari keberadaan saudaranya, akan tetapi ia tidak menemukan semua orang sehingga ia cepat-cepat keluar.
Saat ia di luar ia bertemu dengan Aril.
"Bang, ngapain disini?"ucap Isyah dengan sangat gugup ia takut Aril akan nekat melakukan hal seperti semalam.
"Kamu yang ngapain disini?"Aril balik tanya dengan sangat santai.
"Aku mau nemuin bapak, dan semua orang tidak ads didalam Bang."jelas Isyah.
"Telepon saja,"usul Aril dan Isyah tersenyum lalu ia merogoh saku celananya dan ternyata ia tidak membawa ponselnya.
"Gak bawa ponsel, Bang ..."ucap Isyah sambil tersenyum manis kepada Aril.
"Kamu ingat nomor siapa gitu?"tanya Aril sambil memberikan ponselnya kepada Isyah.
"Ingat, ada nomor keponakan aku, Bang."ucap Isyah yang bergegas menelfon keponakannya.
Isyah langsung menelepon Erla dan tidak di jawab membuat Isyah bersedih, sebab ia tidak tahu kemana perginya keluarganya.
Isyah memberikan ponsel Aril kembali dan ia langsung bergegas pergi menuju rumah, sebab ia ingin beristirahat sejenak untuk menenangkan pikirannya.
...
Aril menyimpan nomor ponsel Keponakannya Isyah dan ia melihat foto gadis putih centil, berpose seperti seorang wanita malam membuatnya merasa akan berpindah hati.
Aril mulai mengirimkan pesan kepada Erla dan Erla membalas pesan dari Aril, mereka mulai berkenalan dengan sangat dalam.
"Bagus, ****** kecil kayak gini biasa di manfaatkan. Untuk bersenang-senang ..."ucap Aril sambil terus mengirim pesan kepada Erla.
...
"Bu, ini bukannya Aril calon adik iparnya bu Isa ya?"ucap Erla yang memberikan ponselnya kepada Fia.
Fia melihat profil WhatsApp Aril yang terlihat ada foto Aril dan Amit, Isyah, Pak Ben juga ada disana.
"Iya, kamu dapat itu darimana?"tanya Fia penuh selidik.
"Dia telfon aku, Bu. Terus dia kenalan sama aku."ucap Erla dengan sangat antusias.
Kayak mana ini, bisa-bisa Isa nanti sakit hati kalau Aril pacaran sama Erla mana Erla memang selalu ngincar laki-laki, yang dekat dengan Isyah lagi. Batin Fia.
Fia tidak bisa berbicara apapun sehingga ia melanjutkan kembali pekerjaannya menyusun barang-barang.
..
Amit menyusun rencana agar ia bisa mengerjai Isyah dengan cara ia akan membawa Isyah, berjalan-jalan setelah itu ia akan meninggalkan Isyah sendirian dan ia akan berpura-pura lupa.
__ADS_1
"Bagus, ini malam Minggu."ucap Amit sambil menatap langit-langit kamarnya lalu ia mengirimkan pesan kepada Isyah.
💌
(Nanti malam bersiaplah, aku akan membawa mu berjalan-jalan. Dan semuanya atas kemauan Papa.)
Amit sebelumnya sudah membicarakan tentang hal ini kenapa Pak Ben.
Flashback on.
Pak Ben sedang menunggu kepulangan Amit dari mengantarkan Isyah ke sekolah, setelah Amit pulang mereka duduk di sofa hanya berdua saja.
"Ada apa, Pa?"tanya Amit dengan sangat lembut.
"Papa ingin kamu jangan pernah memarahi Isyah lagi, kasihan dia Mit,"ujar Pak Ben.
"Em, lalu Papa mau apa?"tanya Amit dengan sangat cuek.
"Papa mau kamu baik sama dia, jangan pernah buat dia sakit atau apapun."ucap Pak Ben sambil menatap kearah Amit.
Wah, ini rencana yang bagus untuk mengerjai anak bauk kencur itu, batin Amit.
"Baik, Amit akan membawanya jalan-jalan tapi. Kalau dia bertanya Papa katakan saja semuanya adalah keinginan Papa."ucap Amit sambil menatap wajah Pak Ben dengan senyuman manisnya.
"Iya, jangan kamu apa-apakan dia."ucap Pak Ben dengan sangat tegas, Amit tersenyum penuh kemenangan.
Flashback off.
Amit menerima Telepon dari anak buahnya.
"Halo, Ken. Ada apa?"ucap Amit dengan sangat dingin.
"Lapor, Bos. Anak yang menyusahkan rencana kita sudah saya tangkap dan sekarang ada di rumah kita," jelas Ken.
"Baiklah, aku akan segera kesana. Pastikan anak itu jangan sampai lolos!"
Amit memutuskan sambungan teleponnya lalu ia bergegas pergi dari kamarnya menuju luar, ia naik ke atas motornya lalu ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di markasnya.
Setelah selesai ia langsung masuk kedalam dan didalam banyak sekali anak buahnya, ia membuka pintu kamar dan masuk kedalam.
"Wah, dimana kejantanan mu?"ucap Amit dengan sangat lembut.
"Lepaskan aku! Kau mafia brengsek! "teriak seorang pemuda yang di ikat di tiang kamar.
Amit mendekati pemuda tersebut dan ia langsung memegang pundak pemuda tersebut.
"Kau anak buah Gilang! Dan kau sudah menghancurkan semua rencana kami, kau tahu aku ketua Mafia!"teriak Amit sambil memukul wajah pemuda tersebut.
Plak!
Plak!
__ADS_1
Plak!
Amit menampar berulangkali pipi pemuda tersebut dengan sangat kuat.
"Kau siksa saja aku! Dan aku tidak akan pernah memberi tahu mu apa rencana kami selanjutnya!"teriak pemuda tersebut.
Amit mengambil senjata api miliknya lalu ia mengatakan kearah pemuda tersebut.
"Katakan atau kau akan ..."ucap Amit dengan sangat menyeramkan.
"Tidak!"teriak pemuda tersebut dan Amit langsung menembak pemuda tersebut.
Dor!
Dor!
Pemuda tersebut langsung tewas seketika dan Amit langsung berjalan meninggalkan pemuda tersebut.
"Bereskan semuanya, dan kau harus mencari tahu apa sebenarnya mau si brengsek itu!"
"Siap, Bos."jawab Ken.
Amit meninggalkan markasnya lalu ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di rumah, setelah sampai di rumah ia melihat ada noda darah di bajunya sedikit sehingga ia berlari masuk kedalam.
Bruk.
Amit menabrak Isyah yang hendak keluar rumah dan mereka saling terjatuh ke lantai, Isyah menatap wajah Amit yang terlihat sangat cemas lalu ia melirik noda darah di baju Amit.
"Bang, Abang terluka?"tanya Isyah dengan sangat cemas lalu ia hendak menghampiri Amit.
"Jangan ikut campur, urus saja kehidupan mu itu!"bentak Amit yang berlalu pergi meninggalkan Isyah.
Dasar kutub Utara, aku hanya cemas melihat keadaannya dan dia malah ketus seperti itu dan darah apa itu. Apa darah dia atau dia habis membunuh seseorang. Ya Allah, apa yang aku pikirkan pastinya dia terluka darah itu saja seperti baru dan masih basa, batin Isyah.
Isyah bergegas pergi menuju luar sebab ia ingin memastikan bahwa keluarganya masih ada, setelah sampai di rumah Pak Salam ia tidak dapat menemukan dimana keberadaan keluarga sehingga ia kembali ke rumah Pak Ben.
Isyah berjalan menuju kamarnya namun, matanya melirik kearah kamar Amit sehingga ia berjalan menuju kamar Amit dan menguping disana.
Sebenarnya apa yang terjadi, aku benar-benar penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Bang Amit tadi, batin Isyah.
.
.
.
Bersambung.
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘